Saham

Saham Istimewa atau Saham Preferen, Apakah Betulan Istimewa?

saham istimewa

Ajaib.co.id – Apakah sebenarnya saham istimewa itu? Apakah benar-benar istimewa seperti namanya? Apakah istimewa itu berarti investornya akan mendapatkan keuntungan besar? Tentunya pertanyaan-pertanyaan ini akan muncul di kepalamu begitu mendengar kata saham istimewa.

Saham istimewa atau yang disebut juga dengan saham preferen adalah bagian saham yang memiliki tambahan hak yang lebih besar daripada saham biasa. Dalam sejumlah sumber lainnya, saham istimewa memiliki sebutan lainnya, yakni golden stocks atau golden shares. Lalu apa perbedaan saham istimewa dengan saham biasa?

Perbandingan Saham Istimewa dan Saham Biasa

Selain satu definisi yang telah disebutkan di atas, saham istimewa juga mengacu pada pengertian lainnya. Dalam pengertian lain, saham istimewa juga mengacu pada saham dwiwarna. Dalam saham dwiwarna, pemegangnya memiliki hak istimewa hingga proses penunjukan direksi perusahaan.

Sedangkan keistimewaan bagi pemegang saham istimewa atau preferen secara umum meliputi prioritas perolehan dividen, penentuan pengurus. Selain itu, dalam hal perusahaan mengalami likuidasi, pemegang saham istimewa akan memperoleh sisa harta perusahaan. Sebaliknya, saham biasa atau common stock tidak memberikan keistimewaan yang signifikan selain pembagian dividen. Risiko tetap ada dan ditanggung sendiri oleh pemegang saham.

Dalam artikel ini, kita akan membahas saham yang memiliki hak istimewa tersebut, yakni saham dwiwarna dan saham preferen. Mari kenali lebih jauh saham istimewa tersebut.

Saham Dwiwarna

Saham dwiwarna adalah saham yang jumlahnya hanya satu buah dan dimiliki oleh pemerintah Republik Indonesia. Saham dwiwarna disebut juga dengan saham seri A. Kepemilikan saham dwiwarna oleh pemerintah menjadikannya sebagai pemegang kekuasaan tertinggi dalam suatu perusahaan. Perusahaan yang dimaksud di sini adalah Badan Usaha Milik Negara (BUMN).

Dengan memiliki saham dwiwarna, pemerintah dapat memegang kendali pada BUMN. Ada empat hal yang dapat dikendalikan pemerintah melalui kepemilikan saham dwiwarna, yaitu:

  • Penunjukan komisaris dan direksi
  • Perubahan struktur permodalan
  • Perubahan anggaran dasar
  • Divestasi

Kepemilikan saham dwiwarna juga berarti pemerintah memegang mayoritas saham BUMN. Contohnya, pemerintah memegang 65 persen saham PT Aneka Tambang Tbk (Antam), yakni salah satu BUMN yang bergerak di bidang pertambangan.

Saham Preferen

Seperti telah disebutkan sebelumnya, saham preferen adalah bagian saham yang memiliki tambahan hak melebihi saham biasa. Saham preferen terdiri atas beberapa jenis, antara lain:

  • Saham preferen partisipasi. Yaitu saham preferen yang membagikan dividen kepada para pemegang sahamnya. Pemegang saham preferen berhak membagikan keuntungan dari dividen yang diterimanya kepada pemegang saham biasa.
  • Saham preferen nonkumulatif. Yaitu saham di mana pemegangnya tidak berhak menerima dividen yang belum dibayarkan pada tahun-tahun sebelumnya secara kumulatif.

Salah satu keistimewaan yang dimiliki oleh saham preferen adalah memiliki karakteristik gabungan antara obligasi dan saham biasa. Oleh karena itu, saham preferen mampu menjanjikan pendapatan tetap layaknya bunga obligasi.

Karakteristik lainnya yang mirip obligasi adalah adanya klaim atas laba dan aktiva sebelumnya serta dividen tetap selama masa berlaku saham. Selain itu, saham preferen memiliki hak tebus dan dapat dipertukarkan dengan saham biasa.

