Cryptocurrency

Ini Dia Efek Bitcoin Halving dalam Market Crypto

Ajaib.co.idMata uang kripto sepertinya sudah banyak dilirik sebagai media investasi. Perkembangan teknologi blockchain yang merupakan salah satu penyebab berkembangnya mata uang kripto. Namun, mata uang favorit semua investor adalah bitcoin.  Nah, semua penambang bitcoin maupun investor kripto selalu menantikan momen halving. Hal ini dikarenakan bitcoin menjadi salah satu cryptocurrency yang paling memengaruhi market kripto.

Lalu, apa itu bitcoin halving? dan bagaimana efeknya terhadap market? Yuk, simak artikel berikut ini:

Apa itu Bitcoin Halving?

Mata uang dicetak oleh pemerintah dan bitcoin didapatkan dengan melakukan penambangan. Cara ini merupakan satu-satunya cara mendapatkan bitcoin baru ke dalam sirkulasi. 

Penambang bitcoin harus selalu melakukan upgrade blockchain untuk dapat memecahkan kriptografi dengan komputer. Proses ini disebut dengan mining. Kriptografi umumnya berisi masalah dan tugas matematika yang sulit. Setiap penambang yang berhasil memecahkan teka-teki tersebut akan mendapatkan bitcoin baru dari protokol bitcoin. 

Nah, dalam perilisan awal bitcoin, setiap penambang yang dapat memecahkan teka-teki ini akan mendapatkan block reward yang per block-nya diberi reward 50 BTC dan target interval setiap blocknya adalah 10 menit. 

Namun, Satoshi Nakamoto, selaku pembuat bitcoin mendesain bitcoin dengan jumlah terbatas sebanyak 21 juta keping dan proses produksinya dilakukan secara bertahap. Kecepatan produksi bitcoin dibatasi dengan halving

Jadi, halving bertujuan untuk membatasi produksi bitcoin yang baru dengan cara memotong hadiah menjadi setengah dari nilai reward sebelumnya. Halving akan berhenti dengan sendiri ketika 21 juta bitcoin telah habis di-mining. Dengan melakukan halving maka dapat mengurangi laju penambahan koin baru dan menurunkan pasokan BTC yang beredar demi menjaga tingkat inflasi.

Kapan Waktu Bitcoin Halving?

Pemotongan reward ini memiliki syarat untuk bisa terlaksana, yaitu ketika penambangan bitcoin sudah mencapai 210 ribu block. Jadi, ketika syarat tersebut terpenuhi, maka halving terjadi. Umumnya, untuk mencapai halving dibutuhkan waktu kurang lebih 4 tahun. Sepanjang sejarah, halving telah terjadi 3 kali, yaitu:

1. Halving Pertama

Yang pertama terjadi pada tanggal 28 November 2012. Pada halving pertama ini, reward yang diberikan kepada penambang berkurang separuh dari 50 menjadi 25 BTC.

2. Halving Kedua

Halving kedua pada tanggal 9 Juli 2016 dengan pengurangan imbalan dari 25 menjadi 12,5 BTC. 

3. Halving Ketiga

Pada tanggal 11 Mei 2020, halving ketiga terjadi dan mengurangi reward dari 12,5 menjadi 6,25 BTC. 

Nah, halving ini terjadi setiap 4 tahun sekali, sehingga para penambang telah memprediksi bahwa tahun terjadinya halving keempat adalah pada tahun 2024. Pada tahun tersebut reward yang didapatkan para penambang adalah 3,125 BTC. 

Berdasarkan algoritma bitcoin, halving akan terjadi sebanyak 64 kali dan reward block akan diperkirakan akan berjumlah 0 pada 2140. Sampai saat ini, total bitcoin yang sudah beredar adalah 18,36 juta keping. Artinya, sisa koin yang belum di-mining adalah sekitar 2,63 juta keping, lho.

Efek Bitcoin Halving

Dengan beberapa kali pengurangan reward, tentu bitcoin akan memiliki kelangkaan bila dibandingkan dengan logam mulia. Dalam prinsip ekonomi, semakin besar permintaan dengan penawaran semakin sedikit, maka akan mengakibatkan harga barang akan semakin tinggi.

Ketika halving, harga bitcoin tidak secara langsung meroket, lho. Ketika halving pertama pada tahun 2012 terjadi, harga bitcoin turun menjadi 12 dolar as. Lalu, pertumbuhan nilai koin mulai secara perlahan pada awal tahun 2013.  Walaupun bulan April 2013 terjadi koreksi yang mengakibatkan penurunan nilai tersebut tidak terlalu memengaruhi perkembangan nilai bitcoin.

Pada akhirnya, di kuartal kedua tahun 2013 harga Bitcoin meningkat dan menyentuh angka 1.160 dolar as atau setara dengan 15,9 juta rupiah. Hal ini menunjukkan bahwa harga bitcoin telah melejit lebih dari 9.600 persen setelah 1 tahun halving.

Melihat meningkatnya harga bitcoin dengan pesat, menarik banyak pihak untuk jadi investornya.  Adopsi penggunaan bitcoin juga mulai dilakukan secara masif oleh masyarakat. Hal ini dibuktikan dengan meningkatnya harga bitcoin sebulan sebelum halving kedua terjadi.

Nah, ketika yang kedua terjadi, harga bitcoin sempat turun menjadi 670 dolar as setiap koinnya. Lalu, setahun kemudian di bulan Juli 2017 harga bitcoin naik hingga mencapai 2.550 dolar as dan puncaknya pada Desember 2017, bitcoin go to the moon sampai 19.700 dolar as atau setara dengan 286,2 juta rupiah.

Grafik naik turun setelah mengalami halving juga terjadi pada halving ketiga. Bahkan, sebelum halving ketiga terjadi, harga bitcoin sudah terlebih dahulu terjun sebesar 30 persen akibat pandemi global covid 19 yang membuat kondisi perekonomian dunia terpuruk. 

Pada halving ketiga terjadi, harga Bitcoin berada di angka 8.500 BTC. Dan setelah 6 bulan sejak halving ketiga, tepatnya November 2020, harga bitcoin tembus menjadi 19.000 atau meningkat sebanyak 220 persen.

Dan setahun setelah halving ketiga, bitcoin mencatatkan all time high (ATH) yang baru pada 10 November 2021 dengan mencapai 68.789,63 dolar as dan sepanjang tahun 2021, bitcoin telah melonjak sebanyak 62 persen, lho.

Nah, salah satu fakta menarik adalah walaupun reward bitcoin untuk setiap block dipotong setengah, penambang bitcoin masih mendapatkan nilai yang lebih besar karena harga bitcoin selalu naik dibandingkan dengan lalu. Selain itu, harga bitcoin juga selalu naik setelah melakukan halving dan turut menaikkan harga koin alternatif lainnya.

Namun demikian, berinvestasi dalam kripto adalah investasi dengan risiko yang tinggi. Nah, buat kamu yang ingin berinvestasi sesuai dengan profil risikomu, download Aplikasi Investasi Ajaib sekarang. Aplikasi Investasi Ajaib akan membantu memilih investasi yang sesuai dengan pilihan risiko kamu. Nah, tunggu apalagi? Segera miliki akun Ajaib ya.

Artikel Terkait