Faktor Harga Saham Naik Turun yang Perlu Kamu Ketahui

faktor harga saham
faktor harga saham

Sebenarnya apa sih faktor harga saham bisa naik turun? Untuk menjawab pertanyaan itu, simak ulasan redaksi Ajaib mengenai faktor harga saham naik turun ini ya.

Harga saham setiap hari, bahkan detik selalu naik turun. Kamu tidak bisa memprediksi kapan harga saham naik atau turun. Bahkan, secara tidak terduga, kamu yang memiliki saham bisa melepas atau membelinya secara besar-besaran karena menggiurkan.

Dalam artikel ini, kami, redaksi Ajaib bakal memaparkan beberapa penyebab yang menjadi faktor utama naik atau turunnya harga saham secara signifikan. Secara umum, faktor-faktor eksternal atau internal bisa manjadi penyebab dasar naik atau turunnya harga saham.

Faktor internal bisa timbul dari dalam perusahaan. Sedangkan faktor eksternal bersumber dari luar perusahaan dan sulit diatasi. Seperti misalnya, ada masalah yang hubungannya dengan ekonomi makro. Namun, perlu kamu ketahui, faktor eksternal lebih banyak mempengaruhi harga saham.

Nah, untuk kamu paham lebih jauh, kamu harus membaca artikel ini sampai habis. Berikut ini beberapa faktor harga saham naik turun

Aksi Korporasi Perusahaan

Faktor harga saham naik turun pertama yang dimaksud ini adalah kebijakan yang diambil oleh para pemimpin perusahaan. Dampak perubahannya sangat fundamental dalam internal perusahaan. Contohnya biasa terjadi dalam aksi korporasi perusahaan adalah akuisisi, merger, right issue, hingga divestasi.

Nah, kebijakan fundamental itu bisa mengubah harga saham di Bursa Efek Indonesia secara otomatis. Misalnya saja PT Karya memutuskan untuk merger dengan PT Seni. Kabar itu bisa menimbulkan sejumlah persepsi hingga para karyawan menyebut ada kekuatan yang berat sebelah dari dua perusahaan tersebut. Efek sampingnya, bisa saja salah satu saham perusahaan tersebut bisa mengalami kenaikan, sedangkan satu perusahaan lain menurun.

Proyeksi Kinerja Perusahaan pada Masa Mendatang

Kinerja sebuah perusahaan juga menjadi faktor kuat yang mempengaruhi kuat atau lemahnya harga saham. Sebabnya, kinerja perusahaan selalu dijadikan acuan para investor maupun analis dalam mengkaji performa saham setiap detiknya di Bursa Efek Indonesia.

Tingkat deviden tunai perusahaan menjadi sorotan sebagai faktor kuat atau lemahnya sebuah saham. Kemudian ada juga tingkat rasio utang, rasio nilai buku atau yang disebut Prece to Book Value, earnings per share (EPS), dan tingkat laba suatu perusahaan.

Biasanya, investor menyukai sebuah perusahaan yang memberikan tawaran menarik seperti dividend payout ratio (DPR) yang lebih besar. Tak hanya itu saja, EPS juga punya peran dalam perubahan saham dengan cara mendorong para investor untuk membeli saham yang menyebabkan harnya semakin tinggi.

Perlu kamu ketahui, PBV dengan tingkat rasio utang memberikan efek yang sangat besar mengenai sebuah harga saham. Apabila perusahaan memiliki tingkat rasio utang yang sangat besar, artinya sedang tumbuh. Perusahaan itu sedang mencari dana besar dari para investor.

Kendati seperti itu, perusahaan memang bakal mendapat banyak perhatian dari banyak investor. Karena hasil analisisnya bagus, sahamnya bakal memberikan high return dengan kapitalisasi pasarnya yang terus naik.

