Pajak Langsung dan Tidak Langsung, Apa Perbedaannya?

pajak langsung
pajak langsung

Pajak langsung dan pajak tidak langsung merupakan pengelompokkan pajak yang disesuaikan dengan golongan atau cara pemungutannya.

Lalu, apa perbedaan antara kedua jenis pajak tersebut? Sebelum mengetahui perbedaannya, sebaiknya kamu mengetahui berbagai jenis pajak terlebih dahulu.

Ada tiga macam pengelompokkan pajak, yakni berdasarkan golongan atau cara pemungutan, sifat, dan lembaga pemungutannya.

Berdasarkan golongan atau cara pemungutan, pajak dikelompokkan menjadi pajak langsung dan pajak tidak langsung.

Berdasarkan sifatnya, pajak dikelompokkan menjadi pajak subjektif dan pajak objektif. Sementara berdasarkan lembaga pemungutan, pajak dikelompokkan menjadi pajak pusat dan pajak daerah.

Sebagai warga negara Indonesia, kamu harus membayarkan pajak kepada negara. Dengan membayar pajak, kamu sama saja ikut berkontribusi dalam pembangunan infrastruktur negara.

Perbedaan

Pajak Langsung merupakan pajak yang bebannya ditanggung sendiri oleh Wajib Pajak dan tidak bisa dialihkan kepada pihak lain. Artinya, pajak ini wajib dibayar sendiri oleh Wajib Pajak yang bersangkutan.

Sementara itu, pajak tidak langsung merupakan pajak yang bebannya bisa dialihkan kepada pihak lain. Artinya, pembayaran pajak tidak langsung bisa diwakilkan oleh pihak lain.

Pajak tidak langsung memiliki surat ketetapan pajak, sehingga pengenaannya pun tidak dilakukan secara berkala, namun dikaitkan dengan tindak perbuatan dari kerjadiannya.

Terdapat tiga unsur dari pajak tidak langsung, yaitu:

  • Penanggung jawab pajak.
  • Penanggung pajak.
  • Pemikul beban pajak.

Biasanya, pajak jenis ini melekat pada Wajib Pajak. Sehingga, hak dan kewajibannya tidak bisa dialihkan kepada orang lain.

Pajak yang termasuk ke dalam jenis pajak ini adalah:

  • Pajak penghasilan atau PPh.
  • Bumi dan Bangunan atau PBB.
  • Pajak Kendaraan Bermotor atau PKB.

Berikut ini adalah penjelasan mengenai masing-masing ketiga pajak di atas:

Pajak Penghasilan (PPh)

Pajak yang dikenakan kepada subjek pajak atas penghasilan yang diperoleh dalam tahun pajaknya. Kewajiban pajak dalam PPh melekat pada Wajib Pajak atau subjek pajak yang bersangkutan, sehingga tidak bisa diwakilkan.

Pajak Bumi dan Bangunan (PBB)

Dikenakan terhadap bumi dan bangunan, kemudian disesuaikan dengan Undang-undang Nomor 12 Tahun 1985 yang diubah ke Undang-undang Nomor 12 Tahun 1994.

Jenis pajak tersebut merupakan pajak yang sifatnya kebendaan. Besar atau kecilnya pajak terutang ditentukan oleh keadaan atau kondisi objek, yaitu bumi/tanah/bangunan.

Subjek atau Wajib Pajak PBB merupakan orang pribadi atau badan yang memiliki hak atas bumi, mendapatkan manfaat atas bumi, memiliki bangunan, menguasai bangunan, dan memperoleh manfaat atas bangunan.

Pajak Kendaraan Bermotor (PKB)

Pajak yang dikenakan atas kepemilikan kendaraan bermotor. Wajib Pajak kendaraan bermotor merupakan orang pribadi atau badan yang memiliki kendaraan.

Dengan mengetahui perbedaan antara kedua jenis tersebut, maka akan memudahkan kamu ketika ingin melakukan pembayaran pajak. Selain itu, kamu juga bisa memilih mana pajak yang harus dilaporkan sendiri dan diwakilkan.

Bacaan menarik lainnya:

Nurmantu, Safri. 2003. Pengantar Perpajakan. Kelompok Yayasan Obor: Jakarta.


Ajaib merupakan aplikasi investasi reksa dana online yang telah mendapat izin dari OJK, dan didukung oleh SoftBank. Investasi reksa dana bisa memiliki tingkat pengembalian hingga berkali-kali lipat dibanding dengan tabungan bank, dan merupakan instrumen investasi yang tepat bagi pemula. Bebas setor-tarik kapan saja, Ajaib memungkinkan penggunanya untuk berinvestasi sesuai dengan tujuan finansial mereka. Download Ajaib sekarang.

Mulai Investasi Reksa Dana Dengan Ajaib.
Ayo bergabung dengan Ajaib, aplikasi investasi online terbaik! Bebas biaya pendaftaran, bisa tarik dana kapan saja. Modal awal min. Rp10.000.
Facebook Comment
Artikel Terkait