Rumah Tangga Masa Kini

Syarat dan Prosedur Pelimpahan Nomor Porsi Haji

Nomor Porsi Haji
Nomor Porsi Haji

Ajaib.co.id – Seseorang yang berniat untuk beribadah haji biasanya akan menunggu beberapa tahun hingga nomor calon jemaah haji sudah waktunya untuk berangkat dan menunaikan ibadah haji. Namun, beberapa calon jemaah haji tidak bisa menunaikan ibadah haji sesuai dengan nomor porsi haji-nya karena usia dan penyakit permanen yang terpaksa harus dibatalkan.

Syarat Pelimpahan Nomor Porsi Haji

Namun, menurut Surat Edaran Dirjen Penyelenggara Haji dan Umrah Kemenag RI, No. 20002 tahun 2020, tanggal 20 Februari 2020, tentang Pelimpahan Nomor Porsi Jemaah Haji, calon jemaah haji berhak melimpahkan nomor porsi haji dengan alasan meninggal dunia atau sakit permanen.

Calon jemaah haji berhak melimpahkan nomor porsi haji yang didapatkan kepada suami, istri, ayah, ibu, anak kandung, atau saudara kandung yang ditunjuk dan/atau disepakati secara tertulis oleh keluarga dengan alasan meninggal dunia atau sakit permanen. Berikut persyaratan dan prosedur pelimpahan nomor porsi haji yang diinformasikan dari Kemenag melalui surat edarannya:

1. Persyaratan untuk pelimpahan nomor porsi haji bagi calon jemaah haji yang meninggal dunia

·        Salinan Akta Kematian dari Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil setempat.

·        Dokumen asli bukti setoran awal dan/atau setoran lunas Bipih (Biaya Perjalanan Ibadah Haji).

·        Dokumen asli surat kuasa penunjukan pelimpahan nomor porsi calon jemaah haji meninggal dunia yang ditandatangani oleh suami, istri, ayah, ibu, anak kandung, atau saudara kandung yang diketahui oleh RT. RW, dan Lurah/Kepala Desa sebagaimana format yang ada

·        Dokumen asli Surat Keterangan Tanggung Jawab MutIak yang ditandatangani oleh jemaah haji penerima pelimpahan sebagaimana format terlampir.

·        Salinan KTP, Kartu Keluarga. Akta Kelahiran/Surat Kenal Lahir, Salinan Akta Nikah, atau bukti lain jemaah penerima pelimpahan nomor porsi dengan menunjukkan aslinya.

 2. Persyaratan untuk pelimpahan nomor porsi haji bagi calon jemaah haji sakit permanen tetap

·        Dokumen asli surat keterangan sakit dari rumah sakit pemerintah dengan kategori sakit sesuai surat edaran Menteri Kesehatan Nomor HK.02.01/MENKES/33/2020 tentang Kategori Sakit Permanen dalam Penyelenggaraan lbadah Haji.

·        Dokumen asli bukti setoran awal dan/atau setoran lunas Bipih.

·        Dokumen asli surat kuasa penunjukan pelimpahan nomor porsi jemaah haji sakit permanen kepada suami, istri, ayah, ibu, anak kandung, atau saudara kandung yang ditandatangani oleh yang bersangkutan dan diketahui oleh RT, RW, dan Lurah/Kepala Desa sebagaimana format.

·        Dokumen asli Surat Keterangan Tanggung Jawab Mutlak yang ditandatangani oleh jemaah haji penerima pelimpahan sebagaimana format terlampir.

·        Salinan KTP, Kartu Keluarga, Akta Kelahiran/Surat Kenal Lahir, Salinan Akta Nikah, atau bukti Iain jemaah penerima pelimpahan nomor porsi dengan menunjukkan aslinya.

 Calon penerima pelimpahan nomor porsi haji dari calon jemaah haji meninggal dunia atau sakit permanen telah berusia minimal 12 (dua belas) tahun pada saat pengajuan pelimpahan nomor porsi haji. Adapun persyaratan keberangkatan haji berusia paling rendah 18 tahun atau sudah menikah.

Pelimpahan nomor porsi haji dari calon jemaah haji yang meninggaL dunia atau sakit permanen hanya untuk 1 (satu) kali pelimpahan saja, jadi tidak bisa dilakukan dua kali pelimpahan nomor. Nomor yang dimiliki oleh calon jemaah haji hanya bisa diberikan pada satu calon baru saja.

 Prosedur Pelimpahan Nomor Porsi Haji

Berikut adalah tata cara atau prosedur untuk mengurus pelimpahan nomor porsi haji agar bisa terdata dengan baik, dan nomor porsi haji bisa diberikan ke calon jemaah haji yang dilimpahkan.

1. Calon penerima pelimpahan nomor porsi haji mengajukan surat permohonan tertulis dengan melampirkan persyaratan sesuai dengan yang tertulis di atas kepada Kantor Kementerian Agama dari kabupaten atau kota setempat.

2. Petugas pendaftaran haji di Kantor Kementerian Agama melakukan verifikasi persyaratan permohonan pelimpahan nomor porsi haji

 3. Kepala dari Kantor Kementerian Agama setempat memberikan surat rekomendasi bagi pemohon pelimpahan nomor porsi haji yang memenuhi persyaratan dan telah diverifikasi.

 4. Kepala kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi atau Kepala Bidang Penyelenggaraan Haji dan Umroh melakukan validasi data atas surat rekomendasi yang telah diterima.

 5. Jika seluruh berkas telah lengkap, Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi membuat surat usulan pelimpahan nomor porsi haji ke Direktur Jenderal Penyelenggaraan Haji dan Umroh / Direktur Pelayanan Haji Dalam Negeri

 6. Petugas akan membuka blokir nomor porsi haji yang akan dilimpahkan sesuai usulan Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi

7. Calon penerima pelimpahan nomor porsi haji datang ke Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi untuk mengisi formulir Surat Pendaftaran Pergi Haji (SPPH), pengambilan foto, dan perekaman sidik jari.

8. Petugas di Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi akan menginput data dari calon penerima pelimpahan nomor porsi haji melalui Siskohat dan menerbitkan bukti pengisian formulir kepada penerima pelimpahan nomor porsi haji yang ditandatangani dan distempel oleh pejabat yang bertugas atau berwenang.

Itu dia penjelasan mengenai persyaratan bagi calon jemaah haji yang terpaksa tidak bisa menunaikan ibadah haji karena meninggal dunia atau sakit parah permanen. Persyaratan tersebut harus dipenuhi dan dikumpulkan sebelum calon penerima nomor porsi haji mengikuti prosedur di atas.

Prosedur di atas didapatkan dari situs Kementerian Agama Republik Indonesia, Direktorat Jenderal Penyelenggaraan Haji dan Umrah. Pastikan untuk melengkapi dokumen yang akan dibutuhkan agar proses pelimpahan berjalan dengan lancar. Walaupun memakan waktu berhari-hari, setidaknya nomor porsi haji tersebut bisa diberikan ke pasangan/saudara/kerabat yang bisa menunaikan ibadah haji.

Artikel Terkait