Analisa Saham

Masih Adakah Potensi Cuan di Saham AALI?

Profil Singkat Emiten

PT Astra Agro Lestari Tbk (Perseroan) merupakan perusahaan yang mulai mengembangkan industri perkebunan di Indonesia sudah selama lebih dari 30 tahun. Bisnis ini bermula dari perkebunan ubi kayu, untuk selanjutnya mengembangkan tanaman karet. Hingga sekitar tahun 1984, perseroan memulai untuk budidaya tanaman kelapa sawit di Provinsi Riau.

Saat ini, perusahaan dengan kode emiten saham AALI terus melakukan pengembangan dan menjadi salah satu perusahaan perkebunan kelapa sawit dengan luas area kelola mencapai 297.011 hektare. Areal ini tersebar di Pulau Sumatera, Kalimantan dan Sulawesi.

Pengelolaan perkebunan kelapa sawit, dengan membangun kerja sama masyarakat dalam bentuk kemitraan intiplasma dan Income Generating Activity (IGA). Kemitraan ini merupakan kegiatan peningkatan ekonomi masyarakat baik lewat budidaya sawit maupun nonsawit.

Hingga tahun 2016, perusahaan telah bekerja sama dengan sebanyak 51.709 petani kelapa sawit. Para petani ini tergabung dalam 2.396 kelompok tani.

Perusahaan pun terus mengalami pertumbuhan, kemudian pada tahun 1997 Perseroan memutuskan untuk melakukan Penawaran Saham Perdana (Initial Public Offering/ IPO). IPO ini dilakukan di Bursa Efek Indonesia (saat itu Bursa Efek Jakarta dan Bursa Efek Surabaya).

Kemudian, pada 2016, perusahaan sempat melakukan Penawaran Umum Terbatas (PUT) dengan nilai sekitar Rp4 triliun. Melalui berbagai langkah korporasi yang telah dilakukan PT Astra Agro Lestari telah memiliki kepemilikan saham publik Perseroan mencapai 20,32% dari total 1,92 miliar saham yang beredar.

Kinerja Keuangan dari Laporan Keuangan Terakhir

Dari laporan keuangan AALI per September 2020, menunjukkan kinerja keuangan yang baik. Perusahaan seperti tidak terdampak oleh pandemi. Justru aset AALI masih dapat tumbuh, mencapai 4,22% YoY.

Selain itu, kinerja laba AALI pun dapat tetap dijaga naik dari periode 31 Desember 2019. Berikut ini laporan kinerja laba AALI (dalam jutaan rupiah):

AALI mampu membukukan laba di atas Rp618 miliar, dengan laba yang tumbuh melonjak tinggi sebesar 378% YoY. Selanjutnya mari kita bahas dulu rasio-rasio keuangan umum saham AALI. Berikut ini datanya:

Dari rasio-rasio tersebut menunjukkan bahwa kondisi bisnis AALI dalam kondisi sehat. ROA dan ROE dari perusahaan ini pada Q3 bahkan menunjukkan peningkatan dibandingkan pada tahun sebelumnya. Hal ini berarti perusahaan memiliki kemampuan untuk menghasilkan keuntungan bisnis sepanjang 2020.

Meskipun saat ini tengah pandemi Covid-19, hal ini memperlihatkan sektor perkebunan masih memiliki peluang bisnis yang besar. Mengingat sektor ini tetap dibutuhkan oleh masyarakat selama pandemi serta dibutuhkan untuk industri olahan lainnya yang bersumber dari kelapa sawit.

Selanjutnya, untuk GPM perusahaan sebesar 14,39% ini berarti perusahaan AALI belum terlalu efisien dalam upaya menekan harga pokok penjualannya. Atau dikenal juga dengan istilah beban pokok penjualan. Sehingga hanya mampu menghasilkan margin laba kotor di angka 14,39% saja dari total penjualan yang diperoleh perusahaan.

Adapun indikatornya, semakin tinggi nilai GPM yang diperoleh sebuah perusahaan berarti perusahaan semakin efisien dan baik dalam mengelola kegiatan operasionalnya. Tentunya hal ini dilakukan dalam upaya memperoleh keuntungan bagi perusahaan.

Adapun untuk NPM, perusahaan tumbuh di angka 4,37%. Angka ini merepresentasikan rasio keuntungan bersih yang diperoleh perusahaan AALI terhadap total penjualan produk-produknya per 30 September 2020. Angka ini berarti memperlihatkan perusahaan sudah mampu memberikan keuntungan yang tumbuh bagi perusahaan dan investor.

