Investasi Syariah, Reksa Dana

Mengenal Investasi Reksa Dana Syariah

Mengenal Investasi Reksa Dana Syariah

Produk-produk berbasis syariah memang mendapatkan animo yang tinggi dari masyarakat Indonesia. Mulai dari pakaian, kuliner dan berbagai kebutuhan sehari-hari lainnya. Tak terkecuali pada bidang keuangan syariah termasuk pula investasi reksa dana syariah.

Hal ini tidak terlepas dari penduduknya yang mayoritas muslim dan merupakan negara dengan populasi muslim terbesar di dunia. Terlebih lagi ajaran agama Islam sendiri memang mensyaratkan pemelukanya untuk hidup sesuai dengan prinsip syariah. Masyarakat juga semakin sadar pentingnya menerapkan gaya hidup syariah ini beberapa waktu belakangan.

Dengan semakin meningkatnya kemampuan ekonomi maupun kesadaran pemeluk agama Islam maka preferensi mereka juga semakin bertambah dan berkembang. Perkara halal dan haram menjadi salah satu yang esensial dan sangat penting bagi umat Islam.

Khusus dalam hal keuangan, agama dengan jumlah pemeluk terbesar di Indonesia ini memang punya aturan sendiri yang mengikatnya. Persoalan keuangan Islam atau kerap disebut muamalah memang memiliki konsep dasar yang matang. Pengaturannya juga cukup komplit sehingga masih relevan diterapkan hingga saat ini.

Selain itu, Majelis Ulama Indonesia (MUI) selaku organisasi yang memberikan arahan secara nasional umat Islam di Indonesia juga update mengeluarkan fatwa atau rekomendasi mengenai produk syariah yang ada. Hal ini berlaku pula untuk produk investasi dan reksa dana menjadi salah satu jenis investasi yang dianggap halal dan boleh dilakukan oleh umat Islam.

Investasi Reksa Dana Syariah, Dijamin Kehalalannya Dengan Fatwa MUI

Selain perbankan syariah dan properti syariah yang berkembang pesat, produk investasi syariah juga kian marak. Keberadaannya memang menjadi solusi bagi investor muslim yang ingin merasakan manisnya buah investasi namun tetap berpegang teguh pada prinsip agamanya.

Tidak bisa dipungkiri, manusia dewasa ini butuh perencanaan keuangan yang matang untuk menghadapi masa depan. Dengan kondisi harga semua kebutuhan serba meningkat, kita tak bisa lagi sekedar mengandalkan tabungan atau pendapatan rutin. Harus ada jaring pengamanan untuk kebutuhan finansial di masa mendatang.

Solusinya bisa diwujudkan dengan mengalokasikan sejumlah uang untuk berinvestasi. Jika merasa tak yakin dengan kehalalannya maka bisa memilih untuk berinvestasi syariah. Ada sejumlah instrumen investasi yang kehalalannya telah disetujui MUI antara lain saham syariah, investasi emas, properti, deposito, dan reksa dana syariah.

Kamu yang awam dengan investasi namun ingin mendapatkan hasil terbaik dari uangmu sembari tetap menganut prinsip syariah mungkin adalah calon investor yang tepat untuk jenis reksadana syariah. Karakteristik investasi ini sendiri memungkinkanmu untuk mulai berinvestasi 1 tahun, 3 tahun atau bahkan 10 tahun.

Setiap jangka investasi bisa kamu sesuaikan dengan tujuan finansial yang ingin dicapai. Misalkan hasil reksadana pendapatan 1 tahunan akan dijadikan uang muka kendaraan sedangkan reksa dana saham sebagai tabungan pensiun nanti karena jangkanya hingga 10 tahunan.

Investasi reksa dana syariah sendiri memiliki fitur yang sama persis dengan jenis konvensional. Hanya saja produknya terbatas karena memang pelaksanaannya terikat dengan aturan sesuait dengan fatwa MUI. Namun bukan berarti kamu perlu ragu untuk membelinya karena pilihannya sendiri sudah cukup banyak saat ini.

Dengan demikian, tidak mengherankan kalau peminat pada investasi reksa dana berbasis syariah juga semakin meningkat. Kali ini, Ajaib akan coba mengulas untuk lebih mengenal mengenai investasi reksa dana syariah. Mulai dari keunggulan serta ciri-cirinya.

#Keunggulan Reksa Dana Syariah

Sama halnya seperti reksa dana konvensional, kamu tidak perlu menyiapkan dana besar. Dengan minimal Rp100.000 kamu sudah siap untuk mulai berinvestasi.

Selain menjanjikan keuntungan secara materiil, investor reksa dana syariah juga bisa mendapatkan ketenangan batin karena merupakan sebuah investasi halal. Keunggulan lainnya adalah sistem investasi yang sudah modern.

Investor dapat menyetorkan uang dengan mudah karena transaksi bisa dilakukan secara online. Manajer Investasi yang dipercaya mengelola keuangan, adalah seseorang yang sudah paham betul cara mendatangkan keuntungan bagi para investor. Selain itu, dana juga akan disimpan di bank kustodian yang aman dan terjamin.

