Saham

Pengertian Saham dan Jenis-jenisnya yang Harus Kamu Ketahui

pengertian saham

Ajaib.co.id – Masih bingung dengan pengertian saham? Jangan khawatir, redaksi Ajaib akan menjelaskan dengan gamblang soal pengertian saham beserta jenis-jenisnya dalam ulasan ini. Saat ini, saham menjadi salah satu investasi yang populer di kalangan masyarakat. Apalagi dengan adanya program yang dijalankan oleh Bursa Efek Indonesia (BEI) yaitu Sekolah Pasar Modal.

Pada Sekolah Pasar Modal ini, masyarakat akan diberikan edukasi terkait tentang investasi dan saham. Hal itu agar menghilangkan stigma bahwa saham hanya dimiliki oleh orang kaya atau para pengusaha yang punya perusahaan dan bisnis.

Dengan edukasi yang diberikan tersebut, diharapkan masyarakat bisa lebih melek terhadap investasi terutama padaa investasi saham. Bagi kamu yang belum terlalu mengerti apa itu saham dan sebagainya, di bawah ini akan dijelaskan dengan jelas dan singkat mengenai saham.

Pengertian Saham

Menurut Bursa Efek Indonesia (BEI), definisi dan pengertian saham adalah tanda penyertaan modal dalam suatu perusahaan atau perseroan terbatas. Karena ikut menanamkan modal maka memiliki klaim atas pendapatan perusahaan, klaim atas aset perusahaan, dan berhak hadir dalam Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS).

Singkatnya, saham itu semacam alat bukti kepemilikan yang sah atas sebuah perusahaan/badan usaha. Jadi, jika kamu memiliki saham suatu perusahaan maka kamu menjadi pemilik perusahaan tersebut. Maka dari itulah saham juga bisa disebut sebagai surat berharga. Hal itu dikarenakan saham menjadi bukti yang sah atas kepemilikan sebuah perusahaan.

Jenis-jenis Saham

Berdasarkan dari hak kepemilikannya, saham dapat dibagi menjadi 2 jenis, yaitu:

#1 Saham Biasa (common stocks)

istilah yang juga dikenal sebagai common stocks ini adalah saham yang menempatkan pemiliknya paling junior dalam hal pembagian dividen dan hak atas harta kekayaan perusahaan apabila perusahaan tersebut mengalami likuidasi. Saham jenis ini merupakan saham yang paling banyak dikenal dan diperdagangkan di pasar. Adapun sebagai pemilik perusahaan, pemegang saham biasanya memiliki beberapa hak yaitu di antaranya:

a. Hak Kontrol

Pemegang saham biasa mempunyai hak untuk memilih dewan direksi untuk perusahaan. Hal ini berarti bahwa pemegang saham mempunyai hak untuk mengontrol siapa yang akan memimpin perusahaan yang dimilikinya.

Pemegang saham dapat melakukan hak kontrolnya itu dalam bentuk memveto saat pemilihan direksi di rapat tahunan pemegang saham atau beberapa tindakan yang butuh persetujuan pemegang saham.

b. Hak Menerima Pembagian Keuntungan

Sebagai pemilik perusahaan, pemegang saham biasa memiliki hak untuk mendapatkan bagian dari keuntungan perusahaan. Tidak semua laba dibagikan, tetapi sebagian laba akan ditanamkan kembali ke dalam perusahaan.

Laba yang ditahan ini (retained earning) merupakan sumber dana internal perusahaan, sedangkan laba yang tidak ditahan diberikan kepada pemilik saham dalam bentuk dividen.

c. Hak Preemtive

Hak preemtive (preetive right) merupakan hak untuk mendapatkan persentase kepemilikan yang sama jika perusahaan mengeluarkan tambahan lembar saham.

Jika perusahaan mengeluarkan tambahan lembar saham yang beredar akan lebih banyak dan akibatnya persentase kepemilikan saham yang lama akan turun. Hak preemtive ini memberi prioritas kepada pemegang saham lama untuk membeli tambahan saham baru, sehingga persentase kepemilikan tidak berubah.

