Saham

Cara Memprediksi Grafik Saham yang akan Bullish

Ajaib.co.id – Ketika kamu ingin terjun di dunia saham, bukan hanya harus bisa menganalisa saham itu sendiri, tapi kamu juga harus bisa memprediksi grafik saham. Seperti yang sudah sama-sama kita ketahui bahwa pada dasarnya pergerakan harga saham tidak selalu statis dan kadang berubah secara tiba-tiba, tanpa kita tahu sebelumnya.

Memprediksi grafik saham bertujuan agar kamu bisa memprediksi bahwa harga sahammu akan naik atau turun. Sehingga jika terjadi penurunan secara signifikan, sebelum itu kamu sudah menyusun strategi dengan baik untuk menghadapinya.

Dalam memprediksi grafik saham ada dua istilah yang akan kamu temui yaitu bullish dan bearish yang dipergunakan untuk menggambarkan kondisi pasar sebenarnya. Di mana, bullish adalah kondisi menguatnya atau naiknya harga saham secara keseluruhan atau sering dikenal sebagai bull market. Sedangkan bearish adalah kondisi melemahnya atau menurunnya harga saham secara keseluruhan.

Mengenal Candlestick untuk Memprediksi Grafik Saham

Untuk memprediksi saham bullish atau bearish, kamu harus memahami analisis grafik harga saham. Ada beberapa analisis yang bisa kamu gunakan mulai dari line chart, bar chart, dan tentu saja candlestick chart.

Lalu apa itu Candlestick? Ini merupakan salah satu jenis grafik harga saham yang digunakan dalam analisis teknikal yang menunjukkan harga tertinggi, terendah, pembukaan, dan penutupan dari suatu saham pada periode waktu (time frame) tertentu.

Sama halnya dengan bar chart, candlestick juga cocok digunakan untuk keperluan analisis, bedanya dengan bar chart adalah candlestick lebih mudah dibaca dan dipahami karena memiliki tampilan yang lebih menarik dan memiliki warna.

Dulunya, candlestick digunakan oleh para trader komoditas beras di Jepang untuk mencatat harga pasar dari waktu ke waktu dan mempergunakan data tersebut untuk memprediksi pergerakan-pergerakan harga di masa depan. Namun, hari ini, candlestick digunakan sebagai analisis teknikal di pasar saham.

Komponen Utama dalam Candlestick

Sebelum kamu mengetahui cara memprediksi apakah saham akan bullish atau bearish, kamu juga harus memahami carara membaca dua komponen yang akan kamu temukan dalam grafik candlestick yaitu:

a. Tubuh Candle (Body)

Ini merupakan bagian dari candlestick yang menunjukkan harga pembukaan dan harga penutupan pada titik waktu tertentu yang ditunjukkan dari bentuk persegi empat berwarna merah atau hijau; atau hitam atau putih.

b. Ekor Candle (Shadow/Wick)

Bagian ini akan menunjukkan harga tertinggi dan harga terendah saham pada titik waktu tertentu yang ditunjukkan dari garis lurus yang membentang di atas dan di bawah tubuh candlestick dan berwarna sama seperti bentuk lilin (candle).

Selain itu, candlestick juga memiliki dua warna yang digunakan dalam candlestick yaitu merah dan hijau. Di mana, warna merah berarti terjadi penurunan harga saham (bearish) yang berarti harga penutupan lebih rendah dari harga pembukaan. Sedangkan, hijau berarti terjadi peningkatan harga saham (bullish) yang berarti harga penutupan lebih tinggi daripada harga pembukaan.

Dalam beberapa kasus, kamu juga bisa menemukan candlestick yang tidak berwarna, maka warna hitam digunakan untuk mengindikasikan situasi bearish, sedangkan warna putih digunakan untuk mengindikasikan situasi bullish.

Arti & Makna dari Candlestick

Selain bentuk dan warna, setiap candlestick juga memiliki arti dan makna tersembunyi, seperti.

a. Panjang & pendek tubuh candle

Semakin panjang sebuah tubuh candle, maka semakin intens tekanan pembelian dan penjualan saham. Sebaliknya, semakin pendek sebuah tubuh candle, maka hal tersebut mengindikasikan pergerakan harga yang minim dan merepresentasikan konsolidasi harga saham.

b. Panjang & pendek ekor candle

Candlestick dengan ekor pendek mengindikasikan bahwa kebanyakan dari aktivitas trading yang terjadi berada dekat harga pembukaan dan harga penutupan atau dengan kata lain fluktuasi harga saham tidak berada jauh melampaui harga pembukaan dan penutupannya.

