Analisa Saham

Saham SMDR: Beli 4 Armada Kapal Untuk Tingkatkan Kinerja

Sumber: Samudera Indonesia

Ajaib.co.id – PT Samudera Indonesia Tbk (kode saham SMDR) merupakan perusahaan transportasi kargo dan logistik terpadu yang berdiri pada 1964. Awalnya, pada 1950, perusahaan memiliki usaha keagenan kapal, kemudian berkembang memiliki kapal laut.

Pada 1999, perseroan tercatat sebagai emiten di Bursa Efek Indonesia (BEI). Susunan kepemilikan emiten berkode kode saham SMDR per Desember 2018 adalah PT Samudera Indonesia Tangguh dengan porsi 57,98%, PT Ngrumat Bondo Utomo sebesar 14,21%, dan publik dengan 27,82%.

Kini perseroan memiliki lima lini bisnis, yaitu shipping, logistik, hal-hal yang berhubungan dengan pelabuhan, properti, dan layanan lain yang berhubungan dengan transportasi.

Efek Positif dari Kenaikan Harga Minyak

Sepanjang Februari lalu, harga minyak dunia mengalami kenaikan sebesar 18%, Bisnis.com (28/02/2021). Hal tersebut disebabkan pasokan global yang berkurang dan kebijakan OPEC+ yang akomodatif.

Dampak kenaikan harga minyak tak hanya dirasakan oleh sektor migas, melainkan juga sektor transportasi. Hal itu diungkapkan oleh Direktur Utama Samudera Indonesia Bani M. Mulia. Menurut Bani, kenaikan harga minyak dunia memengaruhi biaya bahan bakar armada kapal SMDR, tetapi biaya tersebut akan dibebankan kepada pelanggan, Kontan.co.id (27/02/2021).

Di sisi lain, kenaikan harga minyak dunia memiliki efek positif. Alasannya karena permintaan minyak sedang tinggi dan pelanggan kapal memiliki nilai serta margin tinggi sehingga dapat menopang biaya pengirimannya.

Ketika harga meningkat, pelanggan dari sektor migas berpotensi untuk menambah pengangkutan dan layanan logistik. Karena pelaku usaha migas akan tetap menjalankan operasional bisnis saat harga komoditas naik.

Pendapatan SMDR Membaik & Berencana Beli Armada

Laporan keuangan kuartal III-2020, SMDR berhasil mencatatkan laba bersih senilai USD5,26 juta, padahal tahun sebelumnya kuartal sama rugi USD21,44 juta. Pendapatan juga meningkat USD362,09 juta atau naik 13,40%.

Pada 2021, perseroan menggelontorkan belanja modal alias capital expenditure (capex) senilai USD50 juta. Capex tersebut berasal dari gabungan dana internal perusahaan dan fasilitas pinjaman bank.

Capex akan digunakan untuk membeli empat armada kapal, Kontan.co.id (05/03/2021). Rencananya, pembelian dilakukan pada 2020 tetapi tertunda hingga 2021 karena pandemi COVID-19 yang menurunkan volume angkutan armada. Keputusan penambahan armada diambil karena tingkat utilisasi armada SMDR di atas 90%.

Bani berharap penambahan armada dapat mendongkrak kinerja perseroan. Baik dari sisi peningkatan pendapatan hingga kontrak kerja, termasuk kontrak pelanggan premium.

Kinerja SMDR

Berdasarkan kinerja keuangan selama lima tahun, SMDR selalu membukukan pendapatan layanan dan laba kotor meskipun kenaikannya tipis.

Laporan Laba Rugi20192018201720162015
Pendapatan LayananUSD438,8 jutaUSD482,2 jutaUSD430,7 jutaUSD406,4 jutaUSD451 juta
Laba KotorUSD59,6 jutaUSD63,8 jutaUSD64,8 jutaUSD62,5 jutaUSD67,3 juta
Laba/Rugi Tahun Berjalan-USD60,2 jutaUSD7,4 jutaUSD11,5 jutaUSD10,6 jutaUSD9,9 juta

Saat pasar melemah pada 2019, perseroan melakukan upaya efisiensi yang berhasil menekan biaya jasa serta menjaga arus kas agar tetap positif dan neraca yang stabil. Perseroan juga mengelola armada secara efektif dan menumbuhkan bisnis non pelayaran, seperti logistik dan pelabuhan.

