Saham

Contoh Transaksi Jual Beli Saham dan Investasi Saat Krisis

Ajaib.co.id – Masih banyak investor yang melirik investasi saham. Namun bagi pemula, cara membeli saham agak membingungkan. Untuk memudahkan investor pemula, inilah contoh transaksi jual beli saham plus kiat investasi saat krisis.

Investasi saham merupakan cara menanamkan modal pada perusahaan terbuka di lantai bursa. Dalam investasi saham, kamu tidak bisa membeli saham di Bursa Efek Indonesia. Karena semua transaksi investor dilakukan melalui perusahaan sekuritas.

Seorang investor harus memiliki rekening efek, di mana pembuatan rekening tersebut hanya dilakukan di perusahaan sekuritas. Rekening efek berfungsi sebagai media penyimpan dana sekaligus portofolio saham.

Sebagai investor, kamu harus memilih perusahaan sekuritas tepercaya. Artinya, perusahaan sekuritas tersebut, pertama, telah mendapatkan izin dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

Kedua, memiliki reputasi baik. Dalam operasionalnya, perusahaan sekuritas menjalankan usahanya dengan baik sesuai ketentuan yang berlaku. Pastikan perusahaan tidak terlibat dalam kasus hukum.

Kamu juga bisa mengecek reputasi perusahaan melalui media daring tepercaya dan bertanya kepada teman yang telah menggunakan jasa perusahaan tersebut.

Salah satu hal yang tak kalah penting setelah memastikan perusahaan sekuritas tepercaya adalah setoran awal. Masing-masing perusahaan memiliki persyaratan berbeda mengenai setoran awal. Ada yang mensyaratkan Rp10 juta, tak sedikit yang mensyaratkan Rp100.000. Ukur kemampuanmu mengenai setoran awal di perusahaan sekuritas.

Contoh Transaksi Jual Beli Saham

Ketika proses pembukaan rekening efek, perusahaan sekuritas akan memintamu mengunduh aplikasi saham online untuk beli saham di bursa. Dengan aplikasi tersebut, investor dapat membeli dan menjual saham secara online di manapun berada. Asal transaksi dilakukan pada jam kerja bursa.

Di bawah ini, kami memberikan contoh transaksi jual beli saham:

Akbar membeli saham PT Kalbe Farma Tbk. (KLBF). Satu lembar saham seharga Rp1.300 dengan minimal pembelian satu lot = 100 lembar. Akbar membeli 10 lot.

Pembelian Saham

Saham KLBF 10 lot x 100 lembar x Rp1.300= Rp1.300.000
Brokerage fee 0,1 persen dari pembelian saham= Rp1.300
PPN brokerage fee 0,01 persen= Rp130
IDX Levy 0,03 persen= Rp390
KPEI 0,01 persen = Rp130

Total dana yang harus Akbar keluarkan untuk 10 lot KLBF adalah Rp1.301.950.

Penjualan Saham

Saham KLBF 10 lot x 100 lembar x Rp2.500= Rp2.500.000
Brokerage fee 0,1 persen= Rp2.500
PPN brokerage fee 0,01 persen= Rp250
IDX Levy 0,03 persen= Rp750
KPEI 0,01 persen= Rp250
Pajak penjualan 0,1 persen= Rp2.500

Total dana yang akan diterima oleh Akbar dari semua transaksi penjualan saham adalah Rp2.493.750.

Dengan contoh transaksi jual beli saham di atas, investor pemula akan mengetahui biaya lain-lain yang menyertai investasi di pasar modal. Biaya tersebut bisa berbeda antar perusahaan sekuritas. Namun perbedaan masih dalam ketentuan yang berlaku.

Secara garis besar brokerage fee atau komisi broker sekitar 0,15-0,35, IDX levy sebesar 0,04 persen, KPEI 0,01 persen, PPN 0,01-0,03 persen, dan pajak penjualan 0,1 persen khusus transaksi jual.

Investasi Saham di Tengah Covid-19

Tahun 2020 merupakan tahun suram bagi dunia investasi keuangan. Pada investasi saham, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) anjlok dan hampir semua harga saham emiten berguguran. Hal tersebut tak hanya terjadi di BEI saja. Melainkan di seluruh lantai bursa di Indonesia.

Penyebab investasi saham jeblok adalah pandemi virus korona (covid-19) pada akhir 2019 di Wuhan, Hubei, Tiongkok. Covid-19 seolah lari ke berbagai negara dan tak hanya menumbangkan manusia, tetapi kegiatan ekonomi dan bisnis juga.

Bagaimana investor pemula menyikapi hal ini?

Menurut Warren Buffett, jangan khawatir mengenai pasar modal yang tengah terpukul. Namun jangan terbawa arus pula untuk menjual portofolio saham yang dimiliki. Pasalnya, saat ini adalah waktu yang tepat untuk menginvestasikan dana di pasar modal, Nasdaq.com (07/04/2020).

“Peluang jarang terjadi. Saat hujan emas, keluarkan ember bukan pelindung jari”.

Namun sebelum bermain saham, pastikan kamu sudah memiliki dana darurat sampai akhir tahun ini atau awal 2021. Jika kamu baru saja terkena pemotongan gaji atau kehilangan pekerjaan, tunda dulu untuk berinvestasi.

Sebaliknya, apabila kamu masih bekerja, gaji utuh meski WFH, mendapatkan tunjangan hari raya (THR), dana darurat sampai akhir tahun sudah tersedia, gunakan dana yang ada untuk investasi. Karena saat ini, harga beli saham sedang terdiskon.

Jika kamu membeli dan memilih saham ketika harga murah dan saat pandemi usai, ekonomi membaik, iklim investasi akan kembali ke jalurnya. Saham yang kamu miliki ikut terangkat. Bukan tak mungkin kamu akan mendapatkan imbal hasil tinggi. Untuk membantumu berinvestasi dan mengatur keuangan di tengah krisis, kunjungi laman Ajaib.

Artikel Terkait