#2 Saham Preferen (preferred stocks)

Saham ini memiliki karakteristik gabungan antara obligasi dan saham biasa. Hal itu karena saham ini bisa menghasilkan pendapatan tetap, tetapi bisa juga mendatangkan hasil seperti yang dikehendaki investor. Ada dua hal yang menyebabkan saham preferen mirip dengan saham biasa yaitu mewakili kepemilikan ekuitas dan diterbitkan tanpa tanggal jatuh tempo yang tertulis di atas lembaran saham tersebut serta pembayaran dividen. Sedangkan untuk perbedaan saham preferen dengan obligasi terletak pada tiga hal yaitu klaim atas laba dan aktiva, dividen tetap selama masa berlaku dari saham, dan mewakili hak tebus dan dapat ditukar dengan saham biasa. Beberapa karakteristik saham preferen adalah sebagai berikut:

a. Preferen terhadap Dividen

Pemegang saham preferen mempunyai hak untuk menerima dividen lebih dulu daripada pemegang saham biasa. Saham ini umumnya memberikan hak dividen kumulatif, yaitu memberikan hak kepada pemegangnya untuk menerima dividen tahun-tahun sebelumnya yang belum dibayarkan, dan dibayarkan sebelum pemegang saham biasa menerima dividennya.

b. Preferen pada Waktu Likuidasi

Saham preferen memiliki hak terlebih dahulu atas aktiva perusahaan daripada pemilik saham biasa pada saat terjadi likuidasi. Besarnya hak atas aktiva adalah sebesar nilai nominal saham preferennya termasuk semua dividen yang belum dibayarkan jika bersifat kumulatif.

Pengertian Harga Saham

Harga saham adalah harga yang terjadi di pasar bursa pada waktu tertentu yang ditentukan oleh pelaku pasar yaitu permintaan dan penawaran pasar. Harga saham sangat dipengaruhi oleh 4 aspek yaitu pendapatan, dividen, aliran kas, dan pertumbuhan. Selanjutnya akan dibahas adalah pengaruh dividen dengan harga saham, dimana harga saham dianggap sebagai nilai sekarang dari seluruh dividen yang diharapkan di masa yang akan datang.

Nilai-nilai Saham

Ada dua pendekatan untuk melakukan analisis investasi yang berkaitan dengan harga saham yakni:

a. Analisis Fundamental

Analisis fundamental ini menilai setiap investor adalah makhluk rasional. Oleh sebab itu analisis ini mencoba mempelajari hubungan antara harga saham dengan kondisi perubahaan yang tercermin pada nilai kekayaan bersih perusahaan itu.

b. Analisis Teknikal

Analisis ini beranggapan bahwa penawaran dan permintaan menentukan harga saham. Para analis teknikal lebih banyak menggunakan informasi yang timbul dari luar perusahaan yang memiliki dampak terhadap perusahaan dari pada informasi intern perusahaan.

Itulah beberapa penjelasan terkait saham yang perlu diketahui. Setelah paham semua, saatnya untuk memulai investasi saham agar bisa dinikmati di masa yang akan datang.

Keunggulan Investasi Saham

Ada banyak keunggulan investasi saham dibanding investasi lainnya. Nah, apa saja keunggulan investasi satu ini? Simak selengkapnya di bawah ini,

a. Return Paling Tinggi

Dibanding dengan instrumen investasi lain, saham merupakan jenis investasi yang menjanjikan return lebih tinggi. Biasanya, keuntungan saham akan lebih terlihat ketika kamu berinvestasi jangka panjang. Namun, meski begitu kamu harus pintar membaca analisa dan menentukan strategi yang tepat. Hal inilah yang membuat pintar membaca situasi dan melakukan analisa saham secara mendalam. Nah, bagi kamu yang menginginkan keuntungan atau return yang lebih stabil, kamu bisa memilih saham blue chip seperti saham Bank BCA, BRI, Unilever, dan masih banyak lagi.

