Investasi Saham dan Cara Aman untuk Mendapatkan Keuntungan

investasi saham
investasi saham

Sebagai seorang investor pemula yang ingin terjun di dunia investasi saham, pasti ada pertanyaan “bagaimana cara investasi saham yang aman dan menguntungkan?” Sebab, setiap orang yang berinvestasi, baik pemula maupun bukan pasti ingin menghasilkan keuntungan di masa yang akan datang. Jika tidak memahami dengan baik, maka investasi yang kamu jalankan malah bisa membuatmu buntung.

Apalagi jika kamu fokus untuk investasi saham, sebab investasi ini memiliki risiko yang tinggi. Salah satu kerugian yang bisa dialami oleh investor ialah capital loss atau bisa disebut juga kerugian yang didapatkan dari selslih harga beli dikurangi harga jual saham.

Di luar risiko yang terjadi, investor juga akan mendapatkan keuntungan hingga 20 persen atau lebih dalam satu tahun berkat investasi saham. Dengan keuntungan sebesar itu, sudah tentu menarik hati para investor bukan?

Nah bagi yang tertarik mencoba, kamu harus tahu bagaimana cara meraih keuntungan dari investasi saham dengan cara belajar saham dengan baik dan benar. Dengan mengetahui hal itu, dijamin deh kamu bisa meraup keuntungan dalam waktu cepat. Berikut cara investasi saham yang aman dan menguntungkan yang bisa diikuti oleh investor pemula.

Pilih Sekuritas

Sebelum memulai investasi saham, ada baiknya kamu mengetahui perusahaan-perusahaan sekuritas yang ada. Tiap-tiap sekuritas memiliki keunggulan dan kekurangan. Begitu pula dengan biaya transaksi yang dikenakan kepada investor, tiap-tiap sekuritas memiliki jumlah yang berbeda.

Dalam investasi saham, hal pertama yang harus dilakukan ialah membuka rekening efek atau rekening dana nasabah yang difasilitasi oleh perusahaan-perusahaan sekuritas tersebut. Setelah rekening jadi, kamu harus melakukan top-up dana ke rekening efek yang kamu buat tadi.

Uang di rekening efek itulah yang nantinya berfungsi seperti e-money. Dengan uang itu, kamu bisa membeli saham-saham yang diinginkan secara online. Nah, biaya transaksi yang dimaksud ialah biaya pembelian dan penjualan saham yang kamu lakukan. Nantinya, biaya itu akan menjadi sumber pendapatan perusahaan broker yang bersangkutan.

Dengan begitu, semakin murah biaya transaksi yang diberikan oleh sekuritas, maka keuntungan yang didapatkan investor juga akan lebih besar bukan? Namun, bukan berarti biaya transaksi yang besar tidak layak untuk dipilih. Bisa jadi, pelayanan dari sekuritas yang memiliki biaya transaksi besar ini malah bisa memberikan pelayanan terhadap nasabah dengan lebih baik.

Setelah memutuskan dan mengetahui sekuritas mana yang akan dituju, kamu tinggal menyiapkan dokumen-dokumen yang dibutuhkan untuk membuka rekening tersebut.

Kendalikan Dirimu

Setelah rekening efek sudah jadi dan aplikasi untuk trading sudah tersedia, tugas selanjutnya ialah melakukan top up dana ke rekening efek tersebut. Terkadang, karena masih awal kamu akan sedikit pikir-pikir untuk melakukan top up karena takut kehilangan uang dari investasi yang kamu jalankan ini.

Tenang saja, kamu bisa memulai investasi saham dengan dana kurang lebih Rp 100.000. Apalagi, ada banyak saham yang harganya hanya Rp 50 per lembarnya. Namun, perlu diingat, dalam transaksi saham kamu diwajibkan untuk membeli satu lot. Satu lot ini berisi 100 lembar saham. Jadi, saat kamu akan membeli saham dengan harga Rp 50 per lembar, maka kamu cukup menyiapkan uang sekitar Rp 5.000 untuk memilikinya per lot.

Namun, dengan budget sekecil itu apa mungkin kamu akan mendapatkan keuntungan yang besar? Tentu saja tidak. Jika kamu ingin untung besar maka kamu juga harus siap untuk menghadapi risiko besar. Maka dari itu, jika ingin mendapatkan untung besar maka kamu harus menyiapkan dana yang besar pula. Dan yang paling penting ialah kamu harus tetap mengontrol diri dan tidak terlalu rakus dalam melakukan transaksi saham.

