Tujuan Ekonomi Syariah 2019: Ruang Lega untuk Berkreasi

tujuan ekonomi syariah
tujuan ekonomi syariah

Semua yang kesulitan di tengah perlambatan ekonomi dunia 2019 berhak mendapatkan bantuan, agar kembali punya kesempatan berusaha, seperti yang tertuang dalam tujuan ekonomi syariah. Lalu, apa sebenarnya ekonimi syariah tersebut? Simak ulasan redaksi Ajaib berikut ini.

Definisi dan Tujuan Ekonomi Syariah

Ekonomi syariah adalah ilmu berilhamkan nilai Islam yang mempelajari masalah ekonomi rakyat. Instrumen profitnya berupa sistem bagi hasil, menentang praktek eksploitasi pemilik modal terhadap buruh, dan melarang penumpukan kekayaan.

Tujuan dan prinsip ekonomi syariah adalah: memberikan kesejahteraan, rasa adil, dan kebersamaan bagi seluruh masyarakat serta  memberikan kesempatan seluas-luasnya kepada setiap pelaku usaha.

Konsekuensi Perlambatan Ekonomi

Pada pertengahan 2018, pertumbuhan ekonomi Amerika 3,5%, terus turun ke 2,1%, dan diperkirakan turun lagi kuartal ini. Bank Federal Reserve memotong bunga di bulan Juli, dan sekali lagi bulan depan. Ekonomi China melemah hingga 4,8%. Ekonomi Jerman terpuruk di antara negara pengguna Euro hingga 0% kuartal ini.

“Pertumbuhan ekonomi global terus melemah dan mengisyaratkan tanda-randa resesi, khususnya sektor industri. Perdagangan adalah bagian terbesarnya” – Michelle Meyer, Head of United States economics at Bank of America Merril Lynch.

Bunga obligasi jangka panjang makin tinggi, karena investor ingin meng-cover resiko inflasi. Ekonomi syariah menyadari situasi muram ini dan ingin mengimbanginya dengan cara pandang berbeda terhadap keuntungan ekonomi.

Dinamika Peran Agama dalam Dunia Usaha

Dalam naik turunnya situasi ekonomi dunia, kesejahteraan kehidupan berbagai bangsa sering jadi taruhannya. Dan sesuai kodratnya sebagi mahluk sosial, manusia akan saling menolong dalam upaya melewati masa sulit. Perilaku ini bisa murni terdorong hati nurani, atau, dipicu oleh kepatuhan terhadap ajaran agama-agama yang mewajibkan menolong sesama.

Sayangnya, “sesama” itu kadang praktek oknumnya bermakna “sesama yang beragama sama, berbangsa sama, atau bersuku sama. Penggiat ekonomi syariah di jaman dulu mungkin menyimpan kegetiran akibat perlakuan rasis kolonialisme, sehingga semangatnya seakan memberi warna otoritarian pada ekonomi syariah. Padahal, ekonomi syariah pada dasarnya adalah ekonomi kesadaran, bukan pemaksaan, karena ia menekankan 4 sifat: kesatuan (unity), keseimbangan (equilibrium), kebebasan (free will), dan tanggung jawab (responsibility).

Gerakan Masyarakat Ekonomi Syariah dan Yayasan Gerakan Infaq Dunia

Penggiat ekonomi syariah di Indonesia ingin melakukan gerakan positif untuk memampukan masyarakat pengusaha lemah maupun “yang sedang lemah”, terutama kalangan muda yang terjebak bonus demografi dan persaingan lapangan pekerjaan super ketat. Y

outh Entrepreneur Summit berperan penting dalam pengembangan ekonomi umat. Bersamaan dengan Momentum peresmian Bank Infaq oleh pebisnis Indonesia sekaligus penggagasnya –  Sandiaga Uno mendorong semua pihak untuk optimis, fokus terus terhadap ekonomi dan isu kewirausahaan kaum muda.

Bank Infaq berbasis Masjid dan Masjlis Taklim, beroperasi di bawah Yayasan Gerakan Infaq Dunia dengan cara menerima infaq dan menyalurkannya dalam bentuk pinjaman dana tanpa bunga kepada masyarakat yang membutuhkan. Pengembalian pinjaman dengan cicilan, proses peminjaman mudah dan sesuai ketentuan syariat.

Demi Agama Atau Kemanusiaan

Dengan mengharamkan riba, yang berarti “kelebihan”, tujuan ekonomi syariah adalah memberikan keselarasan bagi kehidupan bukan hanya umat Muslim, melainkan seluruh mahluk hidup di muka bumi yang tidak terbatas oleh ekonomi, sosial, budaya, politik dan bangsa.

Lalu, mengapa dalam persyaratannya, anggota Bank Infaq adalah komunitas tertutup, jamaah Masjid, pensiunan, alumni, 1 kantor, 1 pabrik, 1 sekolah/kampus yang melaksanakan majelis taklim setiap minggu dan memiliki ikatan kuat dengan anggota?

Tidakkah ini berlawanan dengan prinsip dasarnya yang disebutkan di atas? Apakah sikap ini merupakan reaksi terhadap sikap pihak lain? Sungguh sayang jika nurani kemanusiaan terpenggal oleh semangat eksklusifitas religius ya


Ajaib merupakan aplikasi investasi reksa dana online yang telah mendapat izin dari OJK, dan didukung oleh SoftBank. Investasi reksa dana bisa memiliki tingkat pengembalian hingga berkali-kali lipat dibanding dengan tabungan bank, dan merupakan instrumen investasi yang tepat bagi pemula. Bebas setor-tarik kapan saja, Ajaib memungkinkan penggunanya untuk berinvestasi sesuai dengan tujuan finansial mereka. Download Ajaib sekarang.

Share to :
Kembangkan uangmu sekarang juga Lakukan deposit segera untuk berinvestasi
Artikel Terkait