Namun, angka ini masih terhitung sedang. Sebagai informasi, nilai margin laba bersih dengan presentasi di atas 10% yang dianggap sangat baik. Sehingga NPM 4,37% masih terlihat untung namun dengan persentase yang belum besar.

Riwayat Kinerja

Kinerja PT Astra Agro Lestari Tbk (Perseroan) mengalami naik turun dalam 3 tahun terakhir ini. Berikut ini perbandingan pertumbuhan tahunan sejumlah komponen kinerja AALI periode 2017 hingga 2020 (dalam jutaan rupiah):

Tingkat pertumbuhan dalam 3 tahun terakhir mencerminkan adanya penurunan bisnis AALI. Terlihat dari pendapatan perusahaan dari kegiatan operasional, laba bersih, dan margin laba bersih yang trennya turun sejak 2017 hingga 2019 lalu.

Sementara itu, untuk tahun 2020 hingga Q3 untuk pendapatan diperoleh Rp13,3 triliun, laba bersih Rp618,5 miliar, dan margin laba bersih sebesar 4,37%. Khusus untuk laba bersih di Q3 2020 sudah mampu melampaui nilainya dari tahun sebelumnya di Q4.

Track Record Pembagian Dividen untuk Pemegang Saham

Saham AALI termasuk emiten yang tiap tahun membagi dividennya. Hal tersebut memang benar. Berikut adalah besaran pembayaran dividen AALI tiga tahun terakhir:

AALI terlihat konsisten membayarkan dividen kepada pemegang sahamnya tiap tahun namun dengan nilai yang terus menurun. Perlu diketahui saham AALI pertama kali IPO sejak tahun 1997. Selama 3 tahun terakhi ini, pembayaran dividen pun rutin dilakukan sehingga hal ini menjadi nilai tambah bagi suatu emiten.

Meski pun nilainya menurun, namun tetap memiliki nilai tambah karena tidak banyak emiten secara konsisten mampu terus untuk membayarkan dividen kepada pemegang sahamnya.

Hal ini menjadikan saham AALI tetap bisa menjadi pilihan untuk investor jangka panjang yang ingin menikmati pendapatan rutin dari dividen tiap tahun, tanpa perlu menjual kepemilikan sahamnya.

Prospek Bisnis AALI

Tidak dipungkiri kalau selama tahun 2020 perekonomian dunia menghadapi tantangan yang cukup berat, sebagai imbas dari adanya pandemi Covid-19. Tercatat harga crude palm oil (CPO) turun pengaruh dari melemahnya harga minyak mentah dunia yang cukup signifikan.

Namun, PT Astra Agro Lestari Tbk (AALI) tetap mencatatkan kinerja operasional dan finansial yang positif.

Presiden Direktur Astra Agro, Santosa, mengatakan pihaknya sudah merintis program digitalisasi sejak tiga tahun lalu. Maka kinerja yang positif pada kuartal I tahun 2020 di mana pandemi Covid-19 mulai masuk ke Indonesia menjadi bukti dari operational excellence dan cost efficiency yang telah dijalankan oleh perusahaan.

Semenjak tahun 2017, AALI sudah mengembangkan inovasi digital dengan tujuan untuk mengontrol operasional secara online. Dilakukan dengan mengaplikasikan digitalisasi di dalam proses perawatan, panen, sistem kehadiran/absensi berbasis digital hingga analisis data.

Adapun untuk menghindari penumpukan antrian penerimaan buah luar, AALI sudah menerapkan boarding system di setiap pabrik kelapa sawit. Kalau untuk sistem penjualan, penerapan sistem tender bagi pembeli dilakukan secara online melalui aplikasi.

Harga Saham (Kesimpulan)

Berdasarkan data PER dan PBV AALI ini tergolong mahal. Hal ini bisa dilihat dari data RTI per Selasa 16 Februari. Saham AALI memiliki PER 28,12 kali dan PBV 1,15 kali.

Sementara itu, bila dibandingkan dengan saham lain di sektor perkebunan ada LSPI dengan PER 25,30 dan PBV 1,08 kali. Kemudian ada ANDI dengan PER 14,42 kali dan PBV 1,68.

Jika kamu tertarik dengan saham ini, sebaiknya menghitung dan mempertimbangkan kinerja keuangannya secara umum serta prospek bisnisnya. Utamanya di masa pandemi ini. 

Disclaimer

Disclaimer: Tulisan ini berdasarkan riset dan opini pribadi. Bukan rekomendasi investasi dari Ajaib. Setiap keputusan investasi dan trading merupakan tanggung jawab masing-masing individu yang membuat keputusan tersebut. Harap berinvestasi sesuai profil risiko pribadi.

Artikel Terkait