Kebijakan Pemerintah

Faktor ketiga yang sangat berpengaruh dalam harga saham adalah kebijakan pemerintah. Biasanya kebijakan yang memperngaruhi itu masih dalam tahap wacana atau belum terealiasi. Banyak contoh dari kebijakan Pemerintah yang menimbulkan volatilitas harga saham, seperti kebijakan ekspor impor, kebijakan perseroan, kebijakan utang, kebijakan Penanaman Modal Asing (PMA), dan lain sebagainya.

Pemain saham tipe trader biasanya sangat peka terhadap isu sensitif seperti ini untuk mengambil keuntungan dengan melakukan spekulasi dalam aksi ambil untung trading harian.

Fluktuasi Kurs Rupiah terhadap Mata Uang Asing

Naik atau turunnya kurs rupiah kepada mata uang asing juga sangat berpengaruh. Bila kamu pikir ini tidak masuk akal maka hal tersebut salah besar. Untuk kamu ketahui, konsekuensi dari fluktuasi kurs tersebut bisa berdampak positif ataupun negatif bagi perusahaan-perusahaan tertentu, khususnya yang memiliki beban utang mata uang asing.

Perusahaan importir atau perusahaan yang memiliki beban utang mata uang asing akan dirugikan akibat melemahnya kurs. Hal ini bisa mengakibatkan naiknya biaya operasional sebuah perusahaan. Itu juga, secara otomatis mengakibatkan turunnya harga saham yang ditawarkan di Bursa Efek Indonesia. Misalnya, ketika kurs rupiah jatuh terhadap dolar Amerika Serikat yang membuat harga-harga Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ikut terjun bebas.

Kondisi Fundamental Ekonomi Makro

Faktor terakhir yang bakal kami jelaskan adalah kondisi fundamental ekonomi makro. Ini sangat berdampak pada kuat atau lemahnya harga saham di lantai bursa, misalnya:

  • Naik atau turunnya suku bunga yang diakibatkan kebijakan bank sentral Amerika (Federal Reserve).
  • Naik atau turunnya suku bunga acuan Bank Indonesia (BI) dan nilai ekspor impor yang berakibat langsung pada nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat.
  • Tingkat inflasi juga termasuk dalam salah satu faktor kondisi ekonomi makro.
  • Pengangguran yang tinggi yang diakibatkan faktor keamanan dan goncangan politik juga berpengaruh secara langsung terhadap naik atau turunnya harga saham.

Selain faktor itu, hubungan antara tingkat suku bunga perbankan dan pergerakan harga saham juga sangat jelas. Ketika suku bunga perbankan melejit, harga saham yang diperdagangkan di bursa akan cenderung turun tajam.

Alasan Bisa terjadi

  • Pertama, ketika suku bunga perbankan naik, banyak investor yang mengalihkan investasinya ke instrumen perbankan semisal deposito. Dengan naiknya suku bunga tersebut, investor dapat meraup keuntungan yang lebih banyak bila dibandingkan dengan bermain saham.
  • Kedua, bagi perusahaan, ketika suku bunga perbankan naik, mereka akan cenderung untuk meminimalkan kerugian akibat dari meningkatnya beban biaya. Hal ini terjadi karena sebagian besar perusahaan memiliki utang kepada perbankan.

Ajaib merupakan aplikasi investasi reksa dana online yang telah mendapat izin dari OJK, dan didukung oleh SoftBank. Investasi reksa dana bisa memiliki tingkat pengembalian hingga berkali-kali lipat dibanding dengan tabungan bank, dan merupakan instrumen investasi yang tepat bagi pemula. Bebas setor-tarik kapan saja, Ajaib memungkinkan penggunanya untuk berinvestasi sesuai dengan tujuan finansial mereka. Download Ajaib sekarang.  

Mulai Investasi Reksa Dana Dengan Ajaib.
Ayo bergabung dengan Ajaib, aplikasi investasi online terbaik! Bebas biaya pendaftaran, bisa tarik dana kapan saja. Modal awal min. Rp10.000.
Facebook Comment
Artikel Terkait