Cryptocurrency

Daftar Platform Trading Terpercaya Selain Indodax Bitcoin

Daftar Indodax Trading Platform Cryptocurrency di Indonesia

Ajaib.co.id – Investasi Bitcoin memang merupakan instrumen keuangan yang relatif baru di Indonesia. Namun saat ini sudah tersedia banyak platform trading bagi peminat mata uang digital ini. Selain Indodax Bitcoin, ada beberapa aplikasi yang bisa kamu pilih untuk transaksi Bitcoin yang dijamin aman.

Harga Bitcoin pernah melambung tinggi hingga Rp261 juta pada medio 2017 lalu. Meskipun kemudian harganya kembali turun, namun tahun 2020 dipercaya sejumlah kalangan akan menjadi momen kembalinya kejayaan mata uang kripto ini. Adalah momen Halving Day yang sedianya akan terlaksana pada 17 Mei 2020 ini yang membuat pasokan Bitcoin berkurang.

Harga Bitcoin pada penutupan perdagangan Jumat 8 Mei 2020 mencapai angka Rp143 juta, tertinggi sejak Agustus 2019. Banyak kalangan yang ingin mendapatkan keuntungan dari momen ini dengan memiliki aset kripto ini. Namun benarkah ini adalah saat yang tepat untuk membeli Bitcoin? Atau akhirnya momen ini akan menjadi antiklimaks dan membuat kita merugi?

Bukan Hanya Indodax, Bitcoin Juga Bisa Dijualbelikan Lewat 3 Aplikasi Berikut

Dilansir dari CNBC Indonesia, Halving Day adalah proses pemrograman kembali Bitcoin yang memangkas pendapatan yang didapatkan penambang dari proses mengurai algoritma matematika guna menghasilkan Bitcoin. Saat ini penambang mendapatkan imbalan 12,5 BTC per blok yang ditambang pada Mei nanti akan turun menjadi 6,25 BTC per Blok.

Tujuannya adalah menjaga inflasi dan mengurangi pasokannya sehingga harga bisa dikerek naik. Aset digital seperti Bitcoin bersifat sama seperti emas yakni jumlah komoditasnya terbatas. Karena itu, jika jumlahnya terbatas di pasaran maka harganya juga akan semakin tinggi.

Teknologi blockchain yang menjadi dasar penggunaan Bitcoin sebagai mata uang digital baru telah menetukan jika Halving Day terjadi dalam empat tahun sekali. Catatan sejarah menunjukkan jika momen ini telah berhasil mengerek harga mata uang ini sehingga investornya bisa saja kaya dalam semalam.

Namun, karena tingkat volatilitasnya tinggi bisa saja para investor juga akan kehilangan uangnya. Sejumlah pakar menilai Halving Day kali ini tidak akan semengesankan sebelumnya. Head Fund Tyr Capital Ed Hindi memperkirakan halving merupakan aktivitas yang sudah dirumuskan dari lama dan banyak investor sudah mengambil posisi sehingga bisa cara halving 2020 jadi antiklimaks bagi banyak investor.

Ia pun memperkirakan halving ini akan membuat pasar Bitcoin turun 25%-35% dari puncaknya yang secara bertahap diikuti dengan naikkan kembali harga. Namun sebagian lagi percaya bahwa keuntungan akan bisa diraih dengan membeli banyak Bitcoin dan berharap kenaikan harganya.

Meski demikian, Halving Day agaknya belum memberikan sihirnya pada harga Bitcoin. Pada 12 Mei 2020 lalu merupakan periode halving ke-3 bagi Bitcoin. Sejak saat itu hingga empat tahun ke depan, jumlah koin yang dihasilkan penambang berkurang dari 6,25 menjadi hanya 3,125 per blok. Artinya, volume pertambahan pasokan koin di pasar pun mengecil. 

Hampir dua bulan pasca-halving day, langkah Bitcoin (BTC) malah kurang bertenaga. Momentum pengurangan separuh upah per blok bagi penambang itu, rupanya, belum cukup kuat mengungkit harga. Semula, halving digadang-gadang dapat menjadi amunisi pendongkrak harga.

Sejauh ini harga Bitcoin tercatat meningkat. Hanya saja memang angkanya belum sebaik yang diprediksikan sebelumnya. Jika dilihat dari Maret 2020, harga bitcoin melonjak drastis hingga lebih dari dua kali lipat. Maret lalu, harga bitcoin sempat menyentuh Rp 65 juta. Hingga awal Juni 2020 lalu, harga mara uang kripto ini mencapai Rp 135 juta.

