Mengenal Duo Saham Indofood, Saham INDF dan Saham ICBP

Mengenali Duo Saham Indofood, Saham INDF dan Saham ICBP
Mengenali Duo Saham Indofood, Saham INDF dan Saham ICBP

Indofood merupakan salah satu perusahaan bonafide yang sudah sejak lama bergabung dalam Bursa Efek Indonesia (BEI). Bahkan emitennya terbukti menjadi salah satu favorit dari pelaku pasar untuk dimiliki karena nilai investasinya terbilang tinggi. Ada dua emiten Indofood yang tersedia di bursa saham yakni Saham INDF dan Saham ICBP.

Saham INDF dikeluarkan oleh perusahaan PT Indofood Sukses Makmur Tbk sedangkan saham ICBP merupakan kode untuk emiten dari anak perusahaannya yakni PT Indofood CBP Sukses Makmur Tbk. Kedua saham Indofood tersebut direkomendasikan untuk dimiliki oleh para analis saham karena kinerja perusahaan yang bagus. 

Rekomendasi ini termasuk bagi investor pemula yang ingin mendapatkan pembagian dividen yang rutin. Bisa dikatakan jika saham INDF maupun saham ICBP merupakan emiten yang masuk dalam kategori saham Blue Chip di bursa saham Indonesia.

Kedua perusahaan ini merupakan pemain utama dalam sektor bisnis Food dan Beverage. Terbukti berbagai produknya yang hampir selalu ada di setiap rumah di Indonesia. Kebanyakan masyarakat Indonesia memilih untuk menggunakan produk perusahaan ini yang menjadi salah satu penunjang kinerja produksinya.

Namun, dari segi keuntungan dan pendapatan anak perusahaan yang memegang saham ICBP bisnisnya jauh lebih diunggulkan. Karena itu, sharga saham perusahaan produsen Indomie ini jauh lebih mahal dibandingkan harga saham induk perusahaannya.

Meski demikian, saham INDF lebih direkomendasikan karena valuasinya lebih terjangkau, berkisar Rp9.500. Dikutip dari pemberitaan Bisnis.com, para pakar pada 25 Februari 2020 menilai jika saham INDF ditargetkan berada di level Rp8.000. Selain itu, emiten ini juga rajin membagikan dividen bagi pemegang sahamnya, salah satu alasan kuat yang menghasilkan keuntunganmu buatmu kan.

Kemudian, kinerja perusahaan ini di tahun 2020 juga diprediksi akan terus cemerlang. Pasalnya, sejumlah produk perusahaan ini dinilai defensif alias mampu bertahan meskipun kondisi ekonomi lesu. Pasalnya, produk tersebut merupakan kebutuhan rutin masyarakat dan konsumennya terbilang sangat loyal. Sejumlah produk unggulannya antara lain tepung terigu Bogasari dan minyak goreng Bimoli.

Sama-sama Milik Indofood, Apa Beda Saham INDF dan Saham ICBP?

Ketika kamu mencari tahu soal saham Indofood, mungkin kamu akan mendapatkan informasi bahwa ada dua jenis saham yang tersedia yakni Saham INDF dan Saham ICBP. Apakah kamu bingung perbedaannya? Apakah bingung harus pilih yang mana?

Jangan khawatir, Ajaib akan menerangkannya untukmu.

Saham INDF ditopang oleh lini bisnis yang bergerak di bidang agribisnis (CPO), konsumsi (ICBP), dan pengemasan, perkapalan serta distribusi. Sejumlah produknya juga menjadi pilihan sebagian besar masyarakat Indonesia. Misalnya saja minyak goreng Bimoli, Palmia, dan margarin Royal Palmia. Selain itu, ada pula bumbu dapur, makanan bayi dan banyak lagi jenis lainnya.

Sementara Saham ICBP merupakan kode dari PT Indofood CBP Sukses Makmur Tbk yang memproduksi berbagai macam makanan olahan seperti makanan ringan, bumbu makanan, makanan cepat saji, susu, biskuit, pasta, dan masih banyak lagi. Yang kamu pasti pernah mengonsumsi adalah mie instan berupa Indomie yang sudah menjadi makanan favorit banyak orang.

Mie instan dinilai berbagai pihak paling banyak membawa keuntungan pada ICBP karena mi instan milik perusahaan yang mengeluarkan saham ICBP ini sudah dijual hingga ke luar negeri. Kontribusi mie instan pada perusahaan menghasilkan pendapatan sebesar 63,1 % dari total pendapatan perusahaan seluruhnya di tahun 2018 kemarin.

Jika menilik dari sejarah kelahiran sahamnya, duo saham Indofood ini punya perbedaan usia yang cukup jauh. Saham INDF pertama kali ditawarkan kepada publik pada tahun 1994. Harga nilai per sahamnya Rp1.000 dan ditawarkan dengan harga Rp6.200.

PT Indofood Sukses Makmur Tbk pernah mengalami masa keemasan di awal tahun 90-an, tapi mengalami kejatuhan di titik terendah ketika krisis moneter melanda Indonesia. Namun, berhasil bangkit lagi hingga sekarang.

Saham Indofood lainnya adalah saham ICBP. Saham ini ditawarkan ke publik pertama kali pada tanggal 24 September 2010 dengan nilai harga Rp100, dan ditawarkan kepada publik sebesar Rp5.395 per saham. Umur sahamnya memang jauh lebih muda dibandingkan saham INDF, tapi harganya berhasil melesat naik di atas Rp10.000 dalam kurun waktu kurang dari 10 tahun.

Saham INDF Lebih Direkomendasikan Para Pakar

Saham INDF lebih direkomendasikan oleh banyak pihak untuk dimiliki terlebih bagi investor pemula dan retail. Pasalnya, induk perusahaan ini disokong oleh berbagai perusahaan dengan sektor yang berbeda. Ketika kinerja sektor agribisnis sedang lesu, maka hal itu akan memengaruhi harga saham INDF secara keseluruhan dan besar kemungkinan terjadinya penurunan harga saham.

Namun hal ini bisa ditanggulangi oleh sektor lainnya yang mendongkrak kinerja perusahaan. Sementara itu kinerja bisnis saham Indofood yang paling stabil adalah ICBP yang menangani produksi mi instan terbesar se-Indonesia. Hanya saja memang harga sahamnya cukup mahal sehingga investor harus mengeluarkan dana yang tak sedikit.

Namun, meskipun seperti itu, kedua saham perusahaan dari Salim Group ini disarankan untuk dimiliki karena punya prospek yang bagus ke depannya serta keuangan perusahaannya dikataka stabil. Hanya saja untuk memilih mana satu yang akan dimiliki duluan, tentunya kembali pada pertimbangkan investasimu sendiri.

Jadi, saham Indofood mana yang jadi pilihanmu? Saham INDF atau saham ICBP?

Apapun pilihanmu, kamu bisa membeli emiten tersebut melalui aplikasi Ajaib. Meskipun harganya terasa mahal, hanya dengan Rp10.000 saja kamu bisa memilikinya dengan transaksi lewat Ajaib, penyedia produk reksa dana yang aman dan terjamin. Kamu juga bisa mendapatkan rekomendasi saham yang setara dengan saham INDF lainnya dari para ahli yang disediakan Ajaib.

Tunggu apa lagi, yuk investasi bersama Ajaib!


Ajaib merupakan aplikasi investasi reksa dana online yang telah mendapat izin dari OJK, dan didukung oleh SoftBank. Investasi reksa dana bisa memiliki tingkat pengembalian hingga berkali-kali lipat dibanding dengan tabungan bank, dan merupakan instrumen investasi yang tepat bagi pemula. Bebas setor-tarik kapan saja, Ajaib memungkinkan penggunanya untuk berinvestasi sesuai dengan tujuan finansial mereka. Download Ajaib sekarang.

Mulai Investasi Reksa Dana Dengan Ajaib.
Ayo bergabung dengan Ajaib, aplikasi investasi online terbaik! Bebas biaya pendaftaran, bisa tarik dana kapan saja. Modal awal min. Rp10.000.
Facebook Comment
Artikel Terkait