Prospek Harga Saham Indosat di Tengah Isu Lelang Menara BTS

harga saham indosat
harga saham indosat

PT. Indosat Tbk (ISAT) merupakan salah satu dari perusahaan penyedia jaringan telekomunikasi yang beroperasi di Indonesia. Harga saham Indosat belakangan ini tengah diperhatikan oleh banyak investor.

PT. Indosat Tbk (ISAT) pertama kali didirikan pada tahun 1964, perusahaan telekomunikasi merupakan perusahaan BUMN yang ikut terjun dalam panasnya pasar saham di Bursa Efek Indonesia (BEI) dan New York Stock Exchange.

Pembangunan infrastruktur jaringan seperti 3G, 4G, hingga jaringan terbaru saat ini 5G, secara tidak langsung juga berkat dan andil dari perusahaan telekomunikasi ini.

Saham Indosat yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia memiliki kode Emiten ISAT sejak melakukan IPO pada 19 Oktober 1994. Harga saham Indosat (ISAT) kala itu dihargai Rp7.000 per saham dengan jumlah saham yang dilepas ke publik 103.550.000 saham. Dari sekitar 4,7 miliar saham Indosat yang beredar, pemerintah Indonesia hanya memiliki 776 juta lembar atau sebesar 14,29 persen. Sedangkan saat ini, kepemilikan saham mayoritas Indosat dikuasai oleh Ooredoo Asia Pte Ltd sebanyak 3,53 miliar saham (65 persen).

Prospek Harga Saham Indosat

PT. Indosat Tbk (ISAT) melakukan lelang menara BTS sebanyak 3.100 unit guna mendapatkan dana segar, dimana harga lelang untuk 1 unit menara BTS ditaksir mencapai sekitar $US 140 ribu dollar. Setidaknya ada lima perusahaan menara yang berminat dalam lelang menara BTS yang dilakukan Indosat tersebut.

Target belanja modal Indosat tahun 2019 mencapai Rp10 triliun, untuk mencapai target belanja modal tersebut, pihak perusahaan sedang mengkaji untuk menjual menara BTS dan menerbitkan saham baru. Anggaran belanja modal tahun ini digunakan untuk membangun 18.000 menara BTS baru untuk jaringan 4G.

Kinerja perusahaan Indosat pada kurun waktu sepanjang 2018 memang dikatakan tidak berjalan mulus, dimana perusahaan mencatatkan kerugian hingga Rp2,4 triliun. Tentu saja berbeda halnya dengan pencapaian di tahun 2017, perusahaan Indosat berhasil membukukan laba bersih Rp1,13 triliun.

Kerugian yang dialami oleh Indosat pada 2018 merupakan imbas dari penurunan pendapatan sebesar 22,68 persen dibanding tahun sebelumnya dari Rp29,93 triliun menjadi Rp23,14 triliun.

Tetap Direkomendasikan

Walaupun demikian, menurut Bahana Sekuritas, saham Indosat (ISAT) direkomendasikan dibeli dengan target harga saham Rp3.770 per saham. Sedangkan Analis Kresna Sekuritas, Etta Rusdiana Putra, merekomendasikan untuk membeli saham Indosat (ISAT) pada level harga Rp3.480 per saham.

Harga saham Indosat dan kinerjanya diproyeksikan semakin menguat, hal ini berkaca dari target Indosat pada paruh pertama 2019 yang sesuai ekspektasi seperti penjualan, belanja operasi, dan EBITDA.

Belum lagi isu dari lelang 3000-an menara BTS yang sudah hangat diperbincangkan di masyarakat secara luas, dan diyakini dari pelelangan menara BTS tersebut mendapatkan dana segar yang digunakan perusahaan.


Ajaib merupakan aplikasi investasi reksa dana online yang telah mendapat izin dari OJK, dan didukung oleh SoftBank. Investasi reksa dana bisa memiliki tingkat pengembalian hingga berkali-kali lipat dibanding dengan tabungan bank, dan merupakan instrumen investasi yang tepat bagi pemula. Bebas setor-tarik kapan saja, Ajaib memungkinkan penggunanya untuk berinvestasi sesuai dengan tujuan finansial mereka. Download Ajaib sekarang.

Share to :
Kembangkan uangmu sekarang juga Lakukan deposit segera untuk berinvestasi
Artikel Terkait