Inflasi: Pengertian, Pemicu, dan Dampak yang Ditimbulkan

Inflasi: Pengertian, Pemicu, dan Dampak yang Ditimbulkan
Inflasi: Pengertian, Pemicu, dan Dampak yang Ditimbulkan

Inflasi atau inflation merupakan sebuah kondisi perekonomian di suatu negara. Di mana cenderung mengalami kenaikan harga-harga barang serta jasa secara umum dan masif dalam durasi panjang. Kondisi tersebut diakibatkan karena arus uang dan barang yang mengalami ketidakseimbangan.  Inflation merupakan situasi ekonomi yang sangat sulit untuk dihilangkan dengan tuntas. Berbagai usaha yang dijalankan hanya dalam batas mengkontrolnya saja. 

Pengertian Menurut Para Pakar

Untuk dapat lebih memahami arti dari inflasi, maka kami akan merujuk pada pendapat beberapa ahli atau pakar ekonomi di bawah ini.

a. Pengertian Menurut Winardi

Pengertian inflasi menurut Winardi adalah suatu periode pada masa tertentu, di mana terjadi penurunan dalam kemampuan membeli terhadap kesatuan moneter. Inflasi dapat timbul apabila nilai uang yang didepositokan beredar lebih banyak dibandingkan atas jumlah barang atau pun jasa yang ditawarkan. 

b. Pengertian Menurut Boediono

Menurut mantan Wakil Presiden Republik Indonesia periode 2009-2014, yang juga merupakan seorang pakar ekonomi, Boediono. Inflasi adalah suatu kecenderungan tentang harga-harga supaya naik secara umum dan secara berkelanjutan. 

Kondisi saat harga dari satu atau beberapa barang mengalami kenaikan, maka itu bukan disebut inflasi. Tapi, apabila harga barang yang mengalami kenaikan itu meluas serta mengakibatkan mayoritas harga barang-barang lain mengalami kenaikan. Maka dapat disebut sebagai inflasi. 

Penyebab

Seperti yang sudah kami jelaskan di atas, bahwa terdapat banyak alasan yang membuat inflation dapat terjadi. Hal itu tidak bisa terjadi tanpa adanya penyebab. Secara umum, inflation dapat terjadi karena naiknya permintaan serta biaya produksi. Di bawah ini adalah beberapa alasan mengapa inflation terjadi.

a. Demand Pull Inflation (Kenaikan Permintaan)

Inflation yang muncul karena adanya kenaikan permintaan akan jasa tertentu atau jenis barang. Dalam kasus ini, permintaan kenaikan untuk jasa atau jenis barang ini dapat terjadi secara agregat atau agregat demand

Hal tersebut dapat terjadi karena beberapa alasan. Antara lain, naiknya permintaan barang yang akan diekspor, naiknya belanja pemerintah, dan naiknya permintaan barang untuk swasta. Dengan 3 alasan itu, cukup untuk membuat munculnya inflation.

b. Cost Full Inflation (Kenaikan Dana Produksi)

Inflation yang muncul karena disebabkan kenaikan dana produksi. Hal tersebut dapat terjadi karena naiknya harga untuk bahan-bahan baku. Antara lain, naiknya upah untuk kaum buruh, dan naiknya harga bahan bakar. Padahal, seperti kita ketahui, bahan bakar merupakan salah satu faktor penting di masyarakat.

c. Peredaran Uang yang Tinggi

Inflation yang muncul karena disebabkan oleh adanya peredaran uang di tengah masyarakat yang jauh lebih banyak daripada yang diperlukan. Pada saat jumlah barang tetap, sementara peredaran uang mengalami peningkatan sebanyak 2 kali lipat. Maka dapat terjadi adanya naiknya harga-harga hingga 100 persen.

Kasus tersebut dapat muncul pada saat pemerintah mempraktikkan metode anggaran defisit. Yaitu, pemerintah mencari solusi untuk menutupi kekurangan anggaran dengan cara mencetak uang yang baru. 

Akan tetapi hal tersebut justru menjadikan peredaran jumlah uang di tengah masyarakat mengalami peningkatan secara drastis dan menyebabkan inflation. Hal ini merupakan salah satu alasan mengapa Venezuela dan Yunani mengalami inflation yang sangat parah.

Klasifikasi Inflation

Inflation telah dibagi dalam 3 klasifikasi. Yaitu berlandaskan dari level keparahan, penyebabnya, serta sumber. Di bawah ini adalah ulasan lengkapnya.

a. Jenis Inflasi Dari Level Keparahannya

Inflation dibagi dalam 4 jenis, berdasarkan level keparahannya, antara lain:

Inflation sangat berat atau hyperinflation, merupakan inflation yang telah menghancurkan perekonomian sebuah negara dan sudah tidak mudah untuk dikontrol. Walaupun sudah dijalankan kebijakan moneter dan fiskal. Inflation tersebut berada di kisaran 100 persen ke atas, per tahun. Hal ini terjadi di negara Nigeria dan Yunani.

Inflation berat adalah inflation yang menjadikan suatu negara mengalami kekacauan ekonomi yang cukup parah. Pada situasi ini biasanya masyarakat memutuskan untuk menyimpan barang dan enggan untuk menabung. Sebab bunganya lebih rendah daripada nilai inflation. Dalam per tahun, inflasi tersebut berada di kisaran 30 persen hingga 100 persen.

Inflation sedang merupakan inflation yang mampu menjatuhkan tingkat kemakmuran masyarakat yang memiliki pendapatan tetap. Tapi hal ini belum dapat membahayakan denyut perekonomian sebuah negara. 

