Cara Mengelola Dividen agar Untung Berkali-kali Lipat

Dunia investasi saham menjanjikan keuntungan salah satunya dengan memberikan dividen bagi investornya. Para penasihat keuangan terpercaya menganjurkan semua investor untuk jeli mengelola dividen untuk agar nilai investasi mereka berlipat ganda sekaligus memperpanjang masa investasinya. Sayangnya, banyak yang kemudian salah mengelola hasilnya tersebut.

Kamu sudah tahu bahwa mengelola dividen itu penting karena dapat memberimu uang tunai untuk membayar tagihan, uang untuk membayar sewa, makanan untuk disantap, atau obat-obatan agar kamu tetap sehat. Dividen juga dapat digunakan untuk membayar liburan, membayar uang muka rumah atau menyumbang untuk amal. Namun, seiring berjalannya waktu, jumlah yang tampaknya remeh itu dapat tumbuh menjadi jumlah yang sangat besar jika kamu bisa menginvestasikannya kembali.

Salah satu cara yang dapat dilakukan adalah menggunakannya untuk membeli lebih banyak lagi saham yang membayar dividen secara bergantian. Biasanya ada dua cara untuk menginvestasikan kembali dividen, misalnya membeli kembali ke perusahaan yang membayarnya. Strategi ini dapat menurunkan risiko kebangkrutan untuk satu perusahaan. Alternatif optimalisasi lainnya adalah dengan mengumpulkan secara keseluruhan dan mengalokasikannya kembali seolah-olah dividen adalah uang tunai segar.

Pengertian Dividen

Sebelum membahas mengenai dividen saham, kamu harus terlebih dulu mengetahui apa itu dividen? Dividen adalah suatu bentuk pembagian keuntungan, profit, atau laba kepada pemegang saham dalam satu periode tertentu berdasarkan banyaknya jumlah saham yang dimiliki. Dengan begitu dapat disimpulkan bahwa besaran dividen akan sangat tergantung pada besarnya saham masing-masing pemilik.

Lalu apa itu dividen saham? Dividen saham merupakan metode pembagian laba saham yang dilakukan melalui penambahan jumlah saham namun mengurangi nilai setiap saham, tanpa mengubah kapitalitas pasar.

Tujuan Pembagian Dividen

Ada beberapa tujuan pembagian dividen bagi para pihak investor, apa saja itu?

1.    Memaksimalkan keuntungan pemegang saham, ini sesuai dengan tujuan investor yang menanamkan modalnya di pasar modal untuk mendapatkan dividen. Di mana, tingkat dividen yang diperoleh akan memengaruhi harga saham.

2.    Para investor percaya bahwa dividen yang dibagikan adalah bukti prospek perusahaan di masa mendatang. Menunjukkan likuiditas perusahaan atau kemampuan berupa kas perusahaan dalam memenuhi kewajiban jangka pendeknya. Di mana, melalui pembagian dividen yang rutin, diharapkan kinerja perusahaan di mata investor menjadi lebih baik.

3.    Menunjukkan likuiditas perusahaan sekalipun gejolak ekonomi, namun tetap mampu memberikan hasil kepada para investor.

4.    Memenuhi kebutuhan investor sebagai pendapatan tetap yang digunakan untuk keperluan konsumsi.

5.    Digunakan sebagai alat komunikasi antar manajer dan pera pemegang saham.

6.    Melalui dividen, pertumbuhan perusahaan serta prospek perusahaan dapat diketahui.

Bentuk Dividen Saham

Terdapat dua jenis dividen yang dibayarkan kepada pemegang saham, yaitu dividen tunai atau dividen yang dibayarkan dalam bentuk uang tunai, dan dividen saham atau dividen yang diberikan dalam bentuk saham.

Dividen ini bisa diberikan sebagai dividen interim dan dividen final. Di mana, biasanya dividen interim atau sementara diberikan pada tahun berjalan sebelum pembukuan keuangan ditutup. Sedangkan dividen final merupakan pembagian dividen setelah akhir tahun pembukuan keuangan ditutup.