#Ciri-ciri Reksa Dana Syariah

Ada beberapa ciri dari reksa dana syariah yang membedakannya dari reksa dana konvensional. Ciri-ciri tersebut wajib diketahui agar kamu bisa yakin bahwa kamu sudah memilih investasi yang tepat.

1. Tercantum pada Daftar Efek Syariah

Reksa dana syariah dikeluarkan oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK) melalui Daftar Efek Syariah (DES). Oleh karena itu, nama dan jenis perusahaan penyedia jasa investasi akan tercantum dalam DES. DES akan melakukan verifikasi terhadap kehalalan investasi setiap perusahan yang memperjualbelikan reksa dana syariah.

2. Diawasi oleh Dewan Pengawas Syariah

Lembaga keuangan konvensional hanya terdaftar dan diawasi oleh OJK. Lain halnya dengan perusahaan reksa dana syariah yang juga diawasi oleh DPS selain OJK. DPS atau Dewan Pengawas Syariah yang berfungsi untuk mengawasi cara kerja dan beragam aktivitas investasi agar sesuai dengan syariah. Di dalam DPS juga telibat OJK sebagai kepanjangan tangan dari pemerintah.

3. Terdapat Proses Cleansing

Proses cleansing atau pembersihan merupakan proses yang menjadi ciri khas utama pada reksa dana syariah. Di sinilah peran utama DPS dalam menjaga kehalalan investasi. Proses cleansing meliputi berbagai pembersihan pada segala hal yang memungkinkan untuk menodai kehalalan uang yang didapatkan selama proses investasi.

Dalam proses cleansing, sebagian besar keuntungan tidak akan langsung masuk pada investor. Melainkan, akan melalui pembersihan dengan cara mengarahkannya pada hal-hal yang bersifat amal.

Pastinya fokus setiap orang dalam berinvestasi adalah untuk memperoleh keuntungan sebesar-besarnya. Namun, dalam reksa dana syariah, bukan hanya keuntungan yang menjadi fokus. Melainkan juga proses dan hasil yang halal serta berkah. Sehingga imbal hasil investasi tidak saja diperhatikan mengenai berapa dan apa saja yang diperoleh, tetapi juga bagaimana cara memperolehnya.

#Perkembangan Investasi Reksa Dana Syariah di Indonesia

Investasi reksa dana syariah awalnya dirilis pada tahun 1997 silam. Kehalalannya dijamin Majelis Ulama Indonesia (MUI) melalui Dewan Syariah Nasional (DSN) kemudian mengeluarkan fatwa yang berkaitan langsung dengan pasar modal dengan Nomor 20/DSN-MUI/IV/2001 tentang Pedoman Pelaksanan Investasi Untuk Reksa Dana Syariah.

Perkembangan reksa dana berbasis syariah ini juga cukup signifikan ditilik dari segi jumlah. Berdasarkan data Otoritas Jasa Keuangan (OJK), saat ini terdapat 265 produk reksa dana syariah hingga Agustus 2019. Padahal jumlahnya hanya 48 produk pada tahun 2010. Peningkatan per tahunnya mencapai 18,63% per tahun sedangkan reksa dana konvensional hanya 13,03%.

Besaran unit penyertaannya dan dana kelolaannya juga semakin tinggi dari tahun ke tahun. Selama 3 tahun belakangan, asset management alias dana kelolaan reksa dana bahkan naik lebih dari 23% per tahun. Tercatat, pada 2016, Asset Under Management (AUM) reksa dana syariah berkisar Rp270 triliun kemudian pada Juli 2019 sudah mencapai Rp520 triliun.

Jumlah produknya juga semakin banyak dengan pertumbuhan yang sangat signifikan. Variasi reksa dana syariah sendiri lebih banyak dari yang konvensional antara lain saham, obligasi, terproteksi, berbasis sukuk dan banyak jenis lainnya. Kamu bisa memilih mana satu yang sesuai untuk masuk dalam portofoliomu.

Pertumbuhan produk reksa dana syariah dinilai lebih signifikan dibandingkan produk konvesional. Itulah kenapa jenis investasi ini semakin banyak diminati. Tak hanya di Indonesia, investasi reksa dana syariah juga disukai di negara Eropa dan Amerika.

Meskipun negara tersebut tidak memiliki basis investor muslim yang besar namun kelebihannya menjadi salah satu daya tarik utama. Selain itu, prinsip investasi Islam yang lebih terbuka dan memberi keuntungan yang setara antara kedua belah pihak menjadi faktor penentu.

Ajaib merupakan aplikasi investasi reksa dana online yang telah mendapat izin dari OJK, dan didukung oleh SoftBank. Investasi reksa dana bisa memiliki tingkat pengembalian hingga berkali-kali lipat dibanding dengan tabungan bank, dan merupakan instrumen investasi yang tepat bagi pemula. Bebas setor-tarik kapan saja, Ajaib memungkinkan penggunanya untuk berinvestasi sesuai dengan tujuan finansial mereka. Download Ajaib sekarang.

Artikel Terkait