Reksa Dana

Mau Investasi Reksa Dana Saham? Pelajari Selengkapnya Yuk!

keuntungan reksa dana

Ajaib.co.id – Masih ragu dan butuh menimbang kelemahan dan keuntungan reksa dana saham? Berikut ulasan yang redaksi Ajaib telah himpun agar kamu bisa lebih yakin.

Sebagai seorang investor pemula, pasti akan kebingungan untuk memulai berinvestasi. Hal itu dikarenakan saking banyaknya jenis investasi, di antaranya ialah investasi saham, emas, reksa dana, hingga properti. Salah satu investasi yang bisa dipilih oleh investor pemula karena keuntungan yang dihasilkan ialah reksa dana.

Apa itu Reksa Dana?

Sebelum lebih jauh membahas reksa dana saham, yuk kita pelajari dulu apa itu reksa dana sendiri? Reksa dana adalah salah satu jenis investasi yang dilakukan dengan cara menghimpun dana dari para pemodal yang nantinya akan diinvestasikan dalam bentuk portofolio efek. Adapun nanti dana yang diinvestasikan itu akan dikelola oleh manajer investasi.

Meski memiliki keuntungan, reksa dana juga sudah pasti memiliki kelemahan. Maka dari itu, bagi pemula, kamu harus benar-benar memperhatikan kelemahan dan keuntungan dari investasi reksa dana.

Di bawah ini, akan dijelaskan mengenai kelemahan dan keuntungan reksa dana yang harus diketahui oleh investor pemula. Berikut penjelasannya

Kelemahan Investasi Reksa Dana

Ada beberapa kelemahan dalam investasi reksa dana ini. Kelemahan-kelemahan tersebut harus diketahui, agar kamu dapat menghindarinya. Adapun sejumlah kelemahan yang dimaksud adalah:

#1 Nilai Aktiva Bersih (NAB) pada Investasi Reksa Dana Mudah Mengalami Penurunan

NAB merupakan nilai yang menggambarkan berapa kekayaan bersih dari investasi reksa dana yang kamu punya tiap harinya. Nilai ini sendiri didapat dari hasil penjumlahan antara jenis investasi saham; dividen saham; dan kupon obligasi, yang dikurangi dengan biaya operasional dari investasi reksa dana yang kamu lakukan.

Sayangnya, nilai ini mudah sekali mengalami penurunan. Ada beberapa faktor yang memengaruhi penurunan NAB. Kinerja bursa saham yang memburuk, serta situasi politik dan ekonomi suatu negara adalah beberapa di antaranya. Bila penurunan NAB terus terjadi, maka hal itu akan berdampak negatif kepada investasi reksa dana yang akan kamu lakukan nanti.

#2 Nilai Pasarnya yang Mudah Mengalami Penurunan

Selain itu, nilai pasar juga menjadi kelemahan reksa dana. Apalagi nilai dari jenis investasi ini mudah sekali menurun, dan penyebabnya sendiri sama dengan faktor menurunnya NAB. Hanya saja, untuk nilai pasar, ada satu faktor lagi yang menyebabkannya menurun. Memburuknya kinerja pasar investasi reksa dana adalah faktor yang dimaksud.

#3 Likuiditasnya yang Berisiko

Salah satu elemen penting dalam investasi reksa dana. Menurut Wikipedia, likuiditas merupakan kewajiban perusahaan untuk membayar kewajiban atau utangnya. Kewajiban tersebut dibayarkan kepada para investor.

Sayangnya, likuiditas sering memberikan risiko baik untuk pelaku investasi saham, dan juga investasi reksa dana. Hal itu terjadi karena sejumlah hal. Situasi politik dan ekonomi negara, dan kebangkrutan perusahaan adalah beberapa contoh faktor tersebut.

#4 Berpotensi Terjadinya Default (Kelalaian)

Default atau kelalaian adalah kegagalan penerbit obligasi untuk membayar kewajiban berupa pokok obligasi kepada pemegang obligasi, di mana pelaku investasi reksa dana menjadi salah satu di antaranya. Default sendiri terjadi apabila Manajer Investasi (MI) membeli obligasi yang dipunyai penerbit obligasi yang ternyata sedang mengalami masalah finansial.

Akibatnya, penerbit obligasi pun gagal membayar pokok ibligasinya kepada MI dan juga investor reksa dana. Hal itu secara tidak langsung akan membuat investasi reksa dana yang kamu lakukan tidak menghasilkan keuntungan finansial sepeser pun.

