Saham

Memahami Transaksi dalam Proses Jual Beli Saham

proses jual beli saham

Ajaib.co.id – Masih bingung dengan proses jual beli saham? Jangan khawatir, redaksi Ajaib akan mengulasnya agar kamu bisa lebih memahami transaksi dalam proses jual beli saham pada ulasan berikut ini.

Pada dasarnya, investasi saham itu memiliki aturan dan tata cara yang jelas. Di mana, ada pihak yang memiliki wewenang untuk mengelola aktivitas perdagangan saham di seluruh dunia termasuk Indonesia. Investasi saham diatur oleh pemerintah melalui Bursa Efek Indonesia. Peran BEI dalam transaksi saham bisa dikatakan banyak. Mulai dari perantara investor dalam memilih saham suatu perusahaan efek, mengelola transaksi saham dari proses jual beli saham, menginformasi pergerakan nilai saham, dan masih banyak lainnya.

Oleh karena itu, setiap investor yang ingin membeli saham harus memahami aturan-aturan yang telah ditetapkan. Hal ini dilakukan agar aktivitas atau transaksi saham bisa mencapai tujuan utama yaitu mendapatkan keuntungan. Selain memahami aturan yang telah ditetapkan, kamu sebagai investor juga harus memahami setiap tahapan dalam melakukan transaksi saham yaitu proses jual beli saham.

Bagaimana bisa kamu mendapatkan keuntungan dengan melakukan jual beli saham tanpa memahami proses transaksi tersebut. Untuk itu, berikut ini akan dijelaskan langkah dan proses dalam melakukan jual beli saham untuk mendapatkan keuntungan yang diinginkan.

Proses Jual Beli Saham

Di dalam transaksi saham terdiri dari aktivitas jual dan beli saham di pasar modal. Akan tetapi, untuk mencapai ke tahapan beli dan jual, kamu harus melalui beberapa tahapan sebelum bisa melakukan aktivitas saham tersebut. Hal ini meliputi pembukaan rekening saham, pendaftaran akun saham, hingga melengkapi data atau dokumen yang dibutuhkan sebagai syarat. Tahapan-tahapan ini yang harus dilalui sebelum kamu dinyatakan bisa melakukan transaksi saham. Berikut ini akan dijelaskan cara dalam melakukan tahapan pembukaan rekening saham dan lain sebagainya.

#1 Membuka Akun dan Membuat Rekening Saham

Pada tahapan membuat akun dan rekening saham, kamu bisa melakukan dengan dua cara yaitu secara offline dan online. Pendaftaran rekening saham secara offline, bisa dilakukan dengan mendatangi kantor cabang perusahaan sekuritas yang ada di Indonesia. Ketika kamu mengajukan pembukaan akun dan rekening saham, kamu akan dimintai untuk mengisi data diri secara lengkap dan beberapa dokumen yang harus dipenuhi. Dokumen ini meliputi:

a. Identitas diri atau KTP

b. Data pekerjaan atau usaha

c. Data ahli waris

d. Buku rekening tabungan

Jika kamu tidak sempat berkunjung ke kantor cabang perusahaan sekuritas karena suatu hal, maka alternatif pendaftaran lainnya yaitu secara online. Biasanya perusahaan sekuritas yang melayani pembukaan rekening saham memiliki website yang dapat diakses melalui gadget di mana saja dan kapan saja tanpa perlu repot-repot mendatangi kantor cabang.

Sama halnya dengan pendaftaran secara offline, kamu akan diminta untuk mengisi data diri dan melakukan pengiriman berkas atau dokumen yang dibutuhkan secara online.

#2 Melakukan Deposit Sejumlah Dana

Ada perbedaan yang terlihat ketika kamu mendaftar secara offline dan online. Di mana, ketika selesai mendaftar dan rekening saham sudah jadi, kamu bisa langsung mendepositkan sejumlah dana yang telah ditentukan. Sedangkan pada pendaftaran online, kamu bisa mendepositkan dana ketika akun sudah terverifikasi dengan membutuhkan waktu dalam melakukannya.

Untuk jumlah dana yang harus didepostikan ke rekening saham, biasanya tergantung kebijakan dari perusahaan sekuritas yang dipilih. Biasanya, minimal dana yang harus didepositkan sebesar Rp 5 juta atau lebih. Oleh karena itu, dalam memilih perusahaan sekuritas yang dapat membantu kamu berinvestasi saham, minimal dana yang didepositkan bisa menjadi bahan pertimbangan.