Nah, jika sebelumnya kamu sebagai pemegang saham sudah menerima dividen interim, maka jumlah dividen final yang diputuskan dalam RUPS akan dikurangi dividen interim.

Sebagai contoh, ketika dalam RUPS ditentukan kamu sebagai pemegang saham akan mendapatkan dividen sebesar Rp400 per saham. Namun sebelumnya, kamu sudah memperoleh dividen interim Rp250 per saham, sehingga dividen finalnya yang akan dibagikan kepada pemegang saham adalah sebesar Rp150 per saham. Angka ini didapatkan dari Rp400 dikurangi Rp250.

Cara Menghitung Dividen Saham

Laba saham yang didapatkan oleh pemegang saham memiliki nominal yang berbeda-beda. Di mana, angka ini akan dipengaruhi oleh jumlah saham yang dimiliki masing-masing pemegang saham. Lalu bagaimana menentukan angkanya? Dalam menentukan nominal yang diterima oleh masing-masing pemegang saham, perusahaan bisa membagikan keuntungan atau dividen menggunakan tiga elemen dasar perhitungan, yaitu:

a. Laba Bersih Perusahaan (EPS)
b. Dividen Payout Ratio (DPR)
c. Jumlah Saham Beredar

Setelah laba bersih diketahui, perusahaan akan menentukan berapa persen Dividen Payout Ratio (DPR) yang akan dibagikan untuk pembayaran dividen bagi para pemegang saham. Besaran DPR ini akan ditentukan melalui Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS).

Setelah kedua hal ini diketahui, maka perushaan bisa melakukan perhitungan untuk mendapatkan jumlah yang akan dibagikan, dengan rumus berikut.

Dividen = Laba bersih x DPR (dalam persentase)

Kemudian, perusahaan akan melakukan perhitungan berapa angka yang akan didapatkan pemegang saham dengan menentukan lebih dulu berapa besaran yang diterima setiap lembar saham. Dengan perhitungan berikut

Dividen per saham = dividen : saham beredar

Kesimpulannya adalah, semakin banyak saham yang dimiliki pemegang saham, maka semakin besar pula dividen yang akan mereka dapatkan.

Metode Mengelola Dividen yang Wajib Dipahami Investor

Banyak investor yang sudah mendapatkan dividen tidak bisa mengelola hasilnya dengan maksimal. Hasilnya uang yang didapatkan tersebut tidak bermanfaat dan hanya terbuang tanpa hasil berarti. Ada sejumlah metode mengelola dividen yang bisa digunakan agar kamu tidak jatuh pada kesalahan yang sama.

Ajaib secara khusus merangkumkan 2 metode pengelolaan terbaik yang bisa kamu aplikasikan untuk hasil lebih baik dalam jangka panjang. Untuk saat ini, kami akan fokus pada metode pertama demi kesederhanaan mengelola dividen agar mendapatkan keuntungan berkali-kali lipat.

1. Mengelola Dividen dengan Menginvestasikan Kembali Dapat Mengubah Perusahaan dengan Pertumbuhan Rendah Menjadi Pilihan Investasi Yang Baik

Dalam sebuah artikel yang meliput mengenai buku Jeremy Siegel, The Future For Investors, mengenai Kemenangan dan Kesuksesan Sejati, kamu akan menemukan statistik menarik yang disediakan di artikel tersebut. Antara tahun 1950 dan 2003, IBM mengalami peningkatan pendapatan sebesar 12,19 persen per saham, dan membagikan dividen sebesar 9,19 persen per saham, laba bersih per saham 10,94 persen, serta pertumbuhan sektor sebesar 14,65 persen.

