Investasi

Yuk Cari Tahu Beda Saham dan Reksa Dana serta Bitcoin

beda saham dan reksa dana

Ajaib.co.id – Dunia investasi dipenuhi dengan berbagai pilihan untuk mendapatkan keuntungan yang disesuaikan dengan kondisi masing-masing. Namun bagi orang awam, mungkin beda saham dengan reksa dana dan bitcoin hanyalah sekedar istilah. Padahal ketiganya merupakan instrumen investasi yang berbeda dengan keunggulannya masing-masing.

Membedakan antara saham, reksa dana dan bitcoin dalan dunia investasi mungkin sama seperti perbedaan antara sushi, nasi padang dan boba dalam dunia kuliner. Sama enaknya namun beda cita rasanya. Dengan demikian, penyukannya juga bisa berbeda-beda meski tujuanya sama yakni ingin makan enak.

Serupa pula dengan beda saham dan kedua jenis investasi kekinian lainnya itu. Jika investasi saham lebih dulu dikenal publik maka kini reksa dana dan bitcoin tengah melejit popularitasnya. Namun sebenarnya apa saja sih yang membedakan ketiga produk investasi ini?

Mengurai Beda Saham, Reksa Dana, dan Bitcoin. Kamu Pilih yang Mana?

Banyak pilihan investasi yang bisa dipilih untuk mempersiapkan keuangan di masa depan. Namun, dalam beberapa tahun terakhir Bitcoin banyak digemari untuk dijadikan investasi. Hal ini karena Bitcoin bisa menghasilkan profit yang besar, bahkan bisa mendapatkan keuntungan 7 kali lipat dari modal awal hanya dalam jangka pendek, dalam waktu satu setengah tahun atau bahkan satu malam.

Meski kenaikannya cukup tajam, mata uang digital ini juga bisa anjlok sewaktu-waktu. Selain Bitcoin ada beberapa instrument investasi yang juga banyak digemari masyarakat, yaitu saham dan reksa dana. Tapi tahukah kamu apa beda saham dan reksa dana serta Bitcoin?

Dengan menyajikan profit yang besar, banyak orang mulai membandingkan Bitcoin dengan instrumen investasi lainnya. Meski demikian, Bitcoin juga tak lepas dari resiko yang tinggi karena layaknya berinvestasi saham, nilai Bitcoin pun ada kemungkinan melemah.

Bahkan, ada investasi Bitcoin nilainya dianggap tidak stabil jika dibandingkan nilai saham. Karena itu tingkat risikonya terbilan tinggi karena bisa sewaktu-waktu harganya bisa anjlok. Sedangkan investasi reksa dana memiliki risiko yang jauh lebih terjangkau khususnya bagi investor pemula.

Untuk itu, sebelum kamu berinvestasi ada baiknya mencari tahu beda saham, reksa dana, dan Bitcoin di bawah ini.

Masing-masing instrumen investasi menawarkan berbagai kelebihan, namun yang pasti tujuannya adalah sama yaitu memberikan profit. Baik saham, reksa dana, dan Bitcoin merupakan instrumen investasi yang juga dapat menghasilkan keuntungan besar. Hanya saja cara mengelolanya yang berbeda.

Supaya lebih paham yuk, kita simak beda saham, dan reksa dana serta Bitcoin lebih dalam.

1. Saham

Saham mungkin merupakan investasi yang paling dikenal publik. Saham adalah bukti kepemilikan atas suatu entitas usaha yang tergabung dalam pasar modal. Jika ingin menjadi pemilik saham maka kamu harus menyertakan modal kepemilikan pada perusahaan. Persentase kepemilikanmu ini ditentukan besaran modal yang kamu tanamkan.

Kamu akan mendapatkan hak suara dan juga menerima dividen dari keuntungan perusahaan. Ketika perusahaan dilikuidasi maka kamu juga bisa mendapatkan pembagian aset perusahaan. Ada banyak perusahaan yang sudah mencatatkan sahamnya di Bursa Efek Indonesia dan diperjualbelikan secara luas.

Penjualan saham dilakukan melalui broker saham atau perusahaan sekuritas. Mereka lah yang menjadi perantara untuk semua transaksi saham yang dilakukan. Biasanya ada sejumlah broker saham yang sudah dikenal unggul untuk layanannya.