b. Likuiditas Tinggi

Faktor lain yang membuat investasi saham =diminati, adalah karena tingkat likuiditas uang tinggi. Hanya di bursa efeklah kamu bisa mencaikan investasi senilai puluhan miliar dalam hitungan menit bahkan detik, hal ini sangat berbeda dengan investasi lainnya seperti Properti, di mana likuiditas aset selalu menjadi masalah. Jika kamu punya properti senilai 10 miliar dan ingin menjualnya, kamu pasti membutuhkan waktu yang lama hingga menemukan pembeli yang berminat, bahkan ketika pembeli sudah didapatkan pun proses perpindahan kepemilikan bisa memakan waktu cukup lama.

c. Mendapatkan Dividen

Selain mendapat keuntungan dari kenaikan harga saham yang kamu miliki (capital gain), kamu sebagai investor perusahaan juga berhak mendapatkan bagian dari keuntungan yang diperoleh perusahaan setiap tahunnya, melalui pembagian dividen. Keuntungan yang diperoleh umumnya tidak terlalu besar, karena perusahaan biasanya tidak membagikan seluruh keuntungan yang diperoleh kepada pemegang saham, namun sebagian keuntungannya akan diinvestasikan kembali ke dalam perusahaan untuk kemajuan perusahaan, dengan tujuan meningkatkan aset perusahaan dan keuntungan di masa depan.

d. Biaya Transaksi yang Rendah

Biasanya, ketika kamu bertransaksi saham, kamu akan dikenakan fee transaksi 0,15% dari total transaksi untuk pembelian, sedangkan 0.25% dari total transaksi untuk penjualan, dan ini sudah termasuk pajak. Jumlah ini sangat kecil jika dibandingkan dengan investasi jenis lainnya. Misalnya saja, ketika kamu membeli suatu saham di harga 1000/lembar senilai 100 juta dan menjualnya 7 bulan kedepan di harga 1700/lembar, fee yang akan kita bayarkan untuk transaksi tersebut adalah

(0.15% x 100 juta) + (0.25%x170 juta) = Rp 575.000, sehingga keuntungan bersih yang akan kita peroleh sebesar Rp69.425.000 (fee hanya 0.8% dari keuntungan yang kamu peroleh).

Nah itu dia beberapa hal tentang pengertian saham hingga investasi saham. Bagi kamu investor pemula yang baru ingin terjun di dunia saham, ada baiknya kamu belajar saham sebelum terjun langsung. Karena kamu butuh melakukan analisa secara mendalam mengenai saham dan juga perusahaan yang ingin kamu beli sahamnya.

Bagi kamu yang ingin berinvestasi namun masih ragu untuk berinvestasi di saham, kamu bisa memulai investasi pertamamu di instrumen reksa dana. Ajaib merupakan salah satu platform reksa dana online yang dapat membantu kamu memulai investasi reksa dana kapan dan di mana saja secara online. Selain itu, hanya dengan modal minimal sebesar Rp 10 ribu, kamu sudah bisa berinvestasi reksa dana di Ajaib. Jadi tunggu apalagi? Yuk mulai investasi reksa dana pertama kamu di Ajaib sekarang!

Bacaan menarik lainnya:

Giles et. al. (2003). Managing Collective Investment Funds. England : John Wiley & Sons Ltd


Ajaib merupakan aplikasi investasi reksa dana online yang telah mendapat izin dari OJK, dan didukung oleh SoftBank. Investasi reksa dana bisa memiliki tingkat pengembalian hingga berkali-kali lipat dibanding dengan tabungan bank, dan merupakan instrumen investasi yang tepat bagi pemula. Bebas setor-tarik kapan saja, Ajaib memungkinkan penggunanya untuk berinvestasi sesuai dengan tujuan finansial mereka. Download Ajaib sekarang.

Artikel Terkait