Cryptocurrency, Teknologi

Kriptografi adalah Ilmu Wajib di Dunia Cybersecurity

Ajaib.co.id – Jika kamu senang mengamati perkembangan teknologi dan berbisnis online, maka kamu mungkin pernah mendengar istilah Bitcoin. Bitcoin merupakan salah satu jenis cryptocurrency yaitu mata uang digital yang menggunakan enkripsi atau kriptografi untuk memverifikasi setiap pengiriman unit uang antar pengguna sehingga tidak dapat dipalsukan. Secara tidak langsung kriptografi adalah salah satu aspek penting yang harus kamu kuasai ketika ingin terjun di dunia cybersecurity. Lalu apa itu kriptografi?

Apa itu Kriptografi?

Kriptografi berasal dari bahasa Yunani dengan memadukan dua kata, yaitu kryptos dan graphein. Kryptos berarti tersembunyi atau rahasia, sedangkan graphein memiliki arti menulis. Sehingga, makna kriptografi secara harfiah ialah menulis secara tersembunyi untuk menyampaikan pesan-pesan yang perlu dijaga kerahasiaannya.

Di Indonesia sendiri ilmu kriptografi disebut juga dengan sandisastra. Di mana, ilmu ini dipelajari untuk melakukan berbagai upaya komunikasi antar individu atau kelompok secara aman tanpa kehadiran pihak-pihak yang tidak diinginkan. Pun salah satu tujuannya yang lain ialah menganalisis komunikasi yang sulit dipahami.

Sedangkan, menurut Geeksforgeeks, kriptografi adalah sebuah metode yang digunakan untuk melindungi informasi dan saluran komunikasi melalui penggunaan kode yang nantinya ditujukan agar informasi tertentu hanya dapat dibaca serta diproses oleh mereka yang memiliki akses khusus.

Kriptografi juga mengacu pada informasi dan teknik komunikasi yang berasal dari konsep matematika dan seperangkat perhitungan berbasis aturan yang disebut algoritma.

Algoritma dan konsep perhitungan matematika inilah yang nantinya akan digunakan untuk mengubah sebuah pesan dengan cara yang sulit diuraikan. 

Contoh algoritma ini sering digunakan untuk pembuatan kunci kriptografi, penandatanganan digital, verifikasi untuk melindungi privasi data, penjelajahan situs web di internet, dan komunikasi pribadi seperti transaksi kartu kredit dan email.

Sejarah Kriptografi

Menurut catatan sejarah, kriptografi telah eksis sejak masa kejayaan Yunani atau kurang lebih sekitar tahun 400 Sebelum Masehi. Di mana, kriptografi menjadi alat yang digunakan untuk membuat pesan tersembunyi di Yunani pada waktu itu disebut Scytale dengan berbentuk batangan silinder dengan kombinasi 18 huruf.

Di masa Romawi, penggunaan kriptografi semakin intens karena pertimbangan stabilitas negara. Meski teknik yang digunakan tidak serumit Yunani, namun untuk memahami pesan kriptografi dari masa Romawi terbilang cukup sulit.

Berdasarkan aspek historis di atas, kriptografi klasik maupun modern memiliki kesamaan prinsip yang besar dan tidak dapat disangsikan lagi, yaitu tujuan kriptografi adalah keamanan.

Metode Kriptografi

Kriptografi merupakan enkripsi informasi yang telah diklasifikasikan menjadi tiga jenis metode yang berbeda. Sehingga, tugas seorang security enginer atau cyber security adalah menentukan metode kriptografi apa yang paling sesuai dengan kebutuhan perusahaan. Agar lebih jelasnya, di bawah ini adalah beberapa metode kriptografi yang harus kamu pahami.

1. Symmetric key cryptography

Metode satu ini sering disebut juga sebagai kriptografi kunci rahasia.  Di mana, dalam metode ini penerima dan pengirim informasi hanya menggunakan kunci untuk mengenkripsi dan mendeskripsikan pesan. 

Jenis kriptografi yang sering digunakan dalam metode ini adalah AES atau advanced encryption system. Di mana, pendekatan yang diterapkan melalui jenis tersebut sering dianggap lebih efisien dan lebih cepat dibanding metode lainnya. Beberapa jenis kriptografi kunci rahasia lainnya adalah:

  • blok
  • blokir sandi
  • DES (Data Encryption System)
  • RC2
  • IDEA
  • Blowfish
  • Stream cipher

2. Public key cryptography

Metode ini adalah konsep perlindungan data yang paling revolusioner dalam kurun waktu 300 hingga 400 tahun terakhir.  Di mana, metode ini lebih dikenal dengan kriptografi kunci publik yang memanfaatkan dua kunci yang saling berkaitan, yaitu kunci publik dan privat.

