Yuk Mengenal Jenis Pajak Beserta Fungsi-fungsinya

jenis pajak
jenis pajak

Banyak orang yang sadar akan kewajiban membayar pajak untuk negara tanpa mengetahui seluk beluk mengenai pajak itu sendiri, mulai dari pengertian, fungsi, serta jenis pajak yang ada dan diatur oleh Undang-undang. Untuk itu, mari kita pahami pajak secara mendetail.

Definisi Pajak

Apa sih pajak itu sendiri? Menurut Direktorat Jenderal Pajak, pajak adalah kontribusi wajib kepada negara yang terutang oleh orang pribadi atau badan yang bersifat memaksa berdasarkan Undang-Undang, dengan tidak mendapatkan imbalan secara langsung dan digunakan untuk keperluan negara bagi sebesar-besarnya kemakmuran rakyat.

Pembayaran pajak merupakan perwujudan dari kewajiban kenegaraan dan peran serta Wajib Pajak untuk secara langsung dan bersama-sama melaksanakan kewajiban perpajakan untuk pembiayaan negara dan pembangunan nasional.

Membayar pajak bukan hanya merupakan kewajiban tetapi juga merupakan hak dari setiap warga negara untuk ikut berpartisipasi dalam bentuk peran serta terhadap pembiayaan negara dan pembangunan nasional.

Pajak mempunyai peranan yang sangat penting dalam kehidupan bernegara, khususnya di dalam pelaksanaan pembangunan karena pajak merupakan sumber pendapatan negara untuk membiayai semua pengeluaran termasuk pengeluaran pembangunan. Berikut beberapa fungsi dari pajak:

Fungsi Anggaran

Sebagai sumber pendapatan negara, pajak berfungsi untuk membiayai pengeluaran negara. Untuk menjalankan tugas-tugas rutin negara dan melaksanakan pembangunan, negara membutuhkan biaya, yang bisa diperoleh dari penerimaan pajak. Pajak biasanya digunakan untuk pembiayaan rutin seperti belanja pegawai, belanja barang, pemeliharaan, dan lain sebagainya.

Untuk pembiayaan pembangunan, uang dikeluarkan dari tabungan pemerintah, yakni penerimaan dalam negeri dikurangi pengeluaran rutin. Tabungan pemerintah ini terus meningkat dari tahun ke tahun sesuai kebutuhan pembiayaan pembangunan yang direncanakan.

Fungsi Mengatur

Kebijaksanaan menggunakan anggaran pajak membuat pemerintah mampu untuk mengatur pertumbuhan ekonomi. Melalui fungsi ini, pajak bisa digunakan sebagai alat untuk mencapai tujuan negara, termasuk untuk melindungi produksi dalam negeri.

Pemerintah bisa menetapkan biaya masuk yang tinggi untuk bisnis luar negeri yang ingin mendistribusikan produknya di dalam negeri.

Fungsi Stabilitas

Dengan adanya pajak, pemerintah memiliki dana untuk menjalankan kebijakan yang berhubungan dengan stabilitas harga sehingga inflasi dapat dikendalikan. Hal ini bisa terwujud dengan mengatur peredaran uang di masyarakat, pemungutan pajak, dan penggunaan pajak yang efektif dan efisien untuk aktivitas negara.

Fungsi Redistribusi Pendapatan

Pajak yang sudah dipungut oleh negara akan digunakan untuk membiayai semua kepentingan umum, termasuk untuk membiayai pembangunan sehingga dapat membuka kesempatan kerja, yang pada akhirnya akan dapat meningkatkan pendapatan masyarakat.

Kemudian, ada jenis-jenis pajak yang harus diketahui. Jenis-jenis pajak ini dibagi berdasarkan sifat, cara pemungutan, dan lembaga pemungutnya. Berikut penjelasannya:

Jenis Pajak Berdasarkan Sifatnya

Pajak Subjektif

Pajak yang berpangkal pada subjeknya, yaitu pajak yang memperhatikan keadaan diri wajib pajak. Contohnya adalah Pajak Penghasilan (PPh) yang memperhatikan tentang kemampuan wajib pajak dalam menghasilkan pendapatan.

Pajak Objektif

Kebalikan dari pajak subjektif, pajak objektif adalah pajak yang berpangkal pada objeknya. Pungutan yang dilakukan memperhatikan nilai dari objek pajak. Contohnya adalah Pajak Pertambahan Nilai (PPN).