Kalau kamu mulai tertarik dengan pasar mata uang digital, menarik untuk menyimak pergerakan pasar Bitcoin dalam waktu dekat ini. Kalau kamu malah memutuskan untuk segera melakukan transaksi Bitcoin bisa kok melakukannya dengan aman dan nyaman secara online.

Ada sejumlah trading platform Bitcoin yang bisa digunakan. Meskipun merupakan aset yang masih baru namun kredibilitas sejumlah platform ini tak perlu diragukan. Berikut adalah 4 rekomendasi aplikasi yang bisa kamu pakai untuk jual beli Bitcoin.

1. Indodax

Indodax, trading platform cryptocurrency yang sedang populer di Indonesia. Bisa dikatakan jika Indodax merupakan pionir dalam trading Bitcoin online di Indonesia. Awalnya, perusahaan ini bernama Bitcoin Indonesia yang kemudian berganti nama menjadi Indodax (Indonesia Digital Asset Exchange) sejak 2014.

Oscar Darmawan, salah satu pendirinya, mengatakan pergantian nama ini menjadi bagian dari rebranding. Pasalnya, banyak yang menyalahartikan Indodax Bitcoin sebagai alat pembayaran dengan mata uang Bitcoin dibandingkan sebagai marketplace. Untuk itu maka perubahan nama dilakukan sekaligus dengan penambahan jumlah mata uang digital yang bisa ditransaksikan di aplikasi ini.

Saat ini, Indodax sudah me-listing 18 jenis kripto. Sebagai platform jual-beli kripto, pembuatan akun di VIP Indodax Bitcoin tidak dipungut biaya satu rupiah pun. Karena berbagai keunggulannya ini maka Indodax menjaid pilihan utama banyak peminat Bitcoin di Indonesia.

Yang terpenting, kamu ikuti proses pendaftaran yang ada di situs resmi Indodax Bitcoin maka kamu sudah memiliki akun dan sudah bisa mulai transaksi.

2. Rekeningku.com

Bukan hanya Indodax Bitcoin, rekomendasi trading platform cryptocurrency selanjutnya ialah Rekeningku.com. Platform ini mulai beroperasi secara komersial pada 2017 di bawah bendera PT Rekeningku Dotcom Indonesia. CEO Rekeningku.com, mengatakan saat ini memiliki sebanyak 120.000 investor dengan transaksi harian berkisar Rp10 miliar hingga Rp12 miliar per hari dilansir dari Kontan.co.id.

Saat ini, Rekeningku.com menjual-belikan delapan jenis kripto, yaitu Bitcoin, Bitcoin Cash, Bitcoin Gold, Ethereum, Litecoin, Omisego, Ripple, Ana Coin, dan BBX Coin. Kamu bisa memilih mata uang digital yang ingin kamu transaksikan. Meskipun popularitas saat ini ada pada Bitcoin namun mata uang kripto lainnya juga mengalami tren yang menarik untuk disimak.

3. Triv

Triv.co.id menjadi platform jual beli mata uang digital namun terbatas hanya Bitcoin dan Ethereum yang berdiri pada 2014. CEO Triv, Gabriel Rey, mengatakan bahwa pada 2018 sudah ada 200.000 investor kripto asal Indonesia yang terdaftar pada sistem Triv. Adapun alasan Triv lebih memilih Bitcoin dan Ethereum untuk dijual-belikan karena sudah stabil baik secara teknologi maupun bisnis.

Keunggulan aplikasi ini dibandingkan Indodax Bitcoin adalah kecepatannya dan layanan non stop 24 jam. Kurs yang diberlakukan juga real time sesuai dengan pergerakan pasar keuangan dunia. Triv menjanjikan rate yaang kompetitif sehingga penggunanya tidak akan kecewa.

4. Coinone Indonesia

Coinone merupakan trading platform yang berasal dari luar negeri dan menjadi perusahaan exchange kripto terbesar ketiga di Korea Selatan. Perusahaan ini baru beroperasi resmi di Indonesia dengan nama Coinone Indonesia pada Juli 2018. Meskipun pendatang baru namun keunggulannya tak kalah dibandingkan Indodax Bitcoin yang merupakan pemain lama.

