Menguat 10 Poin, Bagaimana Prospek Harga Saham PGAS di Tahun 2019?

Menguat 10 Poin, Bagaimana Prospek Harga Saham PGAS di Tahun 2019?

Saham PGAS (PT Perusahaan Gas Negara Persero Tbk) tercatat menguat sepanjang tahun 2019. Hingga pertengahan Agustus ini saja terkoreksi hingga 7,55%. Lalu bagaimana prospek saham PGAS?

Melihat data Bloomberg, harga saham PGAS pada 8 Agustus 2019 menguat 10 poin atau 0,51% ke level Rp1.960 pada perdagangan. Namun demikian, untuk periode 2019 yang masih berjalan, saham anggota holding BUMN minyak dan gas itu masih terkoreksi 7,55%.

Sesuai riset yang telah dipublikasikan oleh Bloomberg, volume distribusi PGAS diprediksi akan meningkat pada kuartal II/2019 hingga kuartal IV/2019.

Pada April lalu, perseroan yang sudah memiliki pasokan gas 20 million standard cubic feet per day (mmscfd)—20 mmscfd dari Blok Jambi Merang yang dikelola oleh PT Pertamina Hulu Energi.

Bahkan, PGAS menurutnya terbuka terhadap segala kemungkinan untuk membeli gas dari blok baru. Seperti cadangan gas baru yang ditemukan di Blok Saka Kemang, di Sumatra Selatan, yang dioperasikan oleh perusahaan berbasis di Spanyol, Repsol.

Sebelumnya, dalam riset yang berbeda, analis PT OCBC Sekuritas Indonesia Inav Haria Chandra menuliskan bahwa PGAS memulai 2019 dengan capaian yang terbilang lemah. Pasalnya, laba bersih turun 28%secara tahunan pada kuartal I/2019.

Penurunan laba pada kuartal I/2019 menurutnya disebabkan oleh pendapatan yang lebih rendah. Hal itu karena volume distribusi gas yang disebabkan oleh gangguan dari sisi pasokan.

Kendati demikian, Inav masih mempertahankan rekomendasi beli untuk harga saham PGAS. Target harga tidak berubah di level Rp3.000. Proyeksi pertumbuhan yang lebih baik karena risiko kurangnya kompetisi.

Ruang kenaikan ini juga sejalan dengan aliran masuk likuiditas. Posisi investor asing juga sudah lebih rendah bila dibandingkan dengan dua tahun lalu. Dengan kondisi ini, target harga berada di level Rp2.965 per saham.

Terobosan PGAS

Untuk mencari laba tambahan, PGAS juga melakukan beberapa upaya. Mereka meneken nota kesepahaman dengan Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia. Tentang kerja sama pemanfaatan gas bumi serta penyediaan teknologi informasi dan komunikasi.

Penandatanganan itu dilakukan di Hotel Sahid, Jakarta, 7 Agustus lalu. Kesepakatan itu dilakukan oleh Direktur Strategi Pengembangan Bisnis Perusahaan Gas Negara Syahrial Mukhtar dan Ketua Umum Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Hariyadi BS Sukamdani serta disaksikan oleh Direktur Utama Perusahaan Gas Negara Gigih Prakoso.

Direktur Utama Perusahaan Gas Negara Gigih Prakoso mengungkapkan kerja sama antara perhotelan, restoran, dan perseroan sudah berlangsung sejak lama. Akan tetapi, menurutnya hal itu perlu lebih ditingkatkan.

Sampai dengan Juni 2019, emiten berkode saham PGAS itu melaporkan sebanyak 370 hotel dan restoran telah dilayani perseroan. Adapun, lokasi pelayanan tersebar di Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, Bekasi, Cirebon, Medan, Palembang, Lampung, Surabaya, Sidoarjo, dan Batam.


Ajaib merupakan aplikasi investasi reksa dana online yang telah mendapat izin dari OJK, dan didukung oleh SoftBank. Investasi reksa dana bisa memiliki tingkat pengembalian hingga berkali-kali lipat dibanding dengan tabungan bank, dan merupakan instrumen investasi yang tepat bagi pemula. Bebas setor-tarik kapan saja, Ajaib memungkinkan penggunanya untuk berinvestasi sesuai dengan tujuan finansial mereka. Download Ajaib sekarang.  

Share to :
Tags: , , ,
Buat Deposit Pertama Sekarang
Artikel Terkait