Menilik Prospek Saham PTPP Usai Pesta Demokrasi di Indonesia

Generasi milenial tentu asing dengan nama saham PTPP (PT Pembangunan Perumahan). Ini merupakan saham yang selalu tumbuh di setiap tahunnya. Terlebih setelah Republik Indonesia melakukan pesta demokrasi, Pemilihan Presiden pada bulan April lalu.

Seperti laporan tahun 2018, pendapatan PTPP anggota indeks Kompas 100 tumbuh 16,8% year on year (yoy) menjadi Rp25,12 triliun. Sementara, laba bersih juga tumbuh 3,4% yoy menjadi Rp1,5 triliun.

Pertumbuhan tersebut didukung dengan unit usaha PTPP Properti (PPRO) dan PTPP Presisi (PPRE). Perolehan pendapatan dan laba mereka juga terus bertumbuh seiring keinginan masyarakat, khususnya generasi milenial memiliki hunian.

Tercatat, PPRO memperoleh laba bersih di sepanjang tahun lalu sebesar Rp471,25 miliar atau naik 6% dari tahun sebelumnya. Namun, pendapatan PPRO tercatat turun 5,5% menjadi Rp2,55 triliun pada akhir 2018 dari posisi Rp2,7 triliun pada 2017.

Pada tahun politik ini, saat ada Pemilihan Umum serentak (Pemilu) 2019, para pengusaha konstruksi masih menunggu konsolidasi pemerintah baru yang nanti akan menjabat. Saham PTPP juga masih dalam tahap rotasi proses holding Badan Usaha Milik Negara (BUMN). Tentunya, hal ini bisa menimbulkan yang tidak diinginkan, peralihan dalam internal bisnis PTPP.

Saham yang Menarik Dibeli

Kendati masih tanda tanya karena menunggu pergantian kabinet. Saham PTPP menarik untuk dibeli dengan target harga di akhir tahun Rp2.490 karena pendapatan dan laba di tahun ini masih bisa tumbuh.

Sampai akhir tahun, seperti yang diprediksi oleh Analis MNC Sekuritas Rudy Setiawan, dikutip dari Kontan, saham PTPP menarik untuk dibeli dengan target harga di akhir tahun, Rp2.490. Terlebih, pendapatan dan laba di tahun 2019, usai pesta demokrasi masih terus tumbuh.

“Kinerja tumbuh didasari pada pembayaran yang masih akan diterima dan kinerja unit usaha yang juga tetap menarik di tahun ini,” kata Rudy.

PTPP Hilangkan Status Persero

PTPP mengubah anggaran dasarnya guna menghilangkan kata “persero” dari nama peruashaan. Perubahan status perusahaan persero usai akta inbreng holding perumahan dan pengembangan kawasan selesai. Perusahaan ini akan menjadi bagian dari anggota holding perumahan dan pengembangan kawasan bersama perseroan lainnya yang dipimpin Perum Perumnas.

Meski status persero akan dihapuskan, tetapi pemerintah masih memiliki kuasa melalui saham seri A di PTPP. Saham seri tersebut disebut juga dengan golden share, yang berarti pemilik saham memiliki hak atas pengendalian perusahaan.

Hal ini sesuai dengan aturan PP Nomor 72 Tahun 2016 tentang Perubahan Atas PP Nomor 44 Tahun 2005 Tentang tata Cara Penyertaan dan Penatausahaan Modal Negara Pada Badan Usaha Milik Negara dan Perseroan Terbatas.

Selain itu, sinergi BUMN sektor perumahan juga akan meningkatkan kemampuan bisnis antar lini usaha. Sehingga, lebih efisien dan tercipta kondisi finansial sehat, sekaligus memperbesar peluang ketersediaan dana untuk membangun perumahan nasional serta mengatasi kekurangan perumahan.


Ajaib merupakan aplikasi investasi reksa dana online yang telah mendapat izin dari OJK, dan didukung oleh SoftBank. Investasi reksa dana bisa memiliki tingkat pengembalian hingga berkali-kali lipat dibanding dengan tabungan bank, dan merupakan instrumen investasi yang tepat bagi pemula. Bebas setor-tarik kapan saja, Ajaib memungkinkan penggunanya untuk berinvestasi sesuai dengan tujuan finansial mereka. Download Ajaib sekarang.  

Share to :
Kembangkan uangmu sekarang juga Lakukan deposit segera untuk berinvestasi
Artikel Terkait