Beli saham Perbankan atau Consumer Goods

Setelah melakukan top up dana, kamu tinggal memilih saham yang kamu inginkan. Yang perlu diutamakan untuk kamu pilih ialah saham dari perusahaan perbankan atau consumer goods. Hal itu dikarenakan kedua jenis perusahaan itu merupakan perusahaan dengan bisnis yang sederhana. Selain itu, produk-produknya juga digunakan oleh masyarakat, jadi otomatis dalam setahun bisa meraih laba yang signifikan.

Adapun untuk saham yang dipilih ialah saham yang terdaftar dalam indeks saham yang dikeluarkan oleh Bursa Efek Indonesia (BEI), yaitu indeks LQ45 atau IDX30. Saham-saham dari indeks tersebut memiliki likuiditas yang tinggi. Selain itu, fundamental perusahaan bisa dikatakan memiliki nilai yang baik. Saham-saham dalam indeks itu biasa disebut dengan istilah blue chip.

Nah dengan begitu, kamu bisa memilih saham dari perusahaan perbankan atau consumer goods yang terdaftar dalam indeks LQ45 tersebut.

Lakukan Average Down saat Alami Kerugian

Saat mengalami kerugian, yang harus kamu lakukan ialah tidak perlu panik. Kamu cukup lakukan average down. Average down sendiri adalah strategi investasi dengan melakukan pembelian secara bertahap saat harga saham di pasar sedang mengalami penurunan. Dengan begitu, nilai investasi yang kamu punya tidak terjun bebas, dan malah justru mengikuti kondisi pasar. Saat kondisi pasar kembali pulih, return yang kamu dapatkan juga akan meningkat.

Pilih Investasi Jangka Panjang atau Jangka Pendek

Setelah mengetahui langkah-langkah di atas, sebagai akhirnya kamu harus bisa menentukan jangka waktu investasi yang akan kamu lakukan. Bisa saja kamu memilih investasi jangka panjang atau mungkin malah jangka pendek.

Jika kamu memilih investasi jangka panjang, maka kamu harus siap untuk melakukan penyetoran dana setiap bulan dan melakukan transaksi. Terlepas dari apakah harga saham yang kamu miliki itu sedang naik atau turun, yang terpenting kapitalnya makin besar.

Adapun untuk durasi investasi jangka panjang, tiga tahun sebenarnya sudah termasuk dalam kategori tersebut. Sebab, saat ini dunia sudah memasuki era digital dan keterbukaan informasi, sehingga berita-berita online yang muncul sudah tentu bisa mempengaruhi sentimen di pasar modal.

Sementara, saat kamu memilih investasi jangka pendek, kamu harus siap untuk terus memantau pergerakan saham yang kamu miliki. Selain itu, kamu juga harus mencermati tren fluktuasi harga saham yang diincar. Metode ini biasa disebut dengan istilah trading saham.

Metode ini memang kurang tepat bagi investor pemula. Namun, jika kamu ingin mencoba boleh saja asalkan jangan beli saham dari perusahaan yang memiliki fundamental tidak jelas.

Itulah penjelasan untuk menjawab pertanyaan bagaimana cara investasi saham yang aman dan menguntungkan. Selamat mencoba investasi dan semoga bisa terus mendapatkan keuntungan.


Ajaib merupakan aplikasi investasi reksa dana online yang telah mendapat izin dari OJK, dan didukung oleh SoftBank. Investasi reksa dana bisa memiliki tingkat pengembalian hingga berkali-kali lipat dibanding dengan tabungan bank, dan merupakan instrumen investasi yang tepat bagi pemula. Bebas setor-tarik kapan saja, Ajaib memungkinkan penggunanya untuk berinvestasi sesuai dengan tujuan finansial mereka. Download Ajaib sekarang.  

Mulai Investasi Reksa Dana Dengan Ajaib.
Ayo bergabung dengan Ajaib, aplikasi investasi online terbaik! Bebas biaya pendaftaran, bisa tarik dana kapan saja. Modal awal min. Rp10.000.
Facebook Comment
Artikel Terkait