Mengapa Anda Harus Selalu Menginvestasikan Kembali Dividen Anda

test alt text
Anda sudah tahu bahwa dividen itu penting karena dividen dapat memberi investor uang tunai untuk membayar tagihan, uang untuk membayar uang sewa, makanan untuk disantap, atau obat-obatan agar Anda tetap sehat. Dividen juga dapat digunakan untuk membayar liburan, membayar uang muka rumah atau menyumbang untuk amal. Namun, seiring berjalannya waktu, jumlah yang tampaknya remeh itu dapat tumbuh menjadi jumlah yang sangat besar jika Anda menginvestasikannya kembali.
Salah satu cara yang dapat dilakukan adalah menggunakannya untuk membeli lebih banyak lagi saham yang membayar dividen secara bergantian. Biasanya ada dua cara untuk menginvestasikan kembali dividen, seperti membeli kembali ke perusahaan yang membayarnya. Strategi ini dapat menurunkan risiko kebangkrutan untuk satu perusahaan, dan cara yang lain adalah dengan mengumpulkan dividen secara keseluruhan dan mengalokasikannya kembali seolah-olah dividen adalah uang tunai segar seperti deposito lainnya.
Untuk saat ini, kami akan fokus pada metode pertama demi kesederhanaan.
# Menginvestasikan Kembali Dividen Dapat Mengubah Perusahaan dengan Pertumbuhan Rendah Menjadi Pilihan Investasi Yang Baik
Dalam sebuah artikel yang meliput mengenai buku Jeremy Siegel, The Future For Investors, mengenai Kemenangan dan Kesuksesan Sejati, Anda akan menemukan statistik menarik yang disediakan di artikel tersebut. Antara tahun 1950 dan 2003, IBM mengalami peningkatan pendapatan sebesar 12,19 persen per saham, dan pembagian dividen sebesar 9,19 persen per saham, laba bersih per saham 10,94 persen, serta pertumbuhan sektor sebesar 14,65 persen. Pada saat yang sama, Standard Oil (sekarang telah menjadi bagian dari Exxon Mobile) memiliki pertumbuhan pendapatan per saham hanya 8,04 persen, pertumbuhan dividen per saham 7,11 persen, pertumbuhan laba bersih per saham 7,47 persen, dan pertumbuhan sektor sebesar -14,22 persen.
Mengetahui fakta-fakta ini, yang mana dari dua perusahaan yang Anda lebih ingin miliki? Jawabannya mungkin mengejutkan Anda. Hanya sekitar $1,000 yang diinvestasikan dalam IBM tumbuh menjadi $961,000 sementara jumlah yang sama yang diinvestasikan dalam Standard Oil akan berkembang menjadi $1,260,000 atau hampir $300,000 lebih. Hal ini sangat bertentangan dengan saham perusahaan minyak yang hanya meningkat 120 kali lipat selama periode waktu ini, sedangkan IBM meningkat 300 kali lipat, atau hampir tiga kali lipat laba per saham.
Perbedaan kinerja ini berasal dari dividen yang tampaknya remeh. Meskipun hasil per saham IBM jauh lebih baik, para pemegang saham yang membeli Standard Oil dan menginvestasikan kembali dividen tunai mereka akan memiliki lebih dari 15 kali jumlah saham yang mereka mulai sementara bagi para pemegang saham IBM, mereka hanya akan memiliki 3 kali jumlah saham aslinya.
Ini juga untuk menunjukkan pernyataan Benjamin Graham bahwa meskipun kinerja operasi suatu bisnis adalah hal yang penting, akan tetapi harga saham adalah yang terpenting.
# Memilih untuk Menginvestasikan Kembali Dividen dalam Bisnis yang Berhasil Dapat Menghasilkan Angka Penghasilan Lebih Tinggi dan Menghasilkan Kekayaan
Pilihan untuk menginvestasikan kembali dividen Anda akan dapat membuat perbedaan besar ketika Anda memeriksa satu perusahaan secara terpisah. Katakanlah Anda memutuskan untuk memasukkan 1 juta rupiah ke dalam salah satu saham blue chip di produk konsumen terbesar di Indonesia, Unilever. Dan perusahaan ini telah go public beberapa dekade sebelumnya. UNVR telah lama dianggap sebagai salah satu saham blue-chip yang cukup lama di pasar, dan itu tentunya adalah pilihan yang baik dalam berinvestasi.
Anda membeli saham sebanyak 1000 lembar saham Unilever (UNVR) pada tahun 2012 yang berharga 15 ribu rupiah per lembar. Apa yang terjadi?
Kemungkinan pertama adalah Anda memutuskan untuk tidak menginvestasikan kembali dividen yang Anda peroleh tersebut. 15 juta rupiah Anda tumbuh menjadi 54,3 juta rupiah sebelum pajak. Ini terdiri dari 1000 lembar saham Unilever dengan harga pasar 49 ribu rupiah dengan total nilai pasar mencapai 49 juta rupiah. Dividen tunai agregat sekitar 5,3 juta rupiah
Kemungkinan kedua adalah Anda memutuskan untuk menginvestasikan kembali dividen tersebut kembali pada perusahaan UNVR dengan rata-rata return per tahun sebesar 35%. Maka modal pembelian Anda akan menjadi sekitar 20 ribu rupiah per lembar, dan jumlah lembar saham Anda akan bertambah sekitar 300 lembar saham. Maka total kekayaan Anda akan berubah menjadi 63,7 juta rupiah
Perhatikan angka dividen yang tampaknya kecil itu akan memberikan efek yang cukup besar apabila Anda menginvestasikannya kembali. Dengan menginvestasikan kembali dividen, Anda menghasilkan surplus kekayaan sebesar 9,4 juta dari capital gain dan dividen yang dihasilkan dari saham yang dibeli dengan dividen asli Anda, tentu ini merupakan angka yang cukup besar.
Perhitungan di atas hanya merupakan salah satu kelebihan nyata dari menginvestasikan kembali dividen Anda untuk mendapatkan return yang lebih tinggi. Adapun kekurangan dari menginvestasikan kembali ini adalah Anda harus melupakan penggunaan hasil dari dividen tersebut selama lama waktu Anda berinvestasi. Dalam contoh di atas, Anda akan kehilangan 6 tahun menggunakan Keuntungan dividen Anda untuk liburan, pakaian, konser, sumbangan amal, mobil, dan fasilitas lainnya yang bisa Anda nikmati dari hasil dividen Anda. Perlu Anda ingat bahwa berinvestasi haruslah pada saham yang sehat, dengan track record manajemen, pertumbungan, serta bisnis yang bagus. Oleh karena itu, mulailah berinvestasi sekarang juga agar hasil investasi tersebut akan semakin terasa di usia mendatang.
Share to :
Artikel Terkait