Saham

Nasib Investor Jika Kode Broker di Running Trade Dihapuskan

Ajaib.co.id – Agaknya pengawas pasar modal merasa jengah dengan kelakuan publik yang banyak ikut-ikutan mengekor posisi investasi pihak lain. Laksono Widodo, selaku Direktur Perdagangan dan Pengaturan Anggota Bursa BEI, menegaskan ingin mengatur kebiasaan herding behavior ini.

Herding behavior adalah istilah Laksono untuk kebiasaan trader yang berjual-beli saham dengan mempertimbangkan posisi jual-beli yang tertera di running trade. Trader harian BPJS (Beli Pagi – Jual Sore) alias intraday trader memang katanya mengandalkan posisi broker di running trade.

Apakah kamu juga BPJS? Jika iya maka sebaiknya kamu pertimbangkan analisis saham dengan metode lain sebab per Juli 2021 bursa akan mengambil kebijakan untuk menghilangkan kode broker dari running trade.

Detail Kebijakan

Bursa Efek Indonesia (BEI) membuat kebijakan untuk tidak menampilkan kode broker dalam running trade. Jadi selama jam perdagangan bursa semua pelaku pasar tidak akan bisa melihat di running trade tentang broker mana yang sedang bertransaksi saham.

Akan tetapi bukan berarti kode broker tidak akan bisa terlihat lagi. Di akhir jam bursa riwayat transaksi per broker tetap ditampilkan. Aturan ini rencananya akan diberlakukan mulai minggu keempat bulan Juli 2021 nanti.

Laksono selaku direktur pembuat aturan broker di BEI menegaskan bahwa hal ini tidak akan membuat bursa jadi tidak transparan karena data jual-beli broker masih bisa diakses di akhir hari perdagangan. Beliau mengatakan bahwa penutupan kode broker di running trade akan mengurangi herding behavior dan hal ini sudah lumrah di bursa-bursa lain di dunia.

Selain penghapusan kode broker, bursa juga akan menghapus informasi seputar tipe investor asing dan lokal. Kebijakan penghapusan informasi tipe investor akan dilaksanakan enam bulan setelah penghapusan kode broker dari running trade.

Pertimbangan untuk keputusan penghapusan kode broker dan tipe investor adalah untuk mengurangi kebutuhan bandwidth data untuk mengurangi lagging alias keterlambatan sistem dalam merespon transaksi saham. Akhir-akhir ini memang bursa cukup ramai karena naiknya frekuensi perdagangan akibat kenaikan jumlah investor yang luar biasa di Indonesia.

Respon Pasar

Para pelaku pasar khususnya trader menanggapi hal ini dengan gusar. Sebuah petisi online dibentuk untuk menolak rencana BEI yang akan menghapus kode broker saham saat perdagangan yang akan dilaksanakan mulai Juli tahun ini.

Petisi online tersebut diadakan oleh Bunga Trader di Change.org dengan judul “Tolak Kebijakan BEI Terkait Penutupan Kode Broker & Tipe Investor” dan ditujukan kepada Direktur Utama Bursa Efek Indonesia dan Ketua Dewan Komisioner OJK.

Dalam petisinya Bunga Trader berpendapat bahwa kebijakan BEI terkait ‘Penutupan Kode Broker dan Tipe Investor’ dalam running trade di sistem perdagangan saham yang akan dimulai tanggal 26 Juli 2021 sangat tidak berpihak kepada investor dan sangat merugikan investor/trader ritel.

Alasannya adalah broker summary adalah salah satu alat pertimbangan bagi banyak trader dalam membeli saham. Trader yang dimaksud mencakup swing trader, trend follower, BPJS (Beli pagi jual sore) dan jenis-jenis lainnya.

Bunga Trader menyatakan bahwa trader yang paling terpengaruh adalah mereka yang menggunakan analisis bandarmology yang mengandalkan kode broker dan tipe investor terutama saat jam bursa.

Lebih lanjut Bunga Trader menjelaskan bahwa pengaruh dihilangkannya kode broker dan tipe investor akan menghalangi analisis apakah bandar sedang akumulasi atau distribusi. Bunga Trader menilai bahwa penutupan informasi tersebut akan membuat mata trader tertutup dalam jual-beli saham dan mengurangi kualitas analisis dan bisa mengakibatkan kerugian.

Petisi tersebut telah ditandatangani oleh 5199 orang per tanggal 20 Maret 2021.  

Perbedaan Broker Summary dan Kode Broker di Running Trade

Sebelum membahas pengaruh kebijakan ini terhadap nasib investor, penting adanya untuk meluruskan perbedaan mendasar dari Broker Summary dan Kode Broker di Running Trade.

Penting juga untuk diketahui bahwa penulisan artikel ini tidak condong kepada pelaku pasar maupun kepada bursa. Penulisan artikel ini semata-mata ditujukan demi kepentingan edukasi semata.

Mari kita cermati ulang pengumuman kebijakan ini yang dilasir dari Kontan:

Bursa Efek Indonesia (BEI) memutuskan akan menghapus informasi kode broker dan tipe investor di tampilan real time running trade. Keputusan ini akan berlaku pada 22 Juli 2021 dan disusul penutupan informasi tipe investor enam bulan setelahnya.

