Sebelum Investasi, Kenali Peer to Peer Lending

Sebelum Mulai Investasi, Mari Mengenal Peer to Peer Lending
Sebelum Mulai Investasi, Mari Mengenal Peer to Peer Lending

Zaman semakin canggih dan teknologi semakin berkembang. Efeknya sangat banyak untuk berbagai aspek kehidupan masyarakat, termasuk dalam dunia ekonomi. Dewasa ini, transaksi jual-beli dan investasi hanya memakan waktu sekejap saja. Dengan terhubung ke internet, kamu bisa transfer uang atau membeli saham dari layar gadgetmu.

Canggihnya teknologi menghasilkan beberapa instrumen investasi baru atau menaikkan pamor yang sudah ada. Beberapa di antaranya adalah cryptocurrency (mata uang elektronik) dan Peer-to-Peer Lending (P2P Lending). Kali ini penulis akan fokus membahas P2P Lending dari berbagai sisi.

Awal Mundulnya Peer to Peer Lending

Dikumpulkan dari berbagai sumber, perusahaan asal Inggris Raya bernama Zopa merupakan badan keuangan pertama yang menyediakan layanan ini di dunia. Zopa berdiri sejak tahun 2004 dan masih eksis memberikan layanan kepada para investor.

P2P Lending adalah produk investasi di mana investor meminjamkan sejumlah uang pada seseorang atau perusahaan lewat jaringan internet. Selain bertindak sebagai pemberi pinjaman, kamu juga bisa menjadi debitur atau peminjam dana.

Bedanya P2P Lending dengan Crowdfunding

Apa yang membedakan P2P Lending dengan penggalangan dana (crowdfunding)? Sesuai arti masing-masing kata secara harafiah, P2P Lending adalah pinjaman dana yang nantinya harus dibayar dengan uang juga. Di lain sisi, penggalangan dana sifatnya donasi. Kamu tidak wajib mengembalikan uang pemberi dana dalam crowdfunding. Cukup dengan menepati janji yang kamu tawarkan di awal, kredibilitasmu akan tetap terjaga.

Sebagai investor, kamu dapat melihat data dan dokumen calon peminjam uang yang disediakan oleh platform P2P Lending. Kamu dapat memilih peminjam mana yang sekiranya sesuai dengan risiko yang kamu sanggupi. Amati baik-baik riwayat calon kreditur, penghasilannya, bisnis yang dijalani, dan tujuan pinjamannya. Setelah semuanya beres, kamu tinggal menunggu kreditur untuk mencicil pinjamannya beserta bunga yang disepakati.

Jika kamu berperan sebagai peminjam atau kreditur, posisinya akan berbalik. Kamu akan diminta untuk mengisi data diri dan melengkapi berkas-berkas yang dibutuhkan. Persiapkan semuanya dengan rapi dan jujur agar calon debitur/pemberi dana memilih profilmu.

Proses Mengajukan atau Menerima Pinjaman di P2P Lending

Proses peminjaman dan meminjam dana di P2P Lending lebih cepat daripada berutang ke bank. Investor bisa menganalisa latar belakang kreditur lewat internet, tanpa harus bertatap muka. Lain halnya di bank, petugas akan melakukan kunjungan dan survei ke calon peminjam. 

Satu hal yang perlu diingat, P2P Lending merupakan salah satu bentuk pinjaman tanpa agunan atau jaminan. Sebagai investor, P2P Lending bisa sangat menguntungkan karena bunganya bisa lebih tinggi dari produk investasi lainnya. Sayangnya, bunga yang tinggi tersebut akan memberatkan jika posisimu menjadi peminjam. Asosiasi Fintech Pendanaan Bersama Indonesia (AFPI) menyepakati bunga P2P Lending sebesar 0,8% per hari. OJK sendiri mengatur lalu lintas P2P Lending lewat POJK Nomor 77 Tahun 2016 mengenai Layanan Pinjam Meminjam Uang Berbasis Teknologi Informasi.


Ajaib merupakan aplikasi investasi reksa dana online yang telah mendapat izin dari OJK, dan didukung oleh SoftBank. Investasi reksa dana bisa memiliki tingkat pengembalian hingga berkali-kali lipat dibanding dengan tabungan bank, dan merupakan instrumen investasi yang tepat bagi pemula. Bebas setor-tarik kapan saja, Ajaib memungkinkan penggunanya untuk berinvestasi sesuai dengan tujuan finansial mereka. Download Ajaib sekarang.

Share to :
Kembangkan uangmu sekarang juga Lakukan deposit segera untuk berinvestasi
Artikel Terkait