Keuntungan Investasi Reksa Dana

Selain memiliki sejumlah kelemahan, investasi reksa dana ternyata juga memiliki sejumlah keuntungan. Bila kamu mengetahui dan dapat memaksimalkannya, maka keuntungan-keuntungan pada investasi reksa dana dapat memberikanmu keuntungan yang tak sedikit. Adapun keuntungan-keuntungan yang dimaksud adalah:

#1 Biaya Awalnya Relatif Terjangkau

Banyak yang mengira bahwa investasi reksa dana mesti dilakukan dengan biaya yang besar. Padahal, investasi reksa dana justru dapat dilakuukan dengan dana yang relatif terjangkau. Apabila kamu tertarik melakukan jenis investasi ini, kamu hanya perlu mengeluarkan dana sebesar Rp. 10 ribu saja. Relatif terjangkau bukan?

#2 Return-nya Relatif Tinggi

Walaupun biaya awalnya rendah, namun return (biaya pengembalian) dari jenis investasi ini relatif tinggi, Bahkan, menurut situs Bloomberg (yang dilansir dari laman Liputan 6), nilai return pada investasi reksa dana lebih tinggi dari investasi emas.

#3 Mudah Dikelola dan Aman

Investasi reksa dana bisa dikelola dengan mudah. Hal itu disebabkan karena dalam pengelolaannya nanti, kamu akan dibantu oleh Manajer Investasi (MI). Bahkan, kamu bisa menyerahkan seratus persen pengelolaan reksa danamu kepada MI. Selain mengelola, MI juga dapat membantumu dalam melihat dan menganalisis pasar saham yang merupakan ladang dari investasi reksa dana.

Selain mudah dikelola, investasi reksa dana juga relatif aman. Sebab, dana yang didapatkan dari investasi akan langsung disimpan ke rekening bank, utamanya ke bank kustodian. Bank kustodian akan menjaga uang hasil investasimu dengan aman, sehingga hasil investasi reksa dana tersebut tidak akan diambil oleh orang lain yang tidak bertanggung jawab.

#4 Transparan

Saat berinvestasi reksa dana, maka kamu akan mendapatkan informasi-informasi terkait perkembangan investasimu. Informasi-informasi tersebut bisa kamu akses dengan mudah dan transparan. Informasi-informasi tersebut bisa kamu akses secara daring (online) melalui situs-situs pasar saham atau situs lain yang berkaitan dengan jenis investasi ini.

Bila tidak, kamu bisa meminta MI untuk memberikan sejumlah informasi kepadamu. Nantinya, MI akan memberikan informasi tersebut, baik dalam bentuk surat kabar maupun lewat laporan keuangan tahunan.

#5 Mudah Tersedia di Berbagai Tempat

Bila kamu hendak melakukan investasi reksa dana, kamu tak perlu khawatir ke mana kamu harus melakukan investasi tersebut, Pasalnya, investasi reksa dana bisa dilakukan dan tersedia di berbagai tempat. Perusahaan manajemen aset dan agen penjualan reksa dana yang tersertifikasi adalah beberapa contoh tempat untuk melakukan invesatsi reksa dana.

Lalu Apa itu Reksa Dana Saham?

Reksa dana sendiri memiliki beberapa jenis mulai dari reksa dana pasar uang, pendapatan tetap, campuran, hingga reksa dana saham. Nah, reksa dana saham inilah termasuk salah satu jenis reksa dana yang bisa memberikan kamu keuntungan besar, namun tentunya risikonya pun lebih besar.

Reksa dana saham adalah jenis reksa dana yang menempatkan portfolio di saham. Di mana, manajer investasi mengelola portfolio dengan membeli dan menjual saham. Keuntungan atau kerugian diperoleh dari kenaikkan atau penurunan harga saham.

Kelebihannya, investasi ini hanya dilakukan pada saham perusahaan Berbadan Hukum Indonesia di Bursa Efek di Indonesia atau bursa efek luar negeri. Artinya, tidak sembarang perusahaan bisa dibeli sahamnya oleh reksa dana. Hal ini dilakukan untuk melindungi investor.

Selain itu, OJK juga mengatur perilaku investasi reksa dana saham, antara lain:

  • Dilarang membeli saham di bursa efek luar negeri yang informasinya tidak dapat diakses dari Indonesia melalui media massa atau fasilitas internet
  • Investasi maksimum pada satu saham adalah 10% dari nilai asset Reksadana.
  • Dilarang menguasai lebih dari 5% modal perusahaan dari saham terkait.

Return and Risk Reksa Dana Saham

Return and risk menjadi unsur yang saling berkaitan dalam berbagai jenis investasi reksa dana, termasuk reksa dana saham. Memahami return dan risk sangat penting untuk mendapat hasil maksimal dalam investasi. Sebagai investor kamu tidak bisa hanya melihat satu sisi, tapi juga harus memperhitungkannya secara menyeluruh dan matang antara untung dan rugi.

Reksa dana saham ini memang menawarkan high return, tapi dibalik itu terdapat high risk juga mengingat fluktuasi yang tidak dapat diprediksi.  Angka keuntungan maupun kerugiannya bisa naik turun kapan saja dengan tajam. Meski begitu risikonya tidak terlalu tinggi jika dibanding kamu terjun langsung ke dunia saham.

