Laba Meningkat, Bagaimana Potensi Saham SRIL?

saham-sril
saham-sril

PT Sri Rejeki Isman Tbk dianggap memiliki prospek bisnis yang cerah di 2019 ini. Hal tersebut didukung oleh kinerja penjualan produk ekspor perusahaan yang dikenal dengan Sritex ini. Lalu apa saham SRIl sejalan dengan keberhasilan bisnisnya?

Sejauh ini, SRIL cukup sukses dalam mendorong penjualan ekspor. Telah terbukti, pada semester pertama lalu penjualan ekspor SRIL naik sebesar 29,44% (yoy) menjadi US$377,69 juta.

Angkat tersebut melewati pertumbuhan penjualan domestik SRIL yang hanya mencapai 0,77% di semester satu lalu menjadi US$253,94 juta.

Dalam risetnya, Analis Sucor Sekuritas Marlene Tanumihardja menjelaskan, kontribusi penjualan ekspor SRIL naik dari 54% di semester pertama 2018 menjadi 60% di semester pertama 2019.

Menurutnya, penjualan ekspor telah membantu mempercepat pertumbuhan pendapatan SRIL secara menyeluruh. Hal ini dikarenakan meningkatnya permintaan dari pelanggan asing, khususnya AS dan Amerika Latin. Ekspor SRIL untuk kedua kawasan itu melonjak hingga 221,1% (yoy) di paruh pertama 2019.

Peluang SRIL untuk kembali mengambil keuntungan dari perang dagang AS-China masih sangat terbuka di semester kedua ini. Apalagi, perusahaan ini memiliki produk tekstil yang cukup beragam. Kualitas produknya pun diakui oleh dunia, mulai dari benang, kain mentah dan kain jadi, hingga pakaian jadi.

Satu hal yang bisa menghalangi langkah SRIL adalah ancaman devaluasi mata uang yuan China. Aksi itu sangat sulit dihindari, mengingat perang dagang yang memaksa China untuk melakukan segala hal agar produknya tetap terjual di pasar dunia.

Analis Binaartha Sekuritas, Muhammad Nafan Aji menyebutkan, di atas kertas devaluasi yuan membuat berbagai produk Indonesia kalah saing dengan China. Namun, ia meyakini jika efek tersebut terhadap prospek bisnis SRIL masih kecil.

Tidak hanya Amerika Serikat dan China, SRIL juga memasok kebutuhan tekstil ke beberapa negara di kawasan Afrika, Amerika Latin, Eropa, hingga Australia.

Potensi Saham SRIL

SRIL juga dikenal sebagai pemasok bahan tekstil untuk kebutuhan khusus, salah satunya adalah pakaian militer. Ia pun menyarankan, akumulasi beli saham SRIL dengan target harga Rp442 per saham.

Saham SRIL dinilai kurang cocok untuk trading harian, mengingat pergerakan sahamnya cenderung stagnan untuk jangka pendek.

Marlene merekomendasikan beli saham SRIL dengan target Rp430 per saham. Pendapatan SRIL diprediksi mencapai US$1,19 miliar di akhir 2019 ini. Sementara itu, laba bersihnya mencapai US$129 juta.

Selain itu, PT Sri Rejeki Isman Tbk. (Sritex) juga belum tertarik untuk mengekspansi pabrik dalam waktu dekat, meskipun peluang investasi di beberapa daerah di Jawa Tengah terbuka sangat lebar.

Presiden Direktur Sritex, Iwan Setiawan Lukminto mengatakan, sejauh ini pihaknya belum tertarik untuk melakukan ekspansi ke wilayah yang diprediksi akan menjadi pusat industri baru di Jawa Tengah.

Sebab, ekspansi bisnis Sritex bakal difokuskan di wilayah Sukoharjo yang merupakan pusat bisnis utama grup perusahaan yang didirikan sejak 53 tahun lalu itu.


Ajaib merupakan aplikasi investasi reksa dana online yang telah mendapat izin dari OJK, dan didukung oleh SoftBank. Investasi reksa dana bisa memiliki tingkat pengembalian hingga berkali-kali lipat dibanding dengan tabungan bank, dan merupakan instrumen investasi yang tepat bagi pemula. Bebas setor-tarik kapan saja, Ajaib memungkinkan penggunanya untuk berinvestasi sesuai dengan tujuan finansial mereka. Download Ajaib sekarang.

Share to :
Kembangkan uangmu sekarang juga Lakukan deposit segera untuk berinvestasi
Artikel Terkait