Di tengah bisnis yang semakin kompetitif dan pandemi covid-19, rasio SMDR memperlihatkan ROA, ROE, dan NPM negatif. Di samping itu, kewajiban perseroan juga meningkat sepanjang 2019. Namun SMDR mampu menjaga kinerja keuangan semester III-2020 yang mencetak laba bersih.

Rasio 20192018
ROA-5,31%1,2%
ROE-15,15%3,48%
NPM-8,74%1,51%
CR126,8%109,5%
DER156%140%

Prospek Bisnis SMDR

SMDR optimis dapat meningkatkan kinerja perseroan pada 2021. Strategi bisnis perseroan tahun ini di antaranya adalah melepas armada kapal lama dan membeli yang baru, Investor.id (17/02/2021).

Disebutkan di atas, perseroan menambah empat armada kapal. Spesifikasi kapal tersebut memiliki teknologi baru dan efisien terhadap penggunaan bahan bakar. Sehingga kapal dapat mendorong produktivitas perseroan. Pembelian armada baru juga terdapat permintaan pelayaran petikemas dan freight yang sangat positif. Hal tersebut bisa meningkatkan kinerja perseroan lebih baik lagi.

Selain itu, perseroan dan Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) serta Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) mendukung riset inovasi kapal mini LNG, Sindonews.com (09/03/2021).

Tujuan inovasi adalah biaya logistik untuk pengangkutan LNG dapat lebih kompetitif dan terjangkau. Karena energi alternatif seperti LNG bisa dimanfaatkan oleh semua masyarakat, termasuk yang tinggal di pelosok Indonesia.

Bani menjelaskan bahwa tantangan logistik di Indonesia sebagai negara kepulauan cukup sulit. Sumber daya alam tersedia, tetapi tidak diimbangi dengan ketersediaan alat angkut yang sesuai. Sehingga biaya logistiknya mahal.

Dukungan SMDR dalam inovasi ini, perseroan membantu penetapan standar kompetensi kru dan awak kapal, menyiapkan standard operational procedure (SOP) pengoperasian kapal komersial sesuai standar kesehatan dan keamanan, serta menyiapkan modul pemeliharaan dan pengelolaan kapal.

Saat ini, desain prototype kapal dalam proses penyelesaian persetujuan oleh Biro Klasifikasi Indonesia (BKI). Estimasi waktu untuk membangun dan supervisi adalah 16 bulan. Selanjutnya kapal akan melalui tahapan operasional dan implementasi.

Koleksi atau Tahan?

Jika dilihat dari laporan keuangan dan aksi korporasi, kinerja SMDR dalam kondisi baik. Bahkan perseroan rutin membagikan dividen. Untuk tahun buku 2019, perseroan membagikan dividen tunai sebesar Rp8 per lembar saham.

Harga saham SMDR pada penutupan 12 Maret lalu sebesar Rp306. Adapun PER dan PBV saham SMDR masing-masing 9,51 kali dan 0,39 kali. Untuk perbandingan Buana Lintas Lautan Tbk PT (BULL), PER: 4,72 kali dan PBV: 0,8 kali.

Koleksi atau tahan? Investor dapat mengoleksinya dalam jumlah kecil. Ikuti kabar terbaru atau aksi korporasi dan cek laporan keuangannya. Jika ada peningkatan, tambah jumlah saham. Hal ini berlaku juga sebaliknya.

Disclaimer: Investasi saham mengandung risiko dan seluruhnya menjadi tanggung jawab pribadi. Ajaib membuat informasi di atas melalui riset internal perusahaan, tidak dipengaruhi pihak manapun, dan bukan merupakan rekomendasi, ajakan, usulan ataupun paksaan untuk melakukan transaksi jual/beli Efek. Harga saham berfluktuasi secara real-time. Harap berinvestasi sesuai keputusan pribadi.

Artikel Terkait