Investasi

Keuntungan Saham dan Obligasi yang Perlu Kamu Tahu

keuntungan saham dan obligasi

Ajaib.co.id – Untuk kamu yang masih menimbang-nimbang instrumen investasi, redaksi Ajaib akan membahas mengenai keuntungan saham dan obligasi. Bagi kamu yang ingin memastikan istrumen apa yang kamu pilih, wajib untuk memahami hal ini.

Investasi merupakan kegiatan yang semakin digemari oleh masyarakat, tidak terkecuali kaum milenial. Kesadaran untuk menyiapkan diri dalam menghadapi kejadian tidak terduga di masa depan semakin meningkat dan mendorong masyarakat untuk berinvestasi. Namun, apa sebenarnya investasi tersebut dan bagaimana cara berinvestasi?

Investasi adalah aktivitas menempatkan dana pada suatu instrumen tertentu dalam satu periode dengan harapan mendapatkan keuntungan atau peningkatan nilai. Investasi juga sering disebut dengan “penanaman modal” karena bertujuan untuk mendapatkan keuntungan. Seseorang yang berinvestasi disebut dengan investor. Beberapa instrumen atau produk investasi adalah sebagai berikut:

Reksa Dana

Dengan modal yang sangat terjangkau, berinvestasi di reksa dana juga memungkinkan kamu untuk tidak terjun secara langsung dalam mengurus pengembangan modal. Hal ini dikarenakan kamu akan mendapatkan manajer investasi yang memiliki keahlian profesional dalam menganalisis risiko dari investasi kamu.

Reksa dana bisa disebut juga sebagai tempat berkumpulnya para investor. Meskipun profit yang didapatkan dalam berinvestasi reksa dana akan lebih sedikit daripada instrumen investasi yang lainnya tetapi risikonya juga lebih kecil.

Properti

Instrumen investasi yang satu ini tergolong beresiko kecil dengan peluang profit yang sangat besar. Namun, modal untuk memulai investasi pada properti tidak sedikit dan kamu juga tidak bisa menjual instrumen investasi ini dengan cepat.

Logam Mulia

Instrumen investasi ini adalah investasi dengan risiko paling kecil karena sangat mudah untuk dijual kembali. Logam mulia dikenal dengan penambahan nilai dari tahun ke tahun sehingga investasi pada instrumen ini bisa dibilang sebagai investasi yang paling sesuai untuk menyiapkan diri menghadapi masa depan.

Pasar Forex

Instrumen investasi yang satu ini bisa dilakukan dengan modal yang sangat minim, karena tidak ada standar khusus dalam memulai trading di pasar valuta asing. Jadi, kamu bisa mulai berinvestasi dengan kemampuan yang kamu miliki, berapapun itu.

Namun risiko dalam instrumen ini juga cukup besar, yaitu tidak pastinya pergerakan mata uang asing yang bisa saja naik atau turun secara tiba-tiba sehingga kamu perlu mengawasinya setiap saat jika ingin mendapatkan profit maksimal dari instrumen ini.

Deposito

Deposito merupakan penanaman modal dalam bentuk simpanan uang kepada suatu perusahaan tertentu dengan jaminan bahwa investor akan mendapat profit berupa bunga dalam satu periode yang telah disepakati.

Profit dari investasi pada instrumen ini didapatkan dari bunga jumlah deposito sehingga hampir bisa dibilang tidak ada risiko sama sekali. Investasi dalam bentuk deposito dibedakan menjadi deposito berjangka dan sertifikat deposito.

Obligasi (Surat Hutang)

Obligasi umumnya dilakukan pada bisnis yang menyediakan jasa pinjaman modal. Lain dengan deposito, profit yang didapatkan dari bunga obligasi bisa lebih besar lagi karena nilai dari obligasi itu sendiri juga lebih besar dari deposito sehingga besaran bunga juga akan lebih tinggi.

Investasi pada instrumen ini juga tergolong aman jika obligasi atau surat pinjaman yang digunakan diterbitkan oleh negara sehingga tidak akan ada risiko surat tidak diakui di mata hukum.

Namun, jangka waktu untuk melakukan investasi ini cukup panjang dan tidak boleh ditarik sebelum waktu yang disepakati bila sewaktu-waktu investor membutuhkan dana dalam waktu mendesak atau bila ingin menanamkan modal untuk investasi lain.

Saham

Instrumen investasi yang satu ini adalah instrumen yang paling populer di antara instrumen investasi lainnya. Dengan berinvestasi saham, kamu juga berpeluang untuk memperoleh profit yang sangat besar dan bisa dimulai dengan modal minim.

