Investasi, Saham

Plus-Minus Robot Trading yang Konon Bikin Cuan Berlimpah

Sumber: Pexels

Ajaib.co.id – Belakangan santer terdengar program investasi yang melibatkan robot untuk trading. Iming-iming keuntungan trading berakurasi tinggi tanpa perlu susah payah analisa pastinya menarik bagi banyak orang karena trading itu sendiri dianggap sebagai proses yang tidak mudah.

Seiring dengan meningkatnya minat investasi, terutama di tahun 2020, selera masyarakat terhadap trading juga meroket. Alih-alih belajar caranya trading, sebagian orang justru berpaling pada solusi otomatis robot trading yang katanya memiliki rasio keberhasilan sampai 90:10.

Oleh karenanya penjualan robot trading telah menjadi semacam bisnis besar yang menggiurkan. Sayangnya ada beberapa yang ternyata hanya sekedar investasi berkedok robot trading yang terindikasi penipuan alias bodong. Tapi tidak lantas semua robot trading itu scam semua lho! Yuk kita bahas lebih lanjut.

Apa itu robot trading?

Robot trading mungkin kedengarannya keren dan canggih, kamu mungkin terdengar gaya saat membicarakannya di tongkronganmu. Namun sebenarnya itu hanya program komputer yang didasarkan pada sinyal trading berdasarkan analisa teknikal! Sinyal tersebut kemudian dieksekusi secara otomatis sesuai dengan kode program yang ditanamkan.

Istilah populer lainnya untuk trading semacam ini adalah algo trading karena proses trading diatur menggunakan algoritma tertentu sama halnya dengan penciptaan software lainnya. Jadi tak lain ini sama dengan software pada umumnya hanya saja dalam hal ini berurusan dengan transaksi aset keuangan.

Umumnya robot trading digunakan di pasar forex yang menggunakan leverage dan margin, robot trading juga disebut dengan istilah Expert Advisor (EA). Jadi EA ini dibangun di MetaEditor, program bawaan MetaTrader. Kemudian EA akan menggantikan manusia untuk buka posisi trading sesuai strategi trading pembuatnya. Mau lihat seperti apa penampakan robot trading?

Di atas adalah  contoh penampakan kode program sebuah EA, mirip seperti algoritma koding software pada umumnya kan? Ya memang begitu.

Pembuat EA mesti hatam banget soal trading, set-up sinyalnya bagaimana, take profit dan stop loss mesti diatur di harga berapa, dan entri posisinya di mana. Selain itu yang bikin robot mesti paham banget soal programming karena strategi trading akan dikodekan dalam bahasa scripting MQL untuk bisa dieksekusi. Namun seperti layaknya software biasa, EA ini mesti di-maintain menyesuaikan trading condition.

Manfaat Robot Trading

Expert Advisor atau EA, sebagaimana yang kita kenal, diciptakan untuk menghindari konflik psikologis manusia yang sering mempengaruhi kualitas trading. Dengan mengotomatisasi robot untuk menggantikan manusia melakukan trading maka kesalahan akibat tekanan psikologis selama trading bisa dihindari. Berikut kompilasi manfaatnya:

1. Bekerja otomatis

Otomatisasi adalah keunggulan utama dari EA. Jika manusia hanya bisa menangkap peluang sejauh mata memandang, maka robot bisa melakukan lebih dari itu. EA bisa diterapkan di semua market secara bersamaan, menangkap peluang melaui analisa teknikal di semua market yang sudah ditentukan dan melakukan trading otomatis.

2. Bekerja Tanpa Lelah, Tanpa Emosi

Selama EAdikaitkan dengan sebuah Virtual Private Server (VPS) yang bisa disewa bulanan, maka robot akan berjalan di layar belakang tanpa gangguan internet 24 jam terus menerus kalau perlu. EA akan mengawasi pergerakan pasar, mencari peluang, dan mengeksekusi sinyal trading tanpa takut, tanpa gentar karena tak memiliki emosi.

Masalah utama trader seringkali ada pada egonya, di mana ketika salah posisi enggan untuk cut loss karena merasa analisanya sudah benar. Sedangkan robot tidak memiliki ego, tidak punya emosi, ketika titik stop loss sudah tercapai maka otomatis akan tutup posisi. Dan ketika titik take profit telah tercapai tidak akan ragu untuk tutup posisi trading. Semua dilakukan berdasarkan program yang tertanam.

3. Lebih baik dalam menguji strategi trading

Dengan melakukan backtesting strategi, EA bisa diuji ke periode di masa lalu. Misalnya kita ingin mengetahui apakah robot yang dimiliki lebih cocok digunakan saat periode volatil seperti ketika pemilihan presiden di Amerika Serikat, atau lebih cocok ketika periode tenang tak ada berita.

Kita bisa menguji EA kita ke waktu-waktu tersebut. Pengujian strategi memang lebih baik menggunakan robot karena tidak memakan waktu banyak. Jika kita harus menguji strategi trading secara manual, maka waktu yang dibutuhkan sangat lama.

