Cryptocurrency

NFT dalam Cryptocurrency, Aset Digital yang Jadi Buah Bibir

nft-dalam-cryptocurrency

Ajaib.co.id – Di tahun 2021, tren NFT dalam cryptocurrency kian berkembang dan menjadi topik hangat yang banyak dibicarakan oleh masyarakat Indonesia.

Sebelum tren NFT dalam crypto semakin populer akhir-akhir ini. Masyarakat Indonesia pastinya juga pernah dihebohkan dengan tren aset digital lainnya, seperti DeFi dan Bitcoin.

Bitcoin, DeFi, dan NFT merupakan jenis-jenis aset digital yang saat ini menjadi tren perkembangan cryptocurrency dari waktu ke waktu yang dimulai dari munculnya Bitcoin pada 2009 silam.

Awal Mula Tren NFT dalam Cryptocurrency Naik Daun

Sebelum sepopuler seperti sekarang, NFT atau non fungible token sebenarnya sudah ada sejak 2014 silam. Kala itu, penggunaan NFT masih belum banyak atau masih kalah populer dibanding Bitcoin. Hadirnya NFT pada 2014 diharapkan bisa menjadi alternatif dari tren investasi cryptocurrency selain Bitcoin. Lantaran, pada tahun 2014 Bitcoin mengalami penurunan harga yang tajam hingga mencapai 50%.

Penurunan harga ini salah satunya disebabkan maraknya peretasan Bitcoin kala itu. Hal ini tentunya membuat para investor menjadi ragu untuk menaruh uangnya dalam bentuk Bitcoin. Tak ayal, harga Bitcoin pada 2014 menukik tajam hingga mencapai 50% dibanding 2013.

Apa yang membedakan NFT dan Bitcoin? NFT adalah sebuah teknologi kripto yang berupa digital certificate atas kepemilikan sebuah foto, video, dan bentuk-bentuk digital lainnya.

Sertifikat digital atas kepemilikan suatu foto, video, dan dalam bentuk digital lainnya akan disimpan secara aman di jaringan blockchain. Jaringan blockchain ini mendukung Ethereum, Bitcoin, dan juga mata uang digital lainnya.

Ilustrasi sederhana dari penggunaan NFT dalam cryptocurrency, misalnya kamu adalah seorang seniman yang punya sebuah lukisan, untuk memastikan bahwa kamu adalah pemilik dari lukisan tersebut. Kamu bisa memproteksi lukisan asli tersebut dengan sertifikat digital dengan kode unik di dalamnya tanpa ada satu orang pun di luar sana yang punya kode yang sama denganmu.

Jika NFT sudah dienkripsi ke dalam blockchain, hal ini membuat lukisan asli dengan sertifikat digital tersebut hanya milik kamu. Walaupun mungkin saja, banyak lukisan-lukisan serupa yang beredar di luar sana.

Kamu bukan hanya bisa mengoleksi barang berharga dalam bentuk digital di NFT. Melainkan, kamu juga bisa menjual koleksimu tersebut kepada orang lain. Punya aset digital NFT sama saja seperti kepemilikan sebuah aset berharga di dunia nyata.

Selain itu, NFT juga tidak punya nilai tukar seperti Bitcoin. Bila kamu membeli suatu barang seharga USD100, di saat itu nilai USD100 setara dengan harga Bitcoin yang ada di pasar. Sehingga, pertukaran yang dilakukan oleh pemilik Bitcoin bisa dikatakan setara dengan nilai tukar saat ini.

Hal ini berbeda dengan NFT dalam cryptocurrency, jenis aset digital satu ini tidak mengenal adanya kesetaraan nilai tukar. Sehingga, NFT yang kamu jual ke orang lain bisa jauh lebih mahal dibanding harga aslinya.

Oleh sebab itu, transaksi dengan menggunakan NFT ini banyak digunakan oleh para peserta tender saat ingin membeli atau menjual barang-barang berharga lewat mekanisme pelelangan.

Itulah perbedaan yang paling mencolok antara NFT dan Bitcoin dalam dunia cryptocurrency. Saat ini, NFT sudah menjadi tren di industri kreatif untuk melindungi hak cipta para kreator dari ancaman pemalsuan dan lain sebagainya. 

Seniman Terkenal Ini Meraup Hampir Rp1 Triliun dari NFT

Tren NFT dalam cryptocurrency semakin digilai di industri kreatif. Lantaran, adanya kisah sukses dari seorang seniman digital bernama Miken Winkelmann. Seniman satu ini berhasil menjual kolase dari seluruh karya ciptaannya yang pernah dibuat sebelumnya di NFT.

Hasil penjualan karya ciptaan Miken Winkelmann di NFT ini mencapai Rp998 miliar atau hampir Rp1 triliun. Koleksi digital milik seniman satu ini terdiri dari berbagai desain grafis yang pernah dibuat sebelumnya yang diberi judul Everydays: The First 5000 Days.

Selain itu, ada pula cuitan Twitter milik Jack Dorsey serta dokumentasi-dokumentasi lainnya dari para public figure tersohor yang bisa kamu temukan koleksinya di platform pelelangan online, seperti platform Valuables.

Potensi NFT di Masa Depan

Semakin banyaknya orang-orang di luar sana yang terjun dalam industri kreatif. Hal ini tentunya akan semakin memperbesar pasar NFT secara global. Lantaran, semua para kreator atau seniman di luar sana pasti setuju bahwa memerangi pemalsuan karya seni adalah suatu keharusan.

Bila dulu, dokumen yang sah untuk menunjukkan bahwa kamu adalah pemilik sebenarnya dari suatu barang berharga adalah berbentuk dokumen fisik. Di mana, dokumen fisik lebih rentan rusak, dipalsukan, dan lain sebagainya. Lewat NFT, para kreator atau seniman di luar sana tidak perlu khawatir dengan hal itu.

Karena sertifikat digital yang dibuat lewat NFT punya kode dan metadata yang unik sehingga dapat menunjukkan secara otentik bahwa kamu memang pemilik asli dari barang berharga tersebut.

Di Indonesia, fitur NFT dalam cryptocurrency ini sudah mulai diperkenalkan kepada seniman-seniman tanah air. Misalnya penulis Denny JA yang diketahui berhasil meraup Rp1 miliar dari lukisan yang dijual di NFT.

Hadirnya NFT ini juga merupakan peluang investasi yang menjanjikan bagi para seniman atau musisi di Indonesia. Di mana, Indonesia punya begitu banyak musisi-musisi legendaris dengan karya-karyanya yang hingga saat ini masih eksis di masyarakat.

Salah satu yang bisa dijual di NFT adalah dokumentasi perjalanan dari sebuah band atau musisi dari awal hingga saat ini. Sehingga, dokumentasi-dokumentasi yang sebelumnya dianggap tidak punya nilai. Saat ini, bisa dijual di NFT sebagai sistem royalty yang dinilai dapat mensejahterahkan para musisi Indonesia.

Kalau kamu, bagaimana? Apakah ada foto, video, atau dokumentasi digital yang menurut kamu keren dan bersejarah? Jika ada, kamu juga bisa mengoleksi dokumentasi bersejarah tersebut di NFT.

Artikel Terkait