Coinone Indonesia menjadi perantara jual beli beberapa kripto. Berdasarkan situsnya, ada 15 mata uang digital yang bisa ditransaksikan di Coinone Indonesia di antaranya ialah Bitcoin, Bitcoin Cash, Litecoin, dan Qtum. Sebagai subsidiari dari Coinone Korea Exchange, Coinone Indonesia menyediakan layanan jual-beli crypto-asset yang aman dan cepat dengan standar kelas global yang telah dilokalisasi untuk pasar Indonesia.

Sayangnya kini keunggulan tersebut hanya tinggal sejarah. Pasalnya, Coinone Indonesia telah resmi menghentikan layanannya. Alasannya karena iklim bisnis yang tidak mendukung. Hanya saja tidak menutup kemungkinan jika marketplace ini akan kembali hadir dan memberikan fitur lebih baik.

Itulah beberapa cryptocurrency selain indodax trading platform yang perlu diketahui. Jika kamu tertarik untuk memulai trading kripto, kamu bisa coba menggunakan salah satu dari 4 platform yang sudah disebutkan di atas.

Saat ini perkembangan pasar cryptocurrency di Indonesia bisa dikatakan terus meningkat. Bagi yang belum tahu, cryptocurrency sendiri ialah mata uang digital yang dibuat menggunakan konsep kriptografi. Salah satu jenisnya yang paling banyak dikenal dan diminati ialah Bitcoin. Mata uang digital ini dikembangkan oleh orang Jepang dengan nama samaran Satoshi Nakamotor pada 2009.

Selain Bitcoin, ada lagi beberapa jenis cryptocurrency yang banyak peminatnya antara lain Ripple, Ethereum, Cardano, dan masih banyak lagi. Nama-nama tersebut biasanya disebut sebagai Altcoin. Jumlahnya saat ini makin banyak di seluruh dunia, termasuk Indonesia.

Bitcoin sendiri di Indonesia sudah diakui sebagai komoditas dan transaksinya legal. Karena itu, kamu bisa mengambil manfaat dengan berinvestasi dan memiliki aset ini. Kalau tak puas dengan aplikasi Indodax Bitcoin, tinggal pilih plaform lainya yang tak kalah unggul ya.

Indodax Bitcoin Luncurkan Platform Baru Bagi Investor Kripto

Indonesia startup bitcoin and crypto exchanges (Indodax) kembali meluncurkan platform aset kripto yang lebih mudah untuk digunakan bertransaksi yakni Bitcoin.co.id. Platform ini bisa digunakan untuk membeli maupun menjual Bitcoin jauh lebih mudah.

Alamat website bitcoin.co.id diaktifkan kembali untuk menghadirkan situs atau platform investasi cryptocurrency yang lebih cepat dan mudah digunakan untuk bertransaksi dan platform Indodax sendiri akan berfokus kepada platform trading aset kripto.

Bitcoin.co.id sendiri merupakan brand lama dari Indodax. Brand Bitcoin.co.id sendiri sebelumnya adalah pelopor di industri aset kripto khususnya Bitcoin Indonesia pada 2013 lalu dalam bentuk website yang membahas seputar cryptocurrency.

CTO Indodax William Sutanto mengungkapkan, dengan Bitcoin.co.id, jual beli cryptocurrency bisa dilakukan dengan lebih mudah dan cepat. Di Bitcoin.co.id, member dibantu untuk melakukan transaksi lebih instan dan mudah dalam melakukan investasi bitcoin. Member tidak perlu belajar caranya trading kripto seperti membaca grafik dan lainnya hanya perlu tau pencet tombol beli dan jual maka transaksi akan selesai dalam waktu singkat.

Ibaratnya, investor hanya tahu akan untung waktu harganya naik. ” Sedangkan Indodax lebih ditujukan kepada trader yang memang melakukan frekuensi transaksi jual beli sangat tinggi per harinya dan menyukai transaksi trading,” jelasnya.

Terlebih lagi, harga Bitcoin sedang naik selama masa pandemi Corona ini sehingga masyarakat bisa memanfaatkan momen kenaikan harga aset kripto ini. Dipredikasi harganya akan terus melonjak sehingga jadi langkah yang baik untuk mulai berinvestasi Bitcoin sekarang juga.

Artikel Terkait