Memahami Jenis Bunga Kredit dan Cara Menghitungnya

jenis-bunga-kredit
jenis-bunga-kredit

Mungkin hanya sebagian orang saja yang memahami perhitungan bunga ketika ingin mengambil kredit atau pinjaman bank. Padahal, jenis bunga kredit itu ada banyak lho.

Sayangnya, orang-orang banyak yang hanya mengalikan suku bunga dengan total pinjamannya. Hal tersebut membuat orang-orang keliru dan terkena bunga pinjaman saat membayar cicilan.

Jika hanya menggunakan cara itu, bunga yang dibebankan pun akan terlihat kecil. Padahal, kalau kamu memahami cara perhitungan kreditnya, jumlah cicilan yang harus dibayar setiap bulannya bisa berbeda.

Sebaiknya, kamu pahami dulu jenis bunga kredit dan simulasi perhitungannya. Sebab, perhitungan bunga kredit tidak semudah perkiraan.

Yuk, pelajari dulu jenis bunga kredit dan cara menghitungnya. Simak artikelnya di bawah ini :

Jenis Bunga Kredit Berdasarkan Sifatnya

Pada umumnya, suku bunga kredit dalam pinjaman bank dibagi berdasarkan sifat dan perhitungannya. Di Indonesia, ada dua jenis suku bunga kredit berdasarkan sifatnya.

  • Suku Bunga Flat

Jenis pinjaman yang menggunakan suku bunga tetap atau flat, dimaksudkan dengan besaran suku bunga yang tidak berubah selama jangka waktu kredit berlangsung.

Misalnya, ada kesepakatan saat perjanjian kredit yang mengatakan, bahwa suku bunga ditetapkan sebesar 10%, maka sampai periode kredit berakhir, bunga yang dibebankan akan tetap 10%.

Umumnya, produk yang m/enggunakan suku bunga ini adalah kredit mobil, kredit motor, kredit tanpa jaminan (KTA), kredit pemilikan rumah (KPR) di awal periode, serta kredit dengan jangka pendek.

Suku bunga tetap bakal menguntungkan nasabah saat suku bunga pasaran naik. Hal itu tidak akan mempengaruhi cicilan yang sedang kamu jalani.

Sebaliknya, nasabah akan mengalami kerugian jika suka bunga pasaran sedang menurun, karena bunga yang dibebankan kepada kamu lebih besar dari suku bunga kredit.

  • Suku Bunga Floating

Suku bunga ini berbeda dengan suku bunga tetap. Penerapan suku bunga floating mengikuti pergerakan besaran bunga di pasaran.

Saat suku bunga pasaran naik, maka jumlah cicilan yang harus kamu bayar lebih besar. Sedangkan ketika suku bunga pasaran menurun, jumlah cicilan yang harus kamu bayar lebih kecil.

Sistem bunga floating sering digunakan untuk produk-produk, seperti kredit pemilikan rumah (KPR), kredit usaha, dan kredit lainnya untuk jangka panjang.

Beberapa produk bank pun juga melakukan kombinasi antara dua suku bunga kredit ini. Misalnya saja, KPR menetapkan suku bunga tetap untuk beberapa tahun pertama. Kemudian, dilanjutkan dengan suku bunga floating pada tahun berikutnya.

Jenis Suku Bunga Berdasarkan Perhitungannya

  • Bunga Flat

Perhitungan dari jenis bunga ini paling mudah, karena setiap bulan angsuran, bunga, dan cicilan pokoknya sama. Sistem kredit dengan bunga flat, plafon kredit, dan besaran bunganya akan dihitung sesuai dengan jangka waktu kreditnya.

Rumus Perhitungan dari bunga flat adalah:

Bunga per bulan= (P x l x t)/jb

P = Pokok pinjaman

l = Suku bunga per tahun

t = jumlah tahun jangka kredit

jb = jumlah bulan dalam jangka waktu kredit

Contoh kasusnya:

Pokok pinjaman: Rp24.000.000

Bunga flat: 5% per tahun

Jangka waktu kredit: 24 bulan

Perhitungan bunga: (Rp24.000.000 x 5% x 2) / 24 = Rp100.000

Dengan demikian, besaran dari angsuran pertama hingga terakhir adalah Rp1.100.000.

  • Bunga Efektif

Bunga efektif sering disebut dengan sliding rate. Umumnya, bunga ini digunakan untuk kredit jangka panjang, seperti KPR. Beban bunga yang dikenakan pun lebih rendah dibanding bunga flat.

Sebab, bunga tersebut dihitung berdasarkan sisa utang pokok yang belum dibayarkan. Besaran cicilan yang dibayar bakal semakin turun, seiring dengan berjalannya waktu karena sisa utang pokok yang semakin berkurang.

Rumus perhitungannya:

Bunga = SP x i x (30/360)

SP =  saldo pokok pinjaman di bulan sebelumnya

i = suku bunga per tahun

30 = jumlah hari dalam satu bulan

360 = jumlah hari dalam satu tahun

Contoh kasusnya:

Pokok pinjaman = Rp24.000.000

Bunga: 10% per tahun

Jangka waktu kredit: 24 bulan

Besaran bunga efektif bulan pertama

= Rp24.000.000 x 10% x (30/360 hari)

= Rp200.000.

Angsuran pokok dan bunga bulan pertama = Rp1.000.000 + 200.000 = Rp1.200.000

Besaran bunga efektif bulan kedua

= Rp23.000.000 x 10% x (30/360 hari)

= Rp191.666,67

Angsuran pokok dan bunga bulan kedua = Rp1.000.000 + 191.666,67 = Rp1.191.666,67

Dari hasil ini terlihat jika angsuran keduanya senilai Rp1.191.666,67 yang lebih rendah dari angsuran pertama, yaitu Rp1.200.000.

Bunga Anuitas

Suku bunga anuitas merupakan hasil modifikasi dari suku bunga efektif. Namun, dengan jumlah cicilan yang sama setiap bulannya. Sehingga, bunga ini bisa mempermudah kreditur.

Agar jumlah cicilannya tetap sama setiap bulannya, jumlah bunga yang harus dibayar akan menurun. Sedangkan cicilan pokok pinjamannya meningkat.

Rumus perhitungannya:

Pokok pinjaman: Rp24.000.000

Bunga: 14% per tahun

Jangka waktu kredit: 24 tahun

Bulan 1

Bunga = 14% x Rp24.000.000/12 bulan x 1 = Rp280.000

Pokok pinjaman = Rp24.000.000/24 = Rp1.000.000

Angsuran bulan pertama = Rp1.000.000 + Rp280.000 = Rp1.280.000

Bulan 2

Sisa pokok pinjamannya = Rp24.000.000 – Rp1.280.000 = Rp22.270.000

Bunga = 14% x Rp22.270.000/12 bulan x 1 = Rp259.816

Angsuran bulan kedua = Rp1.000.000 + Rp259.816 = Rp1.259.816

Suku bunga ini akan terus berjalan hingga angsurannya selesai sesuai tenor kredit.


Ajaib merupakan aplikasi investasi reksa dana online yang telah mendapat izin dari OJK, dan didukung oleh SoftBank. Investasi reksa dana bisa memiliki tingkat pengembalian hingga berkali-kali lipat dibanding dengan tabungan bank, dan merupakan instrumen investasi yang tepat bagi pemula. Bebas setor-tarik kapan saja, Ajaib memungkinkan penggunanya untuk berinvestasi sesuai dengan tujuan finansial mereka. Download Ajaib sekarang.

Share to :
Kembangkan uangmu sekarang juga Lakukan deposit segera untuk berinvestasi
Artikel Terkait