Pilih Saham Biasa atau Saham Preferen?

Sebelum kita membahas soal mana sebaiknya saham yang akan kita pilih, kita wajib tahu dulu cara membedakan kedua jenis saham tersebut. Biasanya, saham ditampilkan dalam empat huruf di bursa, misalnya, PT Adhi Karya (Persero) Tbk dengan kode ADHI. Kode empat huruf tersebut adalah saham biasa. Saham preferen akan diikuti dengan huruf P di belakangnya, misal menjadi ADHI-P.

Selanjutnya, kita juga harus tahu kelebihan dan kekurangan saham biasa maupun saham preferen. Mari simak penjelasan rincinya berikut ini:

Kelebihan Saham Biasa

  • Bagi pemilik saham, tidak ada kewajiban untuk membagikan dividen tetap kepada para pemegang saham.
  • Tidak memiliki jatuh tempo.
  • Risiko lebih kecil dibandingkan saham preferen atau utang jangka panjang.
  • Nilai perusahaan lebih mudah diukur, meningkatkan likuiditas, dan memungkinkan diversifikasi usaha.
  • Perusahaan semakin transparan dan makin banyak pihak yang turut mengawasi jalannya perusahaan dengan dilemparnya kepemilikan saham ke publik.

Kelemahan Saham Biasa

  • Penjualan saham biasa akan mengancam kendali pemegang saham mayoritas.
  • Semakin bertambah jumlah saham yang beredar, harga per lembar saham akan turun.
  • Timbulnya permasalahan antara pemegang saham dengan manajemen perusahaan maupun pihak terkait yang menimbulkan agency cost. Agency cost adalah biaya yang dikeluarkan untuk pengawasan.

Dari kelebihan dan kelemahan di atas, kita bisa melihat bahwa saham biasa lebih banyak membawa keuntungan bagi perusahaan pemilik saham. Sementara bagi investor, saham biasa memiliki sejumlah risiko. Selanjutnya, kita lihat kelebihan dan kelemahan saham preferen.

Kelebihan Saham Preferen

  • Pemegang saham preferen akan didahulukan ketika menerima pembagian dividen. Pendapatan dividennya pun lebih besar.
  • Ketika perusahaan dilikuidasi, pemegang saham preferen juga akan terlebih dahulu menerima dana hasil likuidasi. Pemegang saham biasa akan menerimanya belakangan.

Kelemahan Saham Preferen

  • Fluktuasi harga pasar saham preferen lebih fluktuatif.
  • Pemegang saham preferen tidak bisa menuntut kembali dana yang telah ditanamkannya di perusahaan.

Ya, saham preferen jelas memberikan keuntungan lebih besar dari segi nominal dan jaminan prioritas. Namun, seperti halnya prinsip high return high risk, pemegang saham preferen harus siap dengan risiko yang lebih besar. Risiko tersebut salah satunya adalah fluktuasi harga saham di pasar. Dengan demikian, kamu harus bersiap dengan penurunan atau anjloknya harga yang akan berpengaruh pada portofolio investasimu.

Jadi, dalam berinvestasi, selalu ingat bahwa keuntungan yang tinggi akan diikuti dengan risiko tinggi pula. Demikian juga sebaliknya. Pilihlah instrumen investasi dengan kesiapan dan kebutuhan.

Bacaan menarik lainnya:

Jogiyanto. (2009). Teori Portofolio Dan Analisis Investasi. Yogyakarta : BPFE


Ajaib merupakan aplikasi investasi reksa dana online yang telah mendapat izin dari OJK, dan didukung oleh SoftBank. Investasi reksa dana bisa memiliki tingkat pengembalian hingga berkali-kali lipat dibanding dengan tabungan bank, dan merupakan instrumen investasi yang tepat bagi pemula. Bebas setor-tarik kapan saja, Ajaib memungkinkan penggunanya untuk berinvestasi sesuai dengan tujuan finansial mereka. Download Ajaib sekarang.

Artikel Terkait