Maka jika suatu negara mengalami inflation sedang, perekonomiannya tidak sampai ke dalam tahap kehancuran atau kekacauan. Inflation tersebut berada di kisaran 10 persen hingga 30 persen per tahun. 

Inflation ringan, merupakan inflation yang dapat dengan mudah dikontrol. Inflasi ini tidak terlalu mengganggu aktivitas ekonomi sebuah negara. Seperti halnya inflation sedang, kejadian ini tidak akan sampai membuat suatu negara mengalami kekacauan ekonomi. 

Secara umum, terdapat harga barang dan jasa yang mengalami kenaikan di bawah 10 persen per tahun dan mampu dikontrol. 

b. Klasifikasi Inflation Berdasarkan Pemicu

Inflasi dapat diklasifikasikan menjadi 2 jenis berdasarkan pemicunya. Antara lain:

Bottle Neck Inflation. Yaitu inflation kombinasi yang dipicu oleh unsur permintaan atau unsur penawaran. 

Cost Push Inflation. Yaitu inflation yang muncul disebabkan adanya biaya atau dana produksi yang mengalami kenaikan. Sehingga kenaikan harga penawaran barang pun terjadi.

Demand Pull Inflation. Yaitu inflation yang muncul disebabkan adanya permintaan untuk barang atau jasa jauh lebih tinggi daripada yang mampu dipenuhi oleh produsen. 

c. Klasifikasi Inflation Berdasarkan Sumbernya

Inflation dapat dikalsifikasikan menjadi 2, berdasarkan sumbernya. Antara lain: 

Imported Inflation. Imported Inflation merupakan inflation yang sembernya berasal dari luar negeri. Kasus ini bisa muncul pada negara yang menjalankan aktivitas perdagangan bebas di mana terjadi kenaikan harga di luar negeri.

Misalnya. Indonesia melakukan impor barang modal dari Yunani. Pada saat barang-barang modal di Yunani mengalami kenaikan harga, maka Indonesia terkena dampak dari hal tersebut. Sehingga, kemudian inflation muncul. 

Domestic Inflation. Domestic Inflation adalah inflation yang sumbernya berasal dari dalam negeri sendiri. Inflasi tersebut muncul disebabkan lebih banyaknya jumlah uang yang beredar di tengah masyarakat, dibanding yang diperlukan. 

Inflation jenis ini juga berpotensi muncul pada saat jumlah barang dan jasa tertentu mengalami kekurangan. Sementara itu, permintaan tetap, maka harga-harga pun mengalami kenaikan drastis.

Akibat Inflation 

Situasi perekonomian pada suatu negara mempunyai akibat yang positif maupun negatif, berdasarkan dari pengertian inflasi di atas. Di bawah ini adalah beberapa akibat adanya inflation secara umum. 

a. Akibat Inflation Terhadap Pendapatan 

Inflation bisa memberikan akibat yang positif atau negatif terhadap penghasilan suatu masyarakat. Pada situasi tertentu, contohnya inflation lunak, justru bakal mendukung para bisnisman untuk mengembakan produksi. Sehingga perekonomian akan semakin meningkat.

Akan tetapi, inflation bakal berakibat yang cukup buruk buat penduduk yang memiliki penghasilan tetap. Sebab, harga barang dan jasa mengalami kenaikan, tapi penghasilan tidak berubah atau tetap.

b. Akibat Inflation Terhadap Ekspor

Kekuatan ekspor suatu negara bakal mengalami kekurangan saat inflasi terjadi. Sebab, biaya ekspor menjadi semakin mahal. Sementara, penurunan juga terjadi pada kemampuan bersaing barang ekspor. Kemudian, yang terjadi adalah kurangnya penghasilan dari devisa.

c. Akibat Inflation Terhadap Keinginan Menabung

Pada saat situasi inflation terjadi, sebagian orang bakal kehilangan keinginan dan minat untuk menabung. Sebab, orang-orang perlu membiayai administrasi tabungannya, sementara penghasilan dari bunga tahunan menjadi lebih kecil ketika kondisi inflation.

d. Akibat Inflation Terhadap Harga Pokok 

Situasi inflation bakal berdampak pada penetapan harga pokok yang menjadi tidak mudah, karena dapat menjadi jauh lebih besar atau malah menjadi jauh lebih kecil. Penghitungan inflation yang terjadi pada masa mendatang tidak mampu diprediksi dengan sangat tepat.

Hal tersebut bakal membuat sistem penetapan harga jual dan harga pokok menjadi tidak optimal. Pada situasi-situasi tertentu, inflation bakal mempersulit para produsen. Dengan demikian, maka akibatnya kondisi ekonomi mengalami kekacauan.

Bacaan menarik lainnya:

Mace, Janice. (2007). Trip of a lifetime Money Management. Baridwan, Zaki. (2004). Intermediate Accounting.Yogyakarta: BPFE


Ajaib merupakan aplikasi investasi reksa dana online yang telah mendapat izin dari OJK, dan didukung oleh SoftBank. Investasi reksa dana bisa memiliki tingkat pengembalian hingga berkali-kali lipat dibanding dengan tabungan bank, dan merupakan instrumen investasi yang tepat bagi pemula. Bebas setor-tarik kapan saja, Ajaib memungkinkan penggunanya untuk berinvestasi sesuai dengan tujuan finansial mereka. Download Ajaib sekarang.

Mulai Investasi Reksa Dana Dengan Ajaib.
Ayo bergabung dengan Ajaib, aplikasi investasi online terbaik! Bebas biaya pendaftaran, bisa tarik dana kapan saja. Modal awal min. Rp10.000.
Facebook Comment
Artikel Terkait