Pajak, Rumah Tangga Masa Kini

Perhitungan Pajak Penjualan Rumah dan Biaya Transaksinya

pajak penjualan rumah

Jika kamu memiliki rumah, maka kamu harus mengetahui soal pajak penjualan rumah. Apalagi, jika kamu ingin menjual atau membeli rumah.

Hal itu dikarenakan besaran pajak yang harus dibayar akan mempengaruhi uang yang diserahkan oleh pembeli dan uang yang diterima oleh penjual rumahnya.

Dalam proses jual-beli rumah, pajak penjualan rumah menjadi komponen biaya. Lalu, apa itu pajak penjualan rumah dan biaya yang muncul dari transaksi jual-beli rumah?

Bagi kamu yang ingin menjual atau membeli rumah, berikut ini adalah perhitungan pajak penjualan rumah dan biaya transaksinya:

Biaya dan Pajak yang Ditanggung Penjual

Jika rumah yang kamu jual adalah bukan warisan, maka ada tiga jenis biaya yang harus kamu tanggung, yaitu:

Pajak Penghasilan

Pajak Penghasilan (PPh) menjadi tanggung jawab dari penjual sebagai penerima uang hasil transaksinya. Berdasarkan Peraturan Pemerintah Nomor 34 Tahun 2016 Tentang Tarif Baru PPh Final atas Pengalihan Hak Atas Tanah/Bangunan, besaran PPh yang dikenakan untuk penjualan rumah adalah sebesar 2,5%.

Jika rumah memiliki harga jual senilai Rp 500.000.000, PPh yang harus dibayar adalah 2,5% atau sekitar Rp 12.500.000. Pembayaran PPh pun harus dilakukan sebelum Akta Jual Beli diterbitkan berdasarkan harga rumah yang disepakati oleh penjual dan pembeli.

Biaya Notaris

Saat menjual rumah, kamu membutuhkan jasa notaris atau Pejabat Pembuat Akta Tanah (PPAT) yang berada di wilayah rumah yang dijual. Umumnya, Notaris/PPAT sudah memiliki biaya yang telah ditetapkan oleh Pemerintah.

Pajak Bumi dan Bangunan

Tanggungan dari Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) adalah salah satu jenis dari pajak penjualan rumah. Pajak tersebut biasanya dibayar dalam masa satu tahun.

Besaran PBB yang dikenakan adalah 0,5% dari Nilai Jual Kena Pajak (NJKP) dikalikan dengan NJOP sebagai dasar dari pengenaan pajak.

NJKP yang ditetapkan oleh Pemerintah adalah 40% untuk rumah dengan harga di atas Rp 1 miliar dan 20% jika harga rumahnya di bawah Rp 1 miliar.

Biaya dan Pajak yang Ditanggung Pembeli

Biasanya, pembeli sudah memiliki anggaran sebelum memutuskan untuk membeli rumah. Berikut ini adalah biaya dan pajak penjualan rumah yang ditanggung oleh pembeli:

Biaya Sertifikat

Biaya cek sertifikat adalah sekitar Rp 100.000. Mengecek sertifikat sangat penting untuk mengetahui legalitas dari sertifikat rumah yang ingin dibeli. Hal tersebut harus dilakukan agar menghindari pembelian tanah atau bangunan yang bermasalah.

Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan

BPHTB merupakan pajak penjualan rumah yang ditanggun oleh pembeli. Biaya ini hampir mirip dengan PPh yang ditanggung oleh penjual rumah.

Tarif yang dikenakan dari BPHTB adalah sebesar 5% dari harga jual rumah yang dikurangi Nilai Perolehan Objek Pajak Tidak Kena Pajak (NPOPTKP). Jumlah NPOPTKP sudah ditentukan oleh masing-masing Pemerintah dari daerah rumahmu.

Biaya Akta Jual Beli

Biaya ini merupakan 1% dari nilai penjualan rumah. Tarif pembuatannya ditanggung oleh pembeli, kecuali jika ada kesepakatan dengan pihak penjual.

PPAT yang bertanggung jawab akan meminta biaya lebih dari 1%. Namun, jumlah tersebut bisa dinegosiasikan jika rumah memiliki harga yang lumayan tinggi.

Biaya Balik Nama Sertifikat

Biaya Balik Nama Sertifikat umumnya mencapai 2% dari nilai transaksi atau sesuai dengan peraturan Pemerintah Daerah.

Biasanya, pembeli harus melakukan proses balik nama kecuali rumah yang dibeli langsung dari pihak developer.

PPN

Kalau kamu membeli rumah yang dijual oleh developer atau Pengusaha Kena Pajak (PKP), maka sebaiknya kamu membayar PPN dengan tarif sebesar 10% dari harga tanahnya.

Namun, jika penjual rumahnya bukan PKP, maka kamu harus menyetorkan PPN nya langsung ke kas negara.

Itulah perhitungan pajak penjualan rumah dan biaya transaksinya. Sebagai penjual atau pembeli rumah, maka kamu harus mengetahui cara perhitungannya.


Ajaib merupakan aplikasi investasi reksa dana online yang telah mendapat izin dari OJK, dan didukung oleh SoftBank. Investasi reksa dana bisa memiliki tingkat pengembalian hingga berkali-kali lipat dibanding dengan tabungan bank, dan merupakan instrumen investasi yang tepat bagi pemula. Bebas setor-tarik kapan saja, Ajaib memungkinkan penggunanya untuk berinvestasi sesuai dengan tujuan finansial mereka. Download Ajaib sekarang.

Artikel Terkait