Jenis Pajak Berdasarkan Cara Pemungutan

Pajak Langsung

Merupakan pajak yang bebannya ditanggung sendiri oleh wajib pajak dan tidak dapat dialihkan kepada orang lain. Proses pembayaran pajak harus dilakukan sendiri oleh wajib pajak yang bersangkutan.

Pajak Tidak Langsung

Pajak yang bebannya dapat dialihkan kepada pihak lain. Biasanya jenis pajak ini tidak memiliki surat ketetapan pajak. Pengenaan pajak tidak dilakukan secara berkala melainkan dikaitkan dengan tindakan perbuatan sehingga pembayaran pajak dapat diwakilkan kepada pihak lain.

Jenis Pajak Berdasarkan Lembaga Pemungutan

Pajak Pusat

Pajak yang dipungut dan dikelola oleh Pemerintah Pusat, yaitu oleh Direktorat Jenderal Pajak (DJP). Pungutan dari pajak ini digunakan untuk membiayai belanja negara seperti pembangunan jalan, sekolah, bantuan kebutuhan pokok, bantuan kesehatan, dan sebagainya.

Contoh dari pajak pusat adalah Pajak Penghasilan (PPh), Pajak Pertambahan Nilai (PPN), Pajak Penjualan atas Barang Mewah (PPNBM), Bea Materai, dan Pajak Bumi dan Bangunan (PBB perkebunan, Perhutanan, dan Pertambangan).

Pajak Daerah

Pajak yang dipungut dan dikelola oleh Pemerintah Daerah, baik tingkat provinsi maupun kabupaten atau kota. Pungutan dari pajak ini digunakan untuk membiayai belanja pemerintah daerah.

Contoh Pajak Provinsi, antara lain Pajak Kendaraan Bermotor, Bea Balik Nama Kendaraan Bermotor, Pajak Bahan Bakar Kendaraan Bermotor, Pajak Air Permukaan, dan Pajak Rokok.

Sementara itu, contoh dari Pajak Kabupaten/Kota adalah Pajak Hotel, Pajak Restoran, Pajak Hiburan, Pajak Reklame, Pajak Penerangan Jalan, Pajak Mineral Bukan Logam dan Bantuan, Pajak Parkir, Pajak Air Tanah, dan lain sebagainya.

Saling Bersinergi

Perlu diketahui bahwa pajak pusat dan pajak daerah saling bersinergi satu sama lain dalam pembangunan nasional. Kesesuaian program antara pemerintah pusat dan pemerintah daerah merupakan salah satu pilar utama dari pembangunan nasional.

Kemudian, mulai tahun 2014, Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) Pedesaan dan Perkotaan masuk dalam kategori Pajak Daerah sedangkan Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) untuk Perkebunan, Perhutanan, dan Pertambangan masih termasuk dalam Pajak Pusat.

Sudah cukup paham mengenai pajak? Sekarang kamu semakin mengerti mengapa pajak itu dibutuhkan untuk pembangunan negara. Walaupun kamu termasuk kaum milenial yang tergolong baru berkecimpung dalam dunia pembayaran pajak tetapi kamu bisa kok membuktikan bahwa kamu mampu berkontribusi untuk negara dengan memenuhi kewajiban pajak kamu. Pahami dan kenali selalu pajak-pajak yang harus kamu bayarkan, ya!

Bacaan menarik lainnya:

Nurmantu, Safri. 2003. Pengantar Perpajakan. Kelompok Yayasan Obor: Jakarta.


Ajaib merupakan aplikasi investasi reksa dana online yang telah mendapat izin dari OJK, dan didukung oleh SoftBank. Investasi reksa dana bisa memiliki tingkat pengembalian hingga berkali-kali lipat dibanding dengan tabungan bank, dan merupakan instrumen investasi yang tepat bagi pemula. Bebas setor-tarik kapan saja, Ajaib memungkinkan penggunanya untuk berinvestasi sesuai dengan tujuan finansial mereka. Download Ajaib sekarang.  

Mulai Investasi Reksa Dana Dengan Ajaib.
Ayo bergabung dengan Ajaib, aplikasi investasi online terbaik! Bebas biaya pendaftaran, bisa tarik dana kapan saja. Modal awal min. Rp10.000.
Facebook Comment
Artikel Terkait