Saham

Hukum Trading Forex, Apakah Halal atau Haram?

Hukum trading forex
Hukum trading forex

Ajaib.co.id – Salah satu instrumen investasi yang berpotensi memberikan imbal hasil (return) menarik adalah trading foreign exchange (forex). Meski begitu, hukum trading forex masih menimbulkan polemik di masyarakat, terutama pemeluk agama Islam. Halal atau haram menjadi dasar polemik tersebut.

Mengenal Trading Forex

Investasi trading forex merupakan investasi melalui perdagangan mata uang asing atau valuta asing (valas). Perdagangan valas dilakukan di pasar mata uang. Trading forex memperdagangkan pasangan mata uang tertentu sesuai yang dipilih dengan tujuan mendulang profit.

Lebih rinci, trading forex dilakukan dengan cara membeli mata uang asing saat nilainya sedang rendah. Kemudian, pembeli mata uang asing tersebut atau trader bisa menjual kembali mata uang yang dibelinya ketika nilai uangnya sedang tinggi, misalnya mata uang Rupiah ke Euro, Rupiah ke Dolar Amerika Serikat (AS) dan sebagainya.

Dari situlah ia dapat memperoleh keuntungan. Keuntungan ini disebut capital gain, yakni selisih yang diperoleh dari harga jual dikurangi harga beli.

Trading forex sebaiknya tidak dilakukan asal-asalan. Bagi trader pemula, disarankan untuk belajar dan berlatih terlebih dahulu. Media pembelajarannya bisa berupa akun demo dari broker forex terlebih dahulu.

Setelah merasa cukup memiliki pengetahuan, trader pemula bisa melangkah ke tahap selanjutnya, yakni mendaftarkan diri atau membuka akun pada sebuah broker forex. Pemilihan broker forex pun perlu analisa tersendiri. Sangat dianjurkan untuk memilih broker forex yang sudah terpercaya. Cari tahu track record-nya dan testimoni pengguna lainnya yang pernah menggunakan jasa broker forex tersebut.

Pro dan Kontra di Masyarakat

Tidak sedikit orang yang menganggap jika trading forex berkaitan dengan judi. Perbandingan tersebut membuat sebagian orang berkesimpulan bahwa trading forex adalah haram. Unsur ‘untung-untungan’ guna bisa menghasilkan keuntungan yang cukup besar tersebut melatarbelakangi unsur judi pada trading forex. Benarkah demikian?

Secara fisik, aktivitas trader memang tidak terlalu terlihat. Ia bisa melakukan transaksi dari mana dan kapan saja. Cukup dengan duduk manis di rumah, misalnya, seorang trader bisa mendapatkan uang sampai menjadi miliarder. Hal inilah yang mendorong sebagian orang beranggapan sendiri bahwa trading forex itu haram.

Di sisi berlawanan, sejumlah orang mengungkapkan bahwa sebenarnya prinsip dasar valuta asing atau forex adalah murni berdagang atau bisnis. Keuntungan atau kerugian yang dialami oleh trader didapatkan dari selisih pertukaran, tergantung dengan kondisi pasar. Hal ini berbeda dengan judi. Dalam berjudi, semua keputusan pemain diambil dengan cara diprediksi atau mengira-ngira serta bergantung pada keberuntungan ataupun hoki.

Meski secara fisik tak terlalu terlihat, namun pikiran trader saat bertransaksi forex bekerja. Pengambilan keputusan dilakukan dengan matang ketika melakukan trading. Pertimbangan dalam mengambil keputusan tersebut meliputi analisa fundamental, teknikal, sedikit intuisi alami serta strategi khusus lainnya. Singkatnya, orang biasa atau awam yang tidak memiliki pengetahuan cakap dianjurkan menahan diri untuk melakukan trading forex.

Aturan Hukum di Indonesia

Di Indonesia, trading forex diatur dalam Undang-Undang. Forex masuk dalam perdagangan berjangka. Maka, forex diatur dalam Undang-Undang Nomor 32 Tahun 1997. Sebagai turunannya, pada tanggal 28 November 2002, Bursa Berjangka Jakarta (BBJ) mengeluarkan Surat Keputusan Nomor 037/DIR BBJ/11/02 yang mengatur perdagangan forex dengan sistem margin.

Perdagangan forex dengan sistem margin harus didaftarkan di BBJ, baik melalui bursa maupun bersifat over the counter (OTC). Semua margin harus masuk ke Kliring Berjangka Indonesia (KBI) dalam rekening terpisah (segregated account). Seorang trader wajib mewaspadai forex dengan sistem margin yang tidak masuk ke KBI dalam rekening terpisah. Pasalnya, sudah pasti itu merupakan produk yang ilegal.

Selain itu, trading forex juga diawasi oleh Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (Bappebti). Pada UU No. 32/1997, Pemerintah sekaligus membentuk badan pengawas yang kini dikenal dengan Bappebti.

Bappebti bertanggung jawab dan berada di bawah menteri. Bappebti memiliki sejumlah fungsi sesuai UU No. 32/1997, yakni

·     Mewujudkan kegiatan perdagangan berjangka yang teratur, wajar, efisien, efektif, dan transparan serta dalam suasana persaingan yang sehat.

·     Melindungi kepentingan semua pihak dalam perdagangan berjangka.

·     Mewujudkan kegiatan perdagangan berjangka sebagai sarana pengelolaan risiko harga dan pembentukan harga yang transparan.

Di samping itu, Bappebti juga memiliki beberapa wewenang. Wewenang Bappebti antara lain memeriksa perizinan, memerintahkan pemeriksaan, dan penyidikan terhadap pihak yang diduga melakukan pelanggaran sesuai dengan UU No. 32/1997.

Secara formal kenegaraan, trading forex memiliki payung hukum yang berkekuatan tetap. Lalu, bagaimana dari aspek agama, khususnya Islam, yang sering menjadi acuan pemeluknya dalam beraktivitas?

Terkait hal ini, Majelis Ulama Indonesia (MUI) telah mengeluarkan fatwa terkait trading forex. Sebuah transaksi jual beli apapun, termasuk valuta asing, di pasar tunai diperbolehkan. Namun, ada syarat yang harus dipenuhi, yakni barang yang diperjualbelikan bukanlah barang yang haram.

Tak hanya itu, sejumlah syarat lainnya juga menyertai, seperti tidak ada unsur menipu, menyembunyikan yang cacat, serta tidak mengandung unsur judi atau spekulatif.

Spekulatif di sini seperti menebak-nebak harga. Jika beruntung, maka mendapatkan produk yang bagus. Bila tidak beruntung, maka mendapatkan produk yang jelek.

Secara tertulis, MUI menetapkan, Fatwa Dewan Syari’ah Nasional Nomor 28/DSN-MUI/III/2002 tentang jual beli mata uang atau yang disebut dengan Al-Sharf. MUI menetapkan bahwa transaksi valuta asing (forex) diperbolehkan karena asal-usul pendapatannya sangat jelas.

Uang yang jumlahnya sangat besar yang diperoleh para trader bukanlah hasil taruhan skala internasional, melainkan diatur secara global. Para trader pun mengetahui alur transaksi, jumlah dana serta informasi lainnya.

Trading forex secara online memerlukan aturan khusus. Meski begitu, singkatnya, ada kepastian mengenai nominal, waktu dan lain-lain, meskipun barangnya tak berwujud.

Trading forex dinyatakan haram jika harga tidak sesuai dengan saat pembeli memutuskan melakukan transaksi dengan saat transaksi tersebut diterima oleh penjual (broker).

Artikel Terkait