Tren Bisnis 2019, Kopi Menjadi Bisnis Terlaris Generasi Milenial

bisnis-kopi
bisnis-kopi

Sepanjang tahun 2019, bisnis kedai kopi semakin menjamur di Indonesia. Mereka menyediakan tempat luas dengan harga yang sesuai dengan kantong dari berbagai kalangan, baik pelajar, mahasiswa, hingga pekerja lepas.

Bisa jadi, kamu juga salah satu penikmat kedai kopi, Mungkin tidak hanya meminum kopi, kamu bisa menikmati es kopi sambil berbincang bersama teman sejawat atau berbicara soal bisnis. Bahkan bisa saja kamu adalah orang yang memang memimpikan untuk berbisnis kopi

Berdasarkan data Fairtrade Foundation, fakta menunjukkan bahwa Indonesia berada di peringkat empat setelah Kolombia dalam hal produksi kopi. Jumlah produksi komoditi ini kurang lebih 10 juta karung di Indonesia.

Kenyataan lain menyebut, latte adalah produk minuman kopi paling banyak dibeli di Inggris, 930 juta gelas terjual awal tahun ini saja. Berikutnya adalah cappuccino, yang menurut hasil riset pasar Kantar Worldpanel, terjual 800 juta gelas.

Sebenarnya apa sih yang membuat bisnis ini menjadi peluang usaha yang menjanjikan untuk bisnis 2019? Beberapa alasan mengapa bisnis kopi menjadi sangat laris adalah harganya yang cenderung murah, hampir setiap orang suka meminum kopi. Selain itu, minum kopi sambil kumpul bersama teman dan mengunggahnya di media sosial juga menjadi tren bagi kalangan milenial.

Tidak hanya kopi susu, bisnis kopi dengan berbagai macam jenis dan varian juga semakin booming. Salah satu kedai kopi di Jakarta yang ramai dikunjungi orang adalah Toko Kopi Tuku. Toko ini menjalankan bisnis kopi dengan menyediakan biji kopi, kopi bubuk, hingga kopi seduh. Bahkan, kedai ini pernah dikunjungi Presiden Republik Indonesia, Joko Widodo dan istrinya Iriana.

Suasana Kedai Kopi Sesuai Selera Generasi Milenial

Ide bisnis ini sangat sejalan dengan tren di kalangan anak milenial yang mendadak menjadi penyuka kopi dan seolah tidak bisa melewatkan hari tanpa minuman mengandung kafein ini. Bahkan, sekarang kedai kopi adalah tempat yang dianggap ‘kekinian’ bagi mereka.

Bagaimana tidak kekinian kalau kedainya didekorasi sedemikian rupa hingga menjadi tempat yang Instagramable dan nyaman untuk mengobrol. Tersedia juga koneksi internet kencang untuk mengerjakan tugas kuliah.

Hingga kini, para pengunjung dan penikmat kopi terus meningkat tiap tahunnya, bahkan bisnis kedai ini melahirkan banyak entrepreneur yang memulai bisnis kopi mereka sendiri. Sudah mulai banyak bisnis waralaba dan bisnis kopi berkonsep kemitraan yang memperbolehkan para mitranya untuk lebih mengeksplor layanan hingga memiliki konsep kedai serta menu kopi racikannya sendiri.

Merek Terbesar

Meminum segelas kopi dalam perjalanan ke kantor menjadi aktivitas keseharian bagi banyak pekerja di dunia. Menurut riset lembaga Allegra Strategies, ada lebih dari 22.700 toko kopi bermerek di Eropa pada 2017 dan lebih dari 27.900 di Amerika Srikat.

Coffee Shop Starbucks menjadi merek terbesar di Amerika Serikat dengan 13.500 kedai. Starbucks di Indonesia juga menjadi salah satu tempat berkumpulnya generasi millenial.

Adapun Costa Coffee adalah merek terbesar di Eropa dengan 2.755 kedai, diikuti Starbucks dengan 2.406 kedai. Meski dikenal sebagai negara peminum teh, Inggris menampung sekitar 7.421 kedai kopi bermerek pada 2017.

Jadi, apakah kamu tertarik untuk memulai bisnis kopi juga?


Ajaib merupakan aplikasi investasi reksa dana online yang telah mendapat izin dari OJK, dan didukung oleh SoftBank. Investasi reksa dana bisa memiliki tingkat pengembalian hingga berkali-kali lipat dibanding dengan tabungan bank, dan merupakan instrumen investasi yang tepat bagi pemula. Bebas setor-tarik kapan saja, Ajaib memungkinkan penggunanya untuk berinvestasi sesuai dengan tujuan finansial mereka. Download Ajaib sekarang.

Ayo bergabung dengan Ajaib, investasi online terbaik! Bebas biaya pendaftaran, bisa tarik dana kapan saja. Modal awal min. Rp10.000.
Ikuti Kami
Artikel Populer
Artikel Terkait