Bisnis & Kerja Sampingan

Inilah Pengertian Ekonomi Makro Beserta Contohnya

pengertian ekonomi makro

Apa itu ilmu ekonomi makro dan mikro? Dan apakah bisa digunakan untuk memulai investasi?

Dalam ilmu ekonomi terdapat dua istilah yang pasti tidak asing bagi kamu jika mengikuti tren ekonomi yang berkembang saat ini. Kedua istilah ekonomi tersebut adalah ekonomi makro dan ekonomi mikro.

Baik itu ekonomi makro dan mikro sering sekali kita jumpai tentunya dalam acara televisi yang membahas mengenai perkembangan ekonomi di suatu negara.

Lantas, sebenarnya apa sih yang dimaksud dengan ekonomi makro dan mikro tersebut? Dan, apakah ada contoh sederhananya agar orang awam sekalipun dapat mengetahui dan memahami perbedaan dari kedua istilah ekonomi tersebut.

Untuk menjawab rasa penasaran kamu, Ajaib akan membahas lebih dalam pengertian ekonomi makro dan mikro serta contohnya, kamu bisa simak artikel berikut ini.

Pengertian Ekonomi Makro dan Mikro

Ekonomi Makro adalah studi ilmu ekonomi yang membahas perekonomian yang lebih kompleks dan luas secara menyeluruh, dimana perubahan ekonomi yang terjadi dapat mempengaruhi banyak masyarakat, perusahaan, pasar, bahkan hingga ke perekonomian suatu negara.

Sedangkan ekonomi mikro adalah studi ilmu ekonomi yang mempelajari perilaku konsumen dan perusahaan dalam penentuan harga pasar dan faktor yang mempengaruhi harga-harga pasar tersebut dari segi jual-beli suatu produk atau jasa.

Ruang Lingkup Ekonomi Makro & Mikro

Jika dilihat dari pengertian ekonomi makro dan ekonomi mikro terlihat adanya perbedaan bukan? Nah sekarang bagaimana dengan ruang lingkupnya.

#1 Ruang Lingkup Ekonomi Makro

Ekonomi makro membahas hal-hal yang lebih luas dibanding ekonomi mikro. Selain itu, ekonomi mikro membahas mengenai finansial, pendapatan dan pengeluaran. Sedangkan ekonomi makro akan membahas ketersediaan lapangan kerja dan tingkat pengangguran, masalah inflasi dan deflasi, dan masih banyak lagi.

Ilmu ini penting untuk dipelajari untuk mengetahui kestabilan neraca keuangan negara terhadap nilai tukar mata uang rupiah terhadap mata uang asing. Di bawah ini adalah beberapa kebijakan yang dibahas dalam ekonomi makro.

a. Kebijakan Fiskal

Kebijakan ini mengatur pendapatan dan pengeluaran negara. Pendapatan negara bisa didapatkan dari pajak yang biasanya dilakukan Pemerintah. Selain itu, pendataan juga bisa didapatkan dari non-pajak seperti gratifikasi, denda, lelang, dan pemberian dari Negara lain.

Sedangkan pengeluaran negara biasanya didapatkan dari kegiatan impor barang dari luar negeri untuk memenuhi kebutuhan pokok dalam negeri, baik dalam bentuk beras, jagung, gandum, dan juga barang lainnya.

b. Kebijakan Moneter

Kebijakan ini berfungsi untuk mengukur banyak keuangan yang dikeluarkan bank-bank sentral di Indonesia terhadap masyarakat Indonesia. Di mana, perputaran uang yang banyak akan mempengaruhi tingkat inflasi sehingga menyebabkan harga produk menjadi lebih tinggi. Namun, jika perputaran uang semakin kecil maka harga produk yang ditawarkan pun relatif lebih murah atau deflasi.