Melakukan Transaksi dengan Membeli Saham

Ketika proses pendaftaran akun baru dan proses mendepositkan dana telah dilalui. Lalu, kamu dinyatakan bisa melakukan kegiatan transaksi saham, maka hal selanjutnya yang dilakukan adalah membeli saham. Proses membeli saham ini sama halnya dengan cara mendaftar akun baru yaitu secara offline dan online. Untuk lebih jelasnya, berikut cara dalam membeli saham baik secara offline maupun online:

#1 Membeli Saham secara Offline

Keuntungan dari mendaftar pembukaan akun saham melalui perusahaan sekuritas yaitu adanya layanan broker atau pialang saham. Fungsi dari broker sendiri adalah membantu dan merekomendasikan klien yang menggunakan jasa perusahaan sekuritas dalam memilih saham-saham perusahaan.

Rekomendasi yang diberikan kepada para kliennya telah melalui riset analisis berdasarkan beberapa acuan. Hal ini meliputi prospek suatu perusahaan ke depannya, kondisi pasar, dan masih banyak lainnya. Tujuan dari rekomendasi ini yaitu menuntun para kliennya untuk memilih saham yang nilai atau harga sahamnya dapat meningkat serta menghindari risiko ke depannya.

Oleh karena itu, peran broker dalam mengawal investor pemula untuk memilih saham adalah hal yang penting. Untuk membeli saham menggunakan jasa broker bisa dilakukan dengan mendatangi kantor cabang perusahaan sekuritas atau dengan menghubunginya via telepon.

#2 Membeli Saham secara Online

Membeli saham juga bisa dilakukan secara online melalui software online trading yang telah disediakan oleh broker atau perusahaan sekuritas tempat kamu membuka rekening saham. Software ini tentu bisa diakses melalui laptop atau komputer dan smartphone yang dimiliki. Melalui software ini kamu bisa melihat saham mana saja yang sedang naik dan turun harganya serta memilih saham-saham sesuai dengan rekomendasi broker.

Cara yang bisa dilakukan adalah memilih saham mana yang akan dipilih seperti contoh kamu membeli saham dari PT Antam, maka jangan lupa untuk memilih kode sahamnya yaitu ANTM. Lalu, lakukan pesanan dengan menyesuaikan dana yang ingin diinvestasikan dan selesai, kamu sudah memiliki saham dari PT Antam.

Proses membeli saham ini merupakan hal penting yang harus diperhatikan. Di mana, saham perusahaan yang kamu pilih dapat menghasilkan keuntungan ke depannya atau memiliki nilai yang mampu naik secara signifikan.

Melakukan Transaksi dengan Menjual Saham

Ketika akan menjual saham, hal yang harus diperhatikan adalah waktu. Di mana, waktu yang kamu putuskan untuk menjual saham apakah sudah tepat atau belum. Oleh karena itu, saat membeli saham kamu sudah harus menentukan jangka waktu yang digunakan untuk mendapatkan keuntungan, baik jangka panjang atau jangka pendek.

Pada saat nilai saham yang dimiliki naik, maka kamu bisa melakukan transaksi jual saham untuk mendapatkan keuntungan atau kamu masih akan menahan saham hingga dapat naik dan mendapatkan keuntungan yang lebih besar. Langkah yang digunakan saat menjual saham, sama halnya saat melakukan transaksi pembelian saham yaitu dengan software online trading.

Setelah saham berhasil dijual, maka keuntungan yang didapat akan langsung dikirim ke rekening saham kamu. Selanjutnya adalah keputusan kamu pada keuntungan yang ada di rekening saham. Apakah akan dibelikan saham lainnya atau melakukan proses pencairan dana.

Pada dasarnya, saat melakukan transaksi beli dan jual tidak begitu sulit. Kamu bisa terus belajar dan memperhatikan pergerakan saham di bursa saham dan memutuskan untuk membeli saham mana yang sekiranya dapat menghasilkan keuntungan besar. Namun, jangan lupa untuk mempersiapkan kondisi ketika nilai saham yang dimiliki turun.

Nah, jika risiko turunnya nilai saham menjadi kendala kamu untuk ikut berinvestasi saham, maka kamu bisa memilih instrumen investasi lainnya seperti reksa dana. Apalagi investasi reksa dana kini semakin mudah dilakukan secara online melalui aplikasi Ajaib. Aplikasi Ajaib akan membantu kamu untuk berinvestasi reksa dana dengan keuntungan besar dan risiko yang rendah.

Artikel Terkait