Akan tetapi, informasi kode broker dan tipe investor akan tetap tersedia pada data olahan di akhir hari perdagangan.

Jadi yang dihilangkan adalah kode broker pada running trade. Akan tetapi informasi kode broker dan tipe investor akan tetap tersedia pada data olahan (baca: Broker Summary) setelah jam bursa berakhir.

Artinya kode broker di running trade akan hilang, tapi broker summary masih tetap tersedia.

Untuk kamu yang masih asing dengan Broker Summary, berikut contoh Broker Summary:

Broker Summary berisikan informasi broker apa saja yang secara net/selisih transaksinya lebih banyak beli (net buy) dan broker apa saja yang secara net transaksinya lebih banyak jual (net sell) dalam sebuah periode.

Jadi kamu bisa intip broker summary di OLT sekuritasmu dalam periode satu hari, satu minggu, satu bulan, hingga 12 bulan, atur saja.  

Dengan melakukan pengolahan data broker summary maka kamu akan menemukan informasi tentang akumulasi atau distribusi di periode waktu tertentu.

Broker yang mengakumulasi dalam jumlah yang nilainya sangat signifikan akan disebut sebagai broker bandar, alias broker yang dikendarai bandar untuk markup atau markdown harga saham. Oleh sebab itu analisis broker summary disebut juga dengan bandarmology.

Sedangkan kode broker di running trade itu seperti ini;

Di atas adalah contoh running trade salah satu OLT sekuritas. Jadi running trade itu berisikan informasi detail perdagangan yang sedang berlangsung secara Live. Running trade diisi oleh data saham dan jumlah lot yang telah dibeli atau dijual oleh investor atau trader. Investor dan trader disimbolkan oleh kode broker yang mereka gunakan.

Data yang tersaji di running trade mbrodol begitu saja mengalir selama jam perdagangan dan akan terhenti di akhir perdagangan. Sedangkan Broker Summary berisikan ikhtisar atau ringkasan jual-beli saham tertentu dalam satu periode yang berisikan.

Itulah bedanya kode broker dalam running trade dan broker summary.

Bunga Trader dengan jelas mengatakan bahwa beliau khawatir dengan penghapusan broker summary, padahal yang dihapus adalah kode broker di running trade dan bukannya broker summary. Inilah kesalahpahaman yang perlu diluruskan.

Pengaruh Kebijakan Terhadap Trader

Pertanyaannya adalah trader yang mana yang akan terpengaruh dengan penghapusan kode broker?

Sebagai informasi, trader tipe trend follower dan swing trader akan memfilter sinyal beli dan jual berdasarkan indikator, pola grafik dan candlestick. Analisis yang seperti itu disebut juga dengan analisis teknikal.

Mereka umumnya cuek terhadap broker mana yang jual-beli karena fokus mereka adalah “Bagaimana gerak harga saat ini” dan bukan “Siapa yang menggerakkan saham saat ini”.

Sedangkan trader tipe copetan yang mencoba memanfaatkan “tarikan pagi” hasil pre-opening akan lebih fokus pada tebal-tipisnya fragmen harga di kolom bid-ask plus frekuensinya, analisis yang demikian disebut analisis Tape Reading. Trader tipe ini biasanya hanya mencoba mengambil 2 sampai 3 persen saja dalam sehari asalkan rutin. Mereka cenderung tidak peduli juga terhadap kode broker di running trade.

Lalu bagaimana dengan trader bandarmology?

Bunga Trader mengatakan bahwa para trader bandamology adalah yang paling akan terpengaruh ketika kode broker dan tipe investor dihapuskan.

Bahkan artikel dengan nada seperti di bawah ini juga tak kalah hebohnya;

“… banyak investor ritel yang menganggap broker summary adalah salah satu senjata dan perisai untuk melawan aksi goreng menggoreng saham yang diindikasikan marak terjadi di bursa lokal.

Memang pada akhir hari nantinya investor masih bisa menganalisa broker summary akan tetapi tentu saja hal ini sudah too little too late, karena tentunya strategi para bandar di hari esok belum tentu sama dengan hari ini.”

Too little too late dalam analisis broker summary?

Sebenarnya hal itu tidaklah salah namun tidak sepenuhnya tepat juga. Untuk analisis bandarmology kamu harus lebih niat dalam melakukannya dan memerlukan upaya yang lebih besar dari sekedar mengamati kode broker di running trade.

Dalam buku “Bandarmology – Membeli Saham Gaya Bandar Bursa” dijelaskan dengan detil cara mengolah data broker summary yang menjadi acuan para trader bandarmology.

Perlu diketahui bahwa akumulasi dan distribusi saham TIDAK DILAKUKAN DALAM SEHARI.

Melepas belasan juta lot dalam sehari tidak mungkin dilakukan karena bursa kita memberlakukan Auto Reject Bawah. Proses distribusi belasan juta lot ke market akan membuat harga turun lebih dari 25% dalam sehari dan itu tidaklah mungkin karena akan terhalang Auto Reject Bawah.