Selain itu, kamu juga bisa meminimalisir risiko dengan perencanaan keuangan dan juga melakukan analisis lebih dalam sebelum membeli, misalnya dengan membaca prospektus dan juga fund fact sheet.

Di Ajaib, kamu bisa dengan mudah menemukan prospektus dan juga fund fact sheet dari reksa dana saham yang akan kamu beli. Bahkan, saat ini kamu juga bisa melakukan investasi ini lewat aplikasi Ajaib.

Dengan menabung investasi di Ajaib, kamu bisa menyesuaikan dengan tujuan investasimu, misalnya kamu mengumpulkam uang untuk membeli barang seperti mobil, atau sekedar untuk jalan-jalan ke luar negeri, atau memang hanya untuk ditabung.

Selain itu, untuk berinvestasi reksa dana di Ajaib, kamu juga bisa memilih jenis investasi yang sesuai dengan tujuanmu, apakah investasi reksa dana pasar uang, pendapatan tetap, reksa dana saham obligasi, reksa dana campuran, dan sebagainya.

Di mana, dengan jenis reksa dana ini akan menentukan return dan risiko yang akan kamu dapatkan. Misalnya, ketika kamu memilih reksa dana saham, maka return yang kamu dapatkan bisa lebih tinggi dibanding dengan jenis reksa dana lainnya. Namun, risiko yang kamu dapatkan juga lebih tinggi.

Nah, di Ajaib lah kamu bisa melakukan konsultasi secara gratis dengan manajer investasi terbaik. Selain itu, Ajaib juga telah terdaftar dan diawasi Otoritas Jasa Keuangan yang menjamin instrumen investasi kamu dikelola dengan aman dan terjamin. Jadi, tunggu apalagi? Yuk mulai investasi sekarang di Ajaib dan dapatkan return kamu mulai sekarang!

Tips Investasi Reksa Dana Saham

1. Sesuaikan Profil Risiko

Sebelum memutuskan membeli reksa dana saham, pastikan kamu siap menerima risikonya. Jika kamu khawatir nilai turun, sebaiknya pindahkan aset kamu ke reksa dana dengan risiko yang lebih rendah.

2. Tentukan Tujuan/Target

Tujuan investasi menjadi hal penting yang harus kamu tentukan di awal. Khusus untuk reksa dana saham, sebaiknya kamu pahami kondisi pasar dan potensinya ke depan. Misal, pasar saham yang tercermin dari Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) sudah naik 50 persen sejak kamu mulai investasi. Boleh saja kamu mencairkan sebagian keuntungan yang kamu hasilkan.

3. Jangka Panjang

Investment Specialist Bahana TCW Invesment Management, Theodorus Nico Hadijan menjelaskan bahwa dalam lima tahun berinvestasi, biasanya investor tidak akan rugi, setidaknya nilai modalnya akan kembali (break even point/BEP). 

Menurutnya, potensi reksa dana saham terlihat dari kondisi ekonomi negara. Nah, Indonesia sendiri masuk dalam negara berkembang (emerging market), memiliki potensi tinggi untuk naik sehingga pasar sahamnya juga menarik dalam jangka panjang. 

4. Cost Averaging

Bila menghadapi penurunan nilai investasi, kamu bisa menggunakan strategi dollar cost averaging (DCA) atau yang biasa disebut sebagai investasi bertahap, atau rutin. Strategi DCA cocok untuk investor yang memiliki modal sedikit tetapi rutin berinvestasi.

Menurut riset Syailendra Capital, strategi DCA bisa mengalahkan strategi timing the market (membeli saat murah dan jual saat naik). DCA mengandalkan pengoptimalan biaya (cost) rata-rata investasi dalam jangka panjang, berbeda dengan strategi timing the market yang mengutamakan keahlian investor menentukan bottom (titik terbawah) pergerakan pasar dan masuk dalam jumlah besar.

5. Hindari Cek Portofolio Terlalu Sering

Reksa dana saham sangat berfluktuasi dalam jangka pendek. Jadi jangan terlalu sering mengecek portofolio setiap hari. Kalau hanya minus 5 persen dalam sebulan, apa artinya? karena kamu masih punya waktu 4 tahun 11 bulan lagi untuk kita mencapai tujuan keuangan kita.

Kita boleh saja melihat dan mempertimbangkan kembali portofolio dalam waktu tertentu, misalnya setahun sekali. Jadi kalau dalam setahun belum sesuai ekspektasi, kamu bisa mengambil langkah selanjutnya, apakah menambah atau mengalihkan ke produk yang lain.

Itulah beberapa hal mengenai reksa dana saham yang perlu kamu ketahui. Jadi, sudah siap jadi investor reksa dana saham? Yuk investasi sekarang di Ajaib!

Artikel Terkait