Cryptocurrency, Investasi

Pertanyaan Tentang Investasi Kripto yang Sering Ditanyakan

Pertanyaan Tentang Investasi Kripto yang Paling Sering Ditanyakan

Ajaib.co.id – Ketika ingin memulai terjun ke dunia investasi, ada banyak hal yang mungkin sering dipertanyakan oleh investor pemula. Misalnya saja, pertanyaan tentang investasi apa yang cocok untuk dirinya dan bagaimana cara memulainya? Nah, perlu diketahui, ada banyak produk investasi yang bisa kamu pilih dan mulai, seperti investasi reksadana, membeli saham, obligasi, hingga investasi mata uang kripto atau yang sering dikenal dengan investasi bitcoin.

Pertanyaan Tentang Investasi Kripto

Pada artikel kali ini, Ajaib akan menjawab 5 pertanyaan tentang investasi kripto yang sering ditanyakan para investor pemula.

1. Apa itu Investasi Kripto?

Investasi kripto merupakan salah satu investasi yang menggunakan mata uang kripto sebagai aset digital yang dirancang untuk bekerja sebagai media pertukaran yang menggunakan kriptografi yang kuat untuk mengamankan transaksi keuangan, mengontrol penciptaan unit tambahan, dan memverifikasi transfer aset.

Mata uang kripto yang paling terkenal adalah bitcoin, sebuah jaringan konsensus yang memungkinkan sistem pembayaran baru dan uang yang sepenuhnya berbentuk digital. Bitcoin merupakan jaringan pembayaran peer-to-peer desentralisasi pertama yang dikontrol sepenuhnya oleh penggunanya tanpa ada otoritas sentral ataupun perantara. Dari sudut pandang pengguna, Bitcoin seperti uang tunai di dunia internet dan dipandang sebagai sistem pembukuan tiga pencatatan paling menonjol yang ada saat ini.

2. Investasi Kripto Halal atau Haram?

Ketua Komisi Dakwah Majelis Ulama Indonesia (MUI), KH Cholil Nafis menulis pada blog pribadinya, cholilnafis.com, mengenai cryptocurrency. Ia mengakui bahwa Bitcoin sebagai alat tukar yang halal dan diterima secara Islam. Ia mengutip definisi uang dari kitab Buhuts fi al-Iqtishad al-Islami.

“Uang: segala sesuatu yang menjadi media pertukaran dan diterima secara umum, apa pun bentuk dan dalam kondisi seperti apa pun.”

Ia pun mengemukakan kutipan fatwa Dewan Syariah Nasional yang berbunyi,

“transaksi jual beli mata uang adalah boleh dengan ketentuan: tidak untuk spekulasi, ada kebutuhan, apabila transaksi dilakukan pada mata uang sejenis, nilainya harus sama dan tunai (attaqabudh). Jika berlainan jenis, harus dengan kurs yang berlaku saat transaksi dan tunai.”

Sehingga, kedudukan Bitcoin sebagai alat tukar menurut hukum Islam adalah boleh, tetapi dengan syarat harus ada serah terima (taqabudh) dan sama kuantitasnya jika jenisnya sama.

Namun, jika membahas permasalahan Bitcoin sebagai aset untuk investasi, KH Cholil berpendapat bahwa hal ini cenderung termasuk gharar, yaitu spekulasi yang merugikan orang lain. Di mana, nilai Bitcoin yang jauh melampaui mata uang konvensional tidak hanya membuat Bitcoin sebagai mata uang kripto menarik perhatian masyarakat, tetapi juga sebagai aset untuk investasi.

3. Bagaimana Cara Kerja Bitcoin?

Dari sudut pandang pengguna, Bitcoin hanyalah sekedar aplikasi ponsel atau program komputer yang menyediakan wallet Bitcoin dan memungkinkan penggunanya untuk mengirim dan menerima bitcoin. Inilah cara Bitcoin bekerja untuk sebagian besar pengguna.

Namun, dibelakang layar, jaringan Bitcoin membagikan sebuah catatan publik yang disebut “block chain” yang berisi semua transaksi yang pernah diproses dan memungkinkan komputer pengguna untuk memverifikasi keabsahan di tiap transaksi.

Di mana, keaslian setiap transaksi dilindungi dengan tanda tangan digital yang berhubungan dengan alamat pengirim dan memungkinkan semua pengguna memiliki kontrol penuh atas pengiriman bitcoin dari alamat Bitcoin mereka.

Semua orang juga dapat mem[roses transaksi menggunakan komputasi perangkat keras khusus dan mendapatkan hadiah dalam bentuk bitcoin untuk layanan ini. Kegiatan ini seringkali disebut dengan “penambangan”.

