Cryptocurrency

Mengenal Bagaimana Sejarah dan Manfaat ETH

ETH

Ajaib.co.id – Apabila ditanya mata uang digital, pasti sebagian besar akan menjawab Bitcoin. Memang betul, tapi ada lagi selain Bitcoin yang dikenal dengan nama Ethereum atau disingkat ETH.

Beberapa tahun belakangan ini banyak orang membicarakan tentang Ethereum, apa sih itu? Kalau memang mirip dengan Bitcoin bagaimana cara kerjanya?

Jika kamu merasa penasaran tentang mata uang kripto atau dalam bahasa inggrisnya disebut cryptocurrency, dalam artikel ini kamu seperti apa sejarahnya dan tujuannya.

Namun, sebelum itu ada baiknya mengerti dulu cryptocurrency atau cryptography. Definisi dari cryptocurrency adalah suatu masukan ke dalam database yang tidak bisa diubah oleh siapapun tanpa memenuhi kondisi tertentu.

Saat ini sudah ada beberapa cyrptocurrency yang beredar secara global, tak terkecuali di Indonesia. Selain Bitcoin, secara perlahan Ethereum mulai merambah di tanah air.

Sejarah Ethereum

ETH atau Ethereum ini diciptakan oleh seorang pemuda berusia 19 tahun bernama Vitalik Buterin pada tahun 2014. Vitalik diperkenalkan teknologi Bitcoin oleh sang ayah sejak usianya 17 tahun.

Ketertarikannya terhadap teknologi blockchain yang menyokong mata uang digital itu melahirkan ide untuk mengimprovisasi platform Bitcoin, dan ia mengajukan pemikirannya tersebut ke Bitcoin Magazine.

Sayangnya, ide tersebut tidak dapat terwujud. Sehingga akhirnya Vitalik membuat mata uang kripto miliknya sendiri. 

Ketika itu teknologi blockchain tengah meningkat dengan pesat, di mana ada sejumlah project baru yang menciptakan teknologi blockchain mereka sendiri.

Akan tetapi hal itu terkendala karena belum adanya wadah yang menyediakan project blockchain berkembang melalui platform tersebut. Vitalik sangat jeli melihat peluang masih banyaknya ruang pada teknologi tersebut untuk bisa dikembangkan lagi.

Faktor itulah yang menggerakkannya menciptakan platform teknologi blockchain miliknya sendiri dengan sebutan Ethereum. Menariknya, sejak peluncurannya harga ETH terus mengalami kenaikan secara signifikan.

Bahkan kini sudah memiliki kapitalisasi pasar (market capitalization) yang besar mencapai USD21 miliar pada November 2018. Di mana nilai tersebut total dari jumlah keseluruhan mata uang yang dikonversikan ke Ethereum di dunia.

Jadi, kapitalisasi pasar Ethereum yaitu nilai total dari seluruh gabungan Ether yang merupakan mata uang dari Ethereum itu sendiri. Sementara Ethereum adalah wadah atau platform-nya. Teknologi Ethereum berpotensi untuk mengubah dunia ke arah digitalisasi.

Tujuan Ethereum

Vitalik menciptakan Ethereum dengan tujuan untuk menawarkan kemudahan dan kecepatan internet tanpa harus mengorbankan keamanan, di mana seluruh informasi data pribadi seseorang dipercayakan kepada aplikasi semisal Google, Facebook, ataupun bank online.

Di sisi lain Facebook dan Google mengumpulkan dan menyimpan jutaan data penggunanya di dalam server mereka. Maka dari itu, data pengguna tersimpan di beberapa lokasi tertentu atau yang disebut dengan istilah sentralisasi.

Kekurangan dari sentralisasi ini adalah jika kedapatan salah satu lokasi penyimpanan data tersebut diretas, pastinya akan jadi masalah besar.

Untuk itu, Ethereum memiliki sistem kerja untuk menghilangkan keperluan menyimpan informasi pribadi pada aplikasi dengan cara desentralisasi melalui teknologi blockchain.

Nah, supaya kamu lebih paham lagi mengenai Ethereum, ada baiknya untuk mengetahui teknologi blockchain yang mendasari munculnya ETH terlebih dahulu.