Pada saat yang sama, Standard Oil (sekarang telah menjadi bagian dari Exxon Mobile) memiliki pertumbuhan pendapatan per saham hanya 8,04 persen, pertumbuhan dividen per saham 7,11 persen, pertumbuhan laba bersih per saham 7,47 persen, dan pertumbuhan sektor sebesar -14,22 persen.

Mengetahui fakta-fakta ini, yang mana dari dua perusahaan ini yang bisa membuahkan optimalisasi dividen? Jawabannya mungkin mengejutkan kamu. Hanya sekitar $1,000 yang diinvestasikan dalam IBM tumbuh menjadi $961,000 sementara jumlah yang sama yang diinvestasikan dalam Standard Oil akan berkembang menjadi $1,260,000 atau hampir $300,000 lebih. Hal ini sangat bertentangan dengan saham perusahaan minyak yang hanya meningkat 120 kali lipat selama periode waktu ini, sedangkan IBM meningkat 300 kali lipat, atau hampir tiga kali lipat laba per saham.

Perbedaan kinerja ini berasal dari dividen yang tampaknya remeh. Meskipun hasil per saham IBM jauh lebih baik, para pemegang saham yang beli Standard Oil dan menginvestasikan kembali dividen tunai mereka, secara umum akan memiliki lebih dari 15 kali jumlah saham yang mereka mulai sementara bagi para pemegang saham IBM, mereka hanya akan memiliki 3 kali jumlah saham aslinya.

Ini juga untuk menunjukkan pernyataan Benjamin Graham bahwa meskipun kinerja operasi suatu bisnis adalah hal yang penting, akan tetapi harga saham adalah yang terpenting.

2. Memilih untuk Menginvestasikan Kembali Dividen dalam Bisnis yang Berhasil Dapat Menghasilkan Angka Penghasilan Lebih Tinggi

Pilihan untuk menginvestasikan kembali dividen kamu akan dapat membuat perbedaan besar ketika kamu memeriksa satu perusahaan secara terpisah. Katakanlah kamu memutuskan untuk memasukkan Rp 1 juta rupiah ke dalam salah satu saham blue chip di produk konsumen terbesar di Indonesia, Unilever. Dan perusahaan ini telah go public beberapa dekade sebelumnya. UNVR telah lama dianggap sebagai salah satu saham blue-chip yang cukup lama di pasar, dan itu tentunya adalah pilihan yang baik dalam berinvestasi.

kamu membeli saham sebanyak 1.000 lembar saham Unilever (UNVR) pada tahun 2012 yang berharga 15 ribu rupiah per lembar. Apa yang terjadi?

Kemungkinan pertama adalah kamu memutuskan untuk tidak menginvestasikan kembali dalam mengelola dividen yang dibagikan tersebut. 15 juta rupiah kamu tumbuh menjadi 54,3 juta rupiah sebelum pajak. Ini terdiri dari 1000 lembar saham Unilever dengan harga pasar 49 ribu rupiah dengan total nilai pasar mencapai 49 juta rupiah. Dividen tunai agregat sekitar 5,3 juta rupiah

Kemungkinan kedua adalah kamu memutuskan untuk menginvestasikan kembali dividen tersebut kembali pada perusahaan UNVR dengan rata-rata return per tahun sebesar 35%. Maka modal pembelian kamu akan menjadi sekitar 20 ribu rupiah per lembar, dan jumlah lembar saham kamu akan bertambah sekitar 300 lembar saham. Maka total kekayaan kamu akan berubah menjadi 63,7 juta rupiah

Perhatikan angka dividen yang tampaknya kecil itu akan memberikan efek yang cukup besar apabila kamu menginvestasikannya kembali. Optimalisasinya memang terlihat remeh, tetapi bisa menghasilkan keuntungan berkali-kali lipat.

Dengan menginvestasikan kembali dividen, kamu menghasilkan surplus kekayaan sebesar 9,4 juta dari capital gain dan dividen yang dihasilkan dari saham yang dibeli dengan dividen asli kamu, tentu ini merupakan angka yang cukup besar.