Kebijakan ini memiliki peran penting yang memengaruhi pertumbuhan ekonomi, sehingga sangat dibutuhkan karena berkaitan dengan kegiatan sehari-hari.

c. Kebijakan Segi Penawaran

Kebijakan ini bisa membantu menstabilkan neraca keuangan perusahaan atau negara. Sehingga, banyak perusahaan yang membutuhkan seseorang dengan ahli di bidang ilmu ekonomi ini.

Hal ini dapat menekan anggaran produksi secara maksimal, namun tetap mempertimbangkan kualitas produk, sehingga barang yang dihasilkan tetap berkualitas.

Jadi, kebijakan ini tidak hanya memperhitungkan keuntungan, namun juga gaji karyawan. Biasanya kebijakan ini digunakan setiap tanggal 1 Mei, di mana tanggal ini bertepatan dengan hari buruh.

#2 Ruang Lingkup Ekonomi Mikro

Ekonomi mikro membahas hal-hal yang lebih kecil dan spesifik, seperti kondisi perusahaan yang sedang mengalami colaps, namun ekonomi ini tidak selalu mempelajari masalah finansial . Berikut ini beberapa hal yang dibahas dalam cabang ekonomi mikro.

a. Teori Harga

Teori ini adalah tahap awal sebuah proses permintaan dan penerimaan barang/jasa yang akan berpengaruh pada harga produk penjualan. Karena itulah sebelum menentukan harga, ada baiknya kamu melakukan riset terlebih dahulu apakah harga yang dibandrol terlalu tinggi atau terlalu rendah.

Jika harga yang ditetapkan tidak sebanding dengan produk atau jasa yang akan dijual, maka akan kesulitan untuk memasarkan produk dan bisa jadi konsumen lebih tertarik membeli produk dari kompetitor. Jadi, pastikan kamu mempertimbangkan juga kepuasan pelanggan, bukan hanya memikirkan laba.

b. Teori Produksi

Teori produksi harus dipikirkan dengan matang sebelum memberikan harga agar seusai antara pendapatan dan pengeluaran, serta prosentasi laba yang harusnya didapat. Perhitungan kualitas dan kuantitas bahan dasar untuk membuat produk juga perlu diperhatikan agar tidak terjadi kerugian dalam perusahaan maupun negara.

c. Teori Distribusi

Teori ini membahas pengeluaran pemilik perusahaan seperti pemberian gaji kepada karyawan yang telah mengerjakan tugasnya, pembagian hasil dengan partner bisnis, hingga kebutuhan lain yang bertujuan untuk memajukan usaha.

Tujuan Ekonomi Makro & Mikro

#1 Tujuan Ekonomi Makro

a. Meningkatkan pendapatan nasional

Ekonomi makro digunakan untuk meningkatkan pendapatan nasional Indonesia. Dengan mengetahui pendapatan nasional, pertumbuhan ekonomi negara bisa lebih terukur dengan baik. Selain itu, kebijakan ekonomi yang efektif dan efisien juga bisa meningkatkan pendapatan nasional secara signifikan.

b. Membuka kesempatan lapangan pekerjaan

Ekonomi Makro juga bisa membantu negara untuk membuka lapangan kerja. Dengan menngkatnya peluang untuk mendapatkan kesempatan kerja, kapasitas produksi nasional bisa turut meningkat. Kebijakan ekonomi makro juga bisa digunakan untuk mengajak investor untuk menanamkan modal atau berinvestasi sehingga lapangan kerja terus meningkat.

c. Meningkatkan kapasitas produksi secara nasional

Kebijakan ini juga bisa membantu meningkatkan kapasitas produksi secara nasional, sehingga dapat memengaruhi peningkatan pertumbuhan dan pembangunan ekonomi. Untuk meningkatkan kapasitas produksi ini, negara harus memperbaiki situasi investasi dalam negeri yang bisa memberikan pengaruh positif terhadap peningkatan kapasitas produksi.

