Saham

Ingin Sukses Investasi? Ini Cara Memprediksi Grafik Saham

Ajaib.co.id – Memprediksi grafik saham harus bisa kamu lakukan jika kamu ingin sukses di dunia investasi saham. Memang pada dasarnya pergerakan harga saham itu tidak selalu statis, dan kadang berubah secara tiba-tiba, tanpa kita tahu sebelumnya harga saham itu akan berubah.

Kalau harga saham menjadi naik, mungkin kamu akan tenang-tenang saja. Lain halnya jika harga saham tersebut turun drastis, kamu pun akan panik dan buru-buru menjual sahammu. Besoknya ternyata harga saham itu kembali naik. Padahal kamu sebenarnya tidak perlu terburu-buru menjual sahammu karena harganya yang bisa pulih dengan cepat.

Jika kamu tidak mengetahui cara memprediksi grafik saham, usaha yang kamu lakukan akan berakhir sia-sia. Karena itu sebaiknya kamu bisa membaca tren. Membaca tren yang dimaksud adalah mencari tahu kapan harga saham yang kamu miliki naik dan kapan harga sahamnya turun. Jadi, memprediksi pergerakan harga sahammu berhasil kalau kamu berhasil menebak bahwa tren saham milikmu itu akan naik atau akan turun.

Pada dasarnya ketika kamu masuk ke dunia investasi saham, kamu ingin mendapatkan keuntungan yang banyak dan mengalami kerugian yang sedikit. Karena itu cara yang bisa kamu tempuh agar hal itu terjadi adalah belajar saham dari dasar dan memahami pengetahuan dasar tentang memprediksi grafik saham.

Lalu, mengapa analisisnya dalam bentuk grafik? Karena dengan menggambarkan perubahan harga saham dengan grafik, kamu akan lebih mudah membaca tren dengan baik. Posisi naik dan turunnya akan terlihat lebih jelas. Bayangkan saja jika proyeksi harga saham tidak disajikan dalam bentuk grafik, kamu akan kesulitan melakukan penilaian dan analisis.

Memprediksi grafik saham bertujuan agar kamu bisa memprediksi bahwa harga sahammu akan naik atau turun. Sehingga jika terjadi penurunan secara signifikan, sebelum itu kamu sudah menyusun strategi dengan baik untuk menghadapinya.

Untuk kamu yang investor pemula, mungkin awalnya akan terlihat rumit dan memusingkan. Tapi lambat laun kamu pasti akan bisa memahaminya karena cara memprediksi grafik saham ini bisa dipelajari dengan baik. Dan di bawah ini adalah tahapan-tahapan awal yang bisa kamu lakukan untuk membaca grafik saham.

Melakukan Analisa Saham

Sebagai dasar membaca pergerakan harga saham, kamu perlu memahami terlebih dahulu dua jenis analisis yang biasa digunakan di lantai bursa atau pasar modal, yaitu analisa fundamental dan analisa teknikal. Apa perbedaan kedua jenis analisa ini?

Secara sederhana, analisis fundamental berarti analisis yang digunakan untuk menggali informasi mendasar terkait kondisi perusahaan, sektor industri, maupun ekonomi secara keseluruhan. Kita bisa ibaratkan saham adalah sebuah bangunan, sehingga kamu harus punya pondasi yang kuat untuk membangunnya. Pondasi di sini adalah analisis saham, di mana harga saham perusahaan akan bagus jika kondisi fundamentalnya baik. Karena pondasi yang baik mampu menjaga perusahaan tetap kuat bertahan di tengah terpaan kondisi ekonomi yang kurang stabil. Salah satu informasi yang digunakan untuk analisis ini adalah laporan keuangan perusahaan.

Sedangkan, analisis teknikal merupakan proses pengolahan informasi berdasarkan tren pergerakan harga saham historis yang digunakan untuk memprediksi pergerakannya di masa mendatang. Untuk mengetahui analisis ini, kamu perlu memperhatikan grafik pergerakan harga saham sekaligus mengamati data-data pasar lainnya, misalnya pasokan, permintaan, dan volume perdagangan.

Mengenali Jenis Tren dan Ciri-cirinya

Dalam grafik saham dikenal tiga jenis tren tentang harga saham, yaitu tren naik (uptrend), tren menyamping (sideways), dan turun (downtrend).

a. Tren naik (uptrend)

Harga saham dikatakan mengalami tren naik atau uptrend ketika harga saham itu berada di posisi tertinggi, dan ternyata ketika dibuka di esok harinya, harganya semakin tinggi dibandingkan posisi tertinggi sebelumnya. Sehingga bisa dikatakan harga saham itu membuat rekor terbaru dengan posisi harga saham tertinggi. Dan uptrend ini juga termasuk ke dalam kondisi ketika harga saham sedang berada di level terendah yang semakin tinggi.

b. Tren menyamping (sideways)

Tren menyamping ini adalah sebuah kondisi ketika harga saham berada di posisi yang sama dalam kurun waktu tertentu. Harga sahamnya tidak berada di level tertinggi dan terendah yang lebih tinggi atau lebih rendah. Harga sahamnya ini cenderung stabil.

c. Tren turun (downtrend)

Harga saham dikatakan mengalami tren turun atau downtrend ketika harga saham tersebut berada di posisi awal di harga tertinggi, tapi tiba-tiba saja jatuh ke posisi harga terendah. Atau bisa juga berlaku pada kondisi ketika harga saham berada di harga terendah, dan akhirnya malah semakin rendah.