Demikian juga dengan proses akumulasi, hal itu tidak memungkinkan karena akan terhalang Auto Reject Atas. Jadi kalau dibilang penghapusan kode broker di running trade akan berdampak pada pembacaan strategi bandar kurang tepat juga karena bandar tidak melakukan strategi akumulasi dan distribusi dalam satu hari saja.

Proses Analisis Bandarmology

Para trader bandarmology tentu memperhatikan kode broker di running trade namun tidak terpaku pada itu saja. Yang lebih berperan dalam proses analisis bandarmology adalah Broker Summary.

Tahapannya adalah yang pertama mereka akan melihat tren akumulasi atau distribusi saham dalam periode tertentu, lalu mempelajari broker mana yang paling dominan dalam akumulasi atau distribusi.

Ketika sudah hapal broker mana yang pegang saham dalam jumlah banyak maka mereka akan masuk dalam posisi trading ketika akumulasi terjadi dan akan melepas jika tampak ada distribusi.

Namun, ketika distribusi pun trader bandarmology tidak lantas langsung menjual saham mereka, akan tetapi ditahan hingga tepat sebelum Markdown terjadi.

Lebih lengkapnya kamu bisa baca sendiri di buku buku “Bandarmology – Membeli Saham Gaya Bandar Bursa” atau mengikuti workshop yang diadakan oleh beberapa tim trader yang sudah terkenal trading saham ala bandar.

Argha J Karo Karo yang terkenal sebagai salah satu suhu saham beraliran bandarmology menjelaskan bahwa informasi kode broker dan tipe broker membantu investor ritel mengetahui siapa pemain yang sedang jual atau borong saham.

Beliau memantau running trade setelah selesai analisis broker summary dan mempelajari broker mana saja yang sedang pegang banyak “barang”.

Berikut contoh analisis bandarmology sederhana dari Broker Summary:

Jadi di atas adalah broker summary saham ADRO periode satu hari yakni Jumat 19 Maret 2021. Kamu bisa lihat bahwa selisih transaksi adalah net buy sebesar Rp320,4 miliar. Kotak hitam menyoroti broker-broker dengan nilai transaksi teratas di saham ADRO.  

Lalu di bawah ini adalah broker summary periode tiga bulan yakni sejak 19 Desember 2020:

Broker Summary ADRO Periode Tiga Bulan

Informasi diperoleh dengan menggunakan tool berbayar dari Stockbit

Jadi saham ADRO di hari Jumat 19 Maret 2021 ditransaksikan senilai Rp 484,9 Miliar dengan jumlah lot transaksi sebanyak 3,7 juta lot. Diketahui nilai transaksi selama 3 bulan terakhir adalah Rp 810,5 miliar dengan volume 6,6 juta lot dengan harga rata-rata Rp1226.

Perhatikan kotak hitam di atas, di posisi teratas kamu akan melihat kode broker yang berperan aktif di saham ADRO, itu broker yang sama yang kamu temui di broker summary sebelumnya bukan?

Mari kita lanjut dengan mengecek broker summary ADRO periode 6 bulan!

Broker Summary ADRO Periode Enam Bulan

Di atas adalah broker summary saham ADRO sejak bulan September 2020. Kamu akan melihat aktor-aktor yang sama di area kotak hitam. Ternyata selama 6 bulan terakhir telah ada 11,2 juta saham ADRO yang ditransaksikan senilai Rp1,47 triliun di harga rata-rata Rp1307 per saham.

Selanjutnya kita akan cari tahu broker summary di sebulan terakhir dan seminggu terakhir, atau periode lainnya untuk mencari tahu bagaimana aktor di balik gerak saham ADRO bertransaksi.

Kemudian setelah tahu saham sedang “dimainkan”, para trader bandarmology bisa ambil posisi trading. Lalu langkah terakhir adalah dengan memantau running trade untuk melihat apakah para aktor yang diketahui sedang pegang barang sedang transaksi di hari ini atau tidak.

Penutup Dalam Gaya Q&A

Q: Jadi ketika kode broker di running trade dihapuskan apa yang akan terjadi pada trader bandarmology?

A: Ya mereka tetap bisa lakukan analisis broker summary-nya namun tidak bisa melihat para aktor bermain secara real time. Artinya itu akan berpengaruh ketika para trader bandarmology hendak melepas saham atau ketika sedang memantau posisi tapi tidak berpengaruh terhadap analisis broker summary-nya.

Q: Jadi apakah pengaruhnya besar?

A: Tidak juga karena analisis bandarmology tidak sesederhana melihat running trade saja kawan, kamu harus lebih niat melakukannya dari sekedar memantau running trade 🙂

Q: Setelah kode broker dihapuskan, trader bandarmology pantau apa dong?

A: Bisa pantau kolom bid-offer atau bid-ask di aplikasi online trading sekuritasmu. Analisis tape reading adalah hal lain yang trader bandarmology umumnya kuasai.

Artikel Terkait