Meskipun kunci publik dapat didistribusikan secara bebas, jika mereka dipasangkan dengan kunci privat, kode enkripsi dan data dalam kunci tetap menjadi rahasia. 

Selain itu, public key cryptography dianggap lebih aman dan terjamin bila dibandingkan dengan symmetric key cryptography. Metode kriptografi yang sering digunakan dalam metode ini adalah RSA. Terlepas dari itu, ada beberapa jenis lainnya yang sering digunakan. Contoh penggunaan kriptografi metode ini adalah seperti:

  • DSA
  • PKC
  • teknik kurva elips/elliptic curve techniques

3. Hash function

Meringkas informasi dan mengirimkan penjelasannya yang telah dirangkum adalah sistem kerja dari metode kriptografi satu ini. Di mana, metode ini mengandalkan persamaan matematika, yaitu algoritma akan mengambil nilai numerik sebagai input dan menghasilkan pesan yang akan diringkas oleh hash

Metode ini tidak memerlukan kunci apa pun karena fungsinya telah disesuaikan untuk skenario pengiriman data satu arah. Ada berbagai macam putaran operasi hashing, dan setiap putaran menganggap input sebagai larik dari blok terbaru sehingga menghasilkan aktivitas putaran terakhir sebagai output.

Teknik dan Tujuan Kriptografi

Di era serba digital seperti saat ini, kriptografi menjadi hal penting dan menjadi sebuah disiplin ilmu yang berkaitan erat dengan konsep kriptologi dan kriptanalisis. 

Di mana, konsep ini mencakup teknik seperti microdots, yaitu teknik menggabungkan kata dengan gambar, dan cara-cara lain yang serupa untuk menyembunyikan pesan dan informasi dalam storage pilihan atau transit. 

Namun, dalam dunia yang yang telah serba digital, kriptografi kini sering dikaitkan dengan teknik scrambling, yaitu metode pengubahan teks biasa menjadi teks sandi.

Kedua proses ini lebih dikenal dengan istilah enkripsi dan dekripsi. Pasti sudah tidak asing lagi bukan dengan istilah ini?

Dengan adanya perubahan prioritas teknik yang digunakan untuk melindungi data, istilah kriptografi bergeser menjadi kriptografi modern yang memiliki tujuan dan menjadi pedoman untuk para kriptografer. Berikut adalah penjelasannya:

  • Confidentiality: Informasi yang dilindungi tidak akan bisa diakses oleh siapa pun yang tak memiliki wewenang.
  • Integrity: Data yang akan diterima dan dikirim tidak dapat diubah tanpa sepengetahuan kedua belah pihak.
  • Non-repudiation: Pihak pengirim atau penerima tidak akan bisa menyangkal tujuannya menciptakan atau mengubah data.
  • Authentication: Pihak penerima dan pengirim dapat mengetahui identitas masing-masing serta sumber data yang sedang mereka gunakan.

Prosedur dan protokol yang memenuhi semua kriteria di atas adalah sistem kriptografi yang sering dianggap sebagai program yang hanya mengacu pada prosedur perhitungan matematika dan computer programming.

Namun, kenyataannya pegiat kriptografi kini juga memasukkan pengaturan yang telah disesuaikan dengan perilaku manusia. Misalnya seperti memilih kata sandi yang sulit ditebak, log off otomatis bila sistem sedang tidak digunakan, dan larangan diskusi prosedur sensitif dengan pihak luar yang tak memiliki wewenang.

Cara Terbaik Menerapkan Kriptografi

Wah semakin menarik ya belajar ilmu kriptografi. Nah, meskipun kamu bukan seorang yang andal di bidang coding, aspek-aspek kriptografi adalah suatu hal yang dapat kamu terapkan untuk kepentingan pribadi, lho.

Menurut Kaspersky, kamu sebagai pengguna harus selalu mengenkripsikan pesan apa pun yang mereka kirim. Idealnya, pemula dapat menggunakan bentuk enkripsi kunci publik. 

Kamu juga bisa mengenkripsi file penting atau sensitif, seperti kumpulan foto keluarga hingga data perusahaan yang tak jarang kita bawa ke rumah untuk diselesaikan.

Cara mudah untuk mengenkripsikan data metode cryptography adalah dengan mencari solusi keamanan yang sudah menyertakan algoritma kriptografi kuat dengan tampilan antarmuka yang mudah digunakan. Sehingga bisa membantu kamu memastikan kualitas fungsi enkripsi secara teratur dan mencegah kehilangan data.

Meskipun perangkat seluler, hard drive, atau media penyimpanan lainnya hilang, dengan metode enkripsi yang baik, data dapat selalu di back-up dan tidak mudah untuk dipergunakan pihak yang tak memiliki wewenang.

Artikel Terkait