Investasi

Mengapa Keadaan Ekonomi Setiap Orang Beragam? Ini Jawabannya

keadaan ekonomi

Ajaib.co.id – Jika kamu heran dengan keadaan ekonomi orang yang berbeda-beda, sebenarnya ada jawabannya lho. Melalui ulasan ini, kamu akan mengetahui kenapa keadaan ekonomi setiap orang beragam. Yuk disimak!

Jika kamu sempat mendengan ada orang kaya dan ada orang miskin. Ini menunjukkan bahwa ekonomi setiap orang beragam. Lalu, mengapa keadaan ekonomi setiap orang beragam? Perlu diketahui, ekonomi sendiri adalah sebuah ilmu yang mengatur rumah tangga.

Status ekonomi adalah sebuah bentuk dari kemampuan perekonomian suatu keluarga dalam memenuhi kebutuhan hidup seluruh anggota keluarganya yang sangat identik dan juga berkaitan dengan status sosial atau juga bisa dikatanan merupakan kedudukan seseorang atau keluarga tersebut dalam masyarakat.

Dari segi status sosial tersebut bisa dilihat dari tingkat pendidikan, tingkat pendapatan, gaya hidup dan sebagainya. Seseorang atau keluarga dengan tingkat ekonomi yang rendah akan lebih fokus dalam melihat kebutuhan utamanya seperti makan dan minum.

Sebaliknya pada seseorang yang memiliki tingkat ekonomi yang lebih tinggi maka akan memiliki kesempatan dalam menempuh pendidikan atau juga memperoleh fasilitas kesehatan. Selain daripada itu, seseorang atau lingkup keluarga dengan keadaan ekonomi yang lebih tinggi yang mana ini akan mudah mendapatkan informasi jika dibandingkan dengan orang yang mempunyai tingkat ekonomi yang lebih rendah.

Sosiologi dan ekonomi juga mempunyai sebuah disparitas field of study sejak ekonom klasik dan neoklasik melakukan mengembangkan teori-teori ekonomi yang tanpa mempunyai institutional framework. Menurut analis senior Schumpeter dalam sebuah kesenjangan antara ekonomi dan sosiologi sudah diawali sejak sorang penulis bernama Adam Smith menulis ‘The Wealth of Nations’ yang hingga saat ini menjadi rujukan daripada berbagai teori ekonomi modern. Selanjutnya pakar ekonomi ternama Karl Marx mengatakan dalam menganalisis ekonomi secara sosiologis mengenai konflik struktur antar kelas.

Torsten Veblen juga mengkritik ekonomi neoklasik yang bersifat utilitarian yang mana mengasumsikan aktor ekonomi secara individualistik dan juga transaksional. Asumsi yang seperti itu, menurutnya dapat membuat ekonom neoklasik terlihat cenderung menjauhkan analisisnya dari realitas historis dan empirisis untuk menuju transaksi rasional yang individualistik. Padahal untuk tindakan transaksional, akan selalu melibatkan dua individu atau lebih.

Tradisi sosiologi ekonomi sendiri, dalam sebuah bentuk daripada perkembangan studi sosiologi ekonomi mengalami pasang surutnya. Kontribusi pada awal paling signifikan mungkin dilakukan oleh Max Weber dalam ‘The Protestan Ethic and The Spirit of Capitalism’.

Walaupun masih menuai perdebatan apakah The Protestan Ethic ‘menyebabkan’ kapitalisme, karya Weber masih dianggap sebagai salah satu sejarah studi bidan ekonomi sosiologi ekonomi yang mendapat banyak perhatian oleh para sosiolog. Adapun kontribusi teori kontemporer dalam sosiologi ekonomi ini merupakan analisis ekonomi dengan pendekatan social embeddedness. Walau demikian, Weber tidak pernah menyebutkan bahwasannya social embeddednes dalam teori sosiologi ekonominya, namun beberapa sosiolog menyebut teori Weber dikategorikan sebagai ‘The Hidden Theory of Embeddedness’.

Perkembangan dunia sosiologi ekonomi tentang social embeddedness dilakukan oleh Karl Polanyi pada 1950. Namun demikian Polanyi mengatakan lebih banyak mengkaji pada aspek political economy dari embeddedness ketimbang social embeddedness itu sendiri. Sementara para pemikir strukturalis yang berada di Amerika juga mengembangkan sosiologi ekonomi yang mendekatkan antara Economy dan Society.

Talcott Parson yang memberikan banyak pengaruh pada sosiolog ekonomi sampai dengan periode tahun 1960-an. Namun, para analisis dan pengikutnya yang terlalu bersifat institusionalis dan tidak diterima oleh para ekonom neoklasik pada saat zaman itu. Analisis juga dianggap oleh Granovetter memiliki cara pkamung yang ‘oversocialized’ terhadap fenomena ekonomi setiap orang beragam.

Studi dalam sosiologi ekonomi sempat mengalami vakum sekitar tahun 1960-1970. Yang mana dalam artinya ini tidak ada karya intelektual yang memberi pengaruh signifikan terhadap sosiologi ekonomi. Selanjutnya para sosiologi dan ekonomi seakan terpisah satu sama lain dengan berbagai ragam segala persoalanya sendiri termasuk kasus mengapa ekonomi setiap orang berbeda.

Perkembangan sosiologi ekonomi selanjutnya mengalami kebangkitan kembali melaui artikel yang diterbitkan oleh ‘American Journal of Sociology’ pada tahun 1985 “Economic Action and Social Structure: The Problem of Embeddedness” yang mana perkembangan teoritis tersebut menjadi awal dari studi yang kini dikenal sebagai ‘The New Economic Sociology’

Selanjutnya dalam teori Social embeddedness yang masuk di dalam ‘The New Economic Sociology’ merupakan pendekatan sosiologi ekonomi yang melihat tindakan aktor ekonomi dalam kerangka struktur sosial. Namun demikian Granovetter lebih banyak menganalisis structure of social relation atau network terhadap fenomena ekonomi. Sementara itu pada  artikel, Granovetter mendiskusikan setidaknya ada 3 hal terkait problem dari embeddedness:

Pertama adalah Konsepsi ‘undersocialized’ dan ‘oversocialized’ yang merupakan sebuah tindakan aktor ekonomi. Menurutnya jika ditelisir bahwa di dalam ekonomi klasik dan neoklasik cenderung mengasumsikan bahwa aktor ekonomi dalam konsepsi ‘undersocialized’ yaitu, otonomi individu dalam tindakan ekonomi.

Aktor ekonomi ini yang bersifat otonom melepaskan diri dari konteks sosial, kultural, dan politik. Ini tentunya merupakan tindakanya dilakukan ke arah yang bersifat individualistik. Sementara ekonom reformis atau juga sebagian dari sosiolog struktural parsonian cenderung mengaku dirinya terjebak pada konsepsi ‘oversocialized’ yaitu, dengan menempatkan individu dalam ruang-ruang determinasi kultural.


 Ajaib merupakan aplikasi investasi reksa dana online yang telah mendapat izin dari OJK, dan didukung oleh SoftBank. Investasi reksa dana bisa memiliki tingkat pengembalian hingga berkali-kali lipat dibanding dengan tabungan bank, dan merupakan instrumen investasi yang tepat bagi pemula. Bebas setor-tarik kapan saja, Ajaib memungkinkan penggunanya untuk berinvestasi sesuai dengan tujuan finansial mereka. Download Ajaib sekarang.

Artikel Terkait