Kapan Waktu yang Tepat Menjual Investasi Reksadana?

Seorang pria sedang bimbang mengenai kapan saat yang tepat menjual investasi
Seorang pria sedang bimbang menentukan kapan waktu yang tepat menjual investasi
Sebagai seorang investor, salah satu kebingungan yang pasti kamu hadapi adalah menentukan waktu terbaik untuk menjual investasi reksadana. 
 
Kebingungan semacam ini seringkali dirasakan oleh para investor yang telah memiliki pengetahuan yang cukup mengenai reksa dana dan banyak terlibat langsung dalam pengelolaan instrumen reksadana.
 
Sering kali para investor tidak berhati-hati dalam bertindak dan mengambil keputusan impulsif terhadap investasi reksa dana yang dimiliki. Hal ini biasanya dipengaruhi oleh kondisi pasar saham yang sangat tidak menentu dan membuat investor panik.
 
Namun, perlu dipahami bahwa reksa dana tidak sama dengan saham.
 
Saham merupakan entitas tunggal yang keuntungannya berbanding lurus dan terdampak langsung oleh kondisi pasar. Para ‘pemain’ saham meyakini aturan main yang berbunyi “beli saat rendah, jual ketika tinggi”, yang menjelaskan perilaku para investor saham panik dan akan buru-buru menjual aset saham ketika pasar anjlok.
 
Sementara itu, reksa dana bukanlah entitas tunggal melainkan portofolio atau kumpulan produk investasi. Produk investasi yang dimaksud dapat berupa saham, deposito, obligasi, dan masih banyak lagi. 
 
Nah, karena reksa dana adalah portofolio investasi yang terdiversifikasi atau tersebar dalam beberapa produk investasi berbeda, maka performanya tidak langsung terpengaruh oleh kondisi pasar.
 
Ditambah lagi, reksa dana adalah instrumen investasi jangka panjang, sehingga jika return atau keuntungan yang kamu dapatkan lebih sedikit dari yang diperkirakan, hal itu bukanlah sinyal untuk jual investasimu.
 
Jadi, kapan waktu terbaik untuk jual investasi reksadana?

Jual Investasi Reksadana Ketika Portofoliomu Berubah

Maksudnya gimana? Jadi begini, setiap investor akan memiliki portofolio investasi yang berbeda, karena setiap orang memiliki tujuan investasi yang berbeda-beda juga kan?
 
Tujuan investasi ini yang nantinya akan menentukan produk investasi apa saja yang kamu pilih. Tujuan ini juga yang akan membantu kamu memahami jangka waktu investasi yang terbaik untuk kamu. Apakah jangka panjang atau jangka pendek.
 
Artinya, sebagai investor, perilakumu dalam berinvestasi harus selalu mengacu pada tujuan yang telah kamu tetapkan di awal. Apakah kamu berinvestasi untuk membeli mobil, liburan, atau membeli rumah?
 
Kamu boleh menarik investasimu jika jumlahnya sudah cukup untuk memenuhi kebutuhan tersebut. Namun, disarankan untuk mengambil tidak lebih dari jumlah yang kamu butuhkan.
 
Jika kamu berinvestasi selama 15 tahun untuk biaya sekolah anakmu dan lima tahun lagi anakmu akan berkuliah, maka lebih baik kamu pindahkan investasimu dari instrumen jangka panjang ke jangka pendek. Kenapa? Hal ini dilakukan untuk menghindari volatilitas pasar karena investasi jangka panjang cenderung memiliki risiko yang tinggi.
 
Intinya, perubahan kebutuhan keuangan kamu akan memaksa kamu menarik investasimu dan menempatkannya ke instrumen investasi lain yang lebih sesuai. Tidak masalah, selama perilaku ini berlandaskan pada skala prioritas yang baik.

Jual Saat Kinerja Kian Memburuk

Kondisi lain yang dapat dikatakan cocok bagi kamu untuk menjual investasi reksadana adalah ketika kinerja reksa dana kamu terus menurun selama dua hingga tiga tahun.
 
Namun, jika performa reksa dana kamu terlihat buruk selama periode yang kurang dari setahun, jangan jual investasimu! Hal ini termasuk sebagai tindakan yang impulsif dan tergesa-gesa loh. Menjual reksa dana yang berkinerja rendah selama kurang dari setahun tidaklah bijak karena mungkin saja hal tersebut hanyalah fluktuasi jangka pendek. Artinya, masih akan ada kemungkinan performanya kembali meningkat.
 
Kecuali jika kamu sudah betul-betul paham bahwa investasi reksadana yang kamu miliki berkinerja buruk secara signifikan selama lebih dari dua tahun. Bisa dikatakan inilah saat yang tepat untuk memberhentikan kerugian dan merelokasi investasimu ke jenis reksa dana yang lebih menjanjikan. 
 
Namun, kamu harus ingat bahwa tujuan investasi adalah untuk mencapai tujuan finansialmu. Jadi, selalu berpedomanlah kepada tujuan investasimu sehingga kamu tahu betul kapan harus menjual reksa danamu.

Ajaib merupakan aplikasi investasi reksa dana online yang telah mendapat izin dari OJK, dan didukung oleh SoftBank. Investasi reksa dana bisa memiliki tingkat pengembalian hingga berkali-kali lipat dibanding dengan tabungan bank, dan merupakan instrumen investasi yang tepat bagi pemula. Bebas setor-tarik kapan saja, Ajaib memungkinkan penggunanya untuk berinvestasi sesuai dengan tujuan finansial mereka. Download Ajaib sekarang.

Share to :
Kembangkan uangmu sekarang juga Lakukan deposit segera untuk berinvestasi
Artikel Terkait