Kekurangan Robot Trading

1. Robot trading tidak membuat penggunanya bebas emosi

Bagaimana perasaanmu ketika robotmu terus open posisi trading padahal modalmu sudah menipis? Apa jadinya ketika posisi trading-mu berlama-lama floating loss karena sinyal close posisi belum tercapai? Bagaimana jika sebaliknya, kamu melihat posisi trading-mu sudah profit tapi robotmu belum juga close posisi dan kamu sudah gatal ingin mengamankan cuan?

Memang benar adanya EA tidak memiliki emosi, robot hanya tunduk pada perintah yang ditanamkan dalam programnya. Sedikit banyak kamu pastinya akan terpengaruh untuk mengintervensi performa robotmu. Ada tekanan psikologis untuk melakukan intervensi kapan mau menutup posisi. Oleh karena itu ternyata pada prakteknya penggunaan EA tidak bebas dari emosi yang mempengaruhi performa trading.

Dalam buku serial keuangan Market Wizards yang ditulis oleh Jack Schwager, beberapa trader sukses yang memanfaatkan EA telah diwawancara. Semua trader ini memiliki strategi masing-masing yang diterapkan oleh EA mereka.

Ternyata semuanya tidak serta-merta bisa membiarkan robotnya berjalan selama mereka tidur dan melakukan pekerjaan lainnya. Mereka secara rutin memantau, melakukan update dan upgrade EA untuk menyesuaikan dengan perubahan market. Mereka tahu betul kapan harus melakukan intervensi manual seperti misalnya menutup posisi yang dibuka robot mereka.

2. Harus di-update dan upgrade secara berkala

Nyatanya jarang sekali ada EA yang terkenal yang memberikan hasil positif terus-menerus dalam waktu panjang. Karena situasi dan kondisi trading sebagaimana kita ketahui terus berubah-ubah, set-up trading ala jadul belum tentu cocok diterapkan saat ini. Robot trading yang dioptimasi terus-menerus mungkin berhasil dalam beberapa waktu, namun di waktu lainnya bisa saja terus menghasilkan kerugian. Inilah yang terjadi pada sebagian robot trading yang sempat populer belakangan ini.

Robot trading harus disesuaikan algoritmanya dengan kondisi dan situasi yang terus berubah. Pengguna yang hanya membeli robot tentu bingung ketika robotnya tak lagi bekerja dan menghasilkan sebaik biasanya. Update dan upgrade tidak dapat dilakukan oleh sembarang developer, harus yang mengerti hal-hal mengenai analisa teknikal dalam trading dan memantau semua perubahan di pasar keuangan.

Penipuan Berkedok Robot Trading

Robot trading bukanlah penipuan, itu hanya program komputer yang didasarkan pada sinyal analisa teknikal. Yang menjadi penipuan adalah ketika robot trading diterapkan pada skema manipulasi.

Desmond Wira, seorang pengamat pasar modal ternama, dalam wawancaranya dengan Kompas mengungkapkan pendapatnya bahwasanya George Soros saja dikabarkan hanya memiliki akurasi sekitar 30 persen – 50 persen dalam trading-nya. Sebagai informasi, George Soros saat ini masih menjadi trader terkaya di dunia.

EA yang dipasarkan konon memiliki akurasi 90% dalam trading-nya, bahkan ada yang tak pernah merugi sekalipun. Dan uniknya ada beberapa EA yang hanya bisa dioperasikan di broker tertentu, padahal semestinya robot trading bisa disematkan di semua platform broker apa saja. Ini menimbulkan keganjilan yang harus diwaspadai. Nah, biasanya investasi yang jelas sekali bodong memiliki perbedaan kuotasi yang jauh sekali.

Kuotasi adalah harga buy atau sell yang broker kamu tawarkan. Di pasar saham, harga di bid dan ask sama saja di semua broker karena yang mengatur kuotasi adalah Bursa Efek Indonesia. Sedangkan di pasar forex, masing-masing broker punya deal harga masing-masing, misalnya harga buy order untuk XAU/USD di broker AhsiapFX dihargai 1817.10 sedangkan di OANAcapital dihargai 1817.03, perbedaan kuotasi adalah hal yang wajar di forex.

Tapi jika perbedaannya jauh sekali, maka kamu wajib curiga. Misalnya di broker SuntukCapital harga buy order untuk XAU/USD adalah 1793.29 sedangkan di broker-broker lainnya adalah 1817 sekian. Perbedaan yang terlalu jauh sudah merupakan indikasi manipulasi kuotasi harga.

Bisa saja robot trading memang diterapkan, tapi jika harga-harga dimanipulasi maka pada akhirnya kamu pasti merugi. Manipulasi kuotasi sudah biasa terjadi di investasi-investasi bodong, maka kamu disarankan punya akun demo di beberapa akun lain untuk membandingkan kuotasi.

Semoga pembahasan mengenai robot trading kali ini bermanfaat!  

Artikel Terkait