Investasi, Reksa Dana

Serba-serbi Reksa Dana Pendapatan Tetap yang Perlu Diketahui

reksa dana pendapatan tetap

Pasar keuangan dihantam berbagai isu yang mengkhawatirkan selama tahun 2019 lalu. Akibatnya, hampir semua instrumen keuangan termasuk investasi reksa dana mengalami pelemahan. Meksi demikian, reksa dana pendapatan tetap berhasil menunjukkan kekuatannya dengan menjadi yang paling moncer dibandingkan lainnya.

Kira-kira ada berapa jenis reksa dana yang kamu ketahui? Jawabannya ada empat tipe, yaitu reksadana pasar uang, reksadana saham, reksa dana campuran, serta reksadana pendapatan tetap. Setiap jenis investasi melalui reksadana ini memiliki risiko dan peluanganya masing-masing. Hanya saja, performanya tetap saja sangat dipengaruhi oleh kondisi di pasar keuangan.

Selama tahun 2019 lalu, sejumlah bank sentral terpaksa bernegosiasi dengan kondisi pasar global yang tak pasti dengan cara menurukan suku bunga acuan. Bank Indonesia sebagai bank sentral negara ini bahkan melakukan penurunan suku bunga acuan hingga empat kali.

Dampaknya ialah harga obligasi pemerintah, obligasi korporasi meningkat. Tentu saja ini sekaligus meningkatkan kinerja reksa dana pendapatan tetap yang sebagian besar asetnya dialokasikan pada efek berupa surat utang obligasi ini. Selain itu, kinerjanya bisa dipertahankan juga dengan adanya ketetapan pemerintah untuk tetap tidak menetapkan pajak pada instrumen ini.

Dirangkum dari berbagai sumber, reksa dana pendapatan tetap mengalami pertumbungan tertinggi selama tahun 2019 dengan angka 8,73%. Posisi kedua disusul oleh investasi reksa dana pada instrumen pasar uang sebesar 4,74% dan reksa dana campuran sebesar 2,22%. Kemudian reksa dana saham anjlok hingga minus 12,68% yang disebabkan harga saham di pasar saham babak belur dihajar sentimen negatif.

Sepanjang tahun 2019 memang ada sejumlah sentimen negatif yang cukup berhasil menggoyahkan pasar. Salah satu yang paling berdampak adalah perang dagang berkepanjangan antara dua raksasa ekonomi dunia yakni Amerika Serikat dan Cina. Untuk menanggulani dampak perang dagang inilah kemudian suku bunga acuan kerap dikoreksi yang mendongkrak kinerja reksa dana pendapatan tetap.

Reksa Dana Pendapatan Tetap, Jawara Investasi yang Kebal Dihantam Sentimen Negatif

Sekedar informasi, reksa dana merupakan salah satu produk investasi untuk masyarakat pemodal. Reksa dana dipilih buat masyarakat pemodal yang tidak punya banyak waktu dan keahlian dalam menghitung resiko dari investasi mereka sendiri.

Pasti diantara kamu begitu mendengar reksa dana pendapatan tetap akan langsung fokus pada kata-kata ‘pendapatan tetap’. Jadi, akan berpikir bisa mendapatkan pendapatan tetap jika membeli reksa dana ini. Ya, kan! Maksudnya tidak begitu, bukan berarti fluktuatif seperti investasi saham.

Reksa dana pendapatan tetap itu merupakan jenis reksa dana yang sekurang-kurangnya menginvestasikan 80% dari asetnya berupa obligasi atau sukuk, dengan kata lain berbasis utang. Obligasi atau sukuk ini biasanya diterbitkan oleh perusahaan (korporasi) ataupun pemerintah.

Namun, tujuannya adalah untuk memperoleh pengembalian hasil yang stabil. Akan tetapi reksa dana yang satu ini memiliki resiko cukup besar dibandingkan reksa dana pasar uang. Maka dari itu, reksa dana ini ideal untuk jangka waktu mulai dari 1 tahun hingga 3 tahun.

Instrumen investasi ini memberikan pendapatan tetap kepada investornya secara periodik berupa kupon bunga pinjaman. Biasanya pembagian kuponnya dilakukan selama 3 bulan jika obligasi diterbitkan oleh perusahaan. Sementara obligasi pemerintah dibagikan setiap 6 bulan sekali.

Bagaimana pun, kupon-kupon tersebut nantinya akan direinvestasi kembali oleh manajer investasi apabila sudah jatuh tempo. Maksudnya jika investasi reksa dana kamu sudah habis wakutnya dalam 5 tahun, bukan berarti dananya akan cair semua. Dengan kata lain, investasi kamu akan diputer lagi ke obligasi selanjutnya untuk meningkatkan harga reksa dananya.

Siapapun Dapat Berinvestasi

Sebelum kamu memutuskan untuk berinvestasi pada reksa dana pendapatan tetap, ada baiknya mengetahui karakteristik dari instrumen tersebut. Reksa dana ini mempunyai tingkat pengembalian hasil yang terbilang stabil. Hal ini karena obligasi dan sukuk memberikan kamu keuntungan dalam bentuk kupon yang dibagikan secara rutin.

Untuk jangka pendek dan menengah, nilai aktiva bersih dari reksa dana pendapatan tetap lebih cenderung naik stabil, namun tidak berfluktuasi atau naik-turun. Oleh karena itu, reksa dana ini sangat cocok untuk para investor yang berkarakter konservatif. Artinya mempunyai profil dengan resiko yang rendah atau justru menghindari resiko (risk averse).