Memprediksi Tren Harga Saham Kapan Berubahnya

Setelah mengetahui jenis-jenis tren dalam harga saham, sekarang saatnya kamu melakukan prediksi. Grafik harga saham sebenarnya tidak perlu kamu buat sendiri karena grafiknya biasanya sudah ditampilkan oleh banyak penyedia informasi saham yang tersebar di internet.

Atau perusahaan di mana kamu memercayakan kelola uang sahammu pun akan memberikan informasi yang akurat tentang grafik harga saham terbaru. Ketika kamu berhasil melakukan prediksi dengan benar, maka kamu adalah pemenangnya karena akan ada keuntungan yang kamu dapatkan darinya.

Untuk memprediksi tren harga saham diperlukan indikator agar memprediksi grafik saham pun jadi tepat sasaran. Karena itu untuk pemula seperti kamu, paling cocok menggunakan indikator yang dinamakan moving average. Indikator ini sering digunakan di dunia trading dan salah satu indikator yang bisa menjadi andalanmu ketika kamu merasa nyaman dan percaya diri dalam menggunakannya.

Lalu, apa itu moving average yang biasa disingkat sebagai MA ini? Moving average adalah grafik pada harga saham yang menunjukkan harga rata-rata yang dihitung pada rentang waktu tertentu. Variabel rentang waktu yang digunakan untuk membentuk MA bisa berapa saja, namun pada umumnya adalah 10, 20, 50, 100, dan 200 hari. Sedangkan, untuk kurun 10 hari, grafiknya disebut MA10, 20 hari disebut MA20, dan seterusnya.

Nah, misalnya, kamu mengambil harga rata-rata saham milikmu selama 7 hari masa perdagangan. Selama 7 hari itu kamu hitung rata-rata harga saham milikmu dan tarik garis lurus di jumlah harga rata-ratanya.

ma-1
Sumber: https://cdn.amarbank.co.id/AmarBlog/uploads/2018/04/11165530/ma-1.jpg

Jenis Moving Average

Terdapat 2 (dua) jenis Moving Average, yaitu Simple Moving Average (SMA) dan Exponential Moving Average (EMA). Di mana, SMA diperoleh dengan menghitung rata-rata harga saham pada saat penutupan dalam sekian hari terakhir. Sementara, penghitungan EMA lebih kompleks namun lebih akurat dibandingkan dengan SMA.

Di bawah ini adalah contoh penghitungan SMA. Misalnya pergerakan Saham PT ABC 5 hari terakhir adalah sebagai berikut:

Hari ke-1: 500

Hari ke-2: 550

Hari ke-3: 600

Hari ke-4: 500

Hari ke-5: 550

Sehingga, rata-rata harga Saham PT ABC 5 hari terakhir (SMA5) = (500+550+600+500+550)/5 = 540.

Jika hari keenam harga saham PT ABC naik jadi 600, maka SMA5 = (550+600+500+550+600)/5 = 560.

Cara membacanya adalah ketika kamu menemukan harga saham kebanyakan bergerakan di atas garis MA, maka hal itu menunjukkan tren harga saham sedang berada di kondisi Uptrend, dan hal tersebut berlaku sebaliknya. Jika harga saham dalam kurun waktu tertentu terlihat berada di bawah garis MA, maka bisa dipastikan bahwa harga saham sedang dalam kondisi Downtrend.

Bagaimana? Cukup mudah kan membaca memprediksi grafik saham menggunakan moving average. Indikatornya memang terlihat sederhana, tapi bisa dimanfaatkan secara maksimal olehmu. Asal kamu mengetahui cara mainnya saja. Selamat mencoba.

Bacaan menarik lainnya:

Fahmi, Irham. (2013).Analisis Laporan Keuangan. Bandung: ALFABETA.


Ajaib merupakan aplikasi investasi reksa dana online yang telah mendapat izin dari OJK, serta didukung oleh SoftBank. Investasi reksa dana bisa memiliki tingkat pengembalian hingga berkali-kali lipat dibanding dengan tabungan bank, dan merupakan instrumen investasi yang tepat bagi pemula. 

Artikel Terkait