Saham sendiri adalah pilihan investasi yang baik untuk kamu jika tujuan investasinya memperoleh keuntungan dari dana yang sudah dikeluarkan. Biasanya investasi ini disarankan para perencana keuangan untuk tujuan jangka panjang.

Hanya saja, keuntungan saham nantinya akan dikenakan pajak. Instrumen investasi cocok untuk kamu yang sudah mengamankan dananya untuk kebutuhan darurat, tabungan dan anggaran utaama lainnya.

Jangka waktunya akan melipatgandakan keuntungan dengan efek compoundingnya. Hanya saja memang ada fluktuasi harga saham yang harus kamu hadapi selama masa tersebut. Banyak orang salah mengartikan perbedaan saham dan obligasi. Padahal sebenarnya saham atau obligasi adalah hal yang berbeda.

Pemegang obligasi mempunyai surat utang yang menjadi dasar pinjaman yang diberikannya kepada perusahaan. Surat hutang ini termasuk berisikan jumlah yang akan dibayar ketika jatuh tempo. Sedangkan pemilik saham berarti memiliki kepemilikan atas perusahaan tersebut dan merasakan naik turunnya kinerja perusahaan tersebut.

Saham umumnya dinyatakan dalam lembar dan diperdagangkan berupa satuan lot. Per satu lot yaitu 100 lembar saham, sehingga jika kamu membeli 1 lot saham berarti kamu ikut memiliki 100 lembar saham di perusahaan tersebut.

Harga saham setiap perusahaan masing-masing sangat bervariasi. Sementara harga saham ditentukan berdasarkan kinerja perusahaan, nilai perusahaan, ekspektasi pasar, dan juga situasi ekonomi dan politik dunia.

Keuntungan investasi saham didapat dari kenaikan harga sahamnya yang telah dibeli. Ataupun ketika perusahaan memperoleh keuntungan di akhir tahun dan memutuskan untuk membaginya kepada para pemegang saham melalui dividen.

2. Bitcoin

Bitcoin merupakan salah satu mata uang virtual atau cryptocurrency yang diperoleh secara digital. Tidak ada wujud fisik yang jadi underlying dari Bitcoin. Selain itu, Bitcoin diperdagangkan di market Bitcoin selama 24 jam dalam seminggu. Disamping itu, nilai Bitcoin tidak dipengaruhi oleh analisis fundamental ataupun kondisi ekonomi dan geopolitik global yang sedang terjadi.

Harga 1 Bitcoin sendiri tetap mengalami fluktuasi dengan berbagai faktornya. Kenaikan harganya pernah meroket di tahun 2017 dan mendatangkan keuntungantak terduga bagi investornya. Meski harganya kembali turun namun instrumen ini dipercaya tepat untuk simpanan masa depan.

Pasalnya, semakin meningkatnya transaksi digital membuat mata uang kripto ini semakin dilirik publik. Terlebih lagi sudah ada sejumlah perusahaan atau merek yang menerima pembayaraan dengan mata uang ini. Bitcoin juga dianggap lebih kebal sentimen negatif karena tidak terpengaruh kebijakan negara dan benar-benar bergantung pada mekanisme pasar semata.

Dengan tidak adanya bentuk fisik dari Bitcoin, kamu bisa menyimpannya dalam dompet digital, yang bisa digunakan juga untuk mengelolanya. Dompet tersebut bisa disimpan di Cloud (server internet), ataupun pada komputer.

Di sebagian negara, Bitcoin diperbolehkan sebagai alat pembayaran seperti di Amerika Serikat. Berbeda dengan mata uang umum yang peredarannya diatur oleh bank sentral dan negara, Bitcoin diperoleh dari memecahkan persoalan matematis seperti puzzle (algoritma). Kegiatan tersebut dikenal dengan istilah mining atau menambang menggunakan hardware dan software khusus.

Bitcoin di Indonesia sendiri sudah diakui sebagai keberadaannya di Indonesia. Kamu bisa ikut memperjualbelikannya sebagai komoditas di bursa berjangka Indonesia. Hanya saja sampai saat ini Bitcoin belum bisa dijadikan alat transaksi yang sah di negara kita ini.

