Ajaib, Saham

Perhitungkan Fee Jual Beli Saham Agar Trading Menguntungkan

fee jual beli saham

Ajaib.co.idFee jual beli saham meliputi beberapa aspek yang melibatkan berbagai pihak berbeda, sehingga perlu dipahami dengan baik agar transaksi trading saham tetap menguntungkan. Untuk lebih jelasnya, simak ulasan ini.

Sebagian dari kamu pasti menganggap dunia trading saham adalah sesuatu keren, karena aktivitas profesi itu mencerminkan kecerdasan, kecermatan, kesigapan, dan tentunya, kemakmuran!

Tapi tahukah kamu, sebelum bisa sampai di posisi itu, ada banyak literasi yang wajib kamu pahami dan kuasai, agar kinerja trading kamu efektif dan menguntungkan. Salah satu yang harus kamu pahami saat trading saham adalah fee jual beli saham.

Apabila kamu telah menguasai pengetahuan dasar bursa saham, maka tahapan selanjutnya yang perlu dipelajari adalah tata cara transaksi jual-beli di Bursa Efek Indonesia (BEI). Tentunya beserta kalkulasi berbagai biaya yang menyertainya.

Jika fee jual beli saham tidak dipahami secara mendalam, aktivitas transaksi jual-beli trading saham kamu akan berisiko capital loss! Jadi, demi kesuksesan kinerja trading sahammu, yuk ikuti ulasannya berikut ini bersama Ajaib!

Kalkulasi Fee Jual Beli Saham

Agar bisa membeli saham, seorang investor wajib memiliki dana yang cukup di Rekening Dana Nasabah (RDN) miliknya. Pihak Otoritas Bursa dan Bursa Efek Indonesia menyerahkan ketentuan besaran setoran awal pada tiap perusahaan sekuritas. Ada yang minimal Rp10 juta, ada yang minimal cuma Rp100.000 sesuai dengan gerakan Yuk Nabung Saham! dari Pemerintah namun ada pula yang tanpa minimal deposit seperti di Ajaib.

Berikut ini adalah rincian deretan biaya yang dibebankan kepada seorang investor saat bertransaksi jual-beli saham di Bursa:

Broker Fee (Komisi Pialang)

Ini adalah biaya untuk proses penyampaian order transaksi jual ataupun beli saham ke dalam sistem perdagangan elektronik Bursa Efek Indonesia, yang dibebankan perusahaan sekuritas kepada investor.

Besarannya berbeda-beda di setiap perusahaan sekuritas, tapi umumnya berkisar antara 0,15% – 0,25% sampai dengan 0,25% – 0,35% dari nilai transaksi saham. Besaran ini termasuk pajak pertambahan nilai/PPN serta ditambah pajak penghasilan/PPH 0,1% khusus untuk transaksi jual saham.

Di Ajaib, untuk biaya broker atau pialang adalah 0,08% – 0,10%, tergantung besar jumlah transaksimu.

Levy (Biaya Transaksi)

Ini adalah biaya untuk penggunaan jasa atau fasilitas transaksi bursa pada saat tiap kali melakukan transaksi jual ataupun beli saham. Menurut situs resmi IDX, total biaya Levy di pasar reguler adalah 0,043%, termasuk biaya transaksi BEI, biaya kliring KPEI, biaya penyelesaian KSEI, dana jaminan KPEI, dan PPN 10%.

Pajak Pertambahan Nilai (PPN)

Pungutan pajak yang dikenakan atas setiap pertambahan nilai dari transaksi sebuah barang ataupun jasa, disebut dengan Pajak Pertambahan Nilai (PPN). Besarannya PPN di Bursa Efek Indonesia adalah 10% dari biaya broker.

Pajak Penghasilan (PPh)

Ini adalah pungutan pajak yang dibebankan pada investor atas penghasilan perorangan, perusahaan atau badan hukum lainnya, dan hanya dikenakan pada transaksi penjualan, tidak pada pembelian. Pada transaksi saham, jenis pajak yang dikenakan adalah PPh Pasal 4 ayat (2) bersifat final atau dibayarkan melalui pihak perusahaan sekuritas dengan besaran 0,1% dari nilai bruto transaksi.

Simulasi Kalkulasi Fee Transaksi Jual Beli Saham di Ajaib

Umumnya total biaya transaksi di tiap perusahaan sekuritas berbeda-beda. Sebagai contoh, simulasi transaksi saham berikut akan menggunakan fee transaksi yang harus dibayarkan apabila kamu melakukan jual-beli saham di Ajaib dengan biaya broker 0,10%.

Simulasi Transaksi Beli Saham di Ajaib

Investor A membeli 10 lot saham PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI) di harga Rp4.360 per saham pada Juni 2019 lalu, maka kalkulasinya adalah sebagai berikut:

Transaksi beli: 10 lot x 100 lembar x Rp4.360 = Rp4.360.000

Biaya broker: 0,10% x Rp4.360.000 = Rp4.360

Biaya levy: 0,043% x Rp4.360.000 = Rp1.875

PPN dari biaya broker: 10% x Rp 4.360 = Rp436

Total biaya transaksi keseluruhan = Rp6.670

Total dana dibayarkan untuk membeli saham= Rp4.366.670

Simulasi Transaksi Jual

Sebulan kemudian, investor A ingin menjual saham BBRI yang dibelinya di harga Rp4.750 per saham karena sudah merasa cukup mendapatkan keuntungan dari kenaikan harga saham BBRI. Kalkulasi biaya jualnya adalah sebagai berikut:

Transaksi Jual: 10 lot x 100 lembar x Rp4.750 = Rp4.750.000

Biaya broker: 0,10% x Rp4.750.000 = Rp4.750

Biaya levy: 0,043% x Rp4.750.000 = Rp2.042

PPN: 10% x Rp4.750 = Rp475

PPh final: 0,1% x Rp 4.750.000 = Rp4.750

Total biaya transaksi keseluruhan: Rp12.017

Total dana yang diterima dari penjualan: Rp4.737.983

Dari perhitungan di atas bisa ditarik kesimpulan bahwa fee jual selalu lebih besar dari fee beli. Hal ini disebabkan pada transaksi jual akan selalu ada pengenaan tambahan PPh final sebesar 0,1% dari nilai transaksi penjualan saham.

Pada umumnya, yang membedakan total biaya transaksi antarsekuritas ada pada biaya broker yang dikenakan masing-masing sekuritas. Di Ajaib, biaya brokernya terjangkau. Bahkan, semakin besar jumlah transaksi yang kamu lakukan, semakin rendah pula biaya broker yang dikenakan. Bila kamu penasaran, berikut simulasi transaksi jual-beli berdasarkan besaran biaya broker di Ajaib:

Perlu diingat kembali bahwa biaya broker akan semakin murah apabila besaran transaksi (jual + beli) harianmu semakin besar. Informasi lengkapnya dapat dibaca di sini.

Nah, setelah memahami rincian biaya jual/beli saham dan mencermati simulasi pengkalkulasiannya, pasti kini kamu sudah bisa lebih membayangkan dan menguasai cara kerjanya.

Jangan tunda dan buang-buang waktu lagi, realisasikan keinginan kamu berinvestasi ataupun trading saham-saham perusahaan favorit kamu di Ajaib tanpa minimal deposit/setoran awal saldo RDN.

Artikel Terkait