Investasi

Jawaban Perdebatan Lebih Baik Investasi Saham atau Obligasi

investasi saham atau obligasi

Ajaib.co.id – Perdebatan antara investasi saham atau obligasi sering sekali terjadi. Untuk menjawabnya, simak ulasan redaksi Ajaib berikut ini.

Rasanya hampir semua kalangan milenial, investor ataupun bukan, sudah cukup kenal dengan investasi saham, baik yang blue chip maupun bukan, emiten, harga saham, pasar saham dan Bursa Efek Indonesia.

Namun, mungkin hanya investor berpengalaman saja yang paham betul apakah lebih baik investasi saham atau obligasi di tengah berlanjutnya ketidakpastian ekonomi dunia saat ini. Perang dagang mendingin, banjir melanda. Alam mereda, merebak virus Corona. Ada saja masalah yang bikin nilai saham jungkir-balik dan terancam capital loss!

Sementara jenis investasi obligasi kadang bikin apatis karena tingkat imbal hasil (return) yang segitu-gitu aja, meski lebih aman. Jadi, di tengah labil ekonomi saat ini, lebih baik investasi saham atau obligasi, sih?

Jawabannya, kedua-duanya sama baiknya dan punya peran yang saling mengisi dalam investasi reksa dana campuran!

Plus Minus Investasi Saham

Plus:

  • Imbal hasil (return) tahunan cukup tinggi, bisa > 100%, yang tak mungkin didapat dari Surat Obligasi ataupun investasi pendapatan tetap.
  • Berpartisipasi dalam pertumbuhan perusahaan emiten.
  • Pemegang saham mudah menjual sahamnya dengan harga adil.
  • Sangat mudah dicairkan.
  • Ada imbal hasil Dividen dan Capital Gain.
  • Investasi saham mudah terdiversifikasi di berbagai negara, sektor, dan industri yang memberi beragam potensi imbal hasil (return) dan risiko.

Minus:

  • Nilai fluktuatif/volatile setiap hari.
  • Investor menjadi pihak terakhir yang mendapatkan pembagian laba perusahaan setelah karyawan, supplier, kreditor dan biaya infrastruktur.
  • Tidak berhak penuh atas hak dan kepemilikan perusahaan.
  • Nilai saham rentan terhadap berita baik atau buruk.
  • Kekeliruan memilih saham berisiko capital loss atau stagnan.
  • Perlu tingkat literasi dan analisa tinggi.

Plus Minus Investasi Surat Obligasi

Pengertian surat berharga atau obligasi adalah surat pernyataan utang dari pihak penerbit surat obligasi terhadap pemegang surat obligasi. Penerbit surat obligasi adalah pihak yang berutang, dan pemegang surat obligasi adalah pihak yang memberikan piutang.

Di dalam surat obligasi, dituliskan jatuh tempo pembayaran utang beserta bunganya (fixed cupon) yang menjadi kewajiban penerbit surat obligasi kepada pemegang surat obligasi, yang di Indonesia umumnya adalah 1 -10 tahun. Jadi, tingkat imbal hasilnya (return) bersifat tetap, tidak naik-turun.

Penerbitan surat obligasi bertujuan penghimpunan dana dari masyarakat demi sumber pendanaan kinerja usaha penerbitnya, baik itu Pemerintah, BUMN maupun perusahaan swasta. Surat obligasi bisa diperjualbelikan di Bursa Efek Indonesia (BEI), ataupun agen penjual, yaitu bank yang ditunjuk, ataupun lembaga sekuritas.

Jenis Surat Obligasi

Dari aspek pihak penerbit, ada 3 jenis surat obligasi, yaitu:

1. Government Bonds

Ini adalah jenis surat obligasi yang diterbitkan oleh Pemerintah dan dinamai Obligasi Negara Ritel (ORI). Pertama kali diterbitkan pada Agustus 2006 dan terus diterbitkan 1 seri tiap tahun (kecuali pada 2007 dan 2008 yang diterbitkan 2 seri). Peminat investasi ini cenderung meningkat tiap tahunnya.

2. Corporate Bonds

Ini adalah jenis surat obligasi yang diterbitkan oleh perusahaan, baik BUMN maupun swasta, dengan tingkat bunga tetap (fixed coupon) dalam jangka waktu tertentu.

3. Municipal Bonds

Ini adalah jenis surat obligasi yang diterbitkan oleh Pemerintah Daerah untuk membiayai pembangunan fasilitas publik.

Kelebihan Surat Obligasi Sebagai Alat Investasi

  • Imbal hasil (return) yang diperoleh ada 3 jenis, yaitu: fixed coupon (kupon tetap) dimana tingkat bunga tetap hingga akhir jangka waktu, kupon mengambang (floating/variable coupon) dimana tingkat bunga bisa naik-turun tanpa melewati batas minimalnya, dan tanpa kupon (zero coupon bond) dimana imbal hasil (return) berasal dari selisih harga diskon pembelian surat obligasi dengan harga pembayaran bernilai penuh saat jatuh tempo.
  • Persentase imbal hasil (return) yang diperoleh dari selisih harga surat obligasi saat dibeli dan dijual.
  • Investasi bersifat aman karena pembayaran kupon dan pokok dijamin UU No. 24 Tahun 2002/UU No. 19 Tahun 2008.
  • Imbal hasil (return) lebih tinggi dibandingkan bunga deposito.
  • Mudah diperdagangkan di Pasar Sekunder yang diatur mekanisme Bursa Efek Indonesia (BEI) atau transaksi di luar bursa.
  • Dapat diagunkan.

Kekurangan Surat Obligasi Sebagai Alat Investasi:

  • Jika penerbit surat obligasi selain Pemerintah mengalami gagal bayar, maka investor tak cuma berisiko capital loss, tetapi juga kehilangan seluruh pokok utang. Untungnya, surat obligasi Pemerintah (Government Bonds) terlindungi undang-undang dan tidak memiliki risiko ini.
  • Penjualan surat obligasi sebelum jatuh tempo di Pasar Sekunder merugikan investor karena harga jualnya lebih rendah dari harga beli.
  • Surat obligasi dengan imbal hasil (return) mengambang masih memiliki kerentanan terhadap perubahan suku bunga, kondisi makroekonomi dan politik, meskipun ada minimum tingkat bunga.

Kini kamu nggak perlu lagi bingung menentukan apakah lebih baik investasi saham atau obligasi, karena kamu bisa memilih keduanya di aplikasi Ajaib. Semuanya kembali lagi kepada tujuan keuangan kamu,

Di sini, kamu bisa memilih instrumen investasi saham maupun obligasi sesuai tujuan keuanganmu. Di Ajaib, kam bisa memulai investasi dengan minimum modal hanya Rp10.000. Ajaib juga telah menyandang status kelulusan dari program pembinaan inkubator startup terkemuka Y Combinator di Silicon Valley, serta pengawasan penuh Otoritas Jasa Keuangan. Ajaib tetap jadi pilihan keren untuk kaum milenial!

Artikel Terkait