3. Reksa Dana

Reksa dana menjadi salah satu instrumen investasi yang memiliki win-win solution. Apalagi jika kamu masih awam dengan dunia investasi. Beda saham dengan reksa dana paling dasar adalah dari segi modal dan kemudahan. Saham membutuhkan modal besar dan pengelolaan yang cermat meskipun dilakukan lewat broker.

Sedangan reksa dana bisa dilakukan denga biaya minimal, Rp10.000 saja jika membeli reksa dana lewat aplikasi Ajab. Selain itu, reksa dana akan dikelola oleh manajer investasi dan kamu hanya perlu memantaunya secara berkala. Kamu hanya tinggal duduk manis menanti hasilnya.

Reksa dana juga memiliki tingkar risiko yang rendah karena secara tidak langsung menerepkan diversifikasi investasi yang merupakan trik jitu investasi aman. Danamu tidak akan mudah kehilangan nilainya karena dipecah pada instrumen yang berbeda. Ketika pasar saham jatuh maka asetmu di pasar uang masih bisa menyelamatkan danamu.

Berbagai macam instrumen investasi membuat banyak orang bingung memilihnya, terlebih untuk mereka yang masih awam. Nah, reksa dana memberikan kemudahan bagi investor pemula karena ada manajer investasi yang membantu mengumpulkan dan mengelola dana masyarakat untuk diinvestasikan pada produk-produk investasi yang mereka kelola.

Reksa dana sendiri ada 4 jenis pilihan untuk berinvestasi, yaitu:

  • Pasar Uang
  • Saham
  • Pendapatan Tetap
  • Campuran

Perbandingan Saham, Reksa Dana, dan Bitcoin

Jika ditanya mana yang lebih menguntungkan, apakah saham, reksa dana, atau Bitcoin? Jawabannya kembali ke pribadi masing-masing, karena setiap investasi memiliki resiko yang berbeda. Supaya tidak bingung, simak perbandingan ketiganya berikut ini.

Pergerakan Grafik Harga

Meningkat atau menurunnya harga saham, Bitcoin, serta reksa dana dipengaruhi oleh jumlah permintaan dan isu-isu yang berkembang di dalam negeri dan global. Khusus untuk saham dan reksa dana, pergerakan harganya juga bisa dipengaruhi dari kinerja perusahaan.

Pergerakan harga Bitcoin berbeda dengan saham dan reksa dana. Bitcoin dinilai lebih fluktuatif, tetapi tidak stabil. Sedangkan saham dan reksa dana pergerakannya harganya cenderung lambat, namun cukup stabil.

Broker atau Pihak Ketiga

Ketika kamu memutuskan berinvestasi reksa dana atau saham, kamu harus membelinya melalui pihak ketiga atau broker. Sedangkan pada Bitcoin, kamu tidak akan menemukan broker dan bahkan kamu tidak perlu identitas lengkap saat membeli Bitcoin. Jadi, tidak perlu khawatir akan terjadi penipuan.

Keamanan

Apabila kamu tidak paham soal instrumen investasi yang diinginkan, akan mudah untuk mengalami kerugian ataupun penipuan. Pada saham dan reksa dana bisa saja terjadi penipuan, karena adanya pihak ketiga yang terlibat. Bitcoin juga tetap punya kelemahan dalam system keamanannya.

Sebagai uang digital, kamu diharuskan menyimpan Bitcoin di dompet digital digital atau e-Wallet. Dalam dompet digital tersebut terdapat baris kode khusus yang disebut private key, digunakan jika ingin bertransaksi. Baris kode tersebut kemungkinan besar bisa dicuri atau diretas oleh orang lain.

Dari segi pengertiannya, kamu bisa melihat beda saham dan reksa dana serta Bitcoin cukup jauh bukan?


Ajaib merupakan aplikasi investasi reksa dana online yang telah mendapat izin dari OJK, dan didukung oleh SoftBank. Investasi reksa dana bisa memiliki tingkat pengembalian hingga berkali-kali lipat dibanding dengan tabungan bank, dan merupakan instrumen investasi yang tepat bagi pemula. Bebas setor-tarik kapan saja, Ajaib memungkinkan penggunanya untuk berinvestasi sesuai dengan tujuan finansial mereka. Download Ajaib sekarang.

Artikel Terkait