Saham WSKT Terjun Bebas, Pendapatan Ikut Merosot

saham-wskt

Saham WSKT (PT Waskita Karya Persero TBK), Badan Usaha Milik Negara Indonesia yang bergerak di bidang konstruksi, terus mengalami pemerosotan sepanjang Agustus 2019. Bahkan, di awal bulan ini, saham WSKT sempat menukik.

Bayangkan saja, pada 30 Juli 2019, mereka sempat berada di angka Rp2.100 per lembar sahamnya. Namun, pada 5 Agustus 2019, saham TBK WSKT menukik tajam di angka Rp1.795 per lembar sahamnya.

Tak hanya itu, harga sama WSKT sempat berada di titik rendah pada bulan Agustus, yakni Rp1.750 per lembar sahamnya. Hal tersebut terjadi pada 13 Agustus lalu. Bila ditotal, saham WSKT ini menurun hingga 1,10 persen.

Bukan hanya harga saham mereka saja yang turun. Waskita Karya telah membukukan pendapatan mereka pada semester 1/2019 sebanyak Rp14,79 triliun. Angka itu turun 35,39 persen bila dibandingkan dengan tahun sebelumnya, Rp22,89 triliun.

Dalam laporan keuangan mereka, beban pokok pendapatan perseroan tercatat menyusut 34,62 persen secara year-on-year (yoy) menjadi Rp11,88 triliun dari Rp18,17 triliun pada semester I/2018. Emiten berkode saham WSKT itu membukukan laba bruto Rp2,91 triliun pada semester I/2019, menyusut 38,38 persen dari Rp4,72 triliun per 30 Juni 2018.

Dari situ, WSKT mengantongi laba bersih Rp997,82 miliar pada semester I/2019, jatuh 66,63 persen dari capaian periode yang sama tahun sebelumnya yang senilai Rp2,99 triliun.

Di sisi lain, total liabilitas yang dimiliki perseroan naik 8,6 persen dari posisi 31 Desember 2018 menjadi Rp103,71 triliun per 30 Juni 2019. Sebaliknya, total ekuitas yang dimiliki turun tipis 0,11 persen menjadi Rp28,85 triliun.

Total aset yang dimiliki kontraktor pelat merah itu senilai Rp132,57 triliun per 30 Juni 2019, meningkat 6,58 persen dari Rp124,39 triliun pada 31 Desember 2018.

Jumlah itu masih jauh dari target yang mereka tetapkan. Untuk tahun 2019, WSKT mengincar pendapatan Rp54,13 triliun pada 2019. Dari situ, laba bersih yang diproyeksikan mencapai Rp4,1 triliun.

Sekilas Waskita Raya

Waskita Raya ini didirikan pada 1 Januari 1961. Awalnya mereka berasal dari perushaan Belanda dengan nama Volker Aanemings Maatschappij, tapi sudah diambil alih berdasarkan Keputusan Pemerintah No.62 / 1961.

Perusahaan ini merupakan salah satu aset negara terkemuka di Indonesia yang berperan besar dalam pembangunan negara. Waskita Raya awalnya berpartisipasi dalam pengembangan terkait air, termasuk reklamasi, pengerukan, pelabuhan, dan irigasi.

Pada tahun 1990, Waskita Raya menyelesaikan beberapa gedung tinggi dengan reputasi internasional, seperti BNI City (gedung tertinggi di Indonesia), Gedung Kantor Bank Indonesia, Menara Graha Niaga, Menara Mandiri Plaza, Hotel Shangri-La, dan beberapa apartemen di Indonesia.

Waskita Raya mencapai performa ciamik saat pembangunan jembatan beton bertulang panjang menggunakan sistem kantilever gratis. Dengan sistem itu, mereka berhasil menyelasaikan tiga jembatan, yakni Raja Mandala, Rantau Berangin dan Barelang IV.


Ajaib merupakan aplikasi investasi reksa dana online yang telah mendapat izin dari OJK, dan didukung oleh SoftBank. Investasi reksa dana bisa memiliki tingkat pengembalian hingga berkali-kali lipat dibanding dengan tabungan bank, dan merupakan instrumen investasi yang tepat bagi pemula. Bebas setor-tarik kapan saja, Ajaib memungkinkan penggunanya untuk berinvestasi sesuai dengan tujuan finansial mereka. Download Ajaib sekarang. 

Share to :
Kembangkan uangmu sekarang juga Lakukan deposit segera untuk berinvestasi
Artikel Terkait