d. Mengendalikan inflasi

Inflasi sering terjadi karena adanya permintaan yang terlalu besar terhadap suatu barang/jasa, sehingga menyebabkan kenaikan harga. Jika hal ini terjadi, pertumbuhan perekonomian suatu negara bisa terhambat dan berpengaruh pada kenaikan harga barang yang tinggi, peningkatan pengangguran, serta penurunan nilai mata uang. Untuk mencegahnya, suatu negara memerlukan penerapan kebijakan makro seperti politik pasar terbuka, cash ratio, hingga politik diskonto.

e. Menjaga kestabilan ekonomi

Kebijakan ini juga bisa membantu menjaga kestabilan ekonomi negara Indonesia agar para pelaku ekonomi memiliki kepercayaan untuk berinvestasi di Indonesia. Dengan tercapainya stabilitas perekonomian, negara bisa meningkatkan permintaan persediaan dan keseimbangan neraca. Selain itu, penerapan kebijakan ekonomi berupa perbaikan fungsi pasar dan perbaikan di sektor industri, pertanian, keuangan, dan lain-lain harus dilakukan.

f. Menyeimbangkan neraca pembayaran luar negeri

Analisis ini juga digunakan untuk menyeimbangkan neraca pembayaran luar negeri yang merupakan rangkuman dari berbagai transaksi, seperti transaksi keuangan antar penduduk baik di dalam maupun luar negeri, pembelian dan penjualan barang/jasa, dan dana hibah dari negara asing dalam periode tertentu.

#2 Tujuan Ekonomi Mikro

Tujuan ekonomi mikro ada dua. Pertama, dengan ekonomi mikro, kamu bisa melakukan analisis terhadap mekanisme pasar yang membentuk harga relatif kepada produk barang/jasa, serta alokasi dari sumber terbatas di antara banyaknya penggunaan. Kedua, dengan ekonomi mikro kamu juga bisa melakukan analisis kegagalan pasar dalam memproduksi hasil yang efisien dan menjelaskan berbagai kondisi teoritis yang dibutuhkan bagi suatu pasar dengan persaingan sempurna.

Lebih Penting Ekonomi Makro atau Mikro?

Ilmu ekonomi makro dan ekonomi mikro bisa kamu gunakan ketika kamu ingin berinvestasi di sebuah produk investasi contohnya saja properti.

Dalam berinvestasi di properti, yang pertama kali kamu harus lakukan yaitu menganalisa ekonomi makro seperti kondisi ekonomi Indonesia.

Setelahnya, kamu baru menganalisa kondisi ekonomi di provinsi tersebut, hingga dipertajam sampai perkembangan komplek properti di daerah tersebut.

Jika sudah selesai menganalisa menggunakan ekonomi makro barulah kamu mempertimbangkan budget yang kamu punya dan apakah cocok dengan tujuan finansialmu dalam beberapa tahun kedepan.

Jika ditanya lebih penting mana antara ekonomi makro dan mikro, kedua-duanya sama-sama penting karena kedua ilmu ekonomi tersebut saling melengkapi.

Itulah informasi yang bisa Ajaib berikan terkait pengertian ekonomi makro, serta perbedaan dan contohnya dari mikro yang wajib untuk diketahui khususnya bagi kaum milenial yang ingin memulai investasi dari sekarang. Semoga bermanfaat ya guys.

Bacaan menarik lainnya:

Sukirno, Sadono. (2010). Makroekonomi: Teori Pengantar. Jakarta: PT.Rajagrafindo Persada


Ajaib merupakan aplikasi investasi reksa dana online yang telah mendapat izin dari OJK, dan didukung oleh SoftBank. Investasi reksa dana bisa memiliki tingkat pengembalian hingga berkali-kali lipat dibanding dengan tabungan bank, dan merupakan instrumen investasi yang tepat bagi pemula. Bebas setor-tarik kapan saja, Ajaib memungkinkan penggunanya untuk berinvestasi sesuai dengan tujuan finansial mereka. Download Ajaib sekarang.

Artikel Terkait