Mengenali Duo Saham Indofood, Saham INDF dan Saham ICBP

Mengenali Duo Saham Indofood, Saham INDF dan Saham ICBP
Mengenali Duo Saham Indofood, Saham INDF dan Saham ICBP

Saham Indofood yang paling diandalkan ada dua, yaitu Saham INDF dan Saham ICBP. Kedua saham tersebut dikeluarkan oleh perusahaan PT Indofood Sukses Makmur Tbk dan anak perusahaannya PT Indofood CBP Sukses Makmur Tbk. Kedua saham Indofood tersebut direkomendasikan untuk dimiliki oleh para analis saham karena kinerja perusahaan yang bagus. 

Namun, dari segi keuntungan dan pendapatan anak perusahaan yang memegang saham ICBP bisnisnya jauh lebih diunggulkan sehingga harganya jauh lebih mahal dibandingkan harga saham induk perusahaannya.

Harga saham ICBP per hari Jumat, 1 November 2019 berada pada level Rp11.625. Sedangkan saham INDF berada di level Rp7.750. Ternyata hal ini bisa saja terjadi karena dipengaruhi oleh beberapa faktor.

Saham ICBP dipegang anak perusahaan Indofood yang memproduksi mi instan

PT Indofood CBP Sukses Makmur Tbk memproduksi berbagai macam makanan olahan seperti makanan ringan, bumbu makanan, makanan cepat saji, susu, biskuit, pasta, dan masih banyak lagi. Yang kamu pasti pernah mengonsumsi adalah mie instan. 

Mie instan dinilai berbagai pihak paling banyak membawa keuntungan pada ICBP karena mi instan milik perusahaan yang mengeluarkan saham ICBP ini sudah dijual hingga ke luar negeri. Kontribusi mi instan pada perusahaan menghasilkan pendapatan sebesar 63,1 % dari total pendapatan perusahaan seluruhnya di tahun 2018 kemarin.

Jika menilik dari sejarah kelahiran sahamnya, duo saham Indofood ini berumur cukup jauh. Saham INDF pertama kali ditawarkan kepada publik pada tahun 1994. Harga nilai per sahamnya Rp1.000 dan ditawarkan dengan harga Rp6.200. PT Indofood Sukses Makmur Tbk pernah mengalami masa keemasan di awal tahun 90-an, tapi mengalami kejatuhan di titik terendah ketika krisis moneter melanda Indonesia. Namun, berhasil bangkit lagi hingga sekarang.

Saham Indofood lainnya adalah saham ICBP. Saham ini ditawarkan ke publik pertama kali pada tanggal 24 September 2010 dengan nilai harga Rp100, dan ditawarkan kepada publik sebesar Rp5.395 per saham. Umur sahamnya memang jauh lebih muda dibandingkan saham INDF, tapi harganya berhasil melesat naik di atas Rp10.000 dalam kurun waktu kurang dari 10 tahun.

Saham INDF terpengaruh oleh tiga bidang anak usaha

Harga saham INDF lebih kecil dibandingkan harga saham anak perusahaannya saham ICBP adalah hal yang cukup wajar karena kinerja saham INDF dipengaruhi oleh kinerja ketiga anak usahanya yang terdiri dari agribisnis (CPO), konsumsi (ICBP), dan pengemasan, perkapalan serta distribusi.

Ketika kinerja sektor agribisnis sedang lesu, maka hal itu akan memengaruhi harga saham INDF secara keseluruhan dan besar kemungkinan terjadinya penurunan harga saham. Sementara itu kinerja bisnis saham Indofood yang paling stabil adalah ICBP yang menangani produksi mi instan terbesar se-Indonesia. 

Namun, meskipun seperti itu, kedua saham Indofood ini disarankan untuk dimiliki karena punya prospek yang bagus ke depannya, serta keuangan perusahaannya dikatakan.

Jadi, saham Indofood mana yang jadi pilihanmu? Saham INDF atau saham ICBP? Apapun yang kamu pilih, jangan sampai lupa untuk memulai investasi di Ajaib. Yuk nabung saham sekarang!


Share to :
Kembangkan uangmu sekarang juga Lakukan deposit segera untuk berinvestasi
Artikel Terkait