Peran Saham dan Obligasi Pada Portofolio Anda

Ketika Anda mulai berinvestasi, Anda perlu memahami bahwa saham dan obligasi memainkan peran yang berbeda dalam portofolio Anda di luar menghasilkan capital gain, dividen, dan pendapatan bunga. Kedua kelas aset ini memiliki kelebihan dan kekurangan. Penting untuk mengetahui lebih dalam kedua aset sehingga Anda dapat membuat keputusan yang tepat tentang apa yang sesuai untuk Anda dan keluarga Anda.
 
Untuk memberikan ilustrasi umum, dengan beberapa pengecualian, seorang yang masih muda pada awal karier dengan cakrawala waktu 30+ tahun sebelum pensiun dengan pensiunan yang sudah tua yang tidak mampu mengambil risiko volatilitas yang signifikan, tidak tepat jika mereka memiliki alokasi 100% saham atau 100% obligasi.
 
Artikel ini akan mendiskusikan bagaimana saham dan obligasi dapat menghasilkan hasil yang lebih baik daripada saham atau obligasi sendiri.
 
# Apa Definisi Saham Dan Obligasi? Bagaimana Keduanya Berbeda?
 
Bagian saham mewakili kepemilikan dalam bisnis. Mengesampingkan situasi di mana pengenceran dapat terjadi, jika Anda memiliki kereta roti lapis dan membaginya menjadi sepuluh bagian, masing-masing saham tersebut berhak atas potongan keuntungan atau kerugian 1/10. Jika Anda memiliki semua 10 saham, Anda memiliki 100% dari perusahaan. Pasar saham adalah semacam lelang real-time di mana pemilik yang ada dan potensial pembeli menawar untuk membeli ekuitas (kepemilikan) dalam perusahaan.
 
Obligasi merupakan pinjaman yang dibuat oleh penerbit obligasi kepada pembeli obligasi. Obligasi negara diterbitkan oleh negara, obligasi municipal diterbitkan oleh pemerintah daerah dan obligasi korporasi diterbitkan oleh perusahaan. Dalam obligasi, dituliskan jatuh tempo pembayaran utang beserta bunganya (kupon) yang menjadi kewajiban penerbit obligasi terhadap pemegang obligasi. Jangka waktu obligasi yang berlaku di Indonesia umumnya 1 hingga 10 tahun.
 
Ada kesalahpahaman umum bahwa obligasi lebih aman daripada saham tetapi ini tidak sepenuhnya benar. Sebaliknya, lebih akurat untuk mengatakan bahwa saham dan obligasi menghadapi risiko yang berbeda yang dapat menjadi ancaman bagi daya beli Anda dengan cara yang berbeda jika Anda tidak berhati-hati.
 
# Bagaimana Campuran Saham dan Obligasi Menstabilkan Nilai Portofolio Selama Masa-Masa Performa Pasar Turun
 
Manfaat saham dapat mengimbangi kelemahan obligasi dan manfaat obligasi dapat mengimbangi kelemahan saham. Dengan menggabungkan keduanya dalam satu portofolio tunggal, besar kemungkinan Anda dapat menikmati volatilitas yang jauh lebih rendah, pertahanan yang lebih kuat terhadap penurunan kinerja pasar, ketenangan pikiran yang lebih besar, dan tingkat pendapatan yang dijamin lebih tinggi.
 
Selain menarik bagi Anda yang suka berinvestasi, ada beberapa pelajaran penting yang dapat diambil dari artikel ini tentang kinerja historis berbagai campuran saham dan obligasi dalam portofolio. Untuk membantu Anda, berikut ini beberapa di antaranya:
 
Saham dan obligasi berperilaku berbeda dalam kondisi yang berbeda, menjadikannya berguna ketika disimpan dalam portofolio bersama-sama. Jika sejarah masa lalu terulang, aman untuk mengatakan bahwa semakin tinggi proporsi obligasi dalam alokasi investasi keseluruhan, semakin stabil portofolio Anda. Namun, situasi yang kurang menguntungkan mungkin terlihat jika biaya tingkat compounding lebih rendah. Di sisi lain, ekonomi perilaku menunjukkan orang cenderung lebih melekat dengan rencana jangka panjang mereka ketika volatilitas lebih rendah. Hal ini berarti bahwa pengembalian bisa menjadi lebih tinggi karena rendahnya volatilitas menenangkan perilaku impulsif manusia ketika banyak uang tampaknya hilang selama jatuhnya pasar.
Saham, secara keseluruhan, jauh lebih produktif daripada obligasi sehingga semakin lama periode waktunya, semakin besar kemungkinan saham yang disimpan dalam suatu portofolio akan menjadi persentase alokasi aset yang biasanya besar kecuali jika pemilik portofolio memilih untuk rebalancing kembali yaitu menjual beberapa kepemilikan untuk mengurangi proporsi saham untuk kembali ke alokasi yang ditargetkan.
 
Tahun-tahun yang buruk bisa sangat buruk. Adalah satu hal yang sangat berbeda saat membaca teori agar Anda tidak panik ketika pasar jatuh dibandingkan ketika hal tersebut benar-benar terjadi pada Anda. Pasar jatuh akan menjadi bencana bagi investor, namun investor jangka panjang menjadi sangat kaya dengan membeli saham dengan harga murah. Jangan meremehkan seperti apa rasanya, dan bagaimana hal itu dapat menyebabkan Anda melakukan hal-hal bodoh saat Anda melihat 50% kekayaan Anda lenyap dalam sekejap mata. Jika Anda tidak dapat menangani kenyataan bahwa hal-hal seperti ini akan terjadi pada Anda sebagai pemegang saham, Anda akan berada dalam waktu yang sangat tidak menyenangkan.
 
Tidak ada teori yang pasti tentang berapa persentase proporsi yang tepat untuk alokasi saham dan obligasi Anda. Namun, investor terkenal Benjamin Graham, berpendapat bahwa investor yang lebih kecil, non-profesional harus mempertahankan tidak kurang dari 25% dan tidak lebih dari 75% di kedua kelas aset. Modifikasi kedua aset harus berdasarkan pada perubahan besar dalam kehidupan ketika kebutuhan Anda menjadi berbeda dari sebelumnya.

Ajaib merupakan aplikasi investasi reksa dana online yang telah mendapat izin dari OJK, dan didukung oleh SoftBank. Investasi reksa dana bisa memiliki tingkat pengembalian hingga berkali-kali lipat dibanding dengan tabungan bank, dan merupakan instrumen investasi yang tepat bagi pemula. Bebas setor-tarik kapan saja, Ajaib memungkinkan penggunanya untuk berinvestasi sesuai dengan tujuan finansial mereka. Download Ajaib sekarang.

Share to :
Kembangkan uangmu sekarang juga Lakukan deposit segera untuk berinvestasi
Artikel Terkait