Mengenal dan Belajar Sistem Pajak Indonesia untuk Pemula

pajak indonesia
pajak indonesia

Pajak Indonesia sudah diatur melalui Pasal 23A UUD 1945 dan peraturan lainnya, seperti UU No. 28 Tahun 2007 tentang Ketentuan Umum dan Tata Cara Perpajakan.

Bicara soal pajak Indonesia, seluruh warga negara harus memenuhi kewajibannya dengan membayar pajak. Pajak merupakan sumber pendapatan utama Indonesia.

Selain itu, pajak juga bersifat memaksa dan hasil pungutannya akan digunakan untuk keperluan negara demi kemakmuran dan keberlangsungan rakyatnya. Baik itu dari pajak pertambahan nilai, pajak penghasilan, hingga ke pajak bumi dan bangunan.

Pajak Indonesia dikategorikan berdasarkan tiga poin. Pertama, sesuai golongan atau cara pemungutan (pajak langsung dan pajak tidak langsung). Kedua, berdasarkan sifat (pajak subjektif dan pajak objektif). Ketiga, sesuai lembaga pemungutan (pajak pusat dan pajak daerah).

Sistem pemungutan pajak merupakan mekanisme untuk menghitung besaran pajak yang harus dibayarkan oleh Wajib Pajak.

Wajib Pajak adalah pihak yang berperan aktif dalam menghitung, membayar, dan melaporkan pajak ke Kantor Pelayanan Pajak (KPP), atau sistem administrasi online yang telah dibuat oleh Pemerintah.

Cara Registrasi Pajak Lewat Online

Untuk melakukan registrasi pajak secara online, ada tiga tahapan yang harus kamu lakukan, yaitu:

  • Kamu diharuskan untuk melakukan pendaftaran akun NPWP di portal online. Jika sudah mendaftarkan akun tersebut, isilah formulir NPWP online.
  • Mengisi formulir NPWP online. Isilah dan lengkapi formulir NPWP online yang sudah diberikan.
  • Mengajukan formulir NPWP online yang sudah diisi sebelumnya.

Cara Membayar Pajak Online

Cara membayar pajak online merupakan metode baru dalam pembayaran pajak yang dilakukan secara real-time. Berikut ini adalah cara membayar pajak online yang harus kamu ketahui:

  • Mendaftar di Online Pajak. Sebelum menggunakan sistem e-Billing Pajak melalui ASP Online Pajak, kamu harus mendaftarkan perusahaan dan mengisi profil perusahaan, termasuk dengan NPWP nya.
  • Membuat ID Billing di ASP Online Pajak. Namun, ada dua cara untuk membuat ID Billing di Online Pajak, yaitu:
  1. Menggunakan Surat Pemberitahuan Tahunan (SPT) di Online Pajak.
  2. Tidak menggunakan SPT yang ada di Online Pajak (khusus Wajib Pajak yang ingin memanfaatkan fitur e-Filing dan e-Billing).

Sebagai informasi, ID Billing yang sudah dibuat hanya berlaku selama tujuh hari saja. Jika setelah tujuh hari pajak belum dibayar, maka kamu harus membuat ID Billing yang baru.

  • Memanfaatkan ID Billing untuk membayar pajak online.

Memasukkan nomor ID Billing yang sudah dibuat dengan fitur pembayaran pajak online di Online Pajak (khusus CIMB Niaga dan BNI), bank persepsi, ATM, SMS banking, internet banking, atau langsung datang ke teller bank.

Kemudian, kamu akan mendapatkan Nomor Tanda Penerimaan Negara (NTPN) setelah melakukan pembayaran. Lalu, NTPN tersebut akan masuk ke laporan SPT saat melakukan e-Filing.

Cara membayar pajak online kini bisa dilakukan melalui e-Billing. Selain itu, cara membayar pajak online juga sangat mudah dan praktis. Sehingga, kamu tidak perlu lagi datang ke Kantor Pajak untuk mengurusnya.

Bacaan menarik lainnya:

Nasucha, Chaizi. 2004, Reformasi Administrasi Publik. PT Grasindo: Jakarta.


Ajaib merupakan aplikasi investasi reksa dana online yang telah mendapat izin dari OJK, dan didukung oleh SoftBank. Investasi reksa dana bisa memiliki tingkat pengembalian hingga berkali-kali lipat dibanding dengan tabungan bank, dan merupakan instrumen investasi yang tepat bagi pemula. Bebas setor-tarik kapan saja, Ajaib memungkinkan penggunanya untuk berinvestasi sesuai dengan tujuan finansial mereka. Download Ajaib sekarang.

Mulai Investasi Reksa Dana Dengan Ajaib.
Ayo bergabung dengan Ajaib, aplikasi investasi online terbaik! Bebas biaya pendaftaran, bisa tarik dana kapan saja. Modal awal min. Rp10.000.
Facebook Comment
Artikel Terkait