Investor Milenial, Pelajari ini Sebelum Membeli Saham BBCA

Generasi milenial sudah semakin sadar untuk berinvestasi (investor milenial). Tak tanggung-tanggung, mereka berinvestasi di pasar modal dan membeli saham perbankan. Saham BCA salah satunya.

Investor milenial “mematahkan” pandangan mengenai investasi pasar modal yang dianggap rumit dan mahal. Menurut data PT Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI), dilansir dari Kumparan.com (02/07/2018), jumlah Single Investor Identification (SID) meningkat signifikan mulai tahun lalu.

Jumlah investor pasar modal usia 21-30 tahun: 26,24%, usia 31-40 tahun: 25,12%, usia 41-50 tahun: 23,02%, usia 51-60 tahun: 13,95%, usia 61-70 tahun: 5,81%, usia 71-80 tahun: 1,71%, dan sisanya di atas 80 tahun. Hal tersebut dipengaruhi oleh gerakan pemerintah “Yuk Nabung Saham” sejak tahun 2015, proses administrasi mudah, tersedia aplikasi saham di ponsel pintar, serta modal terjangkau.

Investasi pasar modal merupakan penanaman modal yang berhubungan dengan penawaran umum dan perdagangan efek (saham) dari suatu perusahaan (emiten). Misalnya membeli saham BBCA, berarti kamu menjadi salah satu pemiliknya. Tetapi beli saham BBCA harus melalui perusahaan sekuritas.

Perusahaan sekuritas adalah perusahaan yang mendapatkan izin usaha dan pengawasan dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Selanjutnya, perusahaan akan membeli saham di Bursa Efek Indonesia (BEI) sebagai penyelenggara pasar bursa. Minimal pembelian saham adalah satu lot atau setara dengan 100 lembar.

Jika kamu sudah memiliki akun di perusahaan sekuritas, saatnya berburu saham yang untungnya berlipat-lipat. Saham mana yang harus dimiliki? Salah satu saham incaran investor datang dari industri perbankan.

Memang, ada anggapan bahwa saham perbankan memiliki harga tinggi. Ada benarnya, tetapi return atau keuntungannya pun tinggi. Untuk membidik saham perbankan, lihat emiten yang masuk Indeks LQ45 di BEI atau biasa disebut saham blue chip.

Saham blue chips perbankan yang bisa dimiliki oleh investor milenial antara lain:

  1. Bank BCA (BBCA): Awal BBCA di lantai bursa dijual 2,775 pada tahun 2000-an. Sekarang BBCA berada pada angka 30,200 per lembar. Siapa yang tak mau keuntungan berlipat ganda?
  2. Bank BNI (BBNI): BEI baru saja merilis daftar emiten yang masuk IDX Value30, yaitu indeks yang memiliki valuasi harga yang relatif rendah dengan kinerja keuangan dan likuiditas transaksi yang baik. BBNI masuk daftar tersebut. BBNI berada pada angka 7,925.
  3. Bank BRI (BBRI): BBRI merupakan emiten perbankan yang memiliki total aset dan laba terbesar saat ini. Kamu pun berkesempatan menjadi salah satu pemegang saham BBRI dengan menggelontorkan 4,300.
  4. Bank BTN (BBTN): Di antara harga saham emiten perbankan, BBTN bisa kamu miliki hanya dengan 2,300. Terjangkau kan?
  5. Bank Mandiri (BMRI): Semester I-2019, BMRI memperoleh laba bersih Rp13,5 triliun. Laba tersebut naik 11% dari tahun sebelumnya. Saham BMRI bisa kamu peroleh dengan harga 7,400.

Masukkan saham BBCA dan saham kategori blue chip lainnya ke dalam daftar belanjamu. Mereka layak dijadikan lahan investasi. Karena emiten di atas memiliki pendapatan stabil, ekuitas (modal) tumbuh, dan liabilitas (utang) tidak banyak. Biasanya, saham blue chip memberikan dividen (laba atau pendapatan perusahaan) setiap tahun kepada para investor. Namun perlu kamu ingat, semakin besar laba yang diinginkan, semakin besar pula risikonya. Selamat berinvestasi di pasar modal, investor milenial!


Ajaib merupakan aplikasi investasi reksa dana online yang telah mendapat izin dari OJK, dan didukung oleh SoftBank. Investasi reksa dana bisa memiliki tingkat pengembalian hingga berkali-kali lipat dibanding dengan tabungan bank, dan merupakan instrumen investasi yang tepat bagi pemula. Bebas setor-tarik kapan saja, Ajaib memungkinkan penggunanya untuk berinvestasi sesuai dengan tujuan finansial mereka. Download Ajaib sekarang.

Share to :
Kembangkan uangmu sekarang juga Lakukan deposit segera untuk berinvestasi
Artikel Terkait