Sebaliknya, candlestick dengan ekor panjang mengindikasikan bahwa beberapa aktivitas/transaksi trading jauh melampaui harga pembukaan dan penutupan pada suatu titik waktu tertentu.

c. Candle memiliki ekor atas panjang & ekor bawah pendek

Sedangkan jika candlestick memiliki ekor atas yang panjang dan ekor bawah yang pendek atau sebaliknya berarti hal ini mengindikasi bahwa pembeli mendominasi trading session dengan melakukan bidding harga yang tinggi, sedangkan penjual berusaha menekan harga lebih rendah dari harga tersebut.

d. Candle memiliki ekor atas pendek & ekor bawah panjang

Sebaliknya, candlestick dengan ekor atas yang pendek dan ekor bawah yang panjang menunjukkan bahwa penjual mendominasi trading session dan menekan harga untuk turun, tetapi pembeli tetap memberikan tekanan dengan melakukan bidding harga yang tinggi pada trading session tersebut.

e. Candle memiliki tubuh sangat pendek hingga menyerupai garis lurus

Kasus ini sering disebut sebagai doji yaitu tipe candlestick yang berarti harga pembukaan dan harga penutupan berada pada tingkat yang sama.

f. Candle tidak memiliki ekor

Kasus ini sering disebut sebagai marubozu atau tipe candlestick yang tidak memiliki ekor. Hal ini berarti harga tertinggi dan harga terendah dari harga saham pada periode waktu tertentu digambarkan oleh harga pembukaan dan harga penutupan dari saham tersebut.

Perlu diingat juga bahwa analisis candlestick tidak hanya dilakukan dengan menganalisis satu per satu candlestick yang ada. Artinya, kamu harus menganalisis tidak hanya dari komponen, tetapi juga dari dua pola atau lebih candlestick yang ada dalam sebuah chart.

Tanda-Tanda Saham Akan Bullish

Nah, setelah mengetahui mengenai candlestick, lali bagaimana cara kamu memprediksi saham tersebut akan bullish? Setidaknya ada beberapa tanda-tanda saham yang bisa kamu perhatikan ketika saham akan bullish. Apa saja itu?

a. Bullish Engulfing

Bullish Engulfing berasal dari bahasa Inggris yang berarti memeluk, pola ini biasanya diidentifikasikan sebagai pola pembalikan atau reversal dari down trend dengan dua warna yang berbeda pada body candlelistiknya yang solit. Contonya seperti di bawah ini :

Untuk menentukan pola bullish engulfing, cobalah perhatikan pola kecenderungan untuk down trend yang sedang berlangsung. Biasanya, kamu akan menemukan candle merah yang terbentuk terlebih dahulu, kemudian keesokan harinya akan berbentuk candle hijau yang meliputi seluruh tubuh dari candle merah tersebut.

b. Bullish Harami

Pola ini merupakan bentuk candlestick ganda yang mengidikasikan pola pembalikan dari down trend berbalik menjadi naik. Pola ini juga bisa diartikan sebagai pola ketidakpastian, Biasanya pola ini terbentuk dari pola kecenderungan down trend dan ini merupakan sinyal kemungkinan untuk naik.

c. Bullish Harami Cross

Pola ini juga menunjukan pembalikan arah dari down trend berbalik menjadi naik. Perbedaanya hanya pada candle ke 2 nya yang membentuk tanda + .

d. Piercing Line

Pola ini hampir sama dengan pola Bulish Engulfing, yaitu pembalikan dari down trend menjadi up trend. Jika pola ini kamu temukan, maka kamu perlu konfirmasi terlebih dahulu sebelum membeli saham.

e. Homing Pigeon

Pola satu ini memiliki bentuk yang mirip dengan bullish harami, dan dalam mengidentifikasinya juga sama dengan bullish harami, yaitu sebuah pola ketidakpastian akan arah pasar. Pola ini merupakan pola kemungkinan pembalikan arah dari down trend menjadi uptrend, dan tetap membutuhkan konfirmasi untuk membelinya.

Itulah cara memprediksi grafik saham dengan metode candlestick sebagai alat bantu yang membantu kamu membaca grafik dalam investasi saham atau trader saham.

Nah,

Artikel Terkait