Dasar Pengertian Blockchain

Bagi yang belum tahu, blockchain merupakan teknologi layaknya buku digital transparan yang dapat dipakai bertransaksi cryptocurrency. Teknologi ini mampu mencatat semua kegiatan transaksi setiap penggunanya yang terhubung pada blockchain.

Rangkaian blok tercipta terus menerus guna melacak setiap transaksi yang dibuat dan kemudian diverifikasi, sehingga lebih efisien dan transparan. Dengan begitu, pengguna dapat mempersingkat waktu dan mengurangi biaya yang harus dikeluarkan untuk pihak ketiga.

Contoh sederhananya kamu bisa melihat cara kerja Google Docs atau Google Sheets. Dalam Google Docs memungkinkan 2 orang atau lebih dapat melihat dan juga mengedit dokumen secara bersamaan dalam waktu yang sama.

Dengan kata lain, Google Docs merupakan dokumen bersama. Sama dengan blockchain, di mana fungsinya sebagai catatan bersama sejarah transaksi yang bisa dilihat oleh penggunanya di dalam jaringan blockchain.

Namun, teknologi blockchain ini bukan hasil ciptaan dari Ethereum, melainkan Bitcoin pencetusnya. Di sini Ethereum mampu memanfaatkan teknologi ini dan meningkatkan performanya lewat beberapa cara yang menakjubkan.

Teknologi blockchain Ethereum dikenal dengan nama The Blockchain 2.0 yang akan dijabarkan di bawah ini.

Blockchain 2.0 (Blockchain-nya Ethereum)

Apa yang membedakannya dengan blockchain milik Bitcoin? Ethereum mengembangkan teknologi tersebut dengan menawarkan dua fitur inovasinya, yaitu:

1.    Smart Contract Platform

Ethereum blockchain dirancang supaya kegiatan transaksi hanya bisa dilakukan jika memenuhi kondisi tertentu atau yang disebut “smart contracts”.

Contohnya, Ujang membayar Asep untuk memperbaiki motornya sebesar USD10. Asep akan menerima bayarannya USD10 tersebut apabila ia selesai memperbaiki motor milik Ujang sesuai kesepakatan yang telah dibuat.

Jika Asep melakukan kecurangan atau ternyata tidak sama sekali memperbaiki motor si Ujang, maka ia tidak akan mendapatkan USD10 itu.

Artinya begitu smart contract telah tercatat pada jaringan blockchain, kontrak tersebut tidak akan bisa diubah sehingga bisa dikatakan sebagai transaksi ‘tanpa kepercayaan’.

2.    Dapp

DApp singkatan dari decentralized application atau bahasa Indonesianya aplikasi terdesentralisasi, yang artinya aplikasi ini tidak memiliki server sentral karena ada dalam jaringan blockchain.

DApp rancangan Ethereum ini dapat bersaing dengan aplikasi yang masih tersentralisasi dan berpotensi menggantikan aplikasi-aplikasi tersebut.

Konsep DApp sendiri bertujuan untuk membantu berbagai sektor industri sekarang ini, seperti e-commerce, media sosial, dan lain-lain dengan sistem terdesentralisasi.

Apa Itu Ethereum dan Manfaatnya

Setelah mengulas sejarah hingga teknologinya, jadi apa itu Ethereum? Secara sederhananya Ethereum adalah blockchain yang mempersilakan penggunanya menjalankan smart contract dan DApp.

Hal ini membuat ETH berpotensi mengubah internet dunia menjadi lebih baik.

Jika kamu tertarik memilih Ethereum, kamu bisa menggunakan dompet digital MyEtherWallet khusus untuk cryptocurrency Ethereum.

Dengan teknologi blockchain Ethereum pengguna akan mendapatkan manfaat yang cukup besar, di antaranya kemampuan menyimpan berbagai jenis data.

Selain itu, Ethereum juga menawarkan proses transaksi yang lebih transparan melalui smart contract. Pengembang di seluruh dunia juga bisa membangun dan menjalankan aplikasi terdesentralisasi di blockchain menggunakan DApp.

Jika pada Bitcoin jumlahnya dibatasi hanya 21 juta, sementara ETH tidak terdapat batasan seperti mata uang konvensional.

Dengan konsep tersebut diharapkan dapat memperbaiki industri keuangan, penyimpanan data pribadi, tata kelola, dan lain sebagainya melalui sifat transparansi blockchain Ethereum.

Artikel Terkait