Mengenal Lebih dalam Kriptografi dalam Cryptocurrency

cryptocurrency

Jika kamu senang mengamati perkembangan teknologi dan berbisnis online, maka kamu mungkin pernah mendengar istilah Bitcoin. Bitcoin merupakan salah satu jenis cryptocurrency yaitu mata uang digital yang menggunakan enkripsi / kriptografi untuk memverifikasi setiap pengiriman unit uang antar pengguna sehingga tidak dapat dipalsukan.

Cryptocurrency beroperasi secara digital dengan teknologi sehingga tidak bergantung pada kebijakan pemerintah pusat dan tanpa campur tangan sebuah bank sentral. Nilai harga dari mata uang digital ini sebagian besar ditentukan oleh kekuatan buy and sell dan tidak dijamin oleh apapun sehingga tidak jarang jika cryptocurrency memiliki nilai turun lebih dari 20% dalam sehari.

Risiko Cryptocurrency

Hal ini membuat risiko berinvestasi dalam cryptocurrency tergolong tinggi. Namun, tidak sedikit pula perusahaan investasi yang menginvestasikan dananya melalui cryptocurrency seperti Bitcoin, termasuk perbankan skala besar yang sebelumnya berinvestasi di pasar saham.

Mata uang digital atau disebut cryptocurrency sebenarnya sudah terkenal sejak tahun 90-an, namun sistem yang muncul selalu gagal karena penipuan atau masalah keuangan bahkan gesekan antar karyawan. Namun, pada awal 2009 seorang programmer bernama Satoshi Nakamoto memperkenalkan sistem kas elektronik peer-to-peer bernama Bitcoin dan meraih kesuksesan.

Tanpa Perantara

Bitcoin bersifat terdesentralisasi, artinya mampu menghubungkan para pengguna melalui jaringan tanpa perantara atau pihak ketiga atau otoritas pusat. Melalui smartphone yang terhubung dengan internet, kamu dapat mengirim dan menerima uang dari manapun dan ke mana pun di seluruh dunia.

Menariknya hal ini dapat dilakukan kapan saja dan di mana saja tanpa perlu harus menuruti aturan dan batasan-batasan tertentu yang biasanya ditemukan jika kita menggunakan pihak ketiga seperti perbankan atau pemerintah. Teknologi ini dikenal dengan istilah Blockchain yaitu platform di mana cryptocurrency dijalankan.

Blockchain dalam Cryptocurrency

Blockchain berfungsi untuk mengatur dan menjaga setiap penambahan data yang tersimpan pada tiap-tiap blok, singkatnya Blockchain berbentuk buku digital yang mencatat semua riwayat transaksi yang terjadi dalam jaringan.

Catatan transaksi ini dienkripsi dalam sebuah kriptografi yang terdiri dari deretan alfanumerik yang secara otomatis memverifikasi sistemnya sendiri dan menambahkan catatan transaksi terbaru dalam interval waktu tertentu sehingga data yang ada terjamin keakuratannya.

Kriptografi adalah teknik matematis yang canggih dan bisa dipergunakan untuk mengamankan sistem dalam mata uang digital dengan mengkodekan aturan-aturan dalam sistem mata uang digital tersebut. Kemampuan Blockchain yang paling esensial adalah mendistribusikan informasi. Informasi tersebut didistribusikan pada setiap komputer individu yang disebut sebagai nodes.

Database Blockchain tidak dipegang oleh satu pihak namun beberapa komputer (ratusan atau ribuan) secara bersamaan sehingga sulit untuk diretas atau dikontrol oleh pihak tertentu. Jaringan Blockchain yang memverifikasi sistemnya sendiri dengan kriptografi juga membuat data menjadi terkubur sehingga lebih sulit untuk dimanipulasi.

Kelemahan dari Blockchain adalah distribusinya memerlukan daya komputasi konstan dari beberapa sumber yang berbeda untuk dapat beroperasi. Namun, terlepas dari hal tersebut Blockhain dinilai jauh lebih aman, mudah, dan praktis daripada sistem perbankan umum.

Kelemahan Blockchain

Jika sistem perbankan dapat diretas oleh pihak yang tidak bertanggung jawab, maka sistem Blockchain tidak bisa karena seperti yang sudah dijelaskan sebelumnya, untuk meretasnya seseorang harus melumpuhkan terlebih dahulu sistem semua pengguna Blockchain tersebut.

Selain Bitcoin, ada banyak jenis cryptocurrency yang beredar. Mengutip id.techinasia.com dan coinmarketcap.com, pada tahun 2017 tercatat lebih dari 1.300 cryptocurrency yang terdaftar. Masing-masing cryptocurrency tersebut tentu memiliki berbagai konsep yang berbeda namun ada juga yang memiliki konsep meniru koin lainnya. Contoh cryptocurrency selain Bitcoin adalah Ripple, Litcoin, Stellar, dan EOS.