4. Apa keuntungan menggunakan Bitcoin?

Ada beberapa keuntungan menggunakan bitcoin seperti:

a. Kebebasan pembayaran – Kamu bisa mengirim dan menerima uang secara instan di manapun dan kapanpun. Tidak ada libur bank. Tidak ada batas negara. Tidak ada birokrasi.

b. Pilih biaya sendiri – Tidak ada biaya untuk menerima bitcoin, dan kebanyakan wallet telah memungkinan untuk mengontrol besarnya biaya ketika menggunakan. Biaya lebih tinggi mendorong konfirmasi yang lebih cepat untuk transaksi.

c. Rendah risiko bagi penjual – Transaksi Bitcoin sangat aman, tidak bisa dibatalkan, dan tidak mengandung informasi pribadi atau sensitif dari pelanggan. Sehingga, bisa melindungi penjual dari kerugian akibat penipuan atau kecurangan chargeback, serta tidak perlu penyesuaian PCI.

d. Keamanan dan kontrol – Pengguna memiliki kontrol penuh atas transaksi mereka; tidak mungkin bagi penjual untuk membuat tagihan yang tidak diinginkan ataupun diperhatikan sebagaimana yang bisa terjadi dengan metode pembayaran lainnya.

e. Transparan dan netral – Seluruh informasi terkait suplai mata uang bitcoin yang tersimpan di dalam rantai-block dan dapat dilihat secara publik yang ingin memverifikasi atau menggunakannya secara real-time. Tidak ada yang mengkontrol dan memanipulasi protokol bitcoin karena diamankan secara kriptografis, sehingga memungkinkan inti Bitcoin untuk dapat sepenuhnya netral, transparan, dan dapat diprediksi.

5. Apa kerugian menggunakan Bitcoin?

Meski banyak keuntungan yang didapatkan, menggunakan bitcoin juga memiliki beberapa kerugian sepert:

a. Tingkat penerimaan – Banyak orang masih belum menyadari keberadaan Bitcoin. Meski, banyak bisnis yang menerima bitcoin, namun tetap saja daftar pengguna masih sedikit dan perlu bertumbuh untuk mendapat keuntungan dari efek jaringan.

b. Volatilitas – Nilai total dari bitcoin yang beredar dan jumlah bisnis yang menggunakan Bitcoin masih sangat kecil dibanding yang semestinya. Karena itu, acara-acara kecil, perdagangan, ataupun aktivitas bisnis dapat secara signifikan mempengaruhi harga bitcoin.

c. Pengembangan yang sedang berlangsung – Perangkat lunak Bitcoin masih dalam versi beta yang masih dikembangkan secara aktif. Perangkat, fitur, dan layanan baru tengah dikembangkan untuk membuat Bitcoin lebih aman dan mudah diakses publik. Sehingga, pengembangan ini masih belum siap untuk semua orang. Sebagian besar bisnis Bitcoin masih tergolong baru dan belum menawarkan asuransi.

Pesan Bill Gates buat Kamu yang Ingin Investasi Kripto

Pendiri Microsoft Bill Gates angkat bicara soal investasi satu ini yang harganya meroket dan terus menembus rekor tertinggi baru. Topik ini tidak lepas dari setelah langkah CEO Tesla Inc. Elon Musk yang beberapa waktu lalu berinvestasi Bitcoin senilai US$ 1,5 miliar. Di mana, Musk juga menyebutkan Tesla akan menerima pembayaran dengan menggunakan Bitcoin. 

Menanggapi hal tersebut, orang terkaya ketiga di dunia ini memiliki pesan khusus bagi banyak orang yang tergiur berinvestasi aset kripto. Gates menilai mata uang digital tersebut tak harus dibeli oleh masyarakat umum. Ia mengatakan bahwa Elon memiliki banyak uang dan dia sangat canggih, sehingga Gates tidak khawatir Bitcoin-nya akan naik atau turun secara acak. Namun sebaliknya, investasi Bitcoin oleh masyarakat umum yang tidak punya banyak uang untuk disisihkan akan sangat riskan.

Produk Investasi yang Bisa Jadi Alternatif

Nah, bagi kamu yang ingin investasi dengan nilai yang lebih stabil, ada banyak jenis investasi yang kamu pilih, misalnya saja dengan mulai berinvestasi di pasar saham atau pasar reksa dana. Namun, sebelum menentukannya, pastikan terlebih dulu tujuan investasi kamu dan jangka waktu investasi yang kamu inginkan.

Karena, produk investasi satu dengan lainnya memiliki risiko investasi yang berbeda. Misalnya saja, kamu ingin investasi dengan risiko rendah, maka kamu bisa memilih produk reksa dana dan memilih manajer investasi yang akan membantu kamu mengelola dana kamu.

Sedangkan, bagi kamu yang berani ambil risiko tinggi dan berharap return besar, kamu bisa memilih investasi saham. Namun, pastikan untuk berinvestasi saham, kamu sudah harus memahami dengan baik risiko dan perusahaan saham yang ingin kamu pilih. Cek juga harga saham sebelum kamu membelinya.

Nah, jika kamu telah menentukan produk investasi apa yang kamu pilih, pastikan kamu memulainya lewat aplikasi Ajaib! Selain mempermudah kamu memulai investasi, Ajaib juga telah terdaftar dan diawasi Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Sehingga kamu bisa lebih aman berinvestasi didalamnya.

Artikel Terkait