Investor tipe konservatif lebih menyukai instrumen investasi yang aman, serta nyaman dengan imbal hasil yang tidak begitu besar tetapi pergerakannya stabil. Biasanya investor dengan profil resiko yang sedang atau moderat akan memilih reksa dana ini sebagai investasi tujuan jangka menengah.

Reksa dana pendapatan tetap memiliki resiko yang besar, kenapa begitu? Karena ada kemungkinan resiko untuk gagal bayar juga besar. Itu sebabnya jangka waktunya panjang.

Prospek

Tahun 2019 memang akan segera berakhir, akan tetapi buat kamu yang ingin berinvestasi di reksa dana pendapatan tetap masih punya prospek cerah. Malahan beberapa pakar investasi menyarankan agar investor masuk ke dalam pasar reksa dana pendapatan tetap. Apa alasannya? Karena diprediksi hingga akhir tahun 2019 nanti, reksa dana ini menunjukkan kinerja positif dan stabil.

Prediksi tersebut diperkuat dengan data historis dari awal tahun sampai akhir semester pertama Agustus 2019 kemarin. Rapor tersebut menunjukkan bahwa reksa dana pendapatan tetap alami kenaikan sebesar 1,3% YtD.

Tumbuh Double Digit Sampai Akhir 2019

Prospek jenis reksa dana ini diyakini masih akan menunjukkan sinarnya, bahkan hingga tahun 2020. Walaupun ekspektasi kinerja positifnya tidak setinggi tahun 2019 lalu. Sementara itu sampai pada 31 Oktober 2019 sudah tercatat menguat sebesar 9,9% secara YoY.

Diketahui produk reksa dana yang paling banyak berkontribusi pada kenaikan indeks adalah PNM Dana Sejahtera II sebanyak 37,57%, CIMB-Principal Siji Maxima Income Fund tumbuh 22,26%, serta Sinarmas Hidup Sejahtera meningkat 21,93%.

Tetap Mengalami Kenaikan

Secara month to month pun jenis investasi reksa dana ini mengalami kenaikan sebanyak 1,51% dari September 2019. Melihat kinerja positifnya ini, pakar investasi memprediksi hingga tahun pertumbuhan reksa dana ini bisa menyentuh angka 11%. Sentimen utama yang jadi penyokong kuat pertumbuhan kinerja dari pendapatan tetap adalah masifnya pemangkasan suku bunga acuan oleh Bank Indonesia (BI). Hal ini dikarenakan BI telah memangkas suku bunga acuannya sampai empat kali menjadi 5% dalam waktu satu tahun.

Hasilnya, obligasi mengalami kenaikan harga dan ikut serta mendorong demand jenis investasi reksa dana ini dalam 10 bulan terakhir ini. Apalagi, pelaku pasar ekonomi kini tengah khawatir akan melambatnya laju ekonomi global yang cenderung mengarah ke resesi. Hal ini membuat investor main aman dengan lebih memilih berinvestasi pada aset-aset yang memiliki resiko rendah seperti obligasi atau sukuk.

Menurut keterangan dari Head of Investment Research Infovesta Utama, Wawan Hendrayana di awal November kemarin menyebutkan bahwa tahun depan kinerja reksa dana pendapatan tetap masih optimis untuk terus menanjak. Pernyataan itu didukung dari tingkat inflasi yang diprediksi hanya mencapai 2% di akhir tahun 2019 dan BI Rate tetap berada di level 5%. Oleh karena itu, reksa dana pendapatan tetap masih sangat direkomendasikan untuk dipilih sebagai investasi.

Memasuki tahun 2020, pasar keuangan juga tetap tidak pasti dengan berbagai isu global yang mengkhawatirkan. Dimulai dari kemungkinan akan perang dunia ketiga sampai dengan penyebaran virus Corona yang berpusat di Cina. Dampaknya sejumlah bank sentral diprediksi akan melakukan penurunan suku bunga acuan lagi.

The Fed, bank sentral Amerika Serikat, dan Bank Indonesia telah melakukannya di periode awal tahun 2020 ini. Tentu saja ini kemungkinan besar akan membuat catatan positif reksa dana pendapatan tetap di tahun lalu akan berulan pada periode ini.

Pastikan kamu kali ini tak ketinggalan mendapatkan keuntungannya dengan memiliki instrumen ini. Kamu bisa mendapatkannya dengan membelinya lewat aplikasi Ajaib. Tim ahli dari Ajaib akan memberikan saran dan rekomendasi terbaik untuk jenis reksa dana yang harus kamu miliki.

Jangan tunda lagi, segera mulai investasimu dan rasakan manfaatnya!

Bacaan menarik lainnya:

Sharpe, W. F. (1966). Mutual Fund Performance. The Journal of Business. Vol. 39. 119-138.


Ajaib merupakan aplikasi investasi reksa dana online yang telah mendapat izin dari OJK, dan didukung oleh SoftBank. Investasi reksa dana bisa memiliki tingkat pengembalian hingga berkali-kali lipat dibanding dengan tabungan bank, dan merupakan instrumen investasi yang tepat bagi pemula. Bebas setor-tarik kapan saja, Ajaib memungkinkan penggunanya untuk berinvestasi sesuai dengan tujuan finansial mereka. Download Ajaib sekarang.  

Artikel Terkait