Dapat dilihat bahwa masing-masing instrumen memiliki risiko yang berbeda. Masing-masing instrumen pun juga memiliki kekurangan dan keuntungannya tersendiri. Hal-hal inilah yang membedakan satu instrumen investasi dengan instrumen investasi lainnya. Pada artikel kali ini, kita akan membahas dua instrumen investasi, yaitu keuntungan saham dan obligasi.

Perbedaan Mendasar antara Saham dan Obligasi

Untuk dapat mengetahui keuntungan saham dan obligasi, kita harus mengetahui terlebih dahulu apa perbedaan mendasar di antara keduanya. Sebenarnya, keuntungan saham dan obligasi memiliki tujuan yang hampir sama yaitu sama-sama diterbitkan untuk mengumpulkan uang yang nantinya akan dimanfaatkan sebagai perluasan operasi kepentingan pribadi maupun perusahaan.

Namun bedanya, saat perusahaan menerbitkan saham berarti mereka menjual kepemilikan perusahaan tersebut kepada publik. Lain lagi dengan ketika perusahaan menerbitkan obligasi, itu berarti perusahaan menerbitkan utang dan para investor yang memiliki obligasi ini berhak mendapatkan pembayaran kembali pokok utang ditambah dengan bunga.

Dengan saham yang menjadi bukti kepemilikan di sebuah perusahaan, maka investor saham pun akan mendapatkan manfaat saat perusahaan memiliki kinerja yang baik yaitu berupa dividen yang akan dibayarkan pada periode tertentu.

Begitu juga sebaliknya, ketika perusahaan tersebut sedang memiliki kinerja yang buruk, maka para investor harus siap menanggung risikonya. Di sisi lain, obligasi akan memberikan pendapatan bunga kepada para investor ditambah dengan pokok hutang di akhir periode investasi.

Dengan begini dapat dilihat bahwa keuntungan saham dan obligasi didapatkan investor melalui dua cara yang berbeda. Dapat dibilang sulit untuk menentukan mana jenis instrumen investasi yang terbaik yang bisa dipilih.

Keadaan Investasi Ketika Perusahaan Pailit

Di masa sulit seperti ini, tidak sedikit perusahaan yang akhirnya jatuh dan berstatus pailit. Lalu bagaimana keuntungan saham dan obligasi kamu di perusahaan tersebut? Di sinilah dapat kita lihat perbedaan yang paling mencolok antara keuntungan saham dan obligasi.

Ketika perusahaan mengalami kebangkrutan, para pemegang saham adalah pihak terakhir yang berhak untuk mencairkan dana. Di sisi lain, para pemegang obligasi akan menjadi pihak yang diutamakan untuk mendapatkan hak dan mencairkan dana. Menarik, bukan?

Mana yang Lebih Baik?

Setelah membaca penjelasan di atas, dapat dilihat sebenarnya kedua instrumen investasi tersebut memiliki kekurangan dan keuntungannya masing-masing. Dapat dibilang obligasi adalah instrumen investasi yang risikonya lebih rendah daripada saham.

Jadi, jika kamu seseorang yang ingin bermain aman, lebih baik berinvestasi di obligasi. Obligasi juga banyak dipilih investor yang mulai memasuki masa pensiun dan membutuhkan dana yang lebih aman.

Namun jika kamu investor muda agresif seperti kaum milenial lainnya, yang tertantang dengan risiko tinggi, maka saham bisa menjadi pilihan terbaikmu. Jika strategimu berhasil dalam berinvestasi di saham, kamu bisa mendapatkan hasil yang sangat signifikan dalam jangka panjang. Saham mampu menjadi instrumen investasi yang menjanjikan untukmu.

Apakah kamu sudah semakin memahami keuntungan saham dan obligasi? Apapun instrumen investasi yang kamu pilih, pastikan kamu memahami betul seluk-beluk instrumen tersebut. Dengan ini, kamu pun juga semakin mudah untuk mengatur strategi investasimu dan bisa mendapatkan keuntungan yang maksimal. Selamat berinvestasi!

Bacaan menarik lainnya:

Darmadji, T., & Fakhruddin, H. M. (2011). Pasar Modal Di Indonesia (Edisi 3 ed.). Jakarta: Salemba Empat.


Ajaib merupakan aplikasi investasi reksa dana online yang telah mendapat izin dari OJK, dan didukung oleh SoftBank. Investasi reksa dana bisa memiliki tingkat pengembalian hingga berkali-kali lipat dibanding dengan tabungan bank, dan merupakan instrumen investasi yang tepat bagi pemula. Bebas setor-tarik kapan saja, Ajaib memungkinkan penggunanya untuk berinvestasi sesuai dengan tujuan finansial mereka. Download Ajaib sekarang.  

Artikel Terkait