Perhitungan di atas hanya merupakan salah satu kelebihan nyata dari menginvestasikan kembali dalam mengelola dividen kamu untuk mendapatkan return yang lebih tinggi. Adapun kekurangan dari menginvestasikan kembali ini adalah kamu harus melupakan penggunaan hasilnya selama kamu berinvestasi.

Dalam contoh di atas, kamu akan kehilangan 6 tahun menggunakan Keuntungan mengelola dividen kamu untuk liburan, pakaian, konser, sumbangan amal, mobil, dan fasilitas lainnya yang bisa kamu nikmati dari hasil dividen kamu. Perlu kamu ingat bahwa berinvestasi haruslah pada saham yang sehat, dengan track record manajemen keuangan, pertumbungan, serta bisnis yang bagus. Oleh karena itu, mulailah berinvestasi sekarang juga agar hasil investasi tersebut akan semakin terasa di usia mendatang.

Prosedur Pembayaran Dividen

Ketika keuangan perusahaannya memiliki kondisi positif dan perusahaan memutuskan untuk membagikan laba kepada pemegang saham, ada beberapa tanggal penting yang perlu diperhatikan perusahaan.

1. Tanggal Pengumuman (Declaration Date)

Ini merupakan tanggal perusahaan mengumumkan bentuk dan besaran dividen per lembar yang akan diterima para pemegang saham. Biasanya, pada tanggal ini perusahaan akan menyampaikan kapan jadwal pembayaran ini akan diberikan

2. Tanggal Pencatatan (Date of Record)

Tanggal ini biasanya perusahaan akan melakukan pencatatan dan pendataan mengenai nama pemegang saham perusahaan yang akan diberikan dividen saham. Di mana, nama ini akan mendapatkan hak dan menerima dividen, sedangkan pemegang saham yang namanya tidak terdaftar tidak akan mendapatkan hak memperolehnya.

3. Tanggal Cum – Dividen

Ini merupakan hari terakhir perdagangan saham yang masih melekat hak untuk mendapatkan 1 dividen dalam bentuk tunai maupun saham.

4. Tanggal Ex – Dividen

Ini merupakan tanggal perdagangan saham yang terjadi telah tidak lagi melekat hak memperoleh laba saham, sehingga para investor yang membeli saham pada tanggal ini tidak bisa mendaftarkan namanya.

5. Tanggal Pembayaran (Payment Date)

Tanggal ini merupakan tanggal perusahaan membagikan laba yang telah ditentukan bentuk dan besarannya kepada para pemegang saham. Di mana, pemegang saham yang namanya telah terdaftar dapat mengambil hak keuntungan mereka.

Penjelasan di atas seharusnya bisa menjadi bekal buatmu dalam memasuki dunia investasi saham. Tidak semua uang yang kamu dapatkan dari investasi bisa dimanfaatkan begitu saja. Kamu bisa meningkatkan nilai uangnya dengan cerdas mengelola dividen yang dimiliki. 

Bacaan menarik lainnya:

Brigham, E. F. dan Houston. (2006). Dasar-Dasar Manajemen Keuangan. Jakarta : Salemba Empat.


Ajaib merupakan aplikasi investasi reksa dana online yang telah mendapat izin dari OJK, dan didukung oleh SoftBank. Investasi reksa dana bisa memiliki tingkat pengembalian hingga berkali-kali lipat dibanding dengan tabungan bank, dan merupakan instrumen investasi yang tepat bagi pemula. Bebas setor-tarik kapan saja, Ajaib memungkinkan penggunanya untuk berinvestasi sesuai dengan tujuan finansial mereka. Download Ajaib sekarang.

Mulai Investasi Reksa Dana Dengan Ajaib.
Ayo bergabung dengan Ajaib, aplikasi investasi online terbaik! Bebas biaya pendaftaran, bisa tarik dana kapan saja. Modal awal min. Rp10.000.
Facebook Comment
Artikel Terkait