Cryptocurrency menjadi booming dan diperbincangkan di berbagai negara karena memiliki beberapa manfaat, diantaranya adalah:

Memudahkan Pembayaran

Di beberapa negara seperti Tiongkok, warga negara sulit membelanjakan uang di luar negeri karena adanya kebijakan dari pemerintah Tiongkok. Hal tersebut dimaksudkan agar terjadi capital outflow dapat dicegah namun justru menjadi masalah bagi masyarakatnya yang berpergian ke luar negeri. Cryptocurrency yang tidak memiliki kebijakan moneter dari negara manapun membuatnya lebih simple untuk digunakan ketika berpergian ke luar negeri. Selain itu tidak memerlukan transaksi fisik dibandingkan uang kartal dimana kamu harus mengubah mata uang kamu di money changer negara lain terlebih dahulu.

Tidak Perlu Membayar Biaya Perantara

Jika kamu ingin membeli suatu barang di situs e-commerce seperti Amazon.com dan menggunakan kartu kredit maka kita perlu membayar kurang lebih 3% ke American Express, Visa, atau Mastercard.

Namun dengan cryptocurrency seperti Bitcoin, kamu tidak perlu membayar biaya perantara tersebut sehingga harga barang yang akan kamu beli akan turun. Hal tersebut juga berlaku jika kamu ingin mentransfer sejumlah uang kepada temanmu yang berada di luar negeri. Dengan Bitcoin, kamu dapat langsung memberikan uang ke dompet Bitcoin teman kamu yang ada di internet.

Membuka Rekening Mudah

Berbeda ketika membuka rekening di bank yang memerlukan persyaratan. Pembukaan rekening untuk menampung cryptocurrency sangat mudah. Meskipun ada beberapa syarat tetapi tidak sesulit dan serepot ketika kamu mendaftar rekening di bank.

Dengan segala kemudahan yang ada cryptocurrency menjadi lebih diterima di masyarakat global, tetapi walau begitu kamu harus tetap berhati-hati. Ada beberapa hal yang harus kamu waspadai ketika meggunakan cryptocurrency, yaitu sebagai berikut:

Tidak Semua Cryptocurrency Dapat Digunakan Sebagai Mata Uang

Crytocurrency yang paling mudah diterima saat ini hanyalah bitcoin. Jika kamu berminat untuk menggunakan jenis cryptocurrency lainnya, maka kamu harus berhati-hati. Jangan sampai tertipu tawaran untuk membeli cryptocurrency.

Fluktuasi Nilai Cryptocurrency Tidak Dapat Diprediksi

Hal ini terhadi karena tidak ada satu negara pun yang mengendalikan mata uang digital ini. Oleh karena itu lebih baik tidak menggunakan cryptocurrency sebagai investasi jangka panjang. Lebih baik menggunakan cryptocurrency sebagai kemudahan pembayaran atau sebagai penghasilan sampingan.

Investor Bodong Menggunakan Cryptocurrency

Tidak adanya regulator yang mengendalikan mata uang digital satu ini. Maka skema Ponzi dan money game pun banyak beredar sehingga kamu perlu benar-benar memperhatikan investasi yang hendak diambil.

Cryptocurrency memang sedang booming dan menjadi perbicangan dimana-mana. Namun perusahaan tidak boleh gegabah melainkan harus mampu secara kritis memanfaatkan peluang yang ada dan memperhitungkan return dan risikonya.

Oleh sebab itu jika kamu ingin berinvestasi maka kamu harus melakukan diversifikasi. Yaitu melakukan investasi di berbagai instrumen investasi untuk meminimalisasi risiko.

Jika kamu ingin melakukan trading cryptocurrency, ada dua cara sederhana untuk melihat peruntungan. Yaitu beli saat murah dan jual saat tinggi atau beli saat terlihat peluang naik dan menjual saat harga lebih tinggi dari harga beli.

Keberadaan cryptocurrency di Indonesia sebenarnya belum direstui oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Alasannya, perdagangan mata uang digital memiliki risiko tinggi karena sifatnya spekulatif. Bank Indonesia juga sejak tahun 2018 melarang transaksi pembayaran menggunakan Bitcoin.

Pasalnya, dikhawatirkan jika penggunaan Bitcoin akan dimanfaatkan untuk perbuatan melawan hukum.

Namun bukannya redup, mata uang digital satu ini hingga saat ini masih diburu para investor karena dianggap menjanjikan selain itu diyakini regulasi mengenai cryptocurrency akan ditingkatkan, penggunaannya mudah, Blockchain akan bertahan, dan menjanjikan masa depan.

Didominasi oleh kalangan muda, jumlah anggota Bitcoin di Indonesia mencapai 600 ribu orang pada akhir 2017. Jumlah ini melebihi setengah investor di pasar modal.


Ajaib merupakan aplikasi investasi reksa dana online yang telah mendapat izin dari OJK, dan didukung oleh SoftBank. Investasi reksa dana bisa memiliki tingkat pengembalian hingga berkali-kali lipat dibanding dengan tabungan bank, dan merupakan instrumen investasi yang tepat bagi pemula. Bebas setor-tarik kapan saja, Ajaib memungkinkan penggunanya untuk berinvestasi sesuai dengan tujuan finansial mereka. Download Ajaib sekarang.

Share to :
Kembangkan uangmu sekarang juga Lakukan deposit segera untuk berinvestasi
Artikel Terkait