Skema Pemutihan Pajak 2019 Jakarta yang Perlu Diketahui

skema pemutihan pajak
skema pemutihan pajak

Kabar pemutihan pajak 2019 Jakarta atau penghapusan denda pajak kendaraan bermotor, memang selalu menjadi kabar baik bagi banyak orang. Lalu bagaimana skema pemutihan pajak pada tahun ini?

Pemutihan tersebut sudah diterapkan dalam beberapa tahun belakangan ini. Sebab, cara ini diklaim mampu mendorong Wajib Pajak untuk melunasi tunggakan pajak kendaraannya.

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan, telah menggelar pemutihan pajak 2019 Jakarta sejak 16 September 2019 – 30 Desember 2019. Bagi kamu yang masih menunggak pajak kendaraan, bisa mengikuti program pemutihan pajak 2019 Jakarta.

Supaya kamu lebih memahami soal skema pemutihan pajak kendaraan, simak dulu penjelasannya di bawah ini :

Mengenali Denda Pajak Kendaraan

Sebagai pemilik kendaraan bermotor, pastinya kamu sudah tahu jika wajib membayar pajak tersebut selama satu tahun sekali.

Prosedur tersebut tentunya wajib dilakukan, agar kendaraan milikmu diakui oleh negara dan tidak ditilang saat adanya razia.

Namun, masih banyak orang yang malas membayar pajak kendaraan bermotor. Biasanya, mereka tidak memiliki waktu atau tidak memiliki biaya. Semakin lama menunggak biaya pajak, maka semakin besar juga denda yang harus dibayarkan.

Pemprov DKI Jakarta memberikan keringanan pajak kendaraan bermotor bagi masyarakat. Salah satunya adalah Bea Balik Nama Kendaraan Bermotor (BBNKB).

Selain itu, ada juga keringanan pokok 50 persen untuk Pajak Kendaraan Bermotor (PKB) hingga 2012, dan dari 2013 ke 2016 akan diberikan diskon 25% sekaligus penghapusan sanksi.

Kemudian, keringanan pokok biaya BBNKB sebesar 50% untuk kendaraan kedua dan seterusnya. Hal itu sudah tercantum dalam Peraturan Gubernur Nomor 89 Tahun 2019.

Dengan adanya program pemutihan pajak 2019 Jakarta ini, seluruh masyarakat atau Wajib Pajak dapat memenuhi kewajibannya untuk membayar pajak.

Denda yang harus kamu bayarkan adalah denda PKB dan Sumbangan Wajib Dana Kecelakaan Lalu Lintas Jalan (SWDKLLJ). Berikut ini adalah rinciannya:

  • Denda PKB: 25% per tahun.
  • Terlambat tiga bulan: PKB x 25% x 3/12.
  • Terlambat sembilan bulan: PKB x 25% x 9/12.

Sementara itu, denda SWDKLLJ maksimal sebesar Rp 100.000 dan mengacu pada Peraturan Menteri Keuangan (PMK) Nomor 16 Tahun 2017 Pasal 7 Ayat 3.

Syarat Mengikuti Pemutihan Pajak

Untuk mengikuti program pemutihan pajak 2019 Jakarta, kamu bisa mendatangi Kantor SAMSAT DKI Jakarta dengan membawa beberapa dokumen di bawah ini:

  • STNK
  • KTP asli
  • BPKB fotokopi
  • Uang untuk membayar pokok pajak

Jika kamu tidak sempat datang ke Kantor SAMSAT, maka kamu bisa datang ke SAMSAT Corner, SAMSAT Keliling, atau SAMSAT drive thru. Prosesnya sendiri tidak memakan banyak waktu, kamu hanya perlu memberikan dokumen tersebut.

Saat program pemutihan pajak 2019 Jakarta berlangsung, biasanya tim gabungan BPRD dan Ditlantas Polda Metro Jaya akan melakukan razia besar-besaran atau razia gabungan.

Jika kamu terkena razia, maka kamu tidak bisa mengikuti program pemutihan pajak 2019 Jakarta. Bahkan, kamu harus membayar tilang dan denda pajaknya.

Begitulah penjelasan skema pemutihan pajak yang telah dihimpun oleh redaksi Ajaib Bagi kamu yang memang mau memanfaatkan, bisa langsung dicoba ya.


Ajaib merupakan aplikasi investasi reksa dana online yang telah mendapat izin dari OJK, dan didukung oleh SoftBank. Investasi reksa dana bisa memiliki tingkat pengembalian hingga berkali-kali lipat dibanding dengan tabungan bank, dan merupakan instrumen investasi yang tepat bagi pemula. Bebas setor-tarik kapan saja, Ajaib memungkinkan penggunanya untuk berinvestasi sesuai dengan tujuan finansial mereka. Download Ajaib sekarang.   

Mulai Investasi Reksa Dana Dengan Ajaib.
Ayo bergabung dengan Ajaib, aplikasi investasi online terbaik! Bebas biaya pendaftaran, bisa tarik dana kapan saja. Modal awal min. Rp10.000.
Facebook Comment
Artikel Terkait