Investasi

5 Aset Pilihan Saat Resesi Ekonomi Mulai Mengancam

resesi ekonomi

Ajaib.co.id – Sebuah negara bisa dikatakan maju jika pertumbuhan ekonominya mengalami perkembangan yang baik. Tidak heran, jika bidang ekonomi itu memiliki peran yang penting pada suatu negara untuk dapat maju. Pertanyaannya, bagaimana dan apa yang akan terjadi jika suatu negara mengalami resesi ekonomi?

Resesi ekonomi merupakan kondisi ketika pertumbuhan ekonomi suatu negara mengalami kelesuan yang luar biasa. Kelesuan ini terjadi pada bidang ekonomi yang meliputi sektor keuangan, lapangan kerja, bisnis, investasi, dan lain sebagainya.

Kira-kira, aset apa yang harus dipertimbangkan sebagi bentuk langkah dalam menghadapi resesi ekonomi tersebut?

Aset Investasi yang Menjadi Rekomendasi saat Resesi Ekonomi Terjadi

Ada beberapa instrumen investasi yang bisa menjadi langkah tepat untuk menghadapi resesi ekonomi. Berikut penjelasannya:

1. Aset Obligasi atau Surat Berharga Negara

Aset investasi yang dapat digunakan sebagai langkah awal mengatasi permasalahan resesi adalah obligasi. Di Amerika sendiri instrumen investasi ini disebut dengan obligasi Treasury T-bonds yang lebih aman dibandingkan dengan saham. Hal ini karena T-bond dijamin oleh pemerintah federal yang berhak memotong dan meningkatkan pajak agar pemegang obligasi dapat terjamin pembayarannya.

Hal ini berarti risiko gagal bayar pada obligasi Treasury sangat kecil. Sifat beli, tahan dan pembayaran yang stabil, jelas menarik bagi para investor. Selain itu, di Indonesia untuk pembelian Surat Berharga Negara atau SBN juga bisa menjadi pilihan. Sama halnya dengan Treasury, SBN dijamin negara melalui UU Surat Utang Negara.

2. Aset Emas

Emas merupakan aset investasi yang memiliki ketahanan terhadap deflasi dan inflasi pada pergerakannya. Oleh karena itu, emas dapat mengalami kenaikan yang tinggi karena banyak investor yang mulai berinvestasi ke logam. Salah satu negara yang memanfaatkan emas sebagai aset investasi saat resesi ekonomi terjadi adalah China. Di mana, China menimbun emas hingga delapan bulan berturut-turut dan mencapai sekitar 93 miliar USD. Hal ini dipandang sebagai langkah China untuk mengantisipasi hal tersebut dan mendorong harga emas semakin meningkat.

3. Aset Dollar Tunai

Pergerakan mata uang Dollar AS dikenal sebagai salah satu aset yang stabil. Investasi uang tunai memang dapat menjauhkan investor dari pergerakan saham yang menurun drastis. Ditambah dollar AS akan mengalami nilai yang naik saat terjadi deflasi. Simpanan uang tunai ini bisa digunakan oleh investor untuk membeli aset lainnya saat turun dan mengambil keuntungan saat pasar rebound.

4. Aset Saham Defensif

Saham defensif merupakan saham yang ada pada segmen pasar perlengkapan rumah, peralatan kesehatan, utilitas, makanan, dan real estate. Saham defensif ini mungkin memiliki pendapatan kecil, namun pergerakannya stabil dan pemegang saham juga mendapatkan dividen dari setiap nilai saham yang dimiliki.

5. Reksa Dana Pasar Uang

Ada beberapa jenis reksa dana yang bisa kamu pilih untuk berinvestasi pada masa resesi ekonomi. Dari beberapa pilihan tersebut, reksa dana pasar uang dianggap sebagai pilihan terbaik. Mengapa? Ini karena reksa dana pasar uang mampu memberikan return yang stabil, di atas deposito.

Reksa dana pasar uang memiliki beberapa keunggulan yang cukup menarik. Pertama reksa dana ini umumnya memiliki imbal hasil yang lebih tinggi dari deposito, harap diingat bunga deposito terkena pajak 20 persen, sedangkan reksa dana adalah instrumen yang bebas pajak.

Selain itu, reksa dana pasar uang juga memiliki tingkat likuiditas yang tinggi. Artinya, kamu bisa membeli dan menjual unit reksa dana kapan pun juga. Dengan karakteristik tersebut tentu investor dapat mencoba menggunakan reksa dana pasar uang sebagai alternatif deposito atau dana darurat yang bisa ditarik kapan saja sewaktu masa resesi.

Untuk berinvestasi reksa dana pasar uang kamu bisa memulainya dengan Ajaib. Apalagi, investasi reksa dana kini bisa dilakukan secara online melalui smartphone kamu dengan mengakses aplikasi Ajaib. Ajaib hadir untuk memudahkan kamu berinvestasi reksa dana secara mudah dan tepat. Jadi, investasi reksa dana kamu dapat memberikan keuntungan sesuai dengan harapan dan risiko yang rendah. Yuk, download aplikasi Ajaib di smartphone kamu dan temukan kemudahan dalam menggunakan investasi reksa dana.

Meski dalam masa krisis aktivitas ekonomi menjadi tidak bergairah, bukan berarti kamu tidak bisa berinvestasi. Kamu masih bisa bermain reksa dana dengan memilih jenis yang paling tepat dan sesuai kebutuhan.

Memilih aset investasi secara baik dan tepat akan mewujudkan perencanaan keuangan sesuai dengan harapan di masa mendatang. Oleh karena itu, pilihlah aset investasi yang memiliki pergerakan stabil dan tahan pada berbagai macam situasi, salah satunya saat krisis ekonomi berlangsung.

Pada dasarnya, kondisi resesi ekonomi ini akan kembali pulih seperti di awal karena jika dibiarkan secara terus-terusan maka negara jelas akan bangkrut. Untuk itu, jika kamu ingin tetap berinvestasi dengan instrumen yang sesuai dengan kebutuhan, maka rencanakan dengan baik. Kamu bisa memilih instrumen investasi yang memiliki keuntungan besar dan risiko rendah seperti reksa dana.

Indonesia Menjadi Salah Satu Negara yang Mengalami Resesi Akibat Pandemi

Pandemi COVID-19 atau virus corona sudah berlangsung hampir 8 bulan di Indonesia. Hal ini membuat kegiatan ekonomi pada kuartal I hingga kuartal III 2020 mengalami kontraksi yang mengakibatkan depresi ekonomi nasional.

Menteri Keuangan, Sri Mulyani Indrawati telah menyebutkan bahwa Indonesia telah mengalami resesi. Pernyataan ini diperjelas data dari Kepala Badan Kebijakan Fiskal Febrio Kacaribu yang mengatakan bahwa sejak awal tahun kinerja perekonomian Indonesia telah melambat sejak kuartal I-2020.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), perekonomian RI hanya tumbuh 2,97 persen pada kuartal I 2020, lebih rendah dibandingkan kuartal IV-2019 yaitu 4,97 persen. Pada kuartal II 2020, pertumbuhan ekonomi juga terperosok lebih dalam, yakni masuk ke zona negatif 5,32 persen. Menurut Febrio, kuartal III pun ekonomi Indonesia merosot di kisaran minus 2,9 persen hingga minus 1 persen, berarti sudah resesi.

Kapan suatu negara bisa dikatakan tengah mengalami resesi ekonomi bisa dilihat dari beberapa indikator. Sebagai contoh ada beberapa negara yang sempat mengalami resesi ekonomi seperti krisis ekonomi yang dialami oleh negara-negara Uni Erope pada tahun 2008-2009 meliputi Perancis, Portugal, Yunani, Spanyol, Republik Siprus, Italia, dan Irlandia.

Selain itu, Thailand juga pernah mengalami kelesuan ekonomi pada pertumbuhan ekonomi yang negatif selama dua kuartal lamanya di tahun 2010. Bahkan, negara adidaya seperti Amerika Serikat dan Rusia juga pernah mengalami resesi ekonomi sepanjang tahun 2015. Indikator yang menjadi penyebab resesi ekonomi dapat dilihat oleh beberapa hal. Berikut penjelasannya:

  • Adanya ketidakseimbangan antara hasil produksi dengan konsumsi.
  • Pertumbuhan ekonomi mengalami pergerakan yang lambat hingga merosot selama dua kuartal secara terus-menerus.
  • Nilai pada impor lebih besar jika dibandingkan dengan nilai ekspor.
  • Inflasi atau deflasi yang terus meningkat tajam.
  • Meningkatnya angka pengangguran.

Jika hal ini mulai terlihat pada suatu negara, maka bisa dikatakan negara tersebut sedang mengalami resesi ekonomi yang bisa mengancam bidang ekonomi. Namun, untuk mengatasi hal ini kamu sebagai warga negara yang ingin mengantisipasi keuangan di masa mendatang saat resesi ekonomi mulai terlihat, ada beberapa cara yang dapat diambil